<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088</id><updated>2012-01-30T22:34:58.830-08:00</updated><category term='is this called love'/><category term='Mata dan Telinga Lalu Hati Berbicara'/><title type='text'>tricked without borders</title><subtitle type='html'>everybody's welcome to be foolish,mischievous,marvelous or whatever they wanted to be..
its just about how they sense my spells.

Dont you just love being in MyHocusPocus?</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>113</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-2527152946437845050</id><published>2012-01-29T03:34:00.000-08:00</published><updated>2012-01-29T03:37:55.326-08:00</updated><title type='text'>Ummi Aminah : Bermain-main dengan Masalah Sinetron di Layar Lebar</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-FLbPqkN3fQY/TyUvig304PI/AAAAAAAAAtk/hATvAHnZasw/s1600/Ummi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-FLbPqkN3fQY/TyUvig304PI/AAAAAAAAAtk/hATvAHnZasw/s400/Ummi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703016773120745714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film bertema keluarga nampaknya menjadi tema yang banyak ditampilkan dalam beberapa film Indonesia. Tahun 2011 lalu, bisa kita nikmati Garuda di Dadaku, kisah seorang anak yang harus menerima ketika sang ibu menemukan sosok baru pengganti ayahnya. Ada Lovely Man, pencarian seorang anak perempuan ke ibukota demi bertemu sang ayah yang hadir dengan identitas baru. Masih seputar anak dan hubungan dengan keluarganya, awal tahun 2012 sosok ibu kembali hadir menyapa penonton film Indonesia lewat film Ummi Aminah. Kali ini, dalam konflik keluarga yang lebih luas dan rumit, anak-anak Ummi Aminah mengambil peran dalam segala masalah yang muncul sepanjang film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi adalah seorang ustazah alias penceramah yang populer di kalangan pengajian lokal. tentunya banyak imej yang menempel padanya sebagai tokoh agama yang menjadi panutan. Tinggal bersama suami keduanya dan anak-anaknya yang beranjak dewasa, Ummi merasa cukup bahagia meskipun aktivitasnya berceramah tidak membuatnya kaya harta. Anak-anaknya sigap membantu dan berada di sampingnya, meskipun di balik itu semua ketujuh anaknya mengemban masalahnya sendiri. Sebut saja Zainal (Ali Zainal) yang sudah menikah tetapi masih tinggal bersama kedua orangtuanya. Zainal memiliki kesulitan ekonomi dan memilih bekerja mengantar Ummi ke manapun Ummi membutuhkannya. Keadaannya makin terjepit ketika istrinya (Revalina S.Temat) mengandung anak kedua dan kebutuhan finansial tidak lagi terelakkan. Zainal pun mencari sambilan berjualan sepatu wanita yang laris manis dijual kepada jamaah Ummi yang hadir di acara ceramah. Zidan (Ruben Onsu) harus menghadapi ayah kandungnya yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa Zidan lebih terlihat kemayu dibanding saudara laki-laki lainnya. Zidan yang punya usaha salon memilih keluar dari rumah sambil perlahan-lahan mencoba memperbaiki hubungannya dengan sang ayah. Lain lagi dengan Zarika (Paramita Rusady), anak kedua Ummi yang masih melajang ini begitu ambisius mengejar karier dan menjalin hubungan dengan pria beristri. Keadaan makin merumit ketika berita seputar anak-anak Ummi muncul ke permukaan dan menjatuhkan nama Ummi sebagai ustazah. Berbagai problema terasa makin rumit dan tak asing lagi, seperti menonton kisah sedih sinetron lokal. Bagaimana masalah yang layaknya kita temui di layar kaca televisi ini bisa diselesaikan ala layar lebar Indonesia?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak masalah yang berpusat pada kehidupan Ummi dengan anak-anaknya.  Ummi digambarkan sebagai sosok yang tidak tahu menahu soal masalah anak-anaknya sampai mereka mengungkapkannya sendiri pada Ummi atau orang lain yang memberitahunya. Di sini begitu terlihat, Ummi diposisikan sebagai korban dari anak-anaknya sendiri. Korban yang hanya tahu kalau seisi rumahnya baik-baik saja ketika anak-anaknya memilih tidak menyakiti Ummi dengan kenyataan pahit yang mereka derita sendiri-sendiri. Sayangnya, efeknya justru lebih fatal. Ummi merasakan kesakitan tiga kali lipat karena merasa tidak mengenal anak-anaknya sendiri dan tidak bisa lebih sensitif merasakan kejanggalan yang terjadi serta berusaha mencegah kejadian lebih fatal terjadi. Penonton dibiarkan menikmati satu persatu masalah tiap anak muncul dan menyambangi kehidupan mereka. Sayangnya, ada pembagian yang tidak merata bagi ketujuh anak-anaknya. Kita tengok Ziah (Zee Zee Shahab), sebagai asisten Ummi ia digambarkan sebagai sosok yang cantik, digemari banyak laki-laki dan berpendidikan tinggi. Di tengah segala masalah merebut suami orang, tuntutan ekonomi, perdagangan narkoba, sampai sulitnya cari kerja, Ziah ‘hanya’ dibebani dilema meninggalkan pekerjaan sebagai asisten Ummi dan menyerahkan tahtanya pada sang kakak, Zubaidah. Ia juga sempat menjadi penghubung dari segala penilaian publik terhadap anak-anak Ummi yang dianggap gagal menjadi panutan. Ziah yang berada di posisi penting dan selalu berada di samping Ummi tidak dilibatkan dalam situasi signifikan.  Duduk sepanjang 104 menit film ini membuat kita sejenak berpikir dan mencoba menghubung-hubungkan kisah Ummi dengan sinetron yang biasa tayang di layar kaca. Penuh plot masalah yang seolah tidak ada habisnya, akting pemainnya yang kadang berlebihan dan dibuat-buat, atau para pemainnya yang memang bisa kita temui di beberapa judul sinetron atau FTV. Satu hal yang menarik ketika judul utama bukanlah menjadi peran utama. Sosok Ummi memang seperti dijual dalam poster dan cerita sepanjang film tetapi masalah Ummi justru berpusat dari hal-hal di luar dirinya di sini, Ummi berperan penting sebagai pusat dari segala pergerakan yang ada dalam film. Bukan sekadar masalah saja. Dinginnya hubungan antara Zidan dan ayahnya, membuahkan keberanian dan turunnya gengsi ayah Zidan untuk menemui Zidan di salonnya. Tidak ada tendensi lain kecuali membuat Ummi merasa para supporting system dalam keluarganya bisa berjalan selaras. Tidak pernah diungkapkan secara verbal kalau Ummi mau ayah dan Zidan berbaikan. Sayangnya beberapa pemain berakting secara dipaksa dan berlebihan, inilah yang kembali membuat Ummi Aminah kembali dianggap layaknya sinetron, salah satunya adalah Paramita Rusadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu catatan penting, nampaknya sutradara Aditya Gumay perlu belajar bagaimana menyudahi filmnya tanpa harus mengungkapkan segala sesuatu secara eksplisit. Sesekali, biarkan penonton menikmati imajinasi yang ada di kepalanya ketika layar berubah jadi hitam dan masuk credit title. Harusnya akhir dari film inilah yang menjadi pembeda kisah sinetron yang kerap mengaduk-aduk emosi penonton secara eksplisit yang tidak menjadi akhir perjalanan atau masalah Ummi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-2527152946437845050?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/2527152946437845050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=2527152946437845050' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2527152946437845050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2527152946437845050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2012/01/ummi-aminah-bermain-main-dengan-masalah.html' title='Ummi Aminah : Bermain-main dengan Masalah Sinetron di Layar Lebar'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FLbPqkN3fQY/TyUvig304PI/AAAAAAAAAtk/hATvAHnZasw/s72-c/Ummi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-7763511411945258025</id><published>2012-01-29T02:32:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T22:34:58.961-08:00</updated><title type='text'>Welcoming The Year of Dragon</title><content type='html'>Perjalanan perdana tahun 2012 ini diawali dengan kunjungan ke negri tetangga Singapura. Sebenarnya saya bukan tipe yang suka mengunjungi satu tempat yang sama dalam kurun waktu berdekatan. Terkahir saya ke SG tahun 2010 dan 2007, memang cukup lama jaraknya tetapi saya masih bisa mengingat cukup jelas beberapa tempat yang sudah saya kunjungi. Kali ini, tujuan utamanya adalah menonton drama musikal Broadway Wicked yang pentas sepanjang Desember – April di Marina Bay Sand. Awalnya saya merencanakan pergi sendiri karena tidak berniat mengelilingi kota tersebut tetapi di tengah jalan, salah satu teman baik saya, Fauzan tertarik bergabung. Jadilah, perjalanan yang awalnya hanya berkisar menonton teater tidak lebih dari semalam diperpanjang menjadi tiga malam, tentu dengan agenda perjalanan yang lebih banyak. Pilihan waktu berlibur ini ternyata tanpa saya sadari bertepatan dengan perayaan Imlek, lengkaplah sudah. Saatnya saya mewujudkan cita-cita menikmati suasana tahun baru China di negara yang mayoritas merayakan xin jia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-lvFq797EIrA/TyWEpCY6cpI/AAAAAAAAAvo/G532rrXHoww/s1600/Me%2B%25283%2529.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 359px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-lvFq797EIrA/TyWEpCY6cpI/AAAAAAAAAvo/G532rrXHoww/s400/Me%2B%25283%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703110343685468818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum perjalanan dimulai, ada satu pakem yang harus dilakukan menyangkut partner perjalanan saya. Meskipun sudah berteman cukup lama, ada hal mendasar yang harus didiskusikan, bujet dan tujuan perjalanan. Mengingat saya adalah seorang control freak, jadi saya harus memahami apa keinginan partner saya kali ini dan batasan apa yang sama-sama kita miliki. Setelah didiskusikan, Fau menyerahkan itinerary perjalanan pada saya. Ya, termasuk pemesanan tiket pesawat, hotel, nonton Wicked sampai rencana perjalanan harian. Sama-sama kami akui kalau perjalanan ini merupakan perjalanan irit, yang sebenarnya memang selalu jadi prinsip ekonomi saya saat trip apapun. Saya bahkan lebih fair, menyebutkan angka nominal yang saya bawa selama perjalanan. Tujuannya supaya tahu kemampuan satu sama lain tanpa harus merasa sungkan atau jadi sensitif. Mengingat kurs SGD sendiri cukup tinggi, kami harus pintar-pintar memotong bujet agar tetap bisa menikmati liburan tanpa sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perjalanan yang direncanakan lebih kurang sebulan dalam suasana peak season, kami cukup beruntung mendapat harga tiket dan hostel yang terjangkau. Tiket nonton Wicked pun kami memilih yang termurah. Asumsi kalau gedung teater yang bagus tentu memadai semua penontonnya untuk menikmati pertujukan dengan nyaman, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiger Airways       USD 210&lt;br /&gt;Feel At Home Hostel (3 Nights,6 Mixed Dorm)   USD 90,17&lt;br /&gt;Wicked tickets SGD 110,88    USD 91,8&lt;br /&gt;Total    USD 391,7 : 2 persons =  USD 195,9&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Total pengeluaran memang terasa besar karena tiket nonton teater yang jadi tujuan utama. Jadilah di sini pintar-pintarnya menghitung dan berhemat, pilihan saya waktu itu adalah menghemat pengeluaran makan-makan dan transportasi. Mengingat lokasi hostel berada di Bugis, transportasi sangat bisa dihemat dengan MRT, Bus atau jalan kaki saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana kisah perjalanan super irit kali ini?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari hari pertama, penghematan sudah dilakukan dari urusan makan. Ternyata, Fau punya pengalaman lebih gila soal penghematan. Dalam trip sebelumnya ke KL, ia dan beberapa temannya sampai nekat bawa bekal nasi beserta lauk pauknya untuk bertahan sampai 2 hari! Cara yang cukup ekstrim dan saya bersyukur ia tidak melakukannya dalam trip kali ini. Kebayang masuk ke pesawat dengan tas penuh nasi putih dan bau rendang yang merebak ke seluruh penjuru pesawat. Tidak hilang akal, ternyata Fau mengantisipasinya dengan membawa bekal roti siap makan untuk bekal dua hari. Saya cukup terselamatkan, di hostel kami menyediakan sarapan sebelum jam 10 pagi dengan menu roti panggang selai srikaya dan menu tambahan sesuai selera (dan mood) pemilik hostel. Untungnya saya tidak bosan menikmati menu itu selama empat hari berturut-turut. Ide hemat lainnya, beli air mineral di hostel juga bisa menghemat barang 50-80 sen sama seperti yang terjadi di hostel Ho Chi Minh City. Misalnya sering naik MRT kadang kita tidak sadar jarak tempuh yang terjangkau walking distance-nya dihargai SGD 1-2 padahal bisa jalan 5-15 menit saja. Coba rajin-rajin baca peta, kira-kira berapa blok yang harus ditempuh jalan kaki daripada harus naik MRT atau bus. Setelah menonton Wicked dan berkeliling Singapore River, waktu sudah menunjukkan tengah malam, tentunya opsi moda transportasi yang tersisa hanya taksi atau bus. Bagi saya, bus adalah opsi utama untuk tersesat di kota dan taksi tentu punya ongkos tambahan jika lewat tengah malam. Kami pun menyusuri Esplanade sampai Bugis yang jaraknya lebih kurang 6 blok dengan berjalan kaki. Selama 20-25 menit, perjalanan tidak terasa lelah karena jalan santai dan menikmati suasana Singapura di malam hari yang cukup aman. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" &lt;br /&gt;href="http://3.bp.blogspot.com/-0PZuLOMnBkk/Tyd-jZcgmII/AAAAAAAAAxk/X5_z7vTbeWo/s1600/Sing%2BPanorama.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0PZuLOMnBkk/Tyd-jZcgmII/AAAAAAAAAxk/X5_z7vTbeWo/s400/Sing%2BPanorama.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703666599679006850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perjalanan Hemat Bukan Berati Tanpa Hura-Hura Bukan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-FKs8b42DLig/TyWDwbwybkI/AAAAAAAAAvE/TBGvQ62sxNA/s1600/P1221413.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FKs8b42DLig/TyWDwbwybkI/AAAAAAAAAvE/TBGvQ62sxNA/s400/P1221413.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703109371243949634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama dua kali mampir ke SG bersama teman, kebanyakan hanya melihat daerah pertokoan di Orchard, kafe cantik di Clarke Quay, dan menikmati resor populer di Sentosa.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-6IjW3Dyt0as/TyeAqrGvYUI/AAAAAAAAAyU/HrHKW-Ty6ww/s1600/SING%2Bpalawan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6IjW3Dyt0as/TyeAqrGvYUI/AAAAAAAAAyU/HrHKW-Ty6ww/s400/SING%2Bpalawan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703668923701879106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya tidak mau sia-siakan, saya sudah menargetkan menjelajahi museum, daerah pecinan, sampai pelosok yang jauh dari keramaian apalagi perbelanjaan. Dengan waktu yang minim memang lokasi yang dijelajahi lebih terbatas, National Museum of Singapore (NMOS), Singapore Art Museum (SAM) dan Chinatown menjadi target utama saya. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-lgW0K9DbiEc/Tyd-jiur1XI/AAAAAAAAAx0/rUUroVRHz10/s1600/SING%2BNat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lgW0K9DbiEc/Tyd-jiur1XI/AAAAAAAAAx0/rUUroVRHz10/s400/SING%2BNat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703666602171159922" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan membayar masing-masing SGD 10, saya menikmati museum yang begitu megah dan penuh dengan koleksi unik termasuk film dan kuliner Singapura di National Museum. Di SAM malah sedang berlangsung kompetisi bagi seniman Asia termasuk Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-6m4VHkjskd0/TyeAqcAdI0I/AAAAAAAAAyA/aTyfX486US8/s1600/SING%2BMuse.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-6m4VHkjskd0/TyeAqcAdI0I/AAAAAAAAAyA/aTyfX486US8/s400/SING%2BMuse.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703668919648985922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari lukisan, fotografi, seni visual, sampai video dipamerkan di museum sebanyak tiga lantai dan satu gedung annex. Karya yang memikat hati saya, film dari Taiwan tentang sulitnya menembus visa Amerika dan kebijakan kewarganegaraan Taiwan dan China. Selain itu, di NMOS terdapat museum film dan wayang yang berisi sejarah dan perjalanan perkembangan film di Singapura. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ddXbevcGUlM/TyeAqSI7X_I/AAAAAAAAAyI/wTWEDUEE1kY/s1600/SING%2BUSS.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 296px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ddXbevcGUlM/TyeAqSI7X_I/AAAAAAAAAyI/wTWEDUEE1kY/s400/SING%2BUSS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703668917000167410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-0NyE6PqM4uo/TyWDxujFcnI/AAAAAAAAAvc/kFzrQ59BXCY/s1600/P1221487.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0NyE6PqM4uo/TyWDxujFcnI/AAAAAAAAAvc/kFzrQ59BXCY/s400/P1221487.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703109393466618482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Chinatown, saya juga sudah mengincar beberapa lokasi makan yang direkomendasikan, sayangnya lokasinya begitu padat dan saya sudah keburu tidak nafsu dengan ramainya perayaan pergantian tahun kelinci ke tahun naga, apalagi hujan tidak habisnya mengguyur kota. Sudah tentu, perayaan Imlek menjadi atraksi utama yang saya tunggu apalagi banyak objek yang bisa diabadikan lewat foto. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-7ZHNGBZRWec/Tyd-jTBbpsI/AAAAAAAAAxc/KX4-PIy7r5k/s1600/SING%2BHongbao.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-7ZHNGBZRWec/Tyd-jTBbpsI/AAAAAAAAAxc/KX4-PIy7r5k/s400/SING%2BHongbao.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703666597954823874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan lain yang tak terduga, setelah puncak acara kembang api perayaan Imlek, hujan deras dan jalanan yang ditutup sana-sini sempat membuat saya dan Fau memutuskan mencari taksi. Sambil menunggu, kami mencoba melirik stasiun MRT. Logikanya, MRT trakhir ada di jam 11 malam sedangkan saat itu waktu menunjukkan jam 1 malam. Ternyata, khusus di malam pergantian tahun MRT beroperasi lebih malam dari biasanya ke semua jurusan! Sukses berhemat lebih dari SGD 10 untuk pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Every Penny Counts!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang menyusuri Singapura yang serba mahal (dibandingkan perjalanan sebelumnya ke Ho Chi Minh City), tentu harus ada trik-trik yang bisa digunakan saat perjalanan ke negara yang biaya hidupnya tinggi. Kali ini ada beberapa tips supaya tetap bisa hidup nyaman &amp; tenang. Kalau kata Ligwina Hananto, masa liburannya udah selesai tapi hutangnya belum beres-beres?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kenali kemampuan finansial partner liburanmu. Ini penting, apalagi uang masalah yang sensitif. Gak lucu dong kalau ternyata kamu hura-hura padahal partner kamu keuangannya menipis? Dari awal fair-fairan aja,berapa persiapan uang saku sepanjang perjalanan. Daripada ada yang sakit hati nantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Maksimalkan fasilitas hostel (atau hotel bila mampu), mulai dari sarapan gratis, wifi, loker, sampai refill air mineral. Sudah jadi hak kamu kok dengan uang yang sudah kamu keluarkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ini yang saya juga baru tahu, ada beberapa hostel yang punya website sendiri untuk booking. Ternyata, mereka bisa kasih diskon kalau kamu booking langsung ke websitenya dan bukan dari booking agent seperti hostel.com, hostelworld.com atau agoda dan sebagainya. Kalau baru pertama kali, lebih baik di booking agents karena urusan keamanan kartu kredit kamu terjamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Beberapa booking agents juga punya harga berbeda, jadi pilih yang harganya paling rendah. Saya sempat coba bandingkan hosteworld dan hostel.com, untuk hostel Feel at Home Bugis, hostelworld.com menawarkan harga lebih murah lebih kurang 20.000 rupiah permalam-per orang. Lumayan kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Habiskan koinmu! Ini yang kadang-kadang jadi jebakan, uang koin yang berceceran kalau dikumpulkan bisa jadi uang makan siang atau naik bus kamu. Perjalanan kemarin saya benar-benar menghabiskan uang koin sampai 10 sen terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan lupa refund kartu MRT, Octopus, atau sejenisnya. Walauu hanya 1 dollar itu sangat berharga karena senilai sebotol air mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kalau mau menonton pertujukan, drama atau teater, kadang mereka juga punya harga yang lebih murah untuk pertunjukan weekdays atau siang hari. Perbedaanya bisa sampai SGD 10-20!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Buat shoppaholic, coba jadwalkan agenda belanja di hari terakhir saja. Asumsikan belanja itu bisa dilakukan kalau ada sisa uang. Dengan trik seperti ini, kamu bisa hemat di awal karena ingin belanja di akhir tetapi kalau ternyata tidak ada barang menarik, justru kamu punya sisa uang banyak yang tak terpakai :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Targetkan dan jangan tergoda! Saya selalu berusaha menargetkan untuk tidak menggesek kartu kredit atau membuka dana cadangan selama perjalanan. Tujuannya supaya disiplin dan tidak boros. Kalau dari awal hanya berniat memakai uang jajan USD 200, jangan tergoda menukarkan rupiah saat uang mulai menipis. Prinsipnya: "Saya bisa bertahan dengan sisa uang!" jangan, "Kan masih ada cadangan rupiah yang belum dituka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;新年快乐 !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-7763511411945258025?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/7763511411945258025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=7763511411945258025' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/7763511411945258025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/7763511411945258025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2012/01/welcoming-year-of-dragon.html' title='Welcoming The Year of Dragon'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-lvFq797EIrA/TyWEpCY6cpI/AAAAAAAAAvo/G532rrXHoww/s72-c/Me%2B%25283%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-1767476019836146725</id><published>2012-01-09T01:29:00.000-08:00</published><updated>2012-01-09T08:13:04.426-08:00</updated><title type='text'>Get Lost and Find Your Way Back, Solo!</title><content type='html'>Pernah gak menyadari selama kamu liburan, akan ada 4 jenis orang yang akan kamu temui, &lt;br /&gt;1. Orang yang selalu punya standart sendiri yang tinggi, buat dia semuanya serba kurang memuaskan dan akhirnya komplain terus. "Duh, foto di angle kaya gini di depan menara Eiffel kurang oke yah?" "Duh, kotor banget deh hotelnya, gak bisa dapet suite aja yah kita?". Capek gak sih denger yang kaya gini selama perjalanan 2 minggu tur bareng?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang selalu takut mencoba hal yang baru di destinasi liburan. Misalnya menolak mencicipi makanan lokal atau terlalu takut mencoba bungy jumping di Bali. So, where's the excitement of trying something new then?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang selalu excited dengan segala tourist attraction dan siap berfoto di mana pun. Gak peduli di mana pun kapan pun, lokasi mulai dari Jembatan Ampera sampai toko kelontong di Palembang semuanya dijadikan objek foto. &lt;br /&gt;Hmm..sebenarnya lagi eksplorasi liburan atau sesi foto yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya gak masalah sih sesekali bertemu partner liburan kayak gini, tapi apakah kamu yakin mau menghabiskan semua waktu liburanmu bersama orang-orang itu?&lt;br /&gt;Demi mendapatkan kepuasan liburan yang maksimal nampaknya pilihan travelling solo bisa menjadi alternatif untuk kamu yang selama ini terbiasa liburan sama keluarga, teman atau ikutan tur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Why solo traveling?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk kedua kalinya saya melakukan solo trip Mei 2011 lalu ke Beijing,China. Alasannya dari dulu saya suka sekali dengan sejarah dinasti China dan penasaran dengan gimana peninggalan kerajaan mereka. Saya juga ingin mempraktikan bahasa Mandarin yang sudah lama dipelajari tapi jarang dilatih. Gak gampang nemuin teman yang mau pergi ke sana bareng apalagi biayanya juga cukup besar, akhirnya saya rencanakan liburan ini sejak November 2010 lalu untuk nabung dan cari info sebanyak-banyaknya. Tekad sudah bulat, saya akan ke Beijing dengan atau tanpa teman!&lt;br /&gt;Mungkin kamu ada yang terobsesi untuk kelilingi Pulau Sumatera sampai ke kota terpencilnya? Atau penasaran sama India tapi langsung ditolak sama temen-temen karena dianggap gak oke? Nah, mungkin ini kesempatan buat solo trip supaya obsesi liburan ke tempat eksotis atau ngulik suatu lokasi liburan tercapai. Liburan bareng sahabat atau rame-rame segeng emang seru, tapi kalau setiap direncanain akhirnya gagal karena ada salah satu teman yang gagal nabung untuk liburan, gak mau dong usaha nabung kamu ikut sia-sia? Biasanya sih solo trip terjadi karena tidak adanya kesamaan tujuan destinasi. Selain itu, petualangan solo trip akan lebih menantang karena kamu harus siapkan semuanya sendiri dan gak bergantung sama siapapun. Menegangkan ya?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;How to plan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Enaknya solo trip kamu bisa nentuin semuanya apa aja sesuai keinginan, kebutuhan dan kemampuan kamu. Pertama tentu tentukan destinasi dan mencari tiket pesawat atau kereta. Sekarang banyak budget airlines yang selalu kasih promo, pesan tiket minimal 1 bulan sebelum berangkat dan jangan malas untuk cek terus tiket di beberapa website karena reservasi online harganya bisa 30% lebih murah dibanding beli langsung ke gerainya. Kedua, pilih youth hostel sebagai tempat menginap kamu. Di sana akan banyak solo traveler lainnya yang juga melakukan solo trip. Selain tergolong murah (mulai $5 per malam) youth hostel sudah dilengkapi dengan segala fasilitas yang serba self-service dan harganya lebih terjangkau. Untuk booking youth hostel, saya selalu memperhatikan lokasi dan juga review dari orang-orang yang sudah menginap di sana. Di hostels.com mereka biasanya akan menunjukkan review dan deskripsi lokasi. &lt;br /&gt;Tiga, siapkan itinerary tujuan wisata mana saja yang mau kamu kunjungi. Suka berantem selama liburan sama sahabat gara-gara kamu lebih milih hunting foto sekaligus menonton pertunjukan seni sedangkan dia lebih milih belanja? Saatnya kamu bebaskan semua keinginan kamu untuk menjelajah. Dengan itinerary yang jelas dan lengkap, kamu juga bisa lebih pede mau melangkah ke mana selama solo trip. Browsing di internet, buku panduan seperti Lonely Planet atau bisa juga curi-curi itinerary yang umum dibuat oleh travel agent. Mumpung travel sendirian, saya bisa memadatkan satu hari mengunjungi Forbiden City, Jingshan Park, Beihai Park dan Olympic Stadium di Beijing. Pegel dan capek sih karena total jalan kaki nyaris 14 jam tapi puasnya luar biasa!&lt;br /&gt;Last but not least, gabung di forum. Merencanakan liburan sendiri bukan berarti gak cek-cek ombak dengan traveler lainnya kan? Banyak banget forum jalan-jalan yang bisa membantu kamu menentukan tujuan bahkan bisa menawarkan tempat tinggal selama kamu liburan. Mau meminta pendapat atau masukan seputar rencananya liburan kamu? Gabung di milis Jalansutera atau couchsurfing.org kamu juga bisa ketemu guide gratis kalau beruntung! Awalnya saya mau mengunjungi China saat Imlek untuk merasakan festivenya tapi setelah tukar info di milis, ternyata Imlek adalah waktu yang tidak tepat karena akan sangat berisik dan banyak tempat wisata yang tutup. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;It’s not really traveling solo anyway!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meskipun rencana awalnya memang menghabiskan waktu liburan sendirian, praktiknya nanti akan banyak orang yang berpotensi untuk diajak berpetualang bersama tapi pilihannya tetap ada di tangan kamu. Waktu solo trip ke Taipei, saya bertemu hostel mates orang Amerika dan Korea. Berawal dari sharing pengalaman liburannya, kami sempat menghabiskan waktu bersama ke Taipei 101 dan menikmati nightmarket di Shilin. Di Beijing lain lagi, roommate saya orang Tunisia awalnya terkesan sombong dan pemarah. Ternyata ia sudah cukup bosan jalan sendiri setelah 3 minggu mengunjungi 4 kota di China dan akhirnya saya mengajaknya nonton Chinese Acrobat bersama-sama. Saya bergabung ke grup Beijing di Couchsurfing.com ternyata banyak sekali acara seru yang bisa diikuti, seperti Chinese Lesson kilat, Monday Meeting sampai dinner Weekly Wednesday yang jadi ajang gathering puluhan surfer di kota tersebut. Seru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Final Note!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Takut kesasar atau terlihat bingung? Intinya pede aja! Itinerary yang lengkap dan buku panduan bisa jadi survival kit dan obat pede! Kadang kebaikan orang suka gak diduga, setelah naik bus 2 kali bolak balik karena nyasar saat nyari alamat, mas-mas delivery McD berbaik hati nganterin saya selamat sampai ke tempat tujuan!&lt;br /&gt;- Laguange is not really a barier! Gak bisa bahasa setempat? Jangan khawatir, bahasa Tarzan masih lebih ampuh dari bahasa apapun di dunia. Selalu siapkan catatan dan bawa kartu nama alamat hotel dan nomer telepon untuk keadaan darurat. &lt;br /&gt;-  Suka deg-degan dengan petugas imigrasi setempat? Santai saja dan rileks. Selama dokumen kamu lengkap semuanya lancar. Untuk jaga-jaga kalau paspor dicuri atau hilang, simpan fotokopi paspor dan visa kamu dan cari tahu di mana lokasi kedutaan Indonesia di kota tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, are you ready to get lost and find your way back alone?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Published for Spice! Magazine in June 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-1767476019836146725?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/1767476019836146725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=1767476019836146725' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1767476019836146725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1767476019836146725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2012/01/get-lost-and-find-your-way-back-solo.html' title='Get Lost and Find Your Way Back, Solo!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-6440039064555047282</id><published>2012-01-05T19:55:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T19:58:19.394-08:00</updated><title type='text'>Demi Ucok: Anak, Bunda, dan Mimpi yang Tenggelam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9Um2GGF9U-Q/TwZxJ9TouiI/AAAAAAAAAso/6u18GuRVqUI/s1600/Ucok.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9Um2GGF9U-Q/TwZxJ9TouiI/AAAAAAAAAso/6u18GuRVqUI/s400/Ucok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694363194746255906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih sosok perempuan yang kadang menjadi momok bagi perempuan lain? Di film Eliana, Eliana diceritakan bagaimana perjuangan seorang ibu untuk mencari dan bertemu dengan anak perempuannya yang lama ditelan ibukota. Kisah Eliana dengan ibunya menampilkan hubungan antar perempuan, di mana terasa ada gesekan tetapi tidak melepaskan hubungan yang saling membutuhkan. Ibu dan anak perempuannya kerap digambarkan begitu erat meskipun ada love-hate relationship yang mewarnainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu seputar hubungan ibu-anak masih menarik perhatian, salah satunya bagi Sammaria Simanjuntak, sutradara film Cin(T)a yang mengangkat tema cinta dan perbedaan agama. Cin(T)a konon menyentuh banyak pihak yang merasa dekat dengan kisah cinta beda agama. Seperti mencoba peruntungan dengan formula yang dekat dengan kehidupan hampir semua perempuan usia dua puluhan, Sammaria kali ini menghadirkan Demi Ucok, film komedi yang mengangkat hubungan antara ibu dan anak perempuannya. Pemutaran pertama film tersebut bertepatan dengan Hari Ibu 22 Desember 2011 lalu di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keluarga Atau Karier?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glo alias Gloria Sinaga (Geraldine Sianturi) adalah anak perempuan satu-satunya dari keluarga Batak yang tinggal dengan ibunya, Mak Gondut (Lina Marpaung). Pasca kematian sang ayah, Mak Gondut begitu terobsesi menikahkan anaknya dengan laki-laki Batak apalagi di usianya yang nyaris masuk kepala tiga, Glo belum menunjukkan tanda-tanda mau memulai kehidupan rumah tangga. Bagi Mak Gondut, ia tidak akan bisa mati dengan tenang kalau Glo belum mendapat jodoh orang Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, Glo tidak menunjukkan ketertarikannya pada laki-laki manapun. Glo lebih tertarik pada film dan membuat film. Ironisnya, Glo tidak punya cukup uang untuk mendanai filmnya sendiri. Mak Gondut pun memanfaatkan situasi yang kurang menguntungkan itu. Ia menawarkan uang asuransinya senilai satu milyar asalkan Glo mau menikah dengan laki-laki Batak pilihannya. Dengan estimasi waktu satu tahun, Mak Gondut yang sakit-sakitan melancarkan usahanya mencarikan jodoh Batak untuk Glo. Pilihan pun ada di tangan Glo, apakah ia termakan rayuan Mak Gondut demi sebuah film yang masih dalam angan-angannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan cerita Glo, penonton disuguhkan curahan hati seorang perempuan yang ambisinya dianggap hanya sekadar main-main oleh orangtuanya. Karakter Glo sendiri ditelanjangi lewat dialog-dialog yang dipaparkan lewat cerita Mak Gondut. Mulai dari sikapnya yang tidak ramah, tidak disukai lawan jenis, sampai terlalu banyak bermimpi ingin membuat film. Sebaliknya, tokoh Mak Gondut sendiri cukup mendominasi lewat narasi Glo yang dibuat cukup komikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur komedi dinarasikan lewat gerak-gerik Mak Gondut. Misalnya, sebagai perempuan Batak yang konon harus dijodohkan dengan laki-laki Batak, Mak Gondut memainkan perannya dalam sebuah acara pernikahan Batak yang lengkap dengan tarian, pesta prasmanan sajian serba babi, dan ulos yang dikenakan para undangan. Latar-latar tersebutlah yang membantu penonton memahami letak humor yang ditampilkan lewat Mak Gondut, lengkap dengan celetukannya yang terasa segar dan menohok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa adegan membutuhkan konteks pemahaman situasi dan stereotipe kultur Sumatera Utara yang beredar di masyarakat. Misalnya, Mak Gondut berkali-kali menyatakan Glo harus mendapat laki-laki asli Batak bukan campuran. Ketika Nikki (Saira Jeihan) teman Glo muncul di tengah keluarga Glo dan mengatakan kalau ia masih keturunan Batak. Mak Gondut pun berceletuk, “Lho, kau Batak? Kok cantik?” Dari dialog tersebut ada praanggapan perbandingan tampilan fisik antara Nikki yang merupakan Batak campuran lebih menarik dari Glo yang Batak tulen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan demi adegan dibentuk lewat pemahaman bagaimana kultur Batak yang ada dalam keluarga Mak Gondut terjadi. Meskipun dijelaskan secara gamblang apa saja tujuan hidup perempuan Batak, penonton disuguhkan adegan dan dialog yang trivial seputar kebiasaan dan pola pikir perempuan Batak ala Mak Gondut, yang begitu mendedikasikan hidupnya untuk keluarga. Dilengkapi juga dengan pola pikir Glo yang cenderung cuek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas mencecoki penonton dengan segudang trivia seputar adat Batak, cerita pun dipenuhi dengan obsesi Glo yang berkali-kali menyebutkan ingin membuat film. Tidak ingin menikah, tetapi ingin membuat film. Dalam film, pernyataan tersebut seperti tidak ada habisnya disampaikan oleh sang pemeran utama. Dalam perjalanannya penonton seperti dihadapkan pada masalah Glo, langkah apa yang sebenarnya mau diikuti Glo? Apakah ia akan mengikuti idealismenya untuk mencari seribu satu cara demi mewujudkan filmnya, atau berbalik menjadi anak Batak yang berbakti demi ketenangan hidup dan mati Mak Gondut? Sayangnya, masalah Glo sebagai kisah utama dalam film ini terkesan berputar-putar tanpa penyelesaian masalah yang terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tak Jelas Arah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya, curhatan utama sang penulis dan sutradara tergambar dalam masalah ketidakbisaan Glo membuat film akibat minimnya dana dan dukungan orang terdekat. Sang sutradara Demi Ucok nampaknya mengalami hal yang sama. Tidak hilang akal, berbagai cara dilakukan termasuk mencoba merekrut 10.000 calon co-producer yang mau menyumbang uang senilai Rp 100.000, dengan timbal balik namanya akan terpampang di poster film dan merchandise yang dibuat khusus untuk film ini. Hal tersebut tidak hanya disampaikan langsung oleh Sammaria kepada penonton. Dalam film pun Glo mencoba cara yang sama demi terwujudnya film impiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang diungkapkan dalam film cenderung berkisar di situ-situ saja, tanpa ada arah yang jelas, tanpa ada prioritas mana yang akan diselesaikan terlebih dahulu. Tokoh-tokoh pendukung yang meramaikan kehidupan Glo pun tidak terlalu berdampak signifikan bagi penyelesaian masalah Glo. Misalnya saja, A Cun (Sunny Soon) di awal berkali-kali ditampilkan sebagai orang terdekat Glo. Makin ke tengah dan akhir film, A Cun justru mengalami malfungsi. Seolah menjadi pemanis saja, A Cun tampil sesekali tanpa maksud dan peran yang jelas dalam hidup Glo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda lagi dengan Nikki, ia terlihat menjadi sidekick Glo yang sesekali mendorong semangat Glo, walau sesekali melakukan konfrontasi terhadap tindakan Glo. Sebagai karakter yang digambarkan begitu keras, Glo seolah membutuhkan tokoh lain yang membuatnya menampilkan sisi halus, dan bisa mengungkapkan apa keinginannya lebih dari sekadar memaksakan ambisi semunya. Tokoh Nikki ini pulalah yang cukup kuat tampil sebagai pemeran pembantu dibandingkan tokoh A Cun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bagian dari Demi Ucok sebenarnya bisa dimaksimalkan lewat minimalisir adegan dan juga dialog-dialog pemainnya. Misalnya saja, beberapa kali digambarkan Mak Gondut masuk-keluar rumah sakit. Saat pertama kali begitu terasa dramatis dan mengena bagi Glo, namun lama-kelamaan tidak terasa jelas tujuan sebenarnya adegan tersebut ditampilkan berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, beberapa adegan yang indah dan bisa dinikmati secara perlahan justru ditampilkan hanya sekelebat saja, seperti percakapan Glo dengan sang ayah lewat pusaranya. Adegan tersebut bisa menjadi bagian yang menyentuh di tengah adegan-adegan komedi yang diciptakan Glo dengan sang ibu. Entah apakah ada alasan teknis yang membuat adegan tersebut dan beberapa adegan lain terasa kasar terpotong sehingga berkurang rasa ke dalam adegan-adegan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, Demi Ucok mencoba menampilkan curhat seorang perempuan di tengah mimpinya, dan juga ambisi orangtua yang kadang menghimpit jati diri serta kebebasan untuk berekspresi. Hubungan anak perempuan dan ibunya dijadikan sebuah latar belakang yang tidak akan pernah bisa ditinggalkan kedua belah pihak. Nyatanya, yang tampil di layar justru sebaliknya. Sang ibu menjadi aktor utama dalam kehidupan sang anak dan secara tidak sadar anak dijadikan boneka sebagai perpanjangan tangan ambisi ibunya sendiri. Banyaknya mimpi dan pesan yang berusaha disampaikan kadang tidak membuat penonton mencerna dengan seksama. Sebaliknya, malah membuat penonton merasa dicecoki sesuatu yang berlebihan dan kemudian justru kehilangan esensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Ucok | 2011 | Sutradara: Sammaria Simanjuntak | Negara: Indonesia | Pemain: Geraldine Sianturi, Lina Marpaung, Sunny Soon, Saira Jeihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also featured on cinemapoetica.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-6440039064555047282?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/6440039064555047282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=6440039064555047282' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/6440039064555047282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/6440039064555047282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2012/01/demi-ucok-anak-bunda-dan-mimpi-yang.html' title='Demi Ucok: Anak, Bunda, dan Mimpi yang Tenggelam'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9Um2GGF9U-Q/TwZxJ9TouiI/AAAAAAAAAso/6u18GuRVqUI/s72-c/Ucok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-24111842853434586</id><published>2012-01-03T00:46:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T22:12:37.141-08:00</updated><title type='text'>Doomsday Is Coming!</title><content type='html'>“When everyone believe that doomsday is coming on 2012, why would i believe that good things are coming on upcoming year?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2012 itu momok. Konon tahun depan sudah kiamat. Tapi, sejak 1997 komik Jepang menggembar-gemborkan kalau tahun 2000 bumi akan hancur. Jadi, sebenarnya kiamat ada di tangan Tuhan yang mana? Roland Emmerich atau Steven Spielberg yang sering membuat film-film bertema kehancuran dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, selama doomsday belum terjadi tidak ada salahnya kita menaruh harapan pada tahun baru yang lebih menjanjikan dan semangat baru yang biasa muncul di penghujung tahun untuk melepaskan sisa-sisa energi negatif bersambut sesuatu yang lebih positif. Tentunya, tidak afdol sebelum merangkum sedikit hal-hal menarik yang menyangkut di hati selama 365 hari di tahun 2011 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, tahun ini merupakan tahun yang menyadarkan di beberapa aspek. Kembali ke masalah yang terjadi di tahun sebelumnya, tahun ini difokuskan untuk lebih fokus dalam menjalani sesuatu. But again, godaan itu selalu hadir untuk mencoba hal-hal baru. Selama tidak dosa, why not? Pencapaian terbesar bagi saya tahun ini adalah soal traveling dan pindah jalur. Dengan traveling saya menemukan sisi lain dari diri saya yang menambah kepercayaan diri saya sekaligus proses dari melihat dunia. Beberapa orang terheran-heran dengan kebiasaan saya yang ‘mengumpulkan uang untuk dihabiskan jalan-jalan’. Bagi saya, traveling itu bukan sekadar jalan-jalan. Petualangan baru sudah menanti saya di tiap destinasi baru dan prinsipnya, selama masih bisa bekerja, uang masih bisa dicari untuk kegiatan yang satu ini. Soal pindah jalur, saya sudah berbicara banyak di blog ini beberapa waktu lalu. Tahun ini, saya seperti menemukan ‘jodoh’ yang selama ini saya cari. Perjalanan menemukan ‘jodoh’ inilah yang menarik sampai akhirnya saya berani pindah jalur. Satu lagi, begitu banyak konser yang saya tonton tahun ini dan mengurangi musisi yang harus saya tonton di bucket list saya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANUARI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan tahun kedua merayakan ulangtahun Cosmopolitan FM. Di usia ke sembilan kali ini, tema yang diambil adalah Back To 90’s. Tugas kali ini cukup berat, mengingat generasi saya punya idola berbeda dengan generasi Cosmoners. Untungnya, sukses juga mengundang model legendaris Elmo dan Susan Bachtiar, penulis Lupus, Hilman dan juga duo Denny – Didan yang hits dari boyband ME.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu resolusi saya juga tercapai bulan ini, give back to my community. Kegiatan voluntir Berburu (Berbudaya itu Seru) dimulai bulan ini. Di Januari ini saya menonton konser Ne-Yo, mungkin satu-satunya musisi R&amp;B yang saya suka. And it was great!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FEBRUARI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya berkesempatan mewawancarai Duncan Sheik, penyanyi yang dikenal lewat lagu Wishful Thinking. Biarpun gak begitu ngefans, interview ini saya manfaatkan untuk mengasah bahasa Inggris dan tingkat kepedean saya saja. Februari yang bertema cinta juga membawa saya ke acara Love Garage. Di konser ini awalnya saya tertarik nonton Flight Facilities, ternyata justru Two Door Cinema Club yang membuat saya jatuh hati, sampai hari ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bulan terpenting dalam tahun ini. Dalam rangka Bulan Film Nasional yang rutin diadakan DKJ, tahun ini ada coaching clinic yang dibuka khusus untuk kritik film. Beruntungnya saya terpilih jadi salah satu dari lima peserta yang lolos seleksi. Duo mentor yang mengajar juga tidak main-main, JB Kristanto, wartawan senior dan kritikus film dan.. *drumroll* salah satu rockstar saya, Eric Sasono. Jadilah tanggal 26 Maret itu menjadi titik balik saya menemukan apa yang sebenarnya saya mau. Peserta lainnya juga tidak main-main, duo Makbul Mubarak &amp; Adrian Jonathan dari CinemaPoetica.com sempat membuat saya jiper karena tulisan mereka yang maha dasyat di blognya. Belum lagi Angga Rulianto &amp; Doni Agustan yang memang terjun ke dunia produksi film. Kebanggaan saya, saya menjadi satu-satunya peserta wanita saat itu. Lepas dari klinik kritik, saya banyak belajar dari para mentor dan fellow pasien-pasien yang masih ‘rawat jalan’. Kesempatan makin terbuka, ketika CinemaPoetica menawarkan untuk berkontribusi di blognya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan apalagi yang membuat bulan ini penting? Hampir sebulan ini padat jadwal konser; Java Jazz (Santana, Peabo Bryson, Corrine-Bailey Rae,etc), Suede, Mark Ronson dan... *drumroll lagi* MGMT!!!! Jadilah tanggal 26 itu keramat karena konser MGMT tepat di hari yang sama dengan klinik kritik. Oia, di konser Mark Ronson pun, ada bintang tamu Andrew Wyatt dari Miike Snow yang hadir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APRIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pertama di 2011 ini dimulai! Awal April yang akrab dengan April Mop mendatangkan ‘kejutan’ tersendiri sebelum liburan ke Bali dimulai. Saya, Aldy, Olla dan Aussie yang nekat mengambil cuti bersama-sama dianggap melakukan konspirasi di kantor. Sebenarnya ini bukan hal besar, tetapi karena ada event kantor yang butuh banyak SDM, jadilah ini suatu masalah. Akhirnya, konspirasi ini berbuah manis. Perjalanan lima hari di Bali menyegarkan otak saya yang terakhir menginjakkan kaki di Bali sebelas tahun lalu. Pantai Geger, Rockbar, Potato Head, Kuta, Seminyak, Legian jadi saksi ‘kelengketan’ kami berempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini juga saya menjadi saksi yang beruntung menikmati aksi Adam Levine dkk tampil di Jakarta setelah puluhan ribu orang kecewa kehabisan tiket Maroon 5. Saya? Maaf, saya hanya duduk manis menerima tiket yang sudah diantrikan sebelumnya dengan harga normal saja. Satu lagi keberuntungan, menyaksikan Justin Bieber dengan selembar tiket gratis dan menikmati sorak sorai bersama puluhan ribu abg lainnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another month and journey to remember this May! Seperti sudah direncanakan tahun sebelumnya, 2011 akan diisi oleh tiga perjalanan dan salah satunya adalah big solo trip. Apa bedanya dengan trip lainnya? Bagi saya, big trip bisa dari durasi perjalanannya dan uang yang dibutuhkan. Sengaja saya pilih solo trip supaya bisa memenuhi kepuasan dan keinginan saya. Sejak November 2010, saya sudah menabung untuk perjalanan ini dan pilihan tertuju pada Beijing. Jujur, kepercayaan diri saya meningkat dan ini membuat saya nagih lalu berjanji tiap tahun akan menabung demi another big solo trip. Bagi saya tidak ada yang sia-sia, ada pelajaran yang saya dapat dari tiap petualangan. Eventhou i was alone, i’m not afraid to get lost because the journey is all about find the right way back home with all those obstacles and limitations,eh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan yang sama, ada Switchfoot yang kembali menyambangi Jakarta dan kali ini berkesempatan nonton konsernya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUNI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sebulan sebelumnya i feel good about myself, ada sedikit undakan yang iseng mampir ke perasaan menyenangkan itu. Kalau baca postingan sebelumnya, ada kekecewaan ketika sudah latihan nyaris dua bulan untuk misi budaya Kalimantan Barat ke Prancis, mendadak ada kebijakan dari panitia yang membuat saya memilih mundur. Ada kejanggalan yang membuat saya tidak sreg dan ragu-ragu. Tuhan masih sayang, setelah saya mundur, beberapa teman dikabarkan batal diberangkatkan karena alasan sponsor yang tidak cukup. Rasa kesal dan capek saya mungkin tidak seberapa besar dibandingkan mereka yang bekerja keras lebih kurang lima bulan. itu proses pendewasaan dan puncak kalau saya memang harus fokus dalam memilih kegiatan (dan percaya pada orang baru). Proses pendewasaan ini bertepatan dengan momen bertambah usia saya ke dua puluh empat. Masih di bulan yang sama, ada konser Fat Boyslim dengan tata panggung dan lampu yang keren!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JULI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini, ada perjalanan impulsif yang terjadi karena keinginan nonton Harry Potter and The Deathky Hallow Part 2. Saya mengunjungi Hongkong untuk kedua kalinya. Berhubung tidak begitu suka dengan destinasinya, perjalanan itu terasa datar saja apalagi tidak banyak perubahan di sana. Gara-gara perjalanan itu juga, saya melewatkan konser David Archuletta yang sebenarnya sudah saya nantikan dan akhirnya HP 2 pun diputar di Jakarta. Juli bukan hanya satu trip, tetapi juga trip dalam kota ke Pulau Pramuka untuk pertama kalinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AGUSTUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak bergabung di Couchsurfing Mei lalu, saya jadi tertarik menjadi host untuk para traveler asing yang ke Jakarta. Bulan ini bertepatan dengan bulan puasa, ada dua tamu agung yang sempat menjejakkan kakinya di rumah saya. Alice dari Inggris dan Kashmir dari Shanghai. Lewat keduanya, saya mulai merasakan bagaimana hosting merupakan salah satu proses perjalanan pasif menjelajahi dunia dan juga mengenal kota sendiri lebih jauh. Bulan yang sama, saatnya menikmati Java Rocking Land dengan The Cranberries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEPTEMBER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, gak inget ada kejadian penting apa di bulan ini selain menonton Sophie Ellis Bextore di Java Soulnation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OKTOBER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another trip this month! Setelah melalui perdebatan alot, akhirnya terjadilah perjalanan saya dengan dua perempuan ambisius, Idha &amp; Ucy ke Vietnam. Perjalanan seru dan relatif terjangkau ini menghabiskan waktu 5 hari dengan kunjungan ke kota Ho Chi Minh dan Mui Ne. Masih di bulan yang sama, keputusan penting keluar dari Cosmopolitan FM terjadi dan ditutup dengan outing ke Pulau Bidadari. Bulan Oktober ini juga saya menonton konser salah satu musisi favorit saya, Owl City dengan perjuangan berat melawan ABG-ABG berburu tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOVEMBER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai kehidupan di kantor baru Kalyana Shira, saatnya menata hidup sesuai tujuan yang disebut-sebut sebagai passion. Latihan yoga rutin dimulai juga bulan ini, lumayan dua kali seminggu membuat saya bangun pagi. Bulan ini juga mulai memangku tanggung jawab penuh sebagai kotributor di salah satu website, FIMELA.com. pekerjaan yang menyenangkan dan lebih membanggakan lagi ketika saya bisa mendapat kesempatan eksklusif mewawancarai Adam Liaw, pemenang Masterchef Australia musim kedua khusus untuk Fimela.com sekaligus menyicipi masakannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DESEMBER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup tahun dengan banyak pemikiran yang mungkin bisa berguna untuk pergerakan tahun berikutnya. Yes, we can’t have it all but yet we can fight and make the best of all. My recent notes is about communicating all the relationship matters. Maybe both of us were to busy concentrating to other things.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What to do next?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Setelah tahun ini berkesempatan jadi kontributor, kali ini mau coba menulis film untuk media berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;   2. Another solo trip. Berhubung kantor baru, solo trip ke dua negara Eropa itu harus ditunda dulu. Mari memilih rute yang lebih dekat dan bisa ditempuh dengan waktu singkat. First stop, Singapore in January for Wicked next, Gili, Seoul or more!&lt;br /&gt;   3. Mencoba (lagi) aplikasi beasiswa. Kali ini harus bisa melihat lebih luas, bukan satu negara tertentu saja.&lt;br /&gt;   4. Mengembangkan ide soal website film, semoga bisa dijalankan sesuai misi dan visi yang sesuai.&lt;br /&gt;   5. Komunikasi itu penting! Gak usah alasan sibuk, lagi ribet, ini bukan waktu yang tepat. Definitely, ignorance is a bliss mode OFF!&lt;br /&gt;   6. Mencari jalan dan menemukan apa sebenarnya tujuan dari passion yang selama ini dikejar. Gak lucu juga, kejar-kejaran tapi gak tahu mau ke mana!&lt;br /&gt;   7. Nonton film sampe enek, mengisi kepala!&lt;br /&gt;   8. IN-VES-TA-SI! Sudah tertunda setahun lho..&lt;br /&gt;   9. Berolahraga rutin lagi! Yoga seminggu jadi tiga kali sanggup?&lt;br /&gt;  10. Berenang nampaknya cukup terlupakan tahun ini. &lt;br /&gt;  11. Xuexi zhongwen! Makin lama makin lupa nanti..&lt;br /&gt;  12. Sholat &amp; berdoa!&lt;br /&gt;  13. Get raise and maybe a promotion?&lt;br /&gt;  14. Not to get panic with all those ‘a quarter life crisis’ thingy.&lt;br /&gt;  15. Be HAPPY! Do what i wanna do happily with no pressure J &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I might regret few things that happened this year, but hell yeah it’s already happened anyway no need to look back in anger, eh?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-24111842853434586?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/24111842853434586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=24111842853434586' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/24111842853434586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/24111842853434586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2012/01/when-everyone-believe-that-doomsday-is.html' title='Doomsday Is Coming!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-3385010770291955999</id><published>2012-01-02T21:33:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T21:12:23.551-08:00</updated><title type='text'>When The Universe Conspire</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-FBkrH9wJ_sU/TwUxBaSgNgI/AAAAAAAAAsc/_58yo5yFUFc/s1600/tree2.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 205px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-FBkrH9wJ_sU/TwUxBaSgNgI/AAAAAAAAAsc/_58yo5yFUFc/s400/tree2.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694011204186420738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My whole life waiting for the right time&lt;br /&gt;To tell you how I feel.&lt;br /&gt;Know I try to tell you that I need you.&lt;br /&gt;Here I am without you.&lt;br /&gt;I feel so lost but what can I do?&lt;br /&gt;'Cause I know this love seems real&lt;br /&gt;But I don't know how to feel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We say goodbye in the pouring rain&lt;br /&gt;And I break down as you walk away.&lt;br /&gt;Stay, stay.&lt;br /&gt;'Cause all my life I felt this way&lt;br /&gt;But I could never find the words to say&lt;br /&gt;Stay, stay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alright, everything is alright&lt;br /&gt;Since you came along&lt;br /&gt;And before you&lt;br /&gt;I had nowhere to run to&lt;br /&gt;Nothing to hold on to&lt;br /&gt;I came so close to giving it up.&lt;br /&gt;And I wonder if you know&lt;br /&gt;How it feels to let you go?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You say goodbye in the pouring rain&lt;br /&gt;And I break down as you walk away.&lt;br /&gt;Stay, stay.&lt;br /&gt;'Cause all my life I felt this way&lt;br /&gt;But I could never find the words to say&lt;br /&gt;Stay, stay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So you change your mind&lt;br /&gt;And say you're mine.&lt;br /&gt;Don't leave tonight&lt;br /&gt;Stay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Say goodbye in the pouring rain&lt;br /&gt;And I break down as you walk away.&lt;br /&gt;Stay, stay.&lt;br /&gt;'Cause all my life I felt this way&lt;br /&gt;But I could never find the words to say&lt;br /&gt;Stay, stay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stay with me, stay with me,&lt;br /&gt;Stay with me, stay with me,&lt;br /&gt;Stay, stay, stay, stay with me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hurts - Stay)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;I don't want you to stay, i want you to leave, go find your guts and step up for yourself.&lt;br /&gt;Because sometimes, leaving is not always about disappearing, you may collide with the universe.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-KwYRWe1A2mM/TwUxBGF64iI/AAAAAAAAAsQ/C9IBPYsZf7Q/s1600/bellflower.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 167px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-KwYRWe1A2mM/TwUxBGF64iI/AAAAAAAAAsQ/C9IBPYsZf7Q/s400/bellflower.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694011198764933666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-3385010770291955999?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/3385010770291955999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=3385010770291955999' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3385010770291955999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3385010770291955999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2012/01/when-universe-conspire.html' title='When The Universe Conspire'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FBkrH9wJ_sU/TwUxBaSgNgI/AAAAAAAAAsc/_58yo5yFUFc/s72-c/tree2.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-4809347928389370395</id><published>2012-01-02T19:12:00.000-08:00</published><updated>2012-01-02T21:21:01.655-08:00</updated><title type='text'>Film Berkesan, Lebih dari Sekadar Terbaik dan Terburuk di 2011</title><content type='html'>Memilih film terbaik atau terburuk nampaknya agak kurang adil, mengingat belum semua film saya tonton tahun ini. Banyak juga film yang kabarnya bagus namun ada keinginan untuk menikmatinya di layar lebar agar lebih terasa sensasinya. Selama satu tahun munculnya ratusan film yang menarik ditonton, berikut sederet film yang cukup mengena bagi saya secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A Separation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-gKz5xpDxNKo/TwKNA7NUVyI/AAAAAAAAAp0/_1JG9XU0p54/s1600/A-Separation-007.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 192px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-gKz5xpDxNKo/TwKNA7NUVyI/AAAAAAAAAp0/_1JG9XU0p54/s320/A-Separation-007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693267925982795554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tema keluarga dengan latar sederhana merupakan salah satu tema favorit saya dalam film. Kadang hasilnya lebih menimbulkan efek yang tidak biasa. Film karya Ashgar Farhadi bercerita tentang sepasang suami istri yang memutuskan berpisah karena Nader, sang suami menolak ikut istrinya pindah ke luar negeri karena Nader harus mengurus ayahnya yang mengidap alzheimer. Menyuguhkan konflik keluarga yang terasa akrab di hampir semua orang termasuk keinginan perempuan yang mau diperjuangkan ketika laki-laki berjuang sendiri untuk demi label seorang kepala keluarga. Memisahkan berbagai macam masalah yang ada dengan logika dan perasaan cinta memang bukan hal mudah. A Separation mencoba mengaduk-aduk dua unsur tersebut sepanjang menonton film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shelter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-OpfiVoOb0Mw/TwKNBBQ6JbI/AAAAAAAAAqA/9qyiFomrnVs/s1600/shelter.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-OpfiVoOb0Mw/TwKNBBQ6JbI/AAAAAAAAAqA/9qyiFomrnVs/s320/shelter.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693267927608468914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari kicauan beberapa orang di linimasa twitter, diketahui kalau film ini merupakan salah satu film yang masuk dalam festival bergengsi Berlinale Film Festival. Film pendek berdurasi lebih kurang 15 menit ini berlatar sangat sederhana, perjalanan sebuah bus di malam hari. Kesederhanaan film ini tercipta dari minimnya dialog dan latar yang perlahan-lahan menggugah imajinasi penonton untuk menerka-nerka, sebenarnya kisah apa yang sedang berjalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FISFIC : Rumah Babi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-b5JEd420nE0/TwKNBYUO8vI/AAAAAAAAAqM/x8KtkAfI2RA/s1600/rumah%2Bbabi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-b5JEd420nE0/TwKNBYUO8vI/AAAAAAAAAqM/x8KtkAfI2RA/s320/rumah%2Bbabi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693267933796430578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu segmen di FISFIC inilah yang paling menempel di hati dibanding lima film lainnya. Kisah tentang pembantaian sekeluarga etnis China menjadi pusat dari film ini. Unsur mistik, reliji, adat berpadu jadi satu menciptakan kisah misteri lewat akting pemeran utama yang cukup maksimal. Ada sedikit twist yang terpikir saat menonton film ini, apakah ini film hantu atau slasher? Isu yang ditampilkan juga termasuk isu favorit saya, berhubungan dengan etnis China. Film ini juga banyak mengangkat unsur-unsur semiotik yang berkaitan kuat dengan isu pembataian etnis China yang marak terjadi pra reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hobo With A Shotgun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-4sulGJBErqA/TwKQGyy_k8I/AAAAAAAAArs/nztNRxE3ToQ/s1600/hobo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-4sulGJBErqA/TwKQGyy_k8I/AAAAAAAAArs/nztNRxE3ToQ/s320/hobo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693271325338997698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film slasher atau horor bukanlah genre favorit saya, tetapi di salah satu festival film tahun ini, INAFFF 2011 nampaknya saya sudah cukup tahan dengan berbagai adegan sadis atau munculnya mahluk-mahluk ajaib dalam film-film yang disuguhkan. Salah satu yang begitu sadis tapi bisa dinikmati adalah film ini. Film yang awalnya merupakan pemenang kontes fake trailer dari House of Terror &amp; Grindhouse ini, menampilkan seorang Hobo yang berusaha menjadi pahlawan dengan shotgunnya melawan hierarki di sebuah kota yang tak mengenal perikemanusiaan. Bagi saya, film ini lebih dari sekadar film slasher, banyak simbol yang menyindir situasi politik yang banyak mengekang sebuah kelompok masyarakat. Warna yang ditampilkan dan juga wardrobenya mengingatkan saya dengan kejayaan band Pet Shop Boys.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Drive&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Jlg9oWDFS-k/TwJ2UOjXtZI/AAAAAAAAAoE/j1HFSRlgdXg/s1600/drive-movie-2-2011.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Jlg9oWDFS-k/TwJ2UOjXtZI/AAAAAAAAAoE/j1HFSRlgdXg/s320/drive-movie-2-2011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693242968825640338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Waktu mewawancarai sutradara The Raid, Gareth Evans, ia berpesan untuk segera menonton salah satu film terbaik tahun ini, Drive. Beberapa bulan kemudian saya dibuat ternganga dengan akting Ryan Gosling yang dingin di tengah film yang beralur lambat tetapi menyayat hati di film ini. Tanpa banyak bicara dan penuh adegan gory yang berturut-turut, Drive memberikan sensasi tersendiri bagi penonton untuk menunggu apa yang dialami Gosling di film ini dengan dada berdebar-debar. Salah satu unsur yang juga mendapat perhatian adalah scoring yang mencoba membawa penonton kembali ke sepuluh sampai dua puluh tahun ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tree of Life&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-SO5Z3NLjLbY/TwKP1mNZ8wI/AAAAAAAAArg/4OpV3y5tKeQ/s1600/tree.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-SO5Z3NLjLbY/TwKP1mNZ8wI/AAAAAAAAArg/4OpV3y5tKeQ/s320/tree.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693271029902340866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemenang Golden Palm Cannes Festival 2011 ini hanya diputar beberapa layar saja di Jakarta. Pengalaman menonton film Sean Penn, Brad Pitt dan Jessica Chastain ini terasa begitu personal bagi setiap orang lewat sinematografi dan potongan-potongan dialognya. Beberapa menganggap film ini sangat relijius, bagi saya film ini merefleksikan hubungan manusia dengan semesta yang tidak bisa diduga dan digambarkan. Efeknya yang begitu berbeda tiap satu adegan yang terkesan acak, membebaskan penonton menilai sendiri bagaimana rasanya. Satu yang pasti, Terrence Malick membuat 139 menit film ini terasa indah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Killer Elite&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-s9hraOtfV8I/TwJ2VNf--lI/AAAAAAAAAos/-eUoSYbLpkg/s1600/killer-elite-trailer.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-s9hraOtfV8I/TwJ2VNf--lI/AAAAAAAAAos/-eUoSYbLpkg/s320/killer-elite-trailer.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693242985722870354" /&gt;&lt;/a&gt;Satu genre yang juga bukan favorit saya adalah film laga. Lewat film ini, pertama kalinya sebuah film laga bisa terasa keindahannya. Meskipun plot cerita dan pemainnya tidak terlalu mengena, laga dalam tiap adegannya terasa berharga dan memanfaatkan ruang saat adegan berkelahi atau baku hantam secara maksimal. Setelah film ini, memahami dan menikmati film laga tidak lagi menyebalkan dan monoton bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Raid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-tpWtEPNj1iw/TwKNB69FymI/AAAAAAAAAqY/djbmgSG11c8/s1600/raid%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-tpWtEPNj1iw/TwKNB69FymI/AAAAAAAAAqY/djbmgSG11c8/s320/raid%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693267943094602338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Merasa beruntung menjadi satu dari lima ratus penonton eksklusif yang berkesempatan menonton untuk pertama kalinya! Film yang memenangkan People Choice Awards di Midnight Madness Toronto Film Festival begitu dinanti oleh khalayak Indonesia. Lewat adegan laga yang diciptakan khusus oleh Yayan Ruhiyan dan Iko Uwais, film ini menjadi salah satu penyegar di kala film lokal penuh dengan genre drama atau horor yang menbuatnya kadang dipandang sebelah mata. Tanpa menyisakan ruang bernafas bagi penontonnya, film ini sukses membuat pengalaman menonton film laga yang menyenangkan dan tentu menegangkan plus menghadirkan Ray Sahetapy sebagai jawara sepanjang film.&lt;br /&gt;Review The Raid di sini &lt;br /&gt;&lt;a href="http://http://cinemapoetica.com/resensi/the-raid-serbuan-beruntun-tanpa-menyisakan-ruang-nafas/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rise of The Planet of The Apes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Apa2os12Hvc/TwKO1og8wxI/AAAAAAAAAqw/7A5WMyZ8uAc/s1600/rise.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Apa2os12Hvc/TwKO1og8wxI/AAAAAAAAAqw/7A5WMyZ8uAc/s320/rise.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693269931009557266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yes, it’s James Franco that i adored so much in this movie but yet Andy Serkis gave one of his best performances here. Film franchise ini sebelumnya sudah pernah dibuat dengan judul Planet of The Apes, satu versi Charlton Heston tahun 1968 dan Mark Walberg tahun 2001 dengan sentuhan yang berbeda. Lewat film karya Rupert Wyatt ini, tergambar bagaimana evolusi sekawanan primata berjuang untuk berevolusi demi kaumnya sendiri. Film ini juga memberikan efek mengerikan tersendiri terhadap kelompok binatang yang sempat merasakan kenikmatan hidup sebagai manusia lalu kemudian merasa terbuang.&lt;br /&gt;Review Rise of The PLanet of The Apes di &lt;a href="http://cinemapoetica.com/resensi/rise-of-the-planet-of-the-apes-evolusi-ketakutan-dalam-watak-setengah-manusia/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garuda di Dadaku 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-DpAblBD4O-Y/TwJ2UEwmxsI/AAAAAAAAAoU/FefpYVtCAgg/s1600/GDD3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-DpAblBD4O-Y/TwJ2UEwmxsI/AAAAAAAAAoU/FefpYVtCAgg/s320/GDD3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693242966196799170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film ini merupakan film Indonesia pamungkas yang ditonton di penghujung tahun. Film sekuel Garuda Di Dadaku menampilkan permasalahan baru Bayu (Emir Mahira) yang mulai menjejakkan kaki di lapangan hijau sebagai kapten timnas junior dan juga di dunia yang lebih dewasa. Lewat berbagai masalah yang dihadapi Bayu, Rudi Soedjarwo memberikan formula lamanya ketika menggodok Ada Apa dengan Cinta yang menjadikan penyelesaiannya sebuah film yang memberikan rasa nyaman, kehangatan, dan tepat di sasaran hati para penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Most Anticipated Movies This Year!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak deretan film yang ingin saya tonton, terutama di layar besar. Alasan belum ditontonnya film-film berikut, mostly karena film-film tersebut belum (atau tidak) menyambangi bioskop di Jakarta. Walaupun selalu ada versi download, dvd atau streaming, beberapa saya tahan karena masih percaya bisa menontonnya di bioskop. Mungkin ini saatnya menyerah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melancholia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-GoOXWNSUTBc/TwKO12MRsiI/AAAAAAAAAq4/lO0tveRdoAU/s1600/melancho.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-GoOXWNSUTBc/TwKO12MRsiI/AAAAAAAAAq4/lO0tveRdoAU/s320/melancho.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693269934680945186" /&gt;&lt;/a&gt;Warna dalam trailer film ini begitu menggoda, nampaknya mata bisa terhibur secara maksimal. Meski banyak yang mengomentari film ini secara negartif, keinginan menikmati film ini di layar besar masih sangat besar, mungkinkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;The Ides of March&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-FZZynl6fbBM/TwKO2vso-GI/AAAAAAAAArU/Kaq8pQL31hY/s1600/ides.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FZZynl6fbBM/TwKO2vso-GI/AAAAAAAAArU/Kaq8pQL31hY/s320/ides.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693269950117509218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah Drive dan Crazy, Stupid, Love, rasanya akan lengkap menikmati akting Gosling di film ini sebagai penutup. Nampaknya, Gosling menjadi idola baru bagi saya tahun depan setelah selama setahun ini begitu tergila-gila dengan James Franco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;One Day&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-gv5x3oX34ZI/TwKO2PAOZDI/AAAAAAAAArI/9wWGH8HbNvw/s1600/oneday.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 161px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-gv5x3oX34ZI/TwKO2PAOZDI/AAAAAAAAArI/9wWGH8HbNvw/s320/oneday.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693269941341283378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komentar buruk mengiringi penampilan Anne Hathaway dan Jim Sturgess di film ini. Kabarnya, Hathaway gagal menampilkan aksen Inggris mengimbangi Sturgess yang memang terlahir dengan aksesn Inggrisnya. Nevermind, saya masih mau nonton film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;127 Hours&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-tSie6MyXVqk/TwJ2T9bYBvI/AAAAAAAAAn8/embVV7Cd-dU/s1600/127.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-tSie6MyXVqk/TwJ2T9bYBvI/AAAAAAAAAn8/embVV7Cd-dU/s320/127.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693242964228703986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan dosa terbesar, sebagai penggemar Franco saya belum menonton film yang membuatnya masuk ke dalam nominasi Oscar awal tahun ini. Sensasi film yang sudah saya tunggu hancur berantakan ketika gagal menontonnya di pertunjukan midnight dan hilang di peredaran karena kasus pajak film impor. Sekarang sungguh sangat terlambat mau menontonnya di layar televisi yang kecil!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-4809347928389370395?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/4809347928389370395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=4809347928389370395' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4809347928389370395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4809347928389370395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2012/01/film-berkesan-lebih-dari-sekadar.html' title='Film Berkesan, Lebih dari Sekadar Terbaik dan Terburuk di 2011'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gKz5xpDxNKo/TwKNA7NUVyI/AAAAAAAAAp0/_1JG9XU0p54/s72-c/A-Separation-007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-8862476211445847666</id><published>2011-12-20T21:26:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T22:36:08.433-08:00</updated><title type='text'>Garuda di Dadaku 2 : Menikmati Permainan Formula Lama dalam Lapangan Hijau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nSsX0XMi56k/TvF-HDRFjTI/AAAAAAAAAnw/cMf2cZb78v4/s1600/GDD3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nSsX0XMi56k/TvF-HDRFjTI/AAAAAAAAAnw/cMf2cZb78v4/s320/GDD3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688466463946804530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan tahun lalu merupakan awal perkenalan publik secara luas dengan lima sekawan dengan balutan seragam SMA yang dinamis dan enerjik. Cinta, Maura, Alya, Milly, dan Karmen adalah kelompok ideal bagi remaja yang sedang menikmati masa sekolah menengah dengan segala intriknya yang mengharubiru. Ada kisah romansa antar dua sejoli yang seolah begitu rumit, ada tekanan batin dalam masalah keluarga yang kompleks, belum lagi konflik pertemanan yang sebenarnya saling membutuhkan. Formula dari film Ada Apa dengan Cinta? Yang digarap Rudi Soedjarwo tersebut seperti memberi tempat tersendiri bagi penonton untuk meletakkan memori seputar masa sekolah yang abu-abu, perjalanan memaknai apa sebenarnya ‘cinta’ itu. Memori yang menyenangkan, menyedihkan, dan juga ada ruang kekesalah dibalut dalam jalinan cerita yang menghangatkan hati di ujung kisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Rudi Soedjarwo membuat formula film yang mengena bagi penontonnya. Kali ini kehangatan tersebut kembali dirasakan dalam film sekuel Garuda Di Dadaku 2 yang seri pertamanya disutradarai Ifa Isfansyah. Masih seputar kisah Bayu (Emir Mahira) yang akhirnya menjadi kapten di tim nasional junior Indonesia. Kali ini ia dihadapkan dengan berbagai masalah yang lebih pelik, mulai dari menurunnya prestasinya sebagai pemain timnas, pergantian pelatih yang melibatkan unsur politik di lapangan hijau, sampai tuntutan untuk mengejar ketinggalan pelajarannya di sekolah. Timnas junior ini harus beradaptasi dengan pelatih baru, Pak Wisnu (Rio Dewanto) yang datang dengan segala inovasi untuk melatih anak-anak tersebut. Pak Wisnu tidak sekadar memperjuangkan nasib Garuda di lapangan hijau tetapi juga menjaga Bayu dkk agar tidak terjebak dalam permainan politik para pengurus timnas sepakbola yang bisa mempengaruhi stamina dan konsentrasi bertanding. Bayu pun berjuang demi timnya di tengah masuknya Yusuf, seorang pemain baru yang langsung melejit permainan dan popularitasnya. Ia juga berjuang mempertahankan persahabatannya dengan Heri (Aldo Tansani) yang selama ini selalu menjadi wingman dan pendukung setia namun mendadak menjadi sahabat Yusuf. Belum lagi, prestasi Bayu mulai dipertanyakan di sekolah dan perlakuan Anya (Monica Sayangbati), teman sekelasnya yang tidak peduli dengan segala kesibukan Bayu mengemban tugas negara. Bayu, pemain timnas junior di bawah usia tigabelas tahun itu harus bertemu dengan segala masalah tersebut dan berusaha melepaskannya di lapangan hijau. Tentunya, Bayu yang dulu tidak akan bisa semudah itu mengatasi semua masalah yang ia hadapi sekarang. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--C_Me3pR45A/TvF7sTzoOvI/AAAAAAAAAnY/3YIDT_VBwOs/s1600/GDD1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--C_Me3pR45A/TvF7sTzoOvI/AAAAAAAAAnY/3YIDT_VBwOs/s320/GDD1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688463805506927346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil tema sepakbola memang nampaknya mudah menarik perhatian penonton, dewasa dan anak-anak. Keduanya punya kesenangan tersendiri dengan isu sepakbola tersebut. Film ini bukan sekadar menampilkan perjuangan seorang anak meraih mimpinya mencetak gol dan menjadikan Garuda juara. Rudi menambahkan isu-isu nasional berkaitan dengan sepakbola dalam beberapa adegan. Mungkin kita masih bisa merasakan sakitnya dikalahkan tim Malaysia saat piala AFF lalu atau SEAGAMES dengan lawan yang sama. Permainan politik yang konon melatari kekalahan timnas kembali disebut dalam GDD2, untuk mengingatkan dan menjadi koreksi bagi siapapun yang terlibat. Dari situ, emosi penonton sudah bisa terbawa ke dalam suasana yang lebih mendalam dan merasa adanya ikatan dengan Bayu dkk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Bayu sendiri mengalami perkembangan karakter yang tadinya hanya seorang anak-anak dengan impian tinggi, kini harus memanggul beban berat lebih dari sekadar urusan membuat gol di lapangan. Bayu dihadapkan dengan situasi pelik layaknya orang dewasa. Pendewasaan Bayu tidak lagi dilihat dari apa yang nampak secara visual, seorang anak berseragam putih-biru dengan rambut ala penyanyi populer masa kini. Bayu berhadapan dengan masalah hidup yang sesungguhnya dan Pak Wisnu ada untuk menggiringnya menyelesaikan sendiri semua. Ketika Yusuf masuk ke dalam timnas, sebagai kapten Bayulah yang seharusnya mengetahui semua timnya secara mendalam dan menjadikannya pengatur strategi agar timnya juara. Bayu tidak lagi berpikiran layaknya anak-anak, ia memahami politik yang terjadi di lapangan hijau. Politik siapa yang lebih unggul dari siapa dan politik siapa yang harus dihilangkan dari aksinya di lapangan. Pikiran-pikiran tersebut membuat Bayu kemudian juga harus memutar otak agar semua masalah di luar hal turnamen sepakbola perlahan-lahan menghilang. Anya, teman sekelasnya menanggap Bayu tidak bisa menentukan prioritasnya sebagai pelajar dan atlet. Sentakan dari Anya membuat Bayu tertampar ketika Bayu dalam posisi putus asa dan berencana meninggalkan teman-tema satu timnya berlaga tanpa dirinya. Lewat Anya jugalah, Bayu mencoba memahami sebenarnya apa yang sebaiknya dilakukan seorang laki-laki sejati, minimal di mata gadis pujaannya tersebut. Lagi, masalah di rumah menghadapkan Bayu dengan sosok laki-laki lain dalam kehidupan keluarganya. Sang ibu mulai mengenalkan sosok baru yang mungkin nantinya akan bernama ‘ayah’. Di tengah segala kekisruhan hidup Bayu, ia lupa masih ada nasib Garuda beserta keduapuluh orang temannya yang punya kepercayaan penuh padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah demi masalah dihadirkan lebih kurang selama 90 menit dan sedikit mengingatkan pada formula Rudi pada AADC? dalam bentuk yang berbeda. Menariknya, di GDD2 menampilkan bagaimana satu persatu masalah memiliki celah yang siap dimasuki oleh sang aktor utama. Celah itu bisa menghadirkan suatu sudut pandang baru dalam masalah tersebut. Misalnya saja, ketika Bayu berusaha menjegal posisi Yusuf yang dielu-elukan penggemar dan teman-temannya. Bayu ditinggalkan pada situasi, ia mendengarkan saran Heri yang mengetahui kekuatan Yusuf di lapangan atau justru membiarkan hal itu menjadi kelemahan Yusuf dan membuat dirinya kembali bersinar. Celah yang muncul adalah apakah Bayu mau dianggap pahlawan atau menjadikan dirinya pahlawan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut nyaris muncul di semua situasi permasalahan Bayu. Pak Wisnu juga menunjukkan perannya yang ikut mendewasakan Bayu dkk. Ketika pertandingan final, Pak Wisnu menyerahkan segala permasalahan saat pertandingan kepada anak-anaknya. Suasana secara visual juga dibangun saat Pak Wisnu berada di ruang ganti sedangkan anak-anak sedang bertanding. Pak Wisnu benar-benar memisahkan diri secara fisik namun ada suara latar yang menandakan apakah pertandingan saat itu dimenangkan oleh Garuda atau tidak. Saat itu jugalah Rio Dewanto mengeksplorasi emosinya sebagai Pak Wisnu yang ditonjolkan sisi galak dan hangatnya secara bergantian. Justru saat adegan itu Rio menampilkan sisi Pak Wisnu tanpa embel-embel pelatih yang adaa di depan anak didiknya. Emosi kesal, marah, ketakutan, senang, dan bingung ditampilkan secara total. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-myB0vooISzA/TvF7spWxxhI/AAAAAAAAAnk/dAUwbejgpFI/s1600/GDD2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-myB0vooISzA/TvF7spWxxhI/AAAAAAAAAnk/dAUwbejgpFI/s320/GDD2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688463811291498002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Antusiasme yang dibangun dalam film ini nampaknya perlu mendapat perhatian lebih. Membayangkan tim sepakbola berlaga membawa nama bangsa, tentu membayangkan gemuruh yang diciptakan suporter Garuda yang memerah dan penuh gegap gempita. Sayangnya suasana yang sering nampak di berbagai pertandingan bola nasional tidak terlalu kuat terlihat sekilaspun. Kekosongan penonton yang semangatnya sudah terasa, menjadi sedikit buyar saat melihat bangku-bangku di Gelora Bung Karno tampak melompong. Dengan sedikit trik, seharusnya Rudi dkk bisa mengakali hal tersebut. Secara rasa, film ini memberikan rasa hangat ketika semua permasalahan satu persatu diselesaikan dengan perlahan tapi pasti. Masing-masing tokoh mampu memberikan nyawa pada tiap karakter yang dimainkan dan memberikan rasa nyaman saat mengikuti perjalanannya. Sang sutradara dan penulis nampaknya berhasil menciptakan gol bukan hanya pada mata, tetapi juga pada hati penonton tepat pada sasaran. Ketegangan-ketegangan yang dibangun ikut memanaskan bagian dari tiap adegan menjadi kumpulan yang menyatu dari keseluruhan cerita. Dari semua karya Aghi Narottama, Bembi Gusti, dan Ramondo Gascaro dalam film, GDD2 inilah yang paling berhasil menyulap potongan adegan secara dramatis tanpa perlu didramatisir secara berlebihan. Menariknya, selama tiga perempat film berjalan menuju akhir cerita, ada kenyamanan sendiri yang muncul justru sebelum film berakhir. Klimaksnya justru terasa bukan di akhir film dan membuat adegan akhir dalam film ini tidak terlalu dinantikan. Entah ini menjadi sesuatu yang baik atau tidak, pastinya klimaks tersebut memberikan rasa nikmat dalam pengalaman menonton film ini. Tidak lupa, memberikan ruang tersendiri bagi penonton untuk meletakkannya dalam pikiran masing-masing sebagai film yang dekat dengan keluarga atau film yang berusaha berbicara atas nama sepakbola.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-8862476211445847666?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/8862476211445847666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=8862476211445847666' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/8862476211445847666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/8862476211445847666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/12/garuda-di-dadaku-2-menikmati-permainan.html' title='Garuda di Dadaku 2 : Menikmati Permainan Formula Lama dalam Lapangan Hijau'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nSsX0XMi56k/TvF-HDRFjTI/AAAAAAAAAnw/cMf2cZb78v4/s72-c/GDD3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-9220872374963465686</id><published>2011-12-13T23:48:00.000-08:00</published><updated>2011-12-15T20:39:13.627-08:00</updated><title type='text'>I had The Coolest Job Ever... (part2)</title><content type='html'>Masuk tahun 2011, tantangan bertambah dengan satu lagi show tentunya dengan satu penyiar dengan karakter lain yang harus saya handle. Dave Hendrik, imejnya sering muncul bersama Angie beberapa tahun lalu. Bersama dia, saya mencoba menggodok show baru Ladies First yang mengangkat tokoh-tokoh penuh inspirasi. Kadang, colongan juga bintang tamu special request dari saya atau Dave. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-TeOrbKvIblQ/Tuq-qy9-A_I/AAAAAAAAAj4/-Cyu0cVsxBs/s1600/IMG_2012.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 272px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TeOrbKvIblQ/Tuq-qy9-A_I/AAAAAAAAAj4/-Cyu0cVsxBs/s320/IMG_2012.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686567121954145266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan #DiaryDave Nyaris Sepuluh Bulan,What A Baby!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomongin soal bintang tamu, banyak banget bintang tamu yang hadir mulai dari yang ajaib, seru, ngeselin sampai bikin mood drop. Mulai dari penyanyi yang minta lift Sarinah dibuka khusus buat dia, bintang tamu yang gak tau siapa Chantal DeLa Concetta dan arti kata neglecting, bintang tamu yang suaminya lebih menarik dari si bintang tamu itu sendiri (ehm) sampai bintang tamu yang bikin saya ternganga karena bikin kebun di rumahnya sendiri. Tentu lebih banyak yang inspiratif yang saya ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-31RdNpzEXoE/Tuq-spXNekI/AAAAAAAAAkk/pCDIZGa9Hs4/s1600/Blog%2BUltah%2B9th.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-31RdNpzEXoE/Tuq-spXNekI/AAAAAAAAAkk/pCDIZGa9Hs4/s320/Blog%2BUltah%2B9th.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686567153735400002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ultah ke 9 Cosmopolitan FM Temanya Back to 90s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kejadian menarik adalah ketika kita berusaha mengejar salah satu bintang tamu yang hanya punya waktu sempit dan saat itu saya berobsesi mengundangnya. Dia adalah Gareth Evans, sutradara film The Raid yang saat itu lagi dipuja-puja karena memenangkan Toronto Film Festival 2011 lalu. Saat itu saya melihat dia di premiere film Badai Di Ujung Negeri, awalnya agak ragu-ragu takut salah orang. AKhirnya dengan nekat saya sapa dan kasih kartu nama saya ke dia. Beberapa hari kemudian, manajemennya menelpon dan menyanggupi interview sebelum ia kembali ke negara asalnya. Nampak kesempatan eksklusif wawancara selama satu jam akhirnya harus dibagi dengan salah satu radio saudara, bagi saya tidak masalah apalagi segmen kami berbeda tetapi tidak bagi beberapa orang saat itu. Kekesalan orang tersebut, terbaca oeh saya di akun twitternya ketika harus berbagi narasumber pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-lBnwcFx1JIY/Tuq-rUO3LNI/AAAAAAAAAkQ/5M9fS2TBZho/s1600/Blog%2BGareth.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lBnwcFx1JIY/Tuq-rUO3LNI/AAAAAAAAAkQ/5M9fS2TBZho/s320/Blog%2BGareth.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686567130883370194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bintang Tamu yang Jadi Rebutan, Gareth Evans&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ueuseX3x70E/Tuq-rAKNvFI/AAAAAAAAAkA/jhcFV_FtJo0/s1600/Blog%2BBepe.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ueuseX3x70E/Tuq-rAKNvFI/AAAAAAAAAkA/jhcFV_FtJo0/s320/Blog%2BBepe.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686567125495168082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bintang Tamu yang Paling Dicari, BePe aka Bambang Pamungkas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman tidak enak juga sempat terjadi saat saya mengundang salah satu penulis kontroversial. Beberapa minggu sebelumnya, penulis ini mempromosikan bukunya ke beberapa media di Jakarta tetapi caranya sungguh tidak biasa! Ia mengirimkan peti mati lengkap dengan nomer serinya. Tentu saja kehebohan terjadi di timeline twitter dan tidak sedikit yang menghujatnya. Sabagai jurnalis, saya melihatnya sebagai celah berita dan saya pun mengundangnya. Selama wawancara berlangsung, handphone saya, kedua penyiar BFC ternyata tidak berhenti berbunyi karena banyak pertanyaan dan pernyataan tidak suka atas narasumber itu. Saya saat itu tetap bertahan sebagai bentuk konsistensi saya menjalankan wawancara dan saya pun sudah mengantongi izin dari program director saya jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ada sih sedikit kekhawatiran, saya cuma takut narasumber saya ini tidak pulang dengan selamat. Kontroversi itu akhirnya memang tidak berlangsung lama dan suasana kembali kondusif dengan beberapa pihak terkait. Satu kontroversi lagi, saat harus mengangkat salah satu narasumber dalam segmen Follow Friday. Di akhir segmen, narasumber harus menyebutkan akun twitter yang lebih baik diunfollow. Tersebutlah salah satu socialite Jakarta. Seperti biasa tentu acara onair akan ditweet di akun @CosmopolitanFM. Sialnya, beberapa follower si socialite itu me-RT tweet tersebut tidak lengkap. Jadilah si socialite ngambek dan menuduh Cosmopolitan FM mengadu domba. Konsekuensinya, saya terpaksa meminta maaf karena kesalahpahaman tersebut dengan cara semanis mungkin, hal yang paling sulit saya lakukan apalagi kalau bukan salah saya. Akhirnya, socialite yang sempat mengancam saya dengan cara mau mengadu ke Biggest Boss saya ini pun mau berdamai. Lega....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu interview pamungkas yang juga tidak mungkin  saya lupakan,  Jamaica Café yang jadi bintang tamu penutup BFC terakhir saya dan bikin terharu dengan acapellanya yang kece. Saya mengidolakan mereka sejak zaman kuliah, dengan jadwal manggung mereka di Jakarta yang lumayan jarang, senangnya saya saat mereka menyanyikan lagu favorit saya "Untuk Dia" di show terakhir makin terasa mengharu biru. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-y34m2oyV4Ck/TurHwBvkb_I/AAAAAAAAAm0/KmVIzQE7zjU/s1600/Blog%2BJamaica.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-y34m2oyV4Ck/TurHwBvkb_I/AAAAAAAAAm0/KmVIzQE7zjU/s320/Blog%2BJamaica.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686577107424276466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;All Time Favorite Band: Jamaica Cafe!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Cuma pelajaran di dalam Lantai 8 yang bikin saya mengerti apa arti radioslave sesungguhnya. Saya bersyukur punya kesempatan mewawancarai beberapa musisi luar dan bintang tamu lain yang bikin saya deg-degan. Pertama kali saya disuruh wawancara Lenka round table interview bersama teman-teman dari Hard Rock FM dan Trax FM. Hari itu saya datang terlambat sekitar 10 menit ke Hotel Mulia, lokasi interview. Nampaknya salah satu partner interview saya sudah menunggu lama dan mulai BT, saya ikut deg-degan. Antara takut sama si senior itu sama deg-degan wawancara dengan bahasa Inggris full. Untungnya semua lancar dan di ujung wawancara Lenka memuji dress yang saya pakai. Setelah itu masih ada Duncan Sheik, Arrested Development, Eric Benet, Les Nubians, dan Ben Folds. Mungkin tidak sebanyak radioslave lainnya tetapi pengalaman ini cukup berharga!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-_oWnMYUL5JU/TurIIpeAzyI/AAAAAAAAAnA/ZvkYlJEGNoY/s1600/Blog%2BLenka.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_oWnMYUL5JU/TurIIpeAzyI/AAAAAAAAAnA/ZvkYlJEGNoY/s320/Blog%2BLenka.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686577530404917026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1st interview ever: Lenka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma keseruan, pastinya ilmu-ilmu dari para expert yang selalu bikin saya mikir. Mulai dari Ligwina Hananto, dulu waktu saya baru rencanain perjalanan solo ke Beijing saya begitu ketar-ketir memulai budgeting saya pun konsultasi ke dia, ada juga Reliza Kodri yang juga tempat saya nanya ini-itu seputar dana pension dan investasi yang sebelumnya tidak pernah melintas di kepala saya. Mas Reza Gunawan pakar holistik yang selalu punya cara menenangkan pikiran sampai menyembuhkan secara fisik. Terakhir, mas Alexander Sriewijono yang selalu punya jawaban seputar karier dan hubungan sosial, tahun terpuruk saya di 2010 mendapat jawaban tajam dan pasti darinya. Setelah itu semangat saya menjadi kembali memuncak, makasih Mas!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-8r9E9FJXYik/Tuq-sTrFCoI/AAAAAAAAAkc/stD2WIdRnsA/s1600/Blog%2BAlex.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8r9E9FJXYik/Tuq-sTrFCoI/AAAAAAAAAkc/stD2WIdRnsA/s320/Blog%2BAlex.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686567147913153154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mas Alex yang Selalu Inspiratif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Creative Assistant tentunya kreativitas itu penting, lepas dari hubungannya dengan pekerjaan. Di kantor, tidak jarang kami menonton beberapa film horror  di meja saya yang disebut Pojok Horor karena memang posisinya dipojokkan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-lXgLzYPvmXc/TurLBxSNo0I/AAAAAAAAAnM/ok-Om7XMmu8/s1600/IMG_2016.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lXgLzYPvmXc/TurLBxSNo0I/AAAAAAAAAnM/ok-Om7XMmu8/s320/IMG_2016.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686580710778708802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;My Pojokan Horor&lt;br /&gt;Belanja online juga wajib dilakukan di awal bulan dan wajib melibatkan semua penghuni Cosmopolitan FM dengan alasan kebersamaan (padahal biar gak jatuh miskin sendiri:p) salah satu kegiatan kreatif lainnya adalah melakukan perjalanan-perjalanan pendek bersama. Selama dua tahun, kita sempat ke Bandung dengan voucher menginap gratis, menyusuri kuliner kota Bandung dan tempat-tempat kece lainnya. Bertiga bersama Amy dan Intan Cindi Tiara ke pulau Pramuka, bagi saya ini pengalaman seru yang berbeda lagi. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-8bNNI_aL8LA/TurAKeNFwoI/AAAAAAAAAlM/HDpUXzjB53Y/s1600/IMG_0716.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8bNNI_aL8LA/TurAKeNFwoI/AAAAAAAAAlM/HDpUXzjB53Y/s320/IMG_0716.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686568765647864450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bandung #1 Trip!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-I_5vWZROqw4/TurAJBKsuRI/AAAAAAAAAk0/Wvtv6h_dlpg/s1600/Blog%2BBola.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-I_5vWZROqw4/TurAJBKsuRI/AAAAAAAAAk0/Wvtv6h_dlpg/s320/Blog%2BBola.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686568740673337618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nonton Bareng Piala AFF Bareng Cosmoners!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-MPOcynNumvE/TurAJStbFjI/AAAAAAAAAlA/ccqClbYCsyk/s1600/Blog%2BDufan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-MPOcynNumvE/TurAJStbFjI/AAAAAAAAAlA/ccqClbYCsyk/s320/Blog%2BDufan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686568745382385202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;We Had Fun at Dufan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan paling kreatif yang pernah saya lakukan adalah perjalanan konspirasi bersama Olla, Aldy dan Ausie karena sempat membuat ricuh suasana kantor. Akhirnya semuanya (maksudnya, kami berempat) senang , terutama saya karena ini perjalanan saya ke Bali setelah terakhir sebelas tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-LHDvojImW6k/TurGhLjDN1I/AAAAAAAAAmc/xNMUD-cWYeA/s1600/P4021134.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-LHDvojImW6k/TurGhLjDN1I/AAAAAAAAAmc/xNMUD-cWYeA/s320/P4021134.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686575752846456658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The Beauty of Conspiracy Theory&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kisah supermultikural yang ada di Cosmopolitan FM, mulai dari yang China, Sunda, Jawa, Bule, Batak, Flores, sampai orientasi seks yang semua ada! Kadang suka terasa kalau becanda keterlaluan tapi (kayaknya) tidak ada yang sakit hati tuh..&lt;br /&gt;Perjalanan kuliner, pesta pora, sale hunting, sampai perjalanan ke Pulau punya kesan tersendiri dan cerita 'ajaib' yang jadi rahasia kita bersama alias bocor ke sana-sini. Well, also we remain such a good friendship :)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-goqhr7aZY8I/TurHawaxbUI/AAAAAAAAAmo/qXmrphiTnGU/s1600/PA271019%2B-%2BCopy%2B%25282%2529.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-goqhr7aZY8I/TurHawaxbUI/AAAAAAAAAmo/qXmrphiTnGU/s320/PA271019%2B-%2BCopy%2B%25282%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686576741996391746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cosmoners, Cosmonaut, dan Cosmonceu di Pulau Bidadari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya terlalu banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat dan gak semuanya bisa saya share di sini. Di Lantai 8 terlalu banyak cerita senang, sedih, menyebalkan, dan tentunya drama dengan begitu banyak bumbu yang bikin seru. Bakal kangen banget dengan ritual jaga siaran pagi buta, sarapan yang diantar sama Cosmoners, live broadcast dari café-café atau perkantoran, live report, interview artis, bikin printilan produksi, ngajak VO dan diajak VO, ngumpul di meja bundar penuh makanan, dan seseruan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/--RzIWxqD1vw/TurA_faeraI/AAAAAAAAAl4/ThDTvLwta3I/s1600/IMG_2009.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 285px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--RzIWxqD1vw/TurA_faeraI/AAAAAAAAAl4/ThDTvLwta3I/s320/IMG_2009.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686569676505525666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The Closure, Definitely Not The End&lt;br /&gt;I left it's not because i possessed a conflict or disappointment to this company. I loveeeee to do all those works and tasks,but in the end my passion asked me to move on, to pursue the goal. Saya bisa aja bertahan di zona nyaman karena posisi sebagai produser yang sudah cukup lama membuat saya mengetahui celah apa saja yang bisa saya manfaatkan di pekerjaan saya. Tapi saya butuh tantangan baru, saya butuh lingkungan tempat saya menimba ilmu baru, ilmu yang saya idam-idamkan. Bekerja di radio itu menyenangkan, tetapi buat yang merasa ingin bekerja santai sebaiknya lupakan saja. Radio itu berkejaran dengan deadline dalam hitungan detik. That's why i always proud to be one of radio journalist!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I admit it, I had one of the coolest job ever, but now I’m on the right track. Lantai 8, you’ll be missed!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-5-QcZ-1W3Oc/TurBAm69kfI/AAAAAAAAAmQ/eS8gWjZrd2Y/s1600/PA271068%2B-%2BCopy.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5-QcZ-1W3Oc/TurBAm69kfI/AAAAAAAAAmQ/eS8gWjZrd2Y/s320/PA271068%2B-%2BCopy.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686569695700685298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Home will always be here, unseen, outta sight Where I disappear and hide&lt;br /&gt;I think dreamy things as I'm waving goodbye So I'll spread out my wings and fly&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; -Owl City, Umbrella Beach&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-9220872374963465686?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/9220872374963465686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=9220872374963465686' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/9220872374963465686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/9220872374963465686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/12/i-had-coolest-job-ever-part2.html' title='I had The Coolest Job Ever... (part2)'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TeOrbKvIblQ/Tuq-qy9-A_I/AAAAAAAAAj4/-Cyu0cVsxBs/s72-c/IMG_2012.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-725110745312010903</id><published>2011-12-13T23:37:00.000-08:00</published><updated>2011-12-14T21:05:08.897-08:00</updated><title type='text'>I had The Coolest Job Ever! (part1)</title><content type='html'>Menjadi radioslave bukanlah hal baru bagi saya saat lulus dari Universitas Indonesia. Ditempa oleh kolega di radio kampus, 107.9 RTC UI FM memasuki dunia radio swasta menjadi bagian dari mimpi yang dulu diciptakan dan perlahan-lahan dibangun.&lt;br /&gt;Lantai 8 Gedung Sarinah Thamrin adalah legenda bagi saya dan teman-teman RTC UI FM. Di saat beberapa kolega sudah mulai bertebaran masuk ke radio swasta, masuk menjadi bagian dari Lantai 8 itu bukan hal mudah. Beberapa senior sudah keluar masuk di sana, Bisma Nugraha, Ade Putra, Fauzan Ibrahim, Silva Citra Dewi dan sampai junior Dominique Sawi dan Rossalyn Asmarantika. &lt;br /&gt;I once said, I have to be part of Lantai 8 no matter how!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-G1xnn9r-rFg/Tul8da2OsXI/AAAAAAAAAg4/9H4x6AXMLts/s1600/Blog%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-G1xnn9r-rFg/Tul8da2OsXI/AAAAAAAAAg4/9H4x6AXMLts/s320/Blog%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686212849396789618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;It's all start from here, Lantai 2 Gedung Pusgiwa Fakultas Teknik, RTC UI FM!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And some dreams do come true!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009, tiga bulan setelah resmi mendapat gelar sarjana saya pun menjadi bagian dari salah satu modern women, 90.4 Cosmopolitan FM. Memang bukan seperti apa yang saya bayangkan, di usia belum genap 25 tahun saya harus menencounter kebutuhan para wanita modern usia 28-38 ini. Bagitu banyak hal yang terlalu out of my league sejak pertama kali duduk di bangku produser. Sebulan pertama, saya menjadi co-producer Marco Anjasmoro di acara Breakfast Club dengan dua penyiar yang tidak asing bagi saya, Bayu Oktara dan Amy Zein. Sejak saat itu, hidup saya dimulai bahkan sebelum matahari benar-benar muncul di langit Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-rzGINo8odKM/Tul8dcUcZCI/AAAAAAAAAgw/HXydOFg62OY/s1600/Blog%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-rzGINo8odKM/Tul8dcUcZCI/AAAAAAAAAgw/HXydOFg62OY/s320/Blog%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686212849791951906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadi ke...Lantai 8 Sarinah Thamrin. My 1st show Breakfast Club : Amy Zein &amp; Bayu Oktara with Be3 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morning show yang mulai dari jam 6-10 pagi ini ternyata masih mendapat sorotan. Mas Didit saat itu memonitor acara pagi ini dan ritual “dididitin” adalah makanan sehari-hari kami berempat lengkap dengan berantem dan tangis-tangisannya. Kebersamaan kami berempat terpaksa harus disudahi  saatnya berganti radio personality baru. Steny Agustaf dan Novita Angie. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-5oxxhFym7Z8/Tul8do8l-tI/AAAAAAAAAhI/JQxhQeYcecQ/s1600/Blog%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-5oxxhFym7Z8/Tul8do8l-tI/AAAAAAAAAhI/JQxhQeYcecQ/s320/Blog%2B3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686212853181577938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ulangtahun Cosmopolitan FM ke 8, Udah Akrab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak ketakutan dan pertanyaan saat itu ketika mendengar nama dua penyiar andal itu.&lt;br /&gt;Steny yang saya tahu adalah Steny yang siaran bersama Pandji selama bertahun-tahun. Jujur, saya tidak familiar dengan namanya (apalagi mukanya) sampai saya menjadi produser di Lantai 8. Melihat gelagatnya, ia terlihat begitu ceria dan ramah. Novita Angie, bukan nama baru bagi saya. Nama besarnya sedikit menciutkan nyali saya sebagai anak baru yang belum genap tiga bulan menjajaki profesi produser. 30 November 2009 tepat di hari ulangtahun Angie, siaran Breakfast Club dimulai dengan format dan semangat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Marco, banyak sekali ilmu yang saya dapat.  Sebenarnya saya sudah kenal dia sejak acara Paranoia tahun 2008 (kalau tidak salah) dan ternyaata memorinya cukup baik. Mulai dari hal-hal basic seputar menggodok show yang lucu dan seru, sampai rahasia di balik layar seperti dummy dan teman-temannya muncul secara brilian dari kepalanya. Twist yang dia berikan juga yang membuat ide-ide BFC tidak pernah habis dan basi. Tak terlepas curhatan yang tak habis ya…I feel honored to work with him for the rest of the year. Sampai akhirnya kami berpisah karena Marco mendapat promosi di Hard Rock FM. I’m a proud co-worker!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-RLMRwJa_lV8/Tul8ee7R9qI/AAAAAAAAAhU/s6sFa_G0cB4/s1600/Blog%2B4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-RLMRwJa_lV8/Tul8ee7R9qI/AAAAAAAAAhU/s6sFa_G0cB4/s320/Blog%2B4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686212867671586466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aco Ikan, :*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggodok BFC seorang diri tanpa co-producer akhirnya saya alami selama nyaris 6bulan. Akhirnya datang partner baru, seorang Gemini yang tidak pernah saya sangka bisa cocok bekerja bersama. Dennis Latif seorang pendengar setia Cosmopolitan FM akhirnya mewujudkan mimpinya untuk berada di balik keseruan siaran. Secara tidak sadar, sejak kemunculan Dennis tim BFC makin menunjukkan personalities yang tajam dan mencirikan masing-masing pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mqK1hObM4tE/Tul-5c6ClmI/AAAAAAAAAhw/9ygXEKggv9o/s1600/Blog%2B7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mqK1hObM4tE/Tul-5c6ClmI/AAAAAAAAAhw/9ygXEKggv9o/s320/Blog%2B7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686215530009237090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kelakuan Angie &amp; Steny minimal begini tiap harinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steny, metrosexual guy yang tertarik dengan segala yang berbau current issue, bisnis dan air personality yang smart and sexy. (Yes, I admit it!) Angie, such a modern mom, playful, caring, humble and always fashionable.  Paduan keduanya makin menajamkan mau dibawa ke mana show BFC ini. And yet, we were still searching for any improvement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-EzoC9bbms8c/Tul8exsfZAI/AAAAAAAAAhk/Yt-h_7gy6WY/s1600/Blog%2B5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-EzoC9bbms8c/Tul8exsfZAI/AAAAAAAAAhk/Yt-h_7gy6WY/s320/Blog%2B5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686212872709825538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;More to come, silly, happy and sad stories, to be continued on part 2!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-725110745312010903?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/725110745312010903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=725110745312010903' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/725110745312010903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/725110745312010903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/12/i-had-coolest-job-ever-but-now-im-on.html' title='I had The Coolest Job Ever! (part1)'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-G1xnn9r-rFg/Tul8da2OsXI/AAAAAAAAAg4/9H4x6AXMLts/s72-c/Blog%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-2437966084609161278</id><published>2011-11-27T20:08:00.001-08:00</published><updated>2011-11-27T20:10:19.667-08:00</updated><title type='text'>The Raid: Serbuan Beruntun Tanpa Menyisakan Ruang Nafas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-OIptmWRhSm4/TtMJZW512QI/AAAAAAAAAgk/58PUT2xGuOA/s1600/Raid%2B200x200.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-OIptmWRhSm4/TtMJZW512QI/AAAAAAAAAgk/58PUT2xGuOA/s320/Raid%2B200x200.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679893886293891330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Indonesia tahun ini boleh dibilang menanjak. Buktinya, banyak apresiasi yang mendalam dari masyarakatnya sendiri. Mendapat kepercayaan dari masyarakat sendiri bukanlah hal mudah, mengingat reputasi kualitas film Indonesia begitu naik turun di tanah air. Bagaimana dengan film Indonesia yang sudah berjaya di festival internasional sebelum akhirnya tayang? Bisa dipastikan animo calon penonton begitu besar. Ada euforia tersendiri yang sudah diciptakan oleh penonton di negeri orang. Tentunya, karena merasa sebagai bagian dari film Indonesia, publik Indonesia pun tak mau kalah bergembira dengan menggelar serangkaian upacara penyambutan selamat datang di negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Raid mendapat kehormatan disambut dengan segala gemerlap penonton yang sudah siap dengan sorak sorai, bahkan sebelum tayang di jaringan bioskop. Dengan tangan dingin Gareth Evans, sutradara asal Wales yang juga berada di balik film Merantau, The Raid mendapat sambutan hangat di penutupan INAFFF 2011 (Indonesia International Fantastic Film Festival) hari Minggu lalu. Lepas dari segala gegap gempitanya, sebenarnya apa yang ditawarkan dari film laga satu ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berawal dari sebuah truk yang membawa pasukan penuh tentara kemarin sore. Misi mereka: serbuan gembong narkoba di sebuah gedung. Serbuan ini merupakan aksi gelap yang dipimpin Jaka dengan anak buahnya yang tergolong baru di medan laga. Gembong yang dihadapi bukan main-main. Para tentara langsung dikepung sesaat mereka masuk ke gedung kumuh tersebut. Adu jotos pun tak terhindarkan. Baku hantam sampai baku tembak terjadi tanpa peringatan dan kompromi. Rama (Iko Uwais) dihadapkan pada masalah yang sudah ia tinggalkan di rumah bersama sang istri yang tengah hamil. Tak disangka, satu masalah bertambah saat ia bergabung dalam penyerbuan. Motif di balik penyerbuan makin terasa janggal ketika sersan tentara itu (Pierre Gruno) terlihat merahasiakan penyerbuan maut ini dari markas besar para tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari trailer yang begitu sarat adegan laga yang mematikan, terlihat bagaimana plot cerita seolah dikesampingkan saat film dimulai. Evans memanjakan penonton sejak menit pertama dengan adegan yang memicu adrenalin dan tidak membiarkan penonton berkedip barang sejenak. Arus adrenalin dibangun perlahan-lahan, namun langsung menukik tajam menjelang menit ke sepuluh. Intro menuju inti film dibuat hanya sekilas lewat instruksi Jaka (Joe Taslim) pada anak buahnya. Saat itu, penonton seperti ikut menghitung mundur untuk masuk ke dalam serangkaian pertarungan yang menjanjikan adegan penuh aksi. Perjalanan para tentara menaiki anak tangga satu persatu ke markas musuh ikut menjadi perjalanan ketegangan penonton, sembari menunggu aksi-aksi brutal yang ketegangannya meningkat. Adegan laga sepanjang film ini merupakan orisinalitas Yayan Ruhiyan, sang koreografer bersama Iko Uwais. Inspirasinya adalah pencak silat, yang mengandalkan serangan bertubi-tubi dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, adegan silat ini hanya ditampilkan di awal film, saat Rama berlatih dengan samsaknya. Kemudian perlahan-lahan para tokoh utama, yang semula mengandalkan senjata api, hanya bertarung dengan tangan kosong. Adegan baku tembak menghasilkan pertarungan penuh darah lewat tembakan-tembakan yang bertubi-tubi. Saat pertarungan tanpa senjata dimulai, barulah terasa pergumulan dengan jurus-jurus silat menjadi nyawa dalam film laga ini. Tidak lupa cucuran darah yang dengan gamblang ditampilkan lewat adegan pertarungan dengan pistol dan golok tajam. Suasana tegang makin terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasaan ruang para pemain turut membangun ketegangan. Misalnya, di salah satu adegan adu jotos di koridor, kamera benar-benar menyorot dari ujung koridor ke ujung lainnya. Jarak antar koridor tersebut disisakan untuk penonton yang menanti dengan jantung berdegup, menebak-nebak apa yang akan terjadi sepersekian detik berikutnya. Salah satu adegan yang sangat detail adalah adegan di awal film, saat para mafia berjaga tepat di atas lantai para tentara berada. Saat itu lampu gedung dimatikan dan layar begitu gelap. Hanya ada bayangan mafia dari kejauhan. Penonton sendiri dihadapkan pada tentara yang sedang kebingungan. Suasana tegang muncul lewat sudut pandang orang ketiga, seolah penonton melihat kedua pihak tersebut dari posisi yang tersembunyi. Dalam beberapa detik, adegan seolah berhenti. Saat itulah, nafas penonton dibuat tertahan karena tegang menunggu adegan apa yang akan terjadi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cara Evans membangun ketegangan: perlahan-lahan memburu nafas penonton, dan tak buru-buru menumpahkannya dalam satu-dua adegan saja. Satu hal yang Evans berusaha tampilkan dalam film laga penuh aksi pencak silat ini adalah logika. Film laga sering menuai protes karena tokoh utamanya yang tidak pernah lelah, atau peluru yang tidak pernah ada habisnya.  Sepanjang The Raid, penonton akan menemukan situasi ‘logis’ yang jarang ditemukan dalam sebuah film laga. Mulai dari satu persatu tentara kehabisan peluru, bos mafia yang menembak korbannya dan menemukan pistolnya kosong, dan para tentara yang kelelahan di tengah-tengah bertarung. Logika ini juga yang akhirnya menumbangkan satu persatu tentara dan mafia serta memposisikan keduanya seimbang. Kisah yang masuk akal inilah yang nantinya juga membantu akhir cerita film, dan siapa yang akhirnya menjadi pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lainnya yang kadang tak tersentuh dalam film laga adalah perkembangan karakter. Elemen tersebut kerap dikesampingkan demi keutuhan adegan laga yang bertubi-tubi. Salah satu contohnya adalah The Hurt Locker. Film peraih Oscar tahun 2010 tersebut mengekspos perjalanan tentara di daerah konflik. Sejak awal film, tanpa panjang lebar lagi aksi tembak menembak dimulai. Tidak ada intro yang mengenalkan kita pada latar belakang karakter yang muncul satu persatu. Hasilnya bagusnya tidak mengecewakan. Tanpa ikatan emosional penonton dengan para tokohnya, rasa simpati tetap terbangun dari pertahanan masing-masing tokohnya dalam berbagai situasi genting. Lebih kurang proses serupa terjadi dalam The Raid. Penonton tidak perlu dikenalkan pada tokohnya satu per satu. Bahkan kalau perlu tidak perlu ada ikatan emosional yang membuahkan empati penonton. Hal ini terjadi pada 80% karakter yang muncul di The Raid, kecuali satu tokoh: Rama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Rama yang punya kisah latar belakang di balik rompi anti pelurunya. Tanpa panjang lebar, Rama diceritakan mempunyai keluarga yang ia tinggalkan demi misi penyerbuan ini. Rama juga yang akhirnya berkesempatan berinteraksi dengan warga sipil yang tinggal di gedung markas mafia tersebut, dan akhirnya berhasil membongkar suatu rahasia di balik motif penyerbuan maut ini. Mungkin kalau latar belakang kisah Rama ini dihilangkan, tidak ada perbedaan yang signifikan dengan ketegangan aksi-aksi laga yang disampaikan. Namun, berkat kisah tersebut, muncul suatu praduga di benak penonton tentang The Raid. Tentunya praduga tersebut tidak mungkin dibeberkan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang menarik adalah akting Ray Sahetapy sebagai Tama.Wajah bengisnya terasa begitu pas sebagai bos mafia. Saat ia membuka mulut, justru komentar jenaka dan sinis yang keluar. Hal ini memberikan sedikit ruang untuk penonton menghela nafas sejenak, tanpa menghilangkan unsur sadis pada karakter Tama. Dialog pada karakter Tama terasa begitu natural layaknya mafia yang jahat, namun seperti menyembunyikan kartu mati bagi musuh-musuhnya. Sejak awal, tokoh Tama cukup menarik perhatian lewat gerak geriknya. Bagusnya lagi, tokoh tersebut tak terjebak stereotip tentang sosok bos mafia, yang kerap digambarkan berpakaian serba hitam dan rambut tersisir rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit kekhawatiran yang muncul ketika sutradara atau penulis asing berada di balik sebuah film Indonesia. Salah satunya adalah dialog-dialog dalam bahasa Indonesia baku, yang seringnya terasa kaku ketika diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari. Tentunya perlu adaptasi atau improvisasi dari aktor yang memerankannya. Di awal adegan sempat terasa dialog menggunakan kata-kata yang ganjil apabila digunakan dalam dialog sehari-hari. Kekakuan itu untungnya tidak berlangsung lama. Para aktor seperti Donny Alamsyah dan Ray Sahetapy mengikis kekakuan dialog bahasa Indonesia tersebut menjadi sangat santai. Bisa dipastikan dengan penggodokan bersama tim Merantau Film, mulai dari skrip hingga koreografinya, Dalam The Raid, Evans sukses mengawinkan unsur lokal dengan formula film laga berstandar Hollywood. Gerakan pencak silat menjadi kekuatan film dalam menampilkan identitas Indonesia, dan konon membuat penonton di Toronto Film Festival begitu tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya butuh seorang asing untuk mengembalikan kepercayaan penonton Indonesia pada sinema nasionalnya sendiri. Entah euforia yang menjadikannya juara atau memang ada strategi tertentu dalam pemasaran The Raid, sehingga penonton di sini tak sabar menantinya. Kesabaran penonton Indonesia kembali diuji dengan diundurnya penayangan The Raid, dari Januari 2012 ke April 2012. Apakah The Raid bisa memuaskan para penonton Indonesia yang konon haus akan film nasional berkualitas? Butuh waktu untuk menjawab pertanyaan ini, namun melihat segala kualitas yang dipamerkan The Raid, bolehlah kita optimis barang sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Raid | 2011 | Sutradara: Gareth Evans | Negara: Indonesia | Pemain: Iko Uwais, Pierre Gruno, Ray Sahetapy, Joe Taslim, Tegar Satria, Verdi Solaiman, Ananda George, Eka Rahmadia, R Iman Aji, Donny Alamsyah, Yayan Ruhian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also published on cinemapoetica.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-2437966084609161278?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/2437966084609161278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=2437966084609161278' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2437966084609161278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2437966084609161278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/11/raid-serbuan-beruntun-tanpa-menyisakan.html' title='The Raid: Serbuan Beruntun Tanpa Menyisakan Ruang Nafas'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-OIptmWRhSm4/TtMJZW512QI/AAAAAAAAAgk/58PUT2xGuOA/s72-c/Raid%2B200x200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-7766343522606218431</id><published>2011-11-27T19:35:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T20:04:34.103-08:00</updated><title type='text'>Jogja, I'm In Denial</title><content type='html'>Setelah nyaris satu bulan saya bekerja di kantor baru, ini adalah kali pertamanya ditugaskan ke luar kota untuk menemani film yang akan diputar. Yak, film dokumenter batik yang konon peminatnya begitu membludak ini memang tidak boleh keluar sendiri dari kandangnya untuk memastikan tidak ada yang melalukan duplikasi film ini. Kali ini permintaan datang dari sebuah SMK di Klaten di bawah sebuah NGO. Akhirnya terjadilah perjalanan yang membutuhkan banyak energi, khususnya mata untuk benar-benar terbuka. Jumat tanggal 25 November 2011 tepat sehari (atau beberapa jam) setelah pemutaran perdana dan serangkaian acara red carpet film Arisan 2! Saya meluncur ke bandara Soekarno Hatta menuju Adisucipto. Jam 9 lewat lima belas menit, saya sudah berdiri cantik menunggu jemputan dari Titian Foundation, penyelenggara acara tersebut. Perjalanan langsung dilanjutkan ke Bayat, Klaten sekitar lebih kurang satu jam ke SMK 1 yang akan menjadi lokasi pemutaran film Batik Our Love Story. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-tFbK7dKnN6A/TtME8WqZtVI/AAAAAAAAAe4/fGPPymqRc3U/s1600/IMG_2058.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-tFbK7dKnN6A/TtME8WqZtVI/AAAAAAAAAe4/fGPPymqRc3U/s320/IMG_2058.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679888989966415186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah terbayang kira-kira lokasi pemutaran akan sedikit ndeso seperti yang dikatakan Nila, salah satu officer dari Titian Foundation. Yak, perjalanan benar-benar melewati sawah dan gunung di kanan kiri jalan. Nila sempat menyebutkan sekolah ini berada di kaki Gunung Kidul, nama yang cukup familiar tapi tidak pernah saya ketahui di mana lokasinya. Akhirnya tiba di SMK 1 dan saya tercengang melihat sekolah tersebut. Dibangun 3 tahun lalu dari donasi bencana gempa Jogja, sekolah ini sangat bagus untuk ukuran sebuah sekolah negeri di pedesaan. Mereka punya studio batik dan keramik, sesuai jurusan SMK tersebut, guest house, dan pastinya auditorium sendiri untuk memutar film serta diskusi. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-e24yNOKq63o/TtME8_nUKFI/AAAAAAAAAfE/YGKb0_IifaA/s1600/IMG_2062.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-e24yNOKq63o/TtME8_nUKFI/AAAAAAAAAfE/YGKb0_IifaA/s320/IMG_2062.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679889000959322194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-vSOPVEOUFrI/TtMHD8SoMVI/AAAAAAAAAgA/GOOGkWFRQmk/s1600/IMG_2049.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-vSOPVEOUFrI/TtMHD8SoMVI/AAAAAAAAAgA/GOOGkWFRQmk/s320/IMG_2049.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679891319349588306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan lokasi yang masih sangat alami sebenarnya pemandangan dari SMK 1 ini sungguh menyenangkan tetapi membayangkan harus menginap di guest house di tengah sawah yang selepas magrib hanya ada suara jangkrik, tentu membuat saya berpikir dua kali. Jadilah malam itu saya pamit untuk langsung meluncur ke Jogja, menginap di rumah eyang. Sebenarnya ada hidden agenda yang tadinya mau saya jalani. Sejak awal panitia acara menanyakan kapan saya mau pulang ke Jakarta. Sempat terpikir untuk mengunjungi Semarang barang semalam mengingat obsesi saya pada kuil dan Chinatown di Semarang. Sayangnya setelah sedikit berkonsultasi dengan beberapa teman, waktu satu hari terlalu mepet untuk dilalui di Semarang, nantinya hanya akan dapat lelah saja. Jadilah saya manfaatkan waktu satu setengah hari berkeliling di Jogja setelah terakhir kali mampir tahun 2008 lalu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-hBN9SsE62iU/TtMH783egNI/AAAAAAAAAgU/lDRwyBSFpWM/s1600/sawah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hBN9SsE62iU/TtMH783egNI/AAAAAAAAAgU/lDRwyBSFpWM/s320/sawah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679892281576816850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja bukan kota asing bagi saya, selama lebih kurang 20 tahun pasti mampir meskipun hanya sekadar silaturahmi Lebaran satu tahun sekali. Saking seringnya, bagi saya tidak ada lagi yang menarik dijelajahi, bahkan saya tidak pernah benar-benar mampir ke Malioboro dengan alasan bosan dan macet. Ini menjadi sedikit burden bagi saya saat menuju Jogja. Mau ke mana saja di Jogja? Jujur saat itu hanya ada satu tempat di benak saya, kedai eskrim yang sempat saya baca ulasannya di twitter. It’s so unlike me, to visit a city without exploring about the city and what happened there. Akhirnya saya mencatat beberapa nama restoran dan kafe saja di Blackberry saya. Seperjalanan menuju Jogja barulah saya tahu tepat keesokan harinya akan dibuka perhelatan akbar Jogja Biennale yang akan berlangsung selama sebulan lebih. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-j7RMUSCu-Bw/TtME9AdB_OI/AAAAAAAAAfU/ZK6bSGuRJgA/s1600/IMG_2088.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-j7RMUSCu-Bw/TtME9AdB_OI/AAAAAAAAAfU/ZK6bSGuRJgA/s320/IMG_2088.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679889001184623842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa penasaran pertama akhirnya terpenuhi dengan mengunjungi Artemy gelato bar di dekat Hotel Ibis Malioboro yang konon menyajikan rasa ferrero roche. Sayang malam itu tidak tersedia, akhirnya saya cukup puas dengan rasa cotton candy dan spekulas. Hanya 19.000 sudah lengkap dengan waffle cone dan taburan sprinkles. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-3WGDFJ9pVrs/TtME9zB8QuI/AAAAAAAAAfc/0KG6F5PMvws/s1600/IMG_2091.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3WGDFJ9pVrs/TtME9zB8QuI/AAAAAAAAAfc/0KG6F5PMvws/s320/IMG_2091.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679889014761210594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lanjut, saya minta dibawa menyicipi bakso ala Jogja yang dilengkapi dengan bakso gorengnya tak jauh dari kedai es krim tadi. Hanya dengan enam ribu rupiah, semangkuk bakso hangat sukses menyeimbangkan rasa manis dan dingin eksrim. Yes, i am cheap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-TeGCR07ZqBE/TtMH7_laSwI/AAAAAAAAAgM/uzkQuD823Yc/s1600/Becak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-TeGCR07ZqBE/TtMH7_laSwI/AAAAAAAAAgM/uzkQuD823Yc/s320/Becak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679892282306349826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokannya, barulah kembali perjalanan menyusuri kuliner Jogja dilanjutkan. Saya sedikit bersikeras mampir ke sebuah coffeeshop atas rekomendasi teman yang hobi nongkrong di sini. Kafe Noir, terbayang suasana kelam sesuai namanya dan menurut promo di twitter, mereka juga punya red velvet cupcake. Saya sedikit kecewa melihat kafe yang sederhana itu tanpa penampakan red velvet cupcake. Untungnya kekecewaan itu terbayar dengan creme brule blended coffee yang rasanya menyegarkan hanya dengan 19.000 saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya saya sudah kehabisan ide (yaiyalah Cuma nabung 2 tempat makan doang!) tiba-tiba saya ingat saat ada pameran kuliner Jogja di TIM beberapa bulan lalu oleh Jalansutera. Ada sate klatak yang padat peminat dan saya kehabisan saat itu. Jadilah saya mencari sate klatak yang konon terkenal di Jl. Imogiri tetapi bisa ditemui di beberapa kedai sate kambing. Akhirnya, sate kambing dengan bumbu sederhana bawang putih dan garam ini hadir di hadapan saya. Bagi beberapa orang mungkin akan terasa kering tanpa bumbu kecap atau kacang, tetapi untuk saya entah mengapa terada mirip dengan BBQ di restoran Korea.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-BhMSV4s0HD0/TtME-LlSnEI/AAAAAAAAAfo/vBisZoi15f4/s1600/IMG_2100.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-BhMSV4s0HD0/TtME-LlSnEI/AAAAAAAAAfo/vBisZoi15f4/s320/IMG_2100.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679889021351926850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perut kenyang, hati puas. Perjalanan pulang dilanjutkan melewati Malioboro dan tugu Serangan 11 Maret. Seperti yang saya sebutkan di atas, saya tidak pernah tertarik menyusuri Malioboro lebih lanjut. Mendadak saya terpana dengan sebuah patung kelinci emas dengan tulisan soal toleransi, lalu juga sebuah art work warna merah tepat di depan tugu 11 Maret. Tangan saya terlalu lambat untuk meraih kamera dan memotretnya. Saat itu ramai sekali jalanan sekitar Malioboro dan pak supir pun menyeletuk, “Wah ntar malam itu perayaan 1 Suro. Pantas ramai sekali ini mbak..” &lt;br /&gt;“Biasanya ngapain pak kalo 1 Suro?” “Itu dari kraton ada yang keliling benteng, pokoknya ramai semalam suntuk” &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-djsnCu2I8oI/TtMHDi_bHDI/AAAAAAAAAf0/5n5pcIsZpIQ/s1600/IMG_2086.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-djsnCu2I8oI/TtMHDi_bHDI/AAAAAAAAAf0/5n5pcIsZpIQ/s320/IMG_2086.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679891312558152754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Damn! Dalam hati saya kesal luar biasa pada diri sendiri. Ini mungkin salah satu perayaan budaya yang cukup besar, kabarnya ada ritual sendiri di Pantai Selatan yang unik. Saya menyesal mengapa saya begitu in denial dengan kota yang terlalu sering saya kunjungi tapi jarang dieksplorasi. Begitu pula saat melewati Klaten dan melihat signage Candi Boko dan candi-candi lainnya di perjalanan pulang. Diketahui kemudian, pembukaan Jogja Biennale juga ramai dengan eksebisi karya seni yang terbuka untuk umum. Sungguh penyesalan kuadrat. Oh well, nampaknya saya tidak boleh menanaktirikan kota manapun, seberapa seringnya kita sudah berkunjung karena akan selalu ada hal baru yang menarik diulik. Penyesalan tak berguna masih terasa sampai mendarat di Soekarno Hatta semalam. Bummer!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-7766343522606218431?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/7766343522606218431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=7766343522606218431' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/7766343522606218431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/7766343522606218431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/11/jogja-im-in-denial.html' title='Jogja, I&apos;m In Denial'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-tFbK7dKnN6A/TtME8WqZtVI/AAAAAAAAAe4/fGPPymqRc3U/s72-c/IMG_2058.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-5925341303894420482</id><published>2011-11-21T18:56:00.000-08:00</published><updated>2011-11-21T19:05:31.193-08:00</updated><title type='text'>The Raid : Menghadap Penonton Indonesia di Penutupan INAFFF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_yygRQkER_U/TssQX3YIH7I/AAAAAAAAAdo/4NC1CgmPFAs/s1600/Raid%2B200x200.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_yygRQkER_U/TssQX3YIH7I/AAAAAAAAAdo/4NC1CgmPFAs/s320/Raid%2B200x200.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677649757418823602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The Raid” memang bukan film Indonesia pertama yang berjaya di festival film internasional. Kalau mau kilas balik, film-film seperti “Berbagi Suami”,” Pintu Terlarang”, “Madame-X”, dan yang terbaru film karya Teddy Soeriaatmaja sukses menorehkan namanya di festival film internasional. Apakah memang setelah membuat penonton internasional berdecak kagum akan memudahkan jalannya untuk tayang di Tanah Air sendiri? Setidaknya, itu yang terjadi pada film karya Gareth Evans, “The Raid” yang tayang perdana di Indonesia sebagai film penutup Indonesia International Fantastic Film Festival 2011 hari Minggu malam lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya berkisar tentang penyerbuan besar-besaran sebuah gedung yang tidak pernah tersentuh oleh polisi. Dipimpin oleh Jaka (Joe Taslim), pasukan tentara ini berusaha menangkap pemimpin kelompok mafia kelas kakap yang diperankan aktor senior Ray Sahetapy. Penyerbuan ini merupakan perjuangan mati-matian tanpa backup yang memadai. Hiruk-pikuk dalam baku tembak ini akhirnya terjadi dengan sedikit melibatkan warga sipil yang juga tinggal di gedung rumah susun tersebut. Selain Jaka, ada Rama (Iko Uwais) yang berada dalam barisan polisi tersebut dan juga sersan yang ternyata punya misi tersendiri atas penyerbuan tersebut (Pierre Gruno).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Yq1nCnAj74c/TssQXtwzfpI/AAAAAAAAAdg/h-gAgNM3AgA/s1600/raid%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Yq1nCnAj74c/TssQXtwzfpI/AAAAAAAAAdg/h-gAgNM3AgA/s320/raid%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677649754837974674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka, gedung tersebut dijaga ketat dengan pasukan yang bersenjata dan tidak main-main mau menghabisi pasukan polisi tersebut. Sebelum menghadapi bos mafia, ada kaki tangan yang disebut mad dog (Yayan Ruhiyan) yang siap menghabisi siapa saja yang berusaha memporakporandakan istana mafia tersebut. Bagaimana pertahanan para polisi bau kencur yang masih gemetar saat memegang senjata ini harus berhadapan dengan mafia bersenjata yang siap menghabisi tanpa kenal ampun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animo penonton Indonesia sudah dibangun sedemikian rupa sejak film ini berhasil menjadi People’s Choice Award di Toronto Film Festival September lalu. “The Raid” sendiri sudah tampil di kancah internasional sejak Cannes Film Festival bulan Mei 2011 silam. Saat itu, hanya potongan film dari proses syuting yang dibawa ke festival bergengsi dunia tersebut. Dari potongan film yang syutingnya baru selesai Juni lalu, akhirnya Sony Pictures Worldwide membeli hak distribusinya untuk wilayah Amerika dan resmi berganti nama dari “Serbuan Maut” menjadi “The Raid”. Sejak saat itulah nama Gareth Evans, Iko Uwais, dan Yayan Ruhiyan disebut-sebut sebagai aktor utama di balik kesuksesan film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketertarikan Evans akan film laga ini sudah terlihat dalam film sebelumnya, “Merantau”. Film yang juga dibintangi Iko Uwais ini menampilkan aksi pencak silat yang menjadi koreografi utama film tersebut. Nasib pemutaran “Merantau” berbeda jauh dengan “The Raid”. “Merantau” tayang di Indonesia tahun 2009 dan hanya bertahan beberapa minggu saja di layar bioskop. Kemudian , Evans membawa film ini ke Amerika, dan tidak disangka berhasil meraih penghargaan Action Fest 2010 di Asheville, North Carolina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat titik cerah untuk film laga Indonesia, Evans makin memantapkan untuk menggodok film berikutnya. Berkolaborasi dengan Iko yang memang atlet pencak silat dan Yayan, menjadikan “The Raid” sebagai film laga berciri khas pencak silat. Unsur yang sangat Indonesia inilah yang menjadikannya bersinar dan terlihat unik. Meskipun banyak adegan baku tembak penuh darah dalam film ini, setiap aktornya menampilkan kemampuan akting laga, terutama adegan berkelahi dengan tangan kosong. Dari mulai adegan pertama, Iko terlihat menampilkan kemampuannya sebagai master Pencak Silat sampai sepanjang 101 menit kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ebVVteIa9xg/TssQXAGlIiI/AAAAAAAAAdU/29oxSRo6rSI/s1600/Raid%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ebVVteIa9xg/TssQXAGlIiI/AAAAAAAAAdU/29oxSRo6rSI/s320/Raid%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677649742581277218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penayangan perdana “The Raid” membuktikan kalau publik Indonesia begitu haus dan tertarik pada film Indonesia berkualitas. Meskipun disutradarai oleh filmmaker asal Inggris, kru dan pemain dalam film ini 90% merupakan warga lokal. Jadi, kita bisa dengan bangga mengatakan “The Raid” merupakan salah satu karya film Indonesia yang menjanjikan. Di depan 500 penonton yang beruntung menyaksikan film ini untuk pertama kali, terlihat optimisme dan juga pujian-pujian yang dilontarkan termasuk oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, yang ikut menonton dan memuji kerja keras kru serta pemain dari film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu penasaran dengan film yang mendapat rating 8.6 di forum dan situs film internasional ini? Nampaknya harus cukup sabar sampai pertengahan tahun depan. Awalnya film ini dikabarkan akan tayang Februari 2012 mendatang, tetapi kabar baru berhembus katanya baru awal April film ini bisa ditayangkan serentak di tanah air. Well, it’s worth to wait!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also posted in FIMELA.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-5925341303894420482?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/5925341303894420482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=5925341303894420482' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5925341303894420482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5925341303894420482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/11/raid-menghadap-penonton-indonesia-di.html' title='The Raid : Menghadap Penonton Indonesia di Penutupan INAFFF'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_yygRQkER_U/TssQX3YIH7I/AAAAAAAAAdo/4NC1CgmPFAs/s72-c/Raid%2B200x200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-4499512502980473468</id><published>2011-11-18T00:46:00.000-08:00</published><updated>2011-11-21T01:04:07.880-08:00</updated><title type='text'>Adam Liaw: The Authenticity Over Two Kitchens and Two Continents to Finally on One Plate.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-TjeUiMMNRi4/TsYcOycQtcI/AAAAAAAAAcg/tVVlO1kIDh4/s1600/Adam%2Bport.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-TjeUiMMNRi4/TsYcOycQtcI/AAAAAAAAAcg/tVVlO1kIDh4/s320/Adam%2Bport.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676255420731143618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam Liaw datang ke Jakarta untuk mendemokan dan menyajikan masakannya tanggal 18 dan 19 November 2011. Terbang langsung dari Sydney, Adam langsung menuju Portico dan mengecek kelengkapan dapur dan tim yang akan membantunya memasak. Untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Jakarta, Adam cukup excited melihat publik Jakarta yang sudah penasaran dengan tiga menu yang akan disajikan, Tuna Tartare dengan Yuzu Jelly, Wasabi Avocado Cream, Pink Peppercorn dan Garlic Crisp. Untuk main coursenya ada pilihan Roasted Seabass atau Tea Smoked Lamb dan tak lupa makanan penutup spesial es krim truffle yang akan diolah dengan Strawberry Custard dan meringue. Untuk persiapan menyajikan menu tergolong cepat, Adam hanya punya waktu kurang dari lima minggu termasuk untuk menyediakan beberapa bahan yang dibawa langsung dari Australia. Bagi Adam bisa memasak dan menyiapkan hidangan otentiknya adalah bentuk kecintaannya pada kuliner. “You should put your feeling on a plate,” ungkapnya tentang bagaimana ia memasak dengan hati dan bisa menunjukkan bagaimana ia menunjukkan identitasnya sebagai koki. Layaknya seni, memasak seperti membuat sebuah desain yang bisa dinikmati rasa dan penampilannya yang cantik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam yang sudah memasak sejak masa remaja, nampaknya harus berterimakasih pada sang nenek yang menjadi guru sekaligus inspirasi memasaknya. Sang Nenek yang berusia 85 tahun adalah tipikal seorang nenek yang sering memarahinya di dapur. Pasca kesuksesannya di Masterchef, tentu ia tidak akan menyesal dengan segala kitchen-chaos yang dialaminya bersama sang nenek. Sampai sekarang, ia selalu menyempatkan diri mengunjungi neneknya di Adelaide dan setiap Adam berkunjung sang nenek akan membuat masakan spesial sesuai permintaan Adam. “My grandma’s chicken rice is my favorite. If you give me three ingredients; chicken, rice and ginger then I could cook chicken rice and eat it everyday!” katanya sambil tertawa renyah.&lt;br /&gt;Selama satu tahun berjuang di Masterchef, penghargaan terbesar Adam akhirnya ia bisa menerbitkan buku pertamanya Two Asian Kitchens yang dalam waktu dekat juga akan diterjemahkan ke bahasa Belanda. Menulis buku masakan ini merupakan proses yang menyenangkan bagi Adam, “Everyone who cook must like to publish a cookbook.” Adam mengingat kisah tentang buku favoritnya yang ia beli di pasar loak Tokyo, ia membeli sebuah buku tentang masakan ala California di era 50-an. Saat itu yang ada di pikiran Adam, masakan tahun di tahun itu hanya berkisar hot dog atau burger, ternyata mereka saat itu sudah mengenal char siew, sushi, teriyaki. “But frankly, I never cook anything from that book.” &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-NSRuzbp-lE8/TsYc8RfSW7I/AAAAAAAAAc4/rmBMOEqT46Y/s1600/Adam%2B200x200.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 229px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-NSRuzbp-lE8/TsYc8RfSW7I/AAAAAAAAAc4/rmBMOEqT46Y/s320/Adam%2B200x200.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676256202159446962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman bersama kontestan Masterchef memang bukan drama reality show yang menunjukkan bagaimana mereka saling memaki di dalam dapur atau juri-juri membentak kontestannya dengan ‘F-word’. Tinggal bersama hampir satu tahun lamanya, kedekatan Adam dan kontestan lain terutama Callum masih terjaga sampai saat ini. Kalau mau kilas balik, Adam mengaku momen terbaiknya terjadi bukan saat ia diumumkan jadi pemenang Masterchef Australia musim kedua. “Setelah seharian memasak, kami biasanya menikmati sisa hari di balkon rumah mengobrol dan bercanda. Saat itulah momen terbaik yang membuat kami sangat dekat. Sebaliknya, momen menyedihkan setelah pressure test harus menebak siapa kontestan yang harus pulang.” “Begitu dekat dan akrabnya,kami tidak menganggap sesama kontestan adalah kompetitor, salah satu dari kami menang bukan karena salah satu memasak lebih baik dari lainnya.” ucapnya. Baru-baru ini, Adam menghabiskan waktu bermain futsal bersama Callum di liga futsal kampus, “We lost, 7-0!” katanya dengan ringan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-OxpcPdaszoo/TsYc8d1lLsI/AAAAAAAAAcw/OMaj_sgmA68/s1600/ADam%2Bport%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-OxpcPdaszoo/TsYc8d1lLsI/AAAAAAAAAcw/OMaj_sgmA68/s320/ADam%2Bport%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676256205474180802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rencana besar selanjutnya adalah pembukaan restorannya di Sydney. Setelah mengembangkan restoran Izikaya di Jepang yang akan dibuka dalam bulan ini, Adam akan membuka restoran yang juga menjadi ambisinya sejak lama, “We already got almost everything, the chefs, the menu, the design but not the place yet.” Bocorannya, Adam akan membuat restoran tersebut bergaya klasik Jepang berpadu dengan modern-art dan siap dibuka bulan Februari 2012 mendatang. Baginya, atmosfir juga penting agar suasana menikmati makanan akan lebih menyenangkan. Di sisa tahun 2011 ini, Adam akan menikmati perjalanan kuliner yang membawanya keliling dunia dan memperkaya pengalaman serta citarasa. “I’m more adventurous on food now after Masterchef than when I was younger.”Adam juga sudah menyiapkan reuni keluarga besar Natal mendatang di Bangkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-HwtWFFXLxeA/TsYc8syOg5I/AAAAAAAAAdM/NX5GfDaOKSg/s1600/PB171230.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-HwtWFFXLxeA/TsYc8syOg5I/AAAAAAAAAdM/NX5GfDaOKSg/s320/PB171230.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676256209486644114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Published exclusively for FIMELA.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-4499512502980473468?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/4499512502980473468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=4499512502980473468' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4499512502980473468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4499512502980473468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/11/adam-liaw-authenticity-over-two.html' title='Adam Liaw: The Authenticity Over Two Kitchens and Two Continents to Finally on One Plate.'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-TjeUiMMNRi4/TsYcOycQtcI/AAAAAAAAAcg/tVVlO1kIDh4/s72-c/Adam%2Bport.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-2318123159262103463</id><published>2011-11-13T19:07:00.000-08:00</published><updated>2011-12-15T20:56:30.308-08:00</updated><title type='text'>Mui Ne: There's No Such A Trip With No Drama</title><content type='html'>Ternyata butuh waktu lama meneruskan catatan perjalanan Vietnam Oktober lalu. Baiklah, mari kita lanjutkan ceritanya, sekarang saya mau sedikit berbagi perjalanan ke Mui Ne yang jaraknya sekitar 5 jam lewat perjalanan darat.&lt;br /&gt;Awalnya kami bertiga sempat berpikir akan menghabiskan 5 hari di Vietnam hanya di Saigon karena perjalanan pindah kota tidak memungkinkan dilakukan dalam sehari-dua hari saja. Tentunya berkunjung ke Halong Bay di Hanoi atau pantai cantik di Da Nang juga menarik sayang waktunya terbatas. Akhirnya kami mencoba realistis (dan nekat) untuk mengunjungi Mui Ne tanpa harus bermalam di sana. Menuju ke Mui Ne ada 2 opsi moda transportasi, bisa bus atau kereta. Keduanya merupakan transportasi tidur yang artinya sepanjang perjalanan bisa dihabiskan untuk tidur dan kursi yang disediakan adalah kursi tidur yang nyaman. Kami memilih naik bus dengan tiket $5 sekali jalan. Hanya ada dua pilihan waktu untuk berangkat dan pulang. Dari Saigon kami memilih berangkat jam 8 pagi dan sampai sana jam 2 siang. Untuk menghemat waktu dan penginapan, kami memilih pulang kembali ke Saigon jam 2 pagi di hari berikutnya. Tentu dirasa cukup menghabiskan waktu nyaris dua belas jam menyusuri berbagai atraksi di Mui Ne. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-tLaMPHiR4Zc/TsHSMu9AhtI/AAAAAAAAAbQ/YuNC4NnIbBE/s1600/MN%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-tLaMPHiR4Zc/TsHSMu9AhtI/AAAAAAAAAbQ/YuNC4NnIbBE/s320/MN%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675048121667716818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sleeper Bus&lt;br /&gt;Mui Ne dikenal sebagai salah satu desa nelayan penghasil ikan dan udang sebagai komoditi utamanya. Hasil olahannya berupa minyak dan kecap ikan termasuk popular dikonsumsi oleh masyarakat Vietnam. Jadi, jangan heran ketika nanti ke Mui Ne di sepanjang jalannya bau amis ikan begitu terasa karena mereka mengeringkan udang rebon di jalan raya yang dilewati orang dan kendaraan. Fishing  village juga dijadikan salah satu tourist attraction di Mui Ne bersama dua tujuan utama saya saat itu, Red Sand Dunes dan White Sand Dunes. Kedua bukit pasir tersebut sepeerti member kekontrasan nuansa pantai dan laut di Mui Ne. Saya yang selama ini belum pernah ke padang pasir tentu sangat excited dengan perjalanan ini. Perjalanan mengelilingi Mui Ne kami tempuh dengan jip sewaan beserta supirnya yang merangkap sebagai guide. Namanya Khan, dia cukup fasih berbahasa Inggris. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-OExdlQ5yWhc/TsHSM-JPtuI/AAAAAAAAAb0/Mtz1lXclkLw/s1600/MN%2B4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-OExdlQ5yWhc/TsHSM-JPtuI/AAAAAAAAAb0/Mtz1lXclkLw/s320/MN%2B4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675048125745575650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The Jeep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kami melewati Fishing Village yang dipenuhi para nelayan yang sedang mengumpulkan hasil tangkapannya. Kami tidak bisa turun melihat kapal-kapal dan ikan nelayan lebih dekat lagi tetapi hanya mengambil foto-fotonya. Selanjutnya kami menuju Fairy Stream, yaitu sungai yang dikelilingi tebing layaknya Grand Canyon. Kita bisa menyusuri sungai yang panjangnya 500-an M ini. Fairy Stream ini bukan salah satu itinerary kami dan kami tidak siap menyusuri sungai dengan dress ala pantai dan sandal jepit. Akhirnya atraksi yang satu ini kami lewatkan dan langsung menuju White Sand Dunes.  Dalam waktu 20 menit akhirnya sampai juga di bukit pasir putih itu dan baru dari jauh saya sudah terpana melihatnya. Bukit pasir ini benar-benar berada di tengah dan puncak bukitnya terasa begitu dekat dengan matahari. Kita bisa jalan kaki mengitari bukit pasirnya tetapi untuk mencapai puncak harus naik oto-moto. Oto-moto ini bentuknya seperti motor mainan yang digerakkan dengan baterai. Satu oto-moto besar bisa berisi 4 orang termasuk pengemudinya. Tanpa safetybelt dan pegangan motor yang layak, guncangan di oto-moto makin terasa menegangkan apalagi pengemudinya kami yakin masih di bawah 17 tahun! &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-vnLsYHGqWVg/TsHSMu2S8GI/AAAAAAAAAbY/D-PU-JhdvcM/s1600/MN%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-vnLsYHGqWVg/TsHSMu2S8GI/AAAAAAAAAbY/D-PU-JhdvcM/s320/MN%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675048121639563362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menaiki undakan bukit pasir itu benar-benar menukik tajam dan curam. Tak sadar kami bertiga berteriak layaknya naik jetcoster dan berpegangan kencang satu sama lain. Belum selesai rasa deg-degannya, melihat pemandangan White Sand Dunes  ini seperti membawa kami ke lokasi syuting film The Prince of Persian atau Sex and The City 2 dengan pemandangannya yang breathtaking. Hanya kami berempat yang berada di puncak bukit pasir dan terasa begitu dekat dengan matahari. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-94ybiMvThzw/TsHSMq2RiAI/AAAAAAAAAbg/a2rz_NlBzJ0/s1600/MN%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-94ybiMvThzw/TsHSMq2RiAI/AAAAAAAAAbg/a2rz_NlBzJ0/s320/MN%2B3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675048120565729282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas berjemur, kami kembali ke jip dan menuju Red Sand Dunes, bukit pasir yang tampak cantik saat sunset.  Warna pasir yang cokelat kemerahan seperti menyatu dengan langit yang mulai memerah saat matahari terbenam. Berbeda dengan White Sand Dunes yang lebih menampakkan cerahnya, suasana di Red Sand Dunes membawa kami lebih dalam pada suasana tenang dan sedikit romansa.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-IZ6LKG5theQ/TsHSNbkUV9I/AAAAAAAAAb8/QrcjtBPXK8k/s1600/MN%2B5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-IZ6LKG5theQ/TsHSNbkUV9I/AAAAAAAAAb8/QrcjtBPXK8k/s320/MN%2B5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675048133643753426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kembali ke pantai sebelum matahari benar-benar terbenam dan kami sempat menyaksikan matahari benar-benar terbenam. Suasana di pantai ini relatif sepi karena kebanyakan turis lebih memilih bersantai di cottage atau resort yang mereka sewa yang lokasinya tepat di pinggir pantai. Makin malam, kami menyusuri pantai menuju restoran seafood sepanjang pantai. Hanya dengan 100.000 D seporsi grilled scallop, kami santap bertiga lengkap dengan sayuran, nasi dan bir dingin.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-847mNaEz5T0/TsHYW4fAvmI/AAAAAAAAAcM/lcoBxsILaQw/s1600/MN%2B6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-847mNaEz5T0/TsHYW4fAvmI/AAAAAAAAAcM/lcoBxsILaQw/s320/MN%2B6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675054893094714978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Beach and The Bitches &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Menjelang jam 9 malam kami mulai mencari tempat untuk nongkrong sambil menikmati malam di Mui Ne. Nah, di sinilah drama dimulai. Suasana di Mui Ne tidak seramai yang kami bayangkan, jalanan termasuk sepi dan turis tidak banyak berkeliaran. Padahal hari itu merupakan akhir pekan, akhirnya kami memilih duduk di kafe dekat dengan tempat kami akan naik sleeper bus nanti. Dengan lampu yang sedikit-sedikit mulai dimatikan, kami tidak menemukan kafe tersebut ternyata lampu penanda sudah dimatikan dan kafe sudah tutup. Bingung memilih tempat lain, akhirnya pilihan jatuh ke kafe di sebelahnya. Setelah menikmati cemilan dan bonus wifi gratis sampai tengah malam, kafe itu tutup tepat jam 12 malam. Tentu saja kami bingung, masih ada 1 jam 30 menit lagi untuk menunggu kedatangan bis malam kembali ke Ho Chi Minh City. Kami sudah mulai diusir dan waitressnya menyuruh kami menunggu di kafe sebelah yang ternyata masih sister company. Akhirnya kami menunggu di kafe yang super gelap tanpa lampu dan di sana tidak ada pengunjung lain selain 2 penjaga kafe yang sedang nonton tv, tentunya dalam gelap. Akhirnya dengan modal wifi dan batere smart phone masing-masing, kami bertahan untuk tidak mati gaya dan serangan nyamuk yang bertubi-tubi. Beberapa menit menjelang 01.30, kami mulai awas dengan bus-bus yang melintas di depan kafe. Di tengah kami mencoba mengawasi bus yang lewat,mendadak hujan deras turun plus petir. Jujur, saat itu ada sedikit kecemasan dan membuat suasana makin mencekam di tengah kota Mui Ne yang benar-benar sepi. Mengingat perjalanan menuju HCMC yang lumayan lama, saya merasa harus ke toilet sebelum bis datang. Ditemani Idha akhirnya kami ke toilet yang berada di belakang kafe. Melihat lorong menuju toilet, mendadak nyali kami ciut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lorong menuju toilet berada di semi-outdoor, di kiri lorong ada beberapa wastafel lengkap dengan kaca, di kanan ada ruangan yang pintunya terbuka tanpa lampu, pintu kamar mandi hanya terbuat dari rumbai-rumbai seperti rok penari hula-hula yang dipasang di atas posisi pintu. Sebelum kepala saya membayangkan kejadian di film-film horror Asia akhirnya niat ke toilet dibatalkan. Waktu sudah menunjukkan pukul 01.30, mulai banyak bis-bis yang lewat depan kafe tetapi belum ada yang berhenti di depan tour yang posisinya tepat di depan kafe. Kami mulai khawatir ketika sampai 15 menit menuju jam 2 belum ada juga bus yang menjemput. Akhirnya saya menelpon hotel kami di HCMC yang memesankan tiket bus malam ini. Sambil menunggu konfirmasi, kami menunggu di pinggir jalan di tengah hujan. Kami perlahan-lahan jalan mencari tour yang masih buka, tiba-tiba ada seorang pria lokal mendekati kami dan bertanya-tanya dalam bahasa Vietnam. Kami pelan-pelan menjauh karena khawatir ia berniat jahat, sampai akhirnya dia berbicara bahasa Inggris bertanya “Are you waiting for the bus?” barulah kami berani menjawab “Yes, what time they arrive?” Ia pun melihat jam dan ia pun kaget, “Wow, it’s too late…” Sontak muka kami pun ikut kaget dan langsung ketakutan tidak bisa kembali ke HCMC. Menurut info, bus hanya datang jam 2 pagi dan 2 siang keesokan harinya, padahal flight kami ke Jakarta jam 8 malam keesokan harinya. Dengan waktu tempuh 5-6 jam, kalau baru berangkat jam 2 siang dari Mui Ne tentu kami akan ketinggalan pesawat. AKhirnya kami memutuskan kembali ke kafe dan saat kami masih berdiri di pinggir jalan, kantor tur di depan kafe mendadak menyala lampunya dan terlihat ada sosok pria muncul dari dalam tur. Kami sontak bergegas lari ke pintu tur dan menggedor-gedor sampai ia membuka pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama, orang dari hotel menelpon dan mengatakan bus akan datang tapi ia tidak bisa memastikan jam berapa. Ia hanya meminta kami menunggu di kafe tersebut. Saya tidak terima disuruh menunggu untuk waktu yang tidak jelas, saya pun menyuruh dia berbicara dengan orang di kantor tur. Ternyata si orang tur tidak mau berbicara dengan orang hotel di telpon, ia malah sibuk menelpon juga. Katanya ia menelpon supir bus malam. Suasana makin chaos karena si orang tur mengusir Idha dan Ucy dari kantornya, “Get out from my office, I don’t want you here!” Begitu katanya. Tentu saja dua teman saya marah, saya pun dengan orang di telepon. Di tengah-tengah kekisruhan ini, datanglah bus malam yang ditunggu. Langsung saya matikan telepon dan masuk ke dalam bus. Saat itu jam sudah menunjukkan jam 02.20, busnya telat 50 menit!! Kami pun masuk dan ternyata, bus malamnya penuh dan tidak ada bangku tersedia. Oh well, melihat semua penumpang sudah terlelap saya Cuma berharap bus ini membawa kami kembali ke HCMC. That’s it! Untungnya, supir bus membangunkan orang-orang yang kami rasa adalah kru bus dan kami bisa menempati bangku kami. Akhirnya, rasa deg-degan itu kami bayar dengan lelap selama perjalanan pulang ke HCMC. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, ada notes sendiri buat saya setelah perjalanan Mui Ne ini:&lt;br /&gt;* Untuk menghindari hal-hal yang di luar dugaan memang sebaiknya menghindari bepergian di atas jam 12 malam, seaman apapun kota tersebut. Worst come to worst you have to prepare stay over a night for my case. &lt;br /&gt;* Know your trip partner! Beberapa orang bisa cuek dalam situasi tidak terduga, berakhir tidur di pantai atau begadang semalaman tidak masalah. Pastikan mengenal karakter partner apalagi jika menghadapi worst case situation.&lt;br /&gt;* I don't underestimate woman traveler,because i'm a woman too but yet i admit traveling with women is not that easy. So ladies, don't make hard on yourself. Be flexible and easy when you're traveling with limitation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The edited version with less drama also published on AREA Magazine or click http://bit.ly/txB3D1 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-2318123159262103463?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/2318123159262103463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=2318123159262103463' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2318123159262103463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2318123159262103463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/11/mui-ne-theres-no-such-trip-with-no.html' title='Mui Ne: There&apos;s No Such A Trip With No Drama'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-tLaMPHiR4Zc/TsHSMu9AhtI/AAAAAAAAAbQ/YuNC4NnIbBE/s72-c/MN%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-3744683369142154575</id><published>2011-11-13T18:44:00.000-08:00</published><updated>2011-11-13T18:59:33.892-08:00</updated><title type='text'>Immortals : Reversi Hidup dan Mati dalam Keabadian</title><content type='html'>Musim festival film di Indonesia kembali hadir di bulan November ini apalagi untukpecinta film fantasi, horor, thriller dan sci-fi. INAFFF alias Indonesia International Fantasy Film Festival resmi dibuka Jumat lalu tepat di tanggal cantik 11-11-11. Sebagai pembuka yang cantik juga, film Immortals hadir bersamaan denga pemutaran resminya di Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dO7_1r2KVDM/TsCDr24LANI/AAAAAAAAAas/byJjVZ_nJw8/s1600/INAFFF.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dO7_1r2KVDM/TsCDr24LANI/AAAAAAAAAas/byJjVZ_nJw8/s320/INAFFF.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674680319975555282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Immortals adalah film terbaru karya Tarsem Singh yang sebelumnya dikenal sebagai sutradara The Fall dan The Cell. Mengangkat kisah Theseus seorang dari kelompok rakyat jelata yang menjadi saksi ketidakadilan Raja Hyperion. Hyperion melakukan pembantaian massal sebagai bentuk amarahnya pada para dewa dan pencarian busur Epirus. Keberadaan Epirus hanya bisa ditemukan lewat penglihatan peramal yang masih perawan dan dilindungi oleh kuil setempat. Di tengah kekacauan yang terjadi, Theseus berusaha menjadi pemimpin kelompoknya setelah melihat sendiri ibunya tewas dibunuh di depan matanya oleh kaki tangan Hyperion. Ia juga mendapat penglihatan bahwa dialah yang dipilih Zeus untuk terus berjalan melawan Hyperion dan mempertahankan kelompoknya. Di tengah perjalanannya, Theseus juga bertemu peramal suci, Phaedra yang perlahan-lahan memberikan petunjuk di mana lokasi Epirus itu. Theseus pun berkejaran dengan waktu dan tentara Hyperion yang jumlahnya berkali-kali lipat untuk mencari Epirus dan mempertahankan diri dari kekejaman Hyperion. Belum lagi ancaman akan dilepaskannya Titans yang tentu akan membuat kekacauan baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-CgQ7KKVRVNE/TsCDsEVWaaI/AAAAAAAAAa4/hgKuIfAwubM/s1600/IM%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-CgQ7KKVRVNE/TsCDsEVWaaI/AAAAAAAAAa4/hgKuIfAwubM/s320/IM%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674680323587598754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singh menampilkan kisah patriotik seorang anak dari rakyat jelata yang diberi kekuatan dan dipercaya oleh dewa-dewa bisa menyelamatkan kekacauan. Sebagai dewa yang konon dipercaya punya kekuatan untuk hidup abadi, mereka merasa berkewajiban berada di sisi manusia untuk menjaga kelanjutan hidup mereka yang tidak abadi. Ada rantai kehidupan yang mencoba diuraikan dalam Immortals, ketidakpercayaan Hyperion akan eksistensi para dewa membuatnya melakukan apapun agar para manusia akhirnya menggantungkan hidupnya pada Raja Hyperion seorang. Dengan membunuh rakyatnya terutama yang pria dan menyisakan para perempuan muda baginya, itu membuat eksistensi Raja Hyperion akan terus ada sampai generasi mendatang. Ia menjadikan dirinya abadi secara gen dan keturunan, berbalik dengan masyarakatnya yang ia sisa dan dibiarka mengabdi tanpa tahu kapan Hyperion memutus takdirnya untuk mati atau tidak. Dalam pencarian Epirus, keambisiusan Hyperion mempertemukan prajuritnya dengan Theseus yang hadir layaknya titisan dewa Zeus dan juga dibantu penglihatan oleh Phaedra. Theseus sendiri sebenarnya tidak punya kekuatan khusus yang membuatnya begitu kuat, ia hanya mencoba menyusun puzzle satu persatu demi menemukan cara mengumpulkan kelompoknya melawan kebengisan Hyperion agar tidak berlanjut lebih lama lagi. Kekuatan utamanya justru berasal dari amarah yang dipupuk menjadi kebencian sebagai masyarakat kelas tiga yang dibuang akibat dianggap sebagai sampah. Kebenciannya itu ditemukan Zeus sebagai kekuatan yang bisa digunakan para dewa untuk menggiring manusia mempertahankan kelompoknya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ZlXbEdFHsGs/TsCDsb0QX7I/AAAAAAAAAbE/GZYVhhjrtQw/s1600/IM%2B1.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZlXbEdFHsGs/TsCDsb0QX7I/AAAAAAAAAbE/GZYVhhjrtQw/s320/IM%2B1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674680329891241906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lewat visualisasi yang ditampilkan, Immortals benar-benar mencirikan karya Singh dan mencoba mengingatkan kembali film-filmnya terdahulu. Sebagai film yang mengangkat kisah dewa mitologi Yunani, warna dalam film ini terasa begitu kontras antara emas yang menggambarkan kemewahan dan posisi tinggi sebagai dewa dalam kostum Zeus, Athena, dan Poseidon. Begitu berbeda dengan karakter-karakter jelata Theseus dan kawanan prajuritnya yang dekat dengan warna kelam dan lusuh. Para peramal juga berikan tahta warna merah sebagai penanda kedudukan mereka yang disucikan dan berbeda dengan rakyat jelata. Kontrasnya warna ini sebagai penanda kedudukan tergambar saat Theseus dkk yang baru selesai berjalan jauh dan kelelahan istirahat di pinggir kolam berwarna putih bersih lalu muncul para peramal yang mengenakan kostum merah yang menutupi seluruh tubuh dan wajah mereka. Di situlah pertama kali keduanya bertemu dalam satu tempat yang sama tanpa memandang siapa yang lebih tinggi kedudukannya. Para dewa tidak digambarkan muncul dalam satu adegan bersama dengan jelata atau peramal tetapi di saat pertarungan dengan Titans yang menampilkan bagaimana pada akhirnya dewa-dewa tersebut tidak bisa mempertahankan keabadian mereka sebagai yang memberikan harkat hidup pada manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggambaran dewa-dewa Yunani di film ini mungkin sedikit berbeda dari mitologi yang dikenal luas oleh masyarakat, mereka akhirnya berjuang sendiri sebagai individu. Bukanlah mereka yang menjaga manusia, the mortals untuk tetap berdiri sebagai the immortals tetapi pada satu titik mereka bergantung pada manusia. Seperti yang dikatakan Theseus, pada akhirnya kematian akhirnya membuat manusia menorehan cerita sejarah dan membuatnya diingat oleh kaumnya untuk selamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-3744683369142154575?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/3744683369142154575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=3744683369142154575' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3744683369142154575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3744683369142154575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/11/immortals-reversi-hidup-dan-mati-dalam.html' title='Immortals : Reversi Hidup dan Mati dalam Keabadian'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dO7_1r2KVDM/TsCDr24LANI/AAAAAAAAAas/byJjVZ_nJw8/s72-c/INAFFF.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-4476250377908713756</id><published>2011-10-30T17:09:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T18:49:54.510-07:00</updated><title type='text'>To Finally Catch Your Dream Is One of The Hardest Thing</title><content type='html'>Zaman SMP saya suka berorganisasi, mulai dari OSIS di SMP Al-Azhar Pejaten, eskul seni dan kepanitiaan acara di sekolah saya tersebut saya ikuti. Hasilnya menyenangkan dan membanggakan, acara-acara seperti Alpen Cup dan LDKS bisa tercapai atas usaha keras segelintir anak SMP yang ambisius saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman SMA saya lebih mencintai menari tradisional sebagai hal baru yang saya coba saat itu dan menerbangkan tim kami berisi tiga puluh orang itu ke Festival de la Collina di Itali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman kuliah makin terbuka lebar kesempatan dan pilihan pun beragam. Mulai dari menjadi marketing di majalah kampus, salah satu penari tradisional, atau organisasi yang lebih serius dan cenderung politis sempat menarik perhatian saya. Namun hanya satu yang kala itu benar-benar mencuri hati saya. Radio kampus RTC UI FM adalah jurusan saya saat itu. Merangkap jadi marketing and communication, public relation dan produser makin membangkitkan gairah saya di dunia radio. Kesempatan mengenal radio swasta makin terbuka, kami sempat berkunjung ke beberapa radio swasta Mustang FM dan Trax FM Jakarta. Saya melihat bagaiman kalau saya bisa bekerja di dunia radio yang menyenangkan dan menghidupi. Melihat bagaimana sisi jurnalistik saya pun bisa terasah dan nantinya sekaligus mempromosikan radio itu sendiri. Saat menginjakkan ke dua radio besar dan menambah ilmu broadcasting seperti mendorong keinginan saya yang dulu sempat terkubur saat mau memilih jurusan kuliah broadcast journalism dan beralih ke sastra Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, mimpi memang menyenangkan untuk dilakukan. Berandai-andailah saya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang empat tahun di kampus, tiga tahun di radio kampus, saya masih tergoda mencicipi kegiatan lain di luar kampus. Di mulai saat menjadi volunteer JIFFEST 2007, saya tersentak dan ingat obrolan menjelang ujian lulus SMA. Saya ingat waktu saya memilih jurusan dan kampus untuk kuliah. Selain jurusan komunikasi UI, pilihan saya waktu itu adalah IKJ jurusan film. Banyak kontroversi saat itu kebanyakan seputar ospek dan izin orangtua yang saat itu masih memandang sekolah seni sebelah mata. Untungnya orangtua saya saat itu mengizinkan dan saya mencoba mengumpulkan mental untuk segala ospeknya. Sayangnya, impian itu gagal diwujudkan saat pengumuman SPMB yang meloloskan saya jadi salah satu mahasiswi fakultas ilmu budaya UI. Bye bye IKJ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--yUsTKFps90/Tq35PSkt-QI/AAAAAAAAAZM/dc1sqt9EgoA/s1600/JF.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--yUsTKFps90/Tq35PSkt-QI/AAAAAAAAAZM/dc1sqt9EgoA/s320/JF.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669461547008522498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, pasca bergabung di JIFFEST dan bertemu banyak orang-orang di bidang film saya jadi terpacu lagi untuk menempa impian saya yang dulu. Tidak berhenti, setelah itu sederet volunteer festival film saya ikuti untuk mendekatkan diri dengan industrinya dan pastinya menambah ilmu. Europe On Screen, Festival Film Pendek Konfiden, V-Film Festival, dan pastinya JIFFEST tahun berikutnya. Lepas kuliah, mulai memikirkan pekerjaan, entah kenapa pekerjaan film tidak muncul dalam benak saya. Sempat tawaran bergabung di salah satu perusahaan film terbesar datang di bulan ke lima saat saya baru jadi produser di Cosmopolitan FM, tentunya saya tolak karena masih terikat kontrak. Tawaran kembali datang dari salah satu teman di JIFFEST untuk menjadi koordinator, kembali saya tolak karena pekerjaan itu hanya temporal. Makin lama menjadi radioslave, tanpa saya sadar saya coba mengimbangi dengan berbagai kegiatan film yang saya ikuti. Hanya dari sekadar rutin menghadiri festival fil (untuk nonton tentunya) sampai mencoba berkontribusi menulis di beberapa media film. Jalan ternyata tidak mulus, tidak semua sukses dijalani seiring dengan pekerjaan tetap saya. Mulailah saya bertanya pada diri sendiri, what actually you wanna do in life?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-oHIJUFrMFp8/Tq35P-qYLSI/AAAAAAAAAZk/CDnzg6J7ZPw/s1600/KF.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 237px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-oHIJUFrMFp8/Tq35P-qYLSI/AAAAAAAAAZk/CDnzg6J7ZPw/s320/KF.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669461558843419938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu inspirasi :)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tanpa dorongan yang kuat ternyata sulit menemukan jawabannya. Tidak mudah menemukan jawaban kalau ternyata saya mau terlibat dalam sebuah diskusi film yang kadang begitus serius atau bahkan hanya obrolan warung kopi, ternyata saya mau membagi ide-ide yang muncul setelah menonton satu film, ternyata saya mau ketika saya berbagi lewat tulisan atau wacana ada orang yang tergerak mau menonton film itu, ternyata saya mau orang tidak lagi mencela film-film Indonesia yang berkualitas tanpa menontonnya dulu, ternyata saya mau film lebih dihargai, ternyata saya mau mempromosikan film meskipun tanpa embel-embel komersial, ternyata saya begitu inginnya menjadi bagian dalam film itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-BD6Qf52JagI/Tq35Ph2kWiI/AAAAAAAAAZY/SNou3rVFHoI/s1600/JF2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-BD6Qf52JagI/Tq35Ph2kWiI/AAAAAAAAAZY/SNou3rVFHoI/s320/JF2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669461551109921314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-lE5NQyZI18c/Tq35QPkDYrI/AAAAAAAAAZs/7AL1i5HTd90/s1600/eos.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lE5NQyZI18c/Tq35QPkDYrI/AAAAAAAAAZs/7AL1i5HTd90/s320/eos.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669461563380294322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak kenyataan yang ternyata baru terbuka selama dua tahun bekerja di radio swasta. Bukan, bukannya saya merasa salah jalur menjadi budak radio. Saya mencintai pekerjaan saya menggodok program yang fresh dan mengedukasi, saya mencintai pekerjaan saya menghadirkan bintang tamu yang bisa memberikan insight baru ke pendegar, saya mencintai berada di keramaian, berbaur dan menyebarkan berita baik ke pendengar saya, saya mencintai pekerjaan saya yang dekat dengan musik yang saya sukai, saya mencintai pekerjaan saya yang selalu menuntut saya terus kreatif. Tidak pernah ada yang salah dalam motivasi kerja saya selama ini di MRA Broadcast Media ini. Satu hal saja yang tidak saya miliki selama ini, visi ke depan tentang apa keinginan saya. Saya tidak berambisi menjadikan show saya nomer satu di rating AC Nielsen, saya tidak berambisi menjadikan radio saya punya ratecard yang mahalnya menjulang dijadikan rebutan bagi pemasang iklan, saya tidak berambisi menjadi program director atau menduduki jabatan penting dalam perusahaan ini atau industri radio nasional. Visi saya tidak setajam itu di dunia radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin saya sadari saat kembali berada di lingkungan film blogger, penulis film, dan kritikus film. Saya mau berada di sana! Mungkin itu ambisi yang terlalu tinggi, but we never stop dreaming right? Akhirnya perlahan-lahan saya sadar, saya harus merangkak lagi dari bawah demi satu kata yang sedang populer, passion. Passion yang membuat saya menggebu-gebu tiap membicarakannya, yang membuat saya terpacu untuk belajar lebih, yang membuat saya tersenyum setelah menonton atau menulisnya, yang membuat saya berani meninggalkan hal-hal lain tanpa merasa sia-sia. Proses perjalanan itu sangat tidak mudah dan cepat, sempat saya merasa down karena merasa terlambat memulai semua dari awal. Tapi melihat hal baik yang terjadi pada orang lain, saya merasa masih sempat mengejar keterlambatan karena saya merasa punya semangat dan keinginan yang sama besarnya. I’ve worked on radio for years and i know it’s worthed to leave when it comes to film. Bukan berarti dua tahun yang sia-sia, tetapi visi yang lebih tajam akhirnya memanggil saya untuk memulai semua dari awal and it feels so effin’ good &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-4476250377908713756?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/4476250377908713756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=4476250377908713756' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4476250377908713756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4476250377908713756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/10/to-finally-catch-your-dream-is-one-of.html' title='To Finally Catch Your Dream Is One of The Hardest Thing'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--yUsTKFps90/Tq35PSkt-QI/AAAAAAAAAZM/dc1sqt9EgoA/s72-c/JF.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-1828191531896794377</id><published>2011-10-30T16:35:00.001-07:00</published><updated>2011-10-30T17:26:39.988-07:00</updated><title type='text'>Vanilla Sky on Owl City's Concert</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-n_KNpFn1arM/Tq3rF49vwSI/AAAAAAAAAZA/_lRoItdwFDY/s1600/Owl%2BCity%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 165px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-n_KNpFn1arM/Tq3rF49vwSI/AAAAAAAAAZA/_lRoItdwFDY/s320/Owl%2BCity%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669445992352563490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is your concert bucketlist?&lt;br /&gt;Ini daftar konser cita-cita saya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Postal Service&lt;br /&gt;Coldplay&lt;br /&gt;Feist&lt;br /&gt;MGMT&lt;br /&gt;Phoenix&lt;br /&gt;Owl City&lt;br /&gt;Ash&lt;br /&gt;Miike Snow&lt;br /&gt;Muse&lt;br /&gt;Boyzone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini hampir setengahnya sudah tercapai, dan saya baru saja mengurangi daftarnya lagi semalam.&lt;br /&gt;Yes, Adam Young a.k.a Sky Sailing a.k.a Swimming With Dolphins, Port Blue, Seagull Orchestra, Relient K, Matt Thiessen, Lights a.k.a Owl City konser di Jakarta 28 Oktober lalu. Penantian konser ini cukup lama dan menegangkan. Dia dibawa oleh promotor Java Musikindo, awalnya saya cukup sebal karena beberapa konser sebelumnya dengan promotor yang sama ternyata memakai sistim penjualan tiket yang bikin ribet dan melelahkan. Mereka menjual tiketnya lewat antrian di rumah sang empunya, Adrie Subono. Tentunya saya malas harus repot-repot antri dari subuh yang konon hanya ada limited tickets. Akhirnya tiga cara dicoba, minta tolong orang antri, beli di website JAVA dam beli di JakartaConcert.com. Alhamdulilah usaha berbuah dapat 2 tiket (ini versi singkat dan gak ada bagian marah-marah sama orang JAVA ya..:p). Dan..itu terjadi sudah dari bulan Mei! Yap, five months worth waiting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Long story short, last night was great, awesome and legend *wait fot it* dary concert! Dua puluh satu lagu dari empat album Of June, Maybe I’m Dreaming, Ocean Eyes dan All Things Bright and Beautiful selama hampir 75 menit tidak ada yang mengecewakan. Saya sempat menonton video mini concertnya saat di Filipina tahun lalu, terlihat sangat sederhana tanpa terlihat membawa band-nya. Kali ini, ia tampil full band lengkap dengan pemain cello dan biolanya yang terdengar layaknya orkestra. Membayangkan musisi bergenre electro dance pop bisa ditampilkan dengan full band yang sedikit memberikan kesan electro pop dan sentuhan orkestra memberi kepuasan tersendiri bagi saya. Dibuka dengan lagu “The Real World” disambung berturut-turut dengan “Cave In” langsung menghentak Tennis Indoor Senayan berisi 5000 penonton. Lagu ketiga langung membuat saya tersentak, “Hello Seattle” one of my favorite song was played early last night. In that moment, i was so happy that i wanna puke. Yeah, call me crazy and lebay :p. Sepanjang konser, Young memamerkan talenta memainkan beberapa instrumen musik seperti piano, drum, gitar, bass dan tentunya synth. Aransemen musik di beberapa lagu dibuat sedikit berbeda, di lagu “Fireflies” yang menjadi single andalannya, ia menambahkan suara serangga yang direkam live dan dijadikan bagian lagu tersebut. Intronya pun dibuat sedikit berbeda, lebih menghentak dan sedikit tidak tertebak. Lagu “Meteor Shower” yang hanya berdurasi dua menit juga dibuat sedemikian syahdu dengan lampu sorot yang membuat suasana terasa cocok dengan cuaca di luar setelah diguyur hujan. Layaknya konser kebanyakan, Young juga menghujani penonton yang kebanyakan berusia di bawah 20 tahun dengan kata-kata “I Love you!” “This is the best show!” “We love you Jakarta!” tentunya dijawab dengan teriakan histeria penggemar setia Young. Sebelum encore, Young silam setelah lagu “The Yacht Club” dan kembali dengan encore “How I Became The Sea” dan “If My Heart Was A House” sebagai penutup apik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-yw0BKAT8iTo/Tq3qymiIRXI/AAAAAAAAAY0/DUrq2e1KROI/s1600/OWLCITY.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-yw0BKAT8iTo/Tq3qymiIRXI/AAAAAAAAAY0/DUrq2e1KROI/s320/OWLCITY.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669445660987377010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun merasa aneh di antara lautan ABG yang kebanyakan masih diantar orangtua bahkan perlu digendong supaya bisa melihat aksi panggung Young dkk, saya menikmati konser yang sudah saya tunggu sejak dua tahun lalu. Ada sedikit pertanyaan sih dalam hati, selera musik siapa yang salah, saya atau penonton ABG ini? Ah, nevermind. Lepas dari anomali itu dan lagu favorit saya Dear Vienna, Strawberry Avalanche, On The Wing dan To The Sky yang alpa malam itu, this concert was tragically beautiful. I can still recall a goosebumps!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-1828191531896794377?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/1828191531896794377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=1828191531896794377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1828191531896794377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1828191531896794377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/10/vanilla-sky-on-owl-citys-concert.html' title='Vanilla Sky on Owl City&apos;s Concert'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-n_KNpFn1arM/Tq3rF49vwSI/AAAAAAAAAZA/_lRoItdwFDY/s72-c/Owl%2BCity%2B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-1635318529006484297</id><published>2011-10-18T08:41:00.000-07:00</published><updated>2011-10-18T10:23:27.625-07:00</updated><title type='text'>A Solo Runner, A Ladylike, and A Bolang In A 'Nguyen' Mission (part 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-0Wq8hDVWeoQ/Tp2r_bKN33I/AAAAAAAAAXs/JKbDbcUhNHI/s1600/IMG_1834.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-0Wq8hDVWeoQ/Tp2r_bKN33I/AAAAAAAAAXs/JKbDbcUhNHI/s320/IMG_1834.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664873012412669810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya terjadilah sudah rencana liburan ketiga tahun ini! Awalnya sempat merencanakan ke Chiang Mai, Thailand dengan beberapa calon partner liburan yang sempat berganti-ganti. Setelah pemikiran panjang secara itinerary dan finansial, tujuannya berubah menjadi Ho Chi Minh City alias Saigon bersama dua fellow-girlfriend, Idha dan Ucy. FYI, kita memang sudah berteman sejak kuliah, tapi liburan terjauh yang pernah saya tempuh dengan mereka hanya Bandung dan Anyer. Pastinya, muncul rasa deg-degan dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;excited&lt;/span&gt; secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-cUNGFnXPX1k/Tp2r9gHBhJI/AAAAAAAAAXI/TFIzMW2LsoM/s1600/IMG_1745.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-cUNGFnXPX1k/Tp2r9gHBhJI/AAAAAAAAAXI/TFIzMW2LsoM/s320/IMG_1745.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664872979381716114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;To have a trip with these two and coming back in one piece is priceless!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rencana liburan ini sudah ada sejak sekitar 3-4 bulan lalu, dengan bujet minimalis akhirnya sukses mendapatkan tiket Jakarta-Saigon-Jakarta hanya dengan 1 juta rupiah saja! Tentunya, dengan bujet airlines. Itinerary pun disusun sedemikian rupa supaya semua senang dan puas. Sedikit profil dua teman saya ini, Ucy itu adalah bolang alias bocah petualang di antara kelompok kami. Pemenang ACI Detik 2010 ini sudah sering keliling Indonesia untuk menikmati wisata alam terutama laut dan pantai. Nah, kalo Idha ini Queen Bee :p semuanya harus teratur dan jelas. Posisi saya sebenarnya ada di tengah-tengah, buat saya traveling itu perlu persiapan matang dan selama menjelajah alamnya bukan hiking, I'm on board! Mereka berdua sejauh ini belum pernah traveling solo sedangkan saya lebih banyak di grup kecil atau solo trip. Jadi kebayang lah bagaimana menggabungkan semua keinginan kita semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang perjalanan sampai tiba di HCMC sih tidak ada masalah, hostel ada di lokasi backpacker yang ramai dan dikenal, referensi dari hostelworld.com tidak jauh dari kondisi asli, dan suasana yang masih mirip Indonesia cukup memudahkan kami. Kota HCM sendiri adalah kota populasi terpadat di Vietnam meskipun bukan ibukotanya. Keadaannya tidak jauh berbeda dengan Jakarta terutama urusan trafficnya. Untuk menyebrang jalan perlu keberanian penuh dan kepercayaan diri. Motor-motor yang konon berjumlah 5 juta buah itu seperti tidak menaruh ampun pada pejalan kaki plus arus lalu lintas yang berkebalikan dari Jakarta sedikit bikin pusing. Transportasi umum di sana juga belum teratur layaknya Singapura atau Bangkok, jadi bagi turis hanya bisa mengandalkan bus, taksi, atau sejenis becak. Namun, prinsip utama saya ketika naik bis di negara yang tidak berbahasa Inggris adalah "Taking bus is the ultimate way to get lost" jadi opsi bus sudah pasti dihilangkan. Atas saran juga dari beberapa traveler yang sudah ke HCMC, sebaiknya manfaatkan fasilitas tur yang ada di hostel untuk menghemat waktu dan tenaga. Untungnya tur nya sendiri beragam dan harganya terjangkau. Kami pun sepakat mengambil tur untuk menikmati kota Saigon ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ooE61ge_t2k/Tp2r-FOCFGI/AAAAAAAAAXU/RtXzr78bGsI/s1600/IMG_1774.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ooE61ge_t2k/Tp2r-FOCFGI/AAAAAAAAAXU/RtXzr78bGsI/s320/IMG_1774.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664872989343224930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baca bismillah dulu kalo mau nyebrang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;City Tour ($8= 147.000d= Rp 75.000)&lt;br /&gt;War Remnant Museum - Tea Shop - Pagoda in Chinatown - Old Resident - Notredame Church - Central Post Office - Ben Tham Market&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tur keliling kota ini tergolong relatif singkat, mengingat museum dan atraksi dalam kotanya sendiri tidak terlalu besar dan butuh waktu lama dijelajah. Museum sisa perangnya saja ternyata tidak semegah Museum Gajah di Jakarta atau Museum Nasional Beijing. Tiket masuk museumnya juga relatif murah hanya 30.000d tiap museumnya dan belum termasuk di dalam paket tur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-vqRSdzoCFTE/Tp2x5OGgFRI/AAAAAAAAAX4/2Gz428kvKU4/s1600/IMG_1779.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-vqRSdzoCFTE/Tp2x5OGgFRI/AAAAAAAAAX4/2Gz428kvKU4/s320/IMG_1779.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664879502897976594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Always my favorite, Pagoda or temple&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-FPdHJuVA_gM/Tp2x5dp8xiI/AAAAAAAAAYI/LQTE9409ii8/s1600/IMG_1863.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-FPdHJuVA_gM/Tp2x5dp8xiI/AAAAAAAAAYI/LQTE9409ii8/s320/IMG_1863.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664879507073189410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Notredame Cathedral&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dua atraksi wajib di HCMC adalah Mekong Delta, yaitu menyusuri sungai Mekong dengan sampan lewat perjalanan dua jam dari HCMC. Satu lagi adalah melihat peninggalan perang Vietnam - Amerika di Chuchi Tunnel. Keduanya menarik, keduanya seru. Sayang, waktu yang terbatas tidak memungkinkan kami mengunjungi keduanya, so another whin win solution. Idha ke Chuchi Tunnel sendiri, saya dan Ucy ke Mekong Delta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekong Delta Tour ($8 = 147.000d = Rp 75.000)&lt;br /&gt;Bus to dock (return) - Boat to 3 islands (return) - lunch - freebies tester for candy &amp; fruits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Mekong Delta ini menghabiskan 2 jam naik bus menuju pelabuhan, lalu disambung dengan kapal kecil ke 3 pulau di area My Tho lalu naik sampan menyusuri rute floating market. Kalau pernah ke Hong Kong Disneyland, kira-kira lokasinya mirip dengan atraksi George In the Jungle.&lt;br /&gt;Mengelilingi 3 pulau dengan keunikan masing-masing, saya seperti melihat pulau seribu dengan sumber daya alamnya. Kali ini, ada Unicorn Island tempat lebah dibudidayakan jadi madu, Phoenix Island tempat kelapa dijadikan workshop coconut candy alias dodol, dan Happy Island, di mana bisa ditemukan banyak buaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-UWGQJijZElg/Tp2x6PSu2bI/AAAAAAAAAYQ/LAyzo2wbqXg/s1600/IMG_1891.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-UWGQJijZElg/Tp2x6PSu2bI/AAAAAAAAAYQ/LAyzo2wbqXg/s320/IMG_1891.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664879520397580722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;What they do in countryside&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Happy Island, saya masih belum merasa terpuaskan dengan perjalanan ke Mekong Delta. Sempat terbersit "Ah, gini doang? Tahu gitu ke Chuchi aja, rekomendasi Lonely Planet, gitu..."&lt;br /&gt;Untungnya perjalanan naik sampan bermuatan empat penumpang plus dua pengayuh sampan itu akhirnya memuaskan saya, meskipun sempat deg-degan kalau mendadak bertemu buaya di sungai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-JsMboFZjbIQ/Tp2x68jB6dI/AAAAAAAAAYo/Ov5SQVwtYlc/s1600/IMG_1899.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-JsMboFZjbIQ/Tp2x68jB6dI/AAAAAAAAAYo/Ov5SQVwtYlc/s320/IMG_1899.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664879532545534418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mekong Delta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari itu, saya cukup menikmati perjalanan dan plesiran di kota Paman Ho tersebut. Tapi, saya merasa ada yang kurang. Terbiasa melakukan perjalanan lebih dari satu minggu seorang diri membuat saya harus survive sendiri tetapi juga ada kebutuhan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal atau fellow traveler. Ini belum terjadi sampai di hari kedua. Ikut tur membuat semuanya serba mudah dan diatur, kalau biasanya saya coba cari-cari jalan sendiri untuk menemukan lokasi yang saya tuju, itu juga belum terjadi. Menikmati kuliner lokal juga saya percaya sebagai bentuk menyatu dengan budaya setempat, sayangnya belum banyak lokasi yang kami jangkau di HCMC. Satu lagi, traveling is incomplete without drama. Oh well, hampir semuanya terjawab di dua hari berikutnya. Details soon!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-eiytHVgK0h8/Tp2x6WAMEyI/AAAAAAAAAYc/tbOmtWBGYo0/s1600/IMG_1769.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-eiytHVgK0h8/Tp2x6WAMEyI/AAAAAAAAAYc/tbOmtWBGYo0/s320/IMG_1769.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664879522198852386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Local food stall&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-1635318529006484297?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/1635318529006484297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=1635318529006484297' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1635318529006484297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1635318529006484297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/10/solo-runner-ladylike-and-bolang-in.html' title='A Solo Runner, A Ladylike, and A Bolang In A &apos;Nguyen&apos; Mission (part 1)'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0Wq8hDVWeoQ/Tp2r_bKN33I/AAAAAAAAAXs/JKbDbcUhNHI/s72-c/IMG_1834.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-4715343841217609812</id><published>2011-10-18T08:38:00.000-07:00</published><updated>2011-10-18T19:53:32.773-07:00</updated><title type='text'>The Smurfs : Reuni Kebiru-biruan Dari Masa Kecil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-kPipMCAdOD0/Tp2d0E91JMI/AAAAAAAAAWw/2p-ZHfnMVmk/s1600/Smurfs%2BChina.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-kPipMCAdOD0/Tp2d0E91JMI/AAAAAAAAAWw/2p-ZHfnMVmk/s320/Smurfs%2BChina.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664857424313787586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di desa Smurf, 99 Smurf dan 1 Smurfette dengan karakter masing-masing hidup tenteram dan bahagia. Bagi mereka sedih itu tidak ada dalam kamus, bahkan kesedihan bisa berubah menjadi suatu kebahagiaan. Di tengah keharu-biruan para Smurf, ada Gargamel si penyihir jahat yang sudah lama mengincar Smurf untuk dijadikan ekstrak penambah kekuatan sihirnya. Selama ini Gargamel tidak bisa menemukan keberadaan Smurfs karena mereka seolah hidup di hutan rahasia. Suatu hari Clumsy Smurfs berjalan-jalan keluar Hutan Smurfs dan keberadaannya tidak sengaja terdeteksi Azrael, kucing kesayangan Gargamel. Adegan kejar-kejaran pun tak terhindarkan, sayang akhirnya Gargamel berhasil masuk ke Hutan Smurf. Semua hutan dan rumah jamur Smurfs pun porak poranda, termasuk ramuan Papa Smurfs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Smurf, Smurfette, Grouchy, Brainy, Gutsy dan Clumsy akhirnya terseret pada situasi pertarungan dengan Gargamel yang membuat mereka sampai di kota New York dan harus mencari jalan pulang lewat buku sihir yang ada di kota itu. Perjalanan itu tentu tidak mudah apalagi dengan adanya Gargamel yang begitu ambisius mengejar The Smurfs. Tanpa sengaja, The Smurfs bertemu dengan Patrick (Neil Patrick Harris) dan langsung saja Papa Smurfs meminta bantuan Patrick untuk menemukan buku sihir tersebut sekaligus melenyapkan Gargamel. Padahal Patrick sendiri sedang berjuang mempertahankan pekerjaannya atau ia terancam akan dipecat. Otomatis pertemuannya dengan The Smurfs makin membuat rumit kehidupan Patrick. Bagaimana petualangan The Smurfs menghadapi kota New York yang sibuk dan juga Gargamel? Apakah mereka sukses kembali ke desa mereka yang tenang atau terpaksa menetap di the Big Apple?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya kekonyolan Clumsy atau centilnya Katy Perry sebagai Smurfette yang bisa kita nikmati sepanjang film tetapi juga duet Neil Patrick Harris dengan Jayma Mays. Duet ini seperti membentuk sebuah reuni kecil antar pemain serial televisi yang sedang populer How I Met Your Mother dan Glee juga Tim Gunn dari Project Runway yang sempat muncul di awal film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya keenam mahluk biru ini akan memberikan sedikit kesegaran tanpa feeling blue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Smurfs| 2011| Sutradara: Raja Gosnell| Pemeran: Hank Azaria, Neil Patrick Harris &amp; Katy Perry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also featured on Fimela.com http://bit.ly/qCiSUy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-4715343841217609812?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/4715343841217609812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=4715343841217609812' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4715343841217609812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4715343841217609812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/10/smirfs-reuni-kebiru-biruan-dari-masa.html' title='The Smurfs : Reuni Kebiru-biruan Dari Masa Kecil'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kPipMCAdOD0/Tp2d0E91JMI/AAAAAAAAAWw/2p-ZHfnMVmk/s72-c/Smurfs%2BChina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-948562099207534023</id><published>2011-10-09T06:44:00.000-07:00</published><updated>2011-10-09T06:45:47.725-07:00</updated><title type='text'>Badai Di Ujung Negeri: Mencari Klimaks Dalam Pecahan Aksi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BGy8T38Xg3I/TpGlbqhBMRI/AAAAAAAAAWo/ZMJPdlGSERI/s1600/Badai.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BGy8T38Xg3I/TpGlbqhBMRI/AAAAAAAAAWo/ZMJPdlGSERI/s320/Badai.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661488101269254418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati film bukan hanya sekadar berkutat di dalam plot cerita yang disuguhkan. Kini menikmati indahnya alam Indonesiajuga bisa menjadi alasan tepat untuk menikmati sebuah film. Kali ini suguhannya cukup spesial: menikmati tampilan alam di pulau Sumatera, sekaligus aksi peperangan tentara marinir di laut bebas. Setelah beberapa film laga Indonesia dipuja-puji di beberapa festival film internasional, hadir lagi satu karya anak bangsa, Badai Di Ujung Negeri, yang mengedepankan laga sebagai sajian utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini dibuka dengan percakapan dua sahabat di pinggir laut. Badai (Arifin Putra) bersama Nugi menikmati laut, tanpa ada ombak melintasi mereka berdua. Tahun berlalu, Badai pun tidak lagi tenang seperti dulu. Ia kehilangan Nugi yang meninggal di laut. Pengalaman pahit itu meninggalkan luka mendalam. Kakak Nugi, Joko (Yama Carlos), masih menyalahkan Badai atas insiden itu. Secara perlahan mereka berdua memisahkan diri namun tetap berada di jalur yang sama. Keduanya menjadi tentara dan bertemu kembali saat Badai bertugas di Pulau Sumatera. Ketegangan keduanya tidak bisa dihindari. Joko memilih untuk menjaga jarak dengan Badai agar luka lamanya tak lagi terkoyak. Badai pun memilih lebih dekat dengan Anisa (Astrid Tiar), gadis asli pulau tersebut yang membuatnya betah lebih lama menjalani tugasnya sebagai tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pun datang satu persatu. Warga dibuat resah dengan munculnya korban tewas tak dikenal di laut pesisir.Puncaknya ketika Dika, anak penduduk lokal, tewas tertembak. Badai dan kawan-kawan pun mencoba mencari tahu siapa pelaku di balik kejahatan ini. Ternyata masalah yang ditemukan bukan sekadar pembunuhan belaka saja. Ada sindikat perdagangan manusia dan senjata yang terlibat. Celakanya lagi, Anisa tidak sengaja ikut terseret ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai Di Ujung Negeri berusaha menampilkan aksi kepahlawanan seorang laki-laki yang dibalut rasa bersalah yang tinggi. Di awal film, Badai digambarkan sebagai sosok yang tenang, dan menjadi penengah bagi kakak beradik Nugi-Joko. Sayangnya karakter itu seolah tenggelam bersamaan dengan tenggelamnya Nugi yang menyebabkan kematian. Sejak itu, Badai seperti menutup dirinya dan berusaha membayarnya dengan pengabdian pada masyarakat pesisir. Usaha-usaha penyelamatan dan penyelidikan Badai dan kawan-kawan juga merupakan bentuk tanggung jawab atas tragedi yang menimpa Nugi. Joko juga berperan menjatuhkan kepercayaan diri Badai setiap kali Badai berusaha bertindak. Hal ini terlihat saat Badai menggendong salah satu pasien balita di klinik pesisir, Joko refleks mengatakan, “Hati-hati pegang anak orang, nanti celaka.” Ucapan itu merupakan sindiran terhadap masa lalu Badai. Puncaknya saat kematian Dika. Badai seperti mengalami deja vu kembali kehilangan orang terdekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua unsur yang sangat ingin ditampilkan sang sutradara nampaknya adalah sisi melankolis seorang Badai sekaligus peran heroiknya sebagai tentara. Akibat minimnya, sinkronisasi adegan-adegan baku hantam, unsur melankolis nampaknya lebih dominan dibandingkan sisi heroiknya. Sesaat kita disuguhkan adegan baku hantam, mendadak adegan berpindah ke adegan lain sebelum menemukan titik puncak di adegan baku hantam tersebut. Hal ini tentu akan mempengaruhi adrenalin penonton. Di tengah-tengah adegan aksi yang tegang adegan, film mendadak pindah ke adegan romantis antara Badai dan Anisa. Ketegangan yang dibangun lewat percakapan dan scoring jadi kedodoran sendiri akibat rangkaian adegan yang terkesan tidak bersambungan. Tersisa celah bagi penonton dan akhirnya justru menjadikan turunnya adrenalin yang sebenarnya sudah terbangun secara perlahan, dan membutuhkan titik puncak untuk bisa melepaskan energi awal tersebut. Sayangnya juga, celah itu akhirnya justru membuat adegan-adegan dalam film tersebut seperti terpecah-pecah dan tidak utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalannya film Badai Di Ujung Negeri sebenarnya terasa mulus di awal lewat percakapan Badai dan Nugi, namun perlahan seperti melepaskan diri satu persatu. Entah hal ini akibat editing yang membuat adegannya berjalan sendiri-sendiri, entah pembuat film yang kurang telaten menyatukan adegan laga dengan drama. Hal tersebut membuat penonton sulit merasakan klimaks saat dari sejumlah adegan kunci dalam film. Sebut saja adegan baku tembak, adegan drama cinta Badai dengan Anisa, dan adegan ketegangan persahabatan Badai dengan Joko, yang sama-sama berusaha memperjelas masalah yang selama ini mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai sebagai tokoh utama layaknya bisa lebih mengekspresikan emosi dan juga karakter secara mendalam, sayangnya Arifin Putra tampaknya belum total menampilkan karakter tersebut. Kekuatan tokoh Badai sebagai pemeran utama seolah tertutup oleh pemeran pembantu dari segi totalitas emosi karakter yang ditampilkan.  Dari awal, Badai muncul sebagai tokoh utama yang begitu menunjukkan sikapnya sebagai pahlawan sejati, baik bagi penduduk lokal maupun Anisa. Kisah masa lalunya bersama Nugi dan Joko terkadang muncul sebagai bagian dari sisi melankolisnya dan menunjukkan emosi yang tertahan selama ini. Sikap dramatis Badai tidak langsung terlihat saat amarahnya muncul. Ia menahannya sejenak, sebelum akhirnya melepaskan segalanya. Hal ini bisa kita lihat saat Badai menemukan Dika tewas tertembak. Ia menunjukkan kesedihan yang mendalam berbaur dengan amarah yang luar biasa. Namun yang tampak jelas justru Badai seperti kehilangan arah dan putus asa. Barulah setelah meluapkan kekesalannya pada penembak yang tertangkap, emosi Badai baru memuncak dan diluapkan dengan sangat berapi-api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Badai, Joko yang diperankan Yama Carlos menunjukkan konsistensinya lewat karakter yang kaku, dingin, sekaligus menyimpan dendam pada Badai. Sikap itu ia tunjukkan pasca kematian Nugi sampai akhirnya ia kembali bertemu Badai. Bukan hanya kekakuan sikapnya tetapi juga pemilihan kata-kata untuk menyerang Badai: tidak perlu panjang lebar namun langsung menohok. Penonton seolah diajak oleh Joko untuk ikut membenci Badai dan sulit untuk memaafkan kesalahannya. Lain lagi dengan Anisa. Peran Astrid Tiar ini mengalir begitu natural dan begitu menyatu sebagai penduduk lokal, yang terkadang begitu membenci para aparat yang bertugas tetapi juga tidak jarang membutuhkan bantuan mereka. Sikap Anisa yang sesekali keras perlahan-lahan melunak di depan Badai. Karakter Anisa justru sebenarnya bisa menjadi benang yang mengaitkan keseluruhan film, lewat ketegangan yang ia lalui sekaligus drama-drama yang menjadi pemanis film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tokoh yang sangat mencuri perhatian adalah karakter yang diperankan Jojon. Perannya yang selama ini dikenal sebagai komedian seolah luruh dalam topeng Pak Piter, yang keji dan merupakan tokoh di balik skandal perdagangan senjata dan manusia di Pulau Sumatera tersebut. Lewat permainan ekspresi dan juga watak Pak Piter, Jojon menampilkan konsistensi tokoh antagonis yang diingat sepanjang film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari segala klimaks yang sulit ditemukan antar adegan sepanjang film, satu bagian yang tidak boleh luput dari perhatian adalah aransemen musiknya. Sejak awal film, scoring yang ditampilkan menunjukkan identitasnya sebagai musik etnik dan memperjelas latar yang dipakai Badai Di Ujung Negeri. Musik tersebut yang akhirnya memegang peran penting sebagai perekat jalannya film, baik saat momen-momen dramatisnya maupun saat ketegangan aksi peperangan. Suasana yang dibangun dengan musik mulai dari suasana tenang percakapan Badai &amp; Nugi di awal, romantisme Badai dan Anisa, sampai ketegangan perang tentara dengan komplotan penjahat diceritakan lewat musik yang mengalir. Musik layaknya menjadi pelengkap adegan-adegan dalam film tetapi dalam Badai Di Ujung Negeri justru berperan menyatukan adegan yang berjalan masing-masing. Lewat emosi yang dihadirkan musik, emosi dalam adegan muncul dan bisa tersampaikan serta akhirnya dirasakan penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin maraknya film Indonesia ber-genre action menjadikan pemicu beragamnya genre serupa yang muncul dan siap dinikmati penonton film Indonesia. Bukan sekadar mencoba menampilkan adegan penuh tembakan, ledakan atau baku hantam saja tetapi sepatutnya juga keunikan dari adegan action itu sendiri. Tanpa harus berkilah dengan alasan minim teknologi dibandingkan film asing, film action lokal harusnya bisa lebih berani menampilkan adegan-adegan yang berani, serta tidak memberikan ruang bagi para penonton untuk bernafas meski hanya sejenak. Adegan yang penuh aksi ekstrim, dan koreografi baku hantam yang tidak ragu-ragu tentu membutuhkan keberanian untuk ditampilkan ke hadapan penonton. Koreografi atau strategi bela diri bisa jadi kekuatan dalam film aksi, sekaligus menunjukkan esensi lokal sebagai identitas action lokal. Ketegangan bisa dipicu dari runutan adegan laga tanpa henti dan makin memuncak tiap menitnya. Nantinya, ketegangan itu akan menjadikan sebuah aksi klimaks dalam film, tanpa mementingkan siapa sebenarnya pahlawan atau lawan yang nantinya memenangkan pertarungan.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Badai Di Ujung Negeri | 2011 | Sutradara: Agung Sentausa | Negara: Indonesia | Pemain: Arifin Putra, Astrid Tiar, Yama Carlos, Deddy Murphy Avivu, Edo Borne, Priady Muzy, Adrian Alim H, Jojon, Ida Leman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;also published on cinemapoetica.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-948562099207534023?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/948562099207534023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=948562099207534023' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/948562099207534023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/948562099207534023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/10/badai-di-ujung-negeri-mencari-klimaks.html' title='Badai Di Ujung Negeri: Mencari Klimaks Dalam Pecahan Aksi'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BGy8T38Xg3I/TpGlbqhBMRI/AAAAAAAAAWo/ZMJPdlGSERI/s72-c/Badai.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-2595138069367857611</id><published>2011-10-09T05:14:00.000-07:00</published><updated>2011-10-09T05:45:23.161-07:00</updated><title type='text'>The Hangover Part II : Menyusuri Kota Bangkok Sembari Menyusun Puzzle Ingatan</title><content type='html'>Berbagai film menyajikan gambaran indah tentang suatu lokasi yang konon bisa menaikkan popularitas pariwisata negara tersebut. Masih hangat di kepala bagaimana film adaptasi novel Elizabeth Gilbert, Eat Pray Love sukses meningkatkan turis asing yang berkunjung ke Bali. Ada juga The Beach yang mengenalkan Phi Phi Island pada publik Hollywood dan meningkatkan pamor wisata bahari Thailand tersebut. Eskotisme Asia inilah yang tidak ingin dilewatkan oleh empat sekawan yang kembali menjelajahi hiruk pikuk malam hari dan berakhir menyusun kembali puzzle perjalanan mencengangkan di The Hangover Part II. Masih ingat pesta bujang di Las Vegas yang membuat Phil (Bradley Cooper), Stu (Ed Helms), Alan (Zach Galifianakis) terpaksa berurusan dengan kriminal internasional Mr.Chow dan menantang maut demi menemukan sahabat mereka Doug (Justin Bartha) yang hilang menjelang hari pernikahannya? Kali ini, Bangkok menjadi playground permainan petak umpet untuk menemukan kembali ingatan yang hilang akibat hangover empat sekawan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stu akan menikahi Lauren di sebuah pulau di Thailand, tentunya Phil, Alan dan Doug ikut serta di hari bahagia itu. Dua hari sebelum pernikahan, mereka menikmati sebotol bir di tepi pantai dan bangun di sebuah kamar hotel kumuh dengan beragam kejutan yang tidak bisa mereka ingat satupun. Dibuka dengan kalimat “It happen again” kilas balik perjalanan Las Vegas sepertinya siap dimulai dengan kejutan lain yang lebih berbahaya dan menegangkan. Kali ini, mereka harus menemukan Teddy, adik Lauren yang menghilang tanpa jejak. Tentunya masa depan dan cinta Stu akan jadi taruhan kalau ia gagal menemukan Teddy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-zQA11O-NRhc/TpGWPrwRGYI/AAAAAAAAAWg/-kANwPHhxK8/s1600/the-hangover-2-05.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-zQA11O-NRhc/TpGWPrwRGYI/AAAAAAAAAWg/-kANwPHhxK8/s320/the-hangover-2-05.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661471402768800130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusuri perjalanan kota Bangkok, kita akan disuguhkan pemandangan yang cukup familiar dan mengingatkan pada kota Jakarta. Ya, Bangkok dan Jakarta keduanya berpopulasi padat, polusi tinggi dan kumuh di beberapa area. Di bagian kedua ini, Hangover Part II menyuguhkan sisi lain dari sebuah kota yang makin mempersulit pencarian ingatan dan puzzle untuk dirangkai. Tidak seperti Vegas yang penuh dengan gemerlap kasino, Phil dkk harus menghadapi keruwetan Bangkok beserta isinya dengan culture gap yang makin membuat mereka kewalahan. Pertemuan kembali mereka dengan Mr.Chow juga diwarnai dengan beberapa tokoh lain, mulai dari pemilik klub malam, tattoo artist, rahib, sampai pengedar narkoba yang justru membuat keadaan makin rumit dan berbahaya. Kejadian-kejadian yang tak terduga dan mencengankan bagi mereka ditanggapi dengan santai oleh penduduk lokal. Di mata orang banyak Bangkok mempunyai kekuatan tersendiri untuk menangkap dan mengelabui tiap individu untuk masuk ke perangkap kota Bangkok. Meskipun lebih banyak mengambil lokasi yang kurang apik di kota Bangkok, mata kita akan tetap dimanjakan lewat gambar cantik seperti vihara-vihara yang dipenuhi taman bunga warna-warni dan eksotisme Thailand yang utama, pantai serta laut yang nyaris tak tertandingi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menonton The Hangover yang juga memenangkan Golden Globe Awards tahun 2010 lalu, tentu penonton berharap suguhan yang bisa mengocok perut mereka di seri kedua ini. Beberapa formula nampaknya dengan mudah diidentifikasi dari 10 menit pertama film berjalan. Salah satu tokoh menikah, berkumpul menikmati malam sampai larut, dan akhirnya terbangun tanpa mengingat apapun yang mereka lakukan sebelumnya. Unsur komedi dan petualangan justru dibangun lewat minimnya ingatan dan petunjuk-petunjuk yang tersisa. Kali ini Mr.Chow dan seekor monyet cerdik menjadi kunci utama dari perjalanan Phil dkk menyusuri Bangkok yang kusut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana akhirnya misi penyelamatan Teddy dan rencana pernikahan Stu bisa berhasil? Apakah empat sekawan itu kapok dengan kegilaan mereka yang mengorbankan nyawa, cinta, dan harga dirinya? Nikmati perjalanan mereka sekaligus sedikit kejutan di ujung cerita lewat tokoh yang sudah lama tak terdengar gaungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Hangover Part II | Sutradara: Todd Phillips | Pemain: Bradley Cooper, Ed Helms, Zach Galifianakis, Justin Bartha| 2011 |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-2595138069367857611?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/2595138069367857611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=2595138069367857611' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2595138069367857611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2595138069367857611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/10/hangover-part-ii-menyusuri-kota-bangkok.html' title='The Hangover Part II : Menyusuri Kota Bangkok Sembari Menyusun Puzzle Ingatan'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-zQA11O-NRhc/TpGWPrwRGYI/AAAAAAAAAWg/-kANwPHhxK8/s72-c/the-hangover-2-05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-4100437025126821719</id><published>2011-09-01T11:30:00.001-07:00</published><updated>2011-09-01T11:31:29.532-07:00</updated><title type='text'>Tendangan Dari Langit: Nasionalisme Berbalut Produk Impor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-wFVsZisgZrc/Tl_PbFlmP8I/AAAAAAAAAWY/k12i1nCE8nM/s1600/TDL.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 145px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-wFVsZisgZrc/Tl_PbFlmP8I/AAAAAAAAAWY/k12i1nCE8nM/s320/TDL.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647460522009182146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nikmatnya sepak bola di negeri ini tidak hanya bisa disaksikan di lapangan hijau saja. Serunya menyerukan semangat bagi tim nasional yang mencoba mencetak gol kini bukan hanya milik penggemar fanatik olahraga ini saja, tetapi juga menjadi salah satu pemicu menyeruaknya semangat nasionalisme di negeri ini. Lewat layar lebar pula semangat itu ditularkan bagi penggemar film. Dua tahun lalu, Salto Film mempersembahkan Garuda Di Dadaku yang berkisah tentang mimpi seorang anak dan dunia sepak bola. Tahun 2011 ini, mimpi itu kembali muncul lewat bakat seorang remaja asal Gunung Bromo dengan arahan sutradara Hanung Bramantyo produksi Dapur Film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepak bola sebagai olahraga yang begitu dekat dengan masyarakat Indonesia ternyata masih terlalu jauh untuk diraih bagi remaja asal Langitan, Wahyu (Yosie Kristanto). Konon ia punya bakat besar dan mimpi yang sama besarnya untuk bisa bergabung di Persema (Persatuan Sepak Bola Malang) bersama dua nama besar yang sedang populer, Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan. Wahyu mungkin mewakili beberapa jiwa anak muda yang ingin menjadikan sepak bola sebagai pilihan kariernya. Berawal dari pemain bayaran untuk Desa Karangsari di lereng Gunung Bromo, Wahyu beruntung bisa bertemu dengan Coach Timo sang pelatih Persema ketika menolong anaknya yang diganggu anak jalanan di Malang. Pertemuan mereka memang hanya sekilas saja. Namun, ‘jodoh’ mempertemukan mereka kembali saat Coach Timo melihat Wahyu yang sedang berlatih bola di Gunung Bromo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menganggap bakatnya bisa diasah, Coach Timo mengajak Wahyu ikut try out Persema, tentunya bersama Bachdim dan Kurniawan. Masalah mulai muncul pasca tes kesehatan ditemukan penyakit osgoodschlatter di kaki kanan Wahyu. Harapan mulai pupus bagi Wahyu untuk membuktikan bahwa anak Langitan bisa bersanding dengan para pemain naturalisasi di lapangan hijau Gajayana sampai nantinya di Gelora Bung Karno. Ini bukan masalah pertama yang dihadapi Wahyu, sang ayah Darto (Sujiwo Tejo) terang-terangan menolak sepak terjang Wahyu di lapangan sepak bola. Baginya, sepak bola hanyalah memberikan angan-angan palsu tanpa ada hasil yang konkret. Namun hati Darto akhirnya luluh setelah Wahyu memenangkan pertandingan besar dan menghadiahkan kuda untuk membantu ayahnya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menonton film ini bagi penonton awam sepak bola tentu menjadi kesenangan tersendiri, apalagi melihat bagaimana pencapaian anak daerah menuju mimpi lapangan hijau kota besar, Malang dan Jakarta, berkali-kali disebut. Tanpa bermaksud membandingkan, Tendangan memiliki kemiripan pola mengejar mimpi karier sepak bola dengan Garuda. Berawal dari hobi, ‘dikompori’ orang terdekat untuk bisa meraih mimpi lebih tinggi tetapi terbentur dengan larangan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tendangan begitu banyak tokoh yang berperan menjadi ‘kompor’ untuk memanasi Wahyu pilihan mana yang sebaiknya dipilih. Awalnya, ketika Wahyu berseteru dengan Darto yang terus melarangnya bermain bola, Hasan (Agus Kuncoro) selalu berada di belakang Wahyu mendukung setiap pilihan langkahnya. Hasan bahkan mempertemukan Wahyu dengan Gatot (Toro Margens), yang akhirnya menghadiahinya kuda setelah memenangkan pertandingan. Hasan selalu muncul di saat-saat terburuk Wahyu, termasuk saat amarah Darto memuncak Hasan juga membongkar kenapa Darto begitu membenci sepak bola. Saat itu Wahyu merasa ada dalam lindungan Hasan, sang Pak Le yang bisa menyelamatkan mimpinya di lapangan hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan menjadi berbalik ketika Darto mulai luluh dan mengizinkan Wahyu main sepak bola. Awalnya terkesan mendukung Wahyu bermain bola untuk mengejar impian sekaligus mendapat uang tambahan, Hasan justru sempat menghalangi niat Wahyu untuk menerima tawaran Coach Timo di Persema. Hasan memang sempat mengantar Wahyu menuju markas Persema, tapi ketika di tengah jalan ban motor Hasan pecah dan Wahyu nyaris terlambat, Hasan masih berniat membuat Wahyu mengurungkan niatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan karakter Hasan terlihat memiliki hidden agenda terhadap Wahyu. Ia ingin Wahyu tetap bermain sebagai pemain bayaran sebagai bahan taruhan bola warga Karangsari. Hal ini baru terungkap jelas di akhir film ketika ia berhasil mengumpulkan banyak uang taruhan saat Wahyu kembali bermain untuk Karangsari. Padahal, bagi saya sendiri tokoh yang diperankan Agus Kuncoro ini begitu menarik perhatian. Mulai dari sikapnya yang provokatif bagi Wahyu, terkadang jenaka kala bercanda, sampai sikapnya yang agak penakut ketika berhadapan dengan Gatot. Terlihat dari dialognya dengan Wahyu yang cukup mendominasi di awal film. Ia juga memposisikan dirinya sebagai pelindung Wahyu dengan berkali-kali menyebut dirinya “Pak Le” alias paman untuk mengesankan kedekatannya dengan Wahyu. Didukung dengan ketidakakuran Wahyu dengan Darto, situasi tersebut sangat menguntungkan posisi Hasan di mata Wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketamakan Hasan terbongkar seiring dengan perubahan sikap Darto yang melunak. Sang ayah yang sudah terbuka dan mengizinkan Wahyu bergabung di Persema ditunjukan dengan mimik Sujiwo Tejo yang makin mengumbar senyum. Pemilihan kata-kata yang seperti berpantun makin menguatkan sosok Darto yang justru sudah berada di pihak Wahyu dan membebaskan pilihannya. Hal ini terlihat ketika Wahyu didera kebingungan memilih antara cintanya dengan Indah (Maudy Ayunda), sang gadis impian atau sepak bola. Darto hanya memberikan nasihat “Cinta itu harus memilih salah satu, yang satunya lagi hanya menghormati” atau cara Darto yang berusaha menggoda Wahyu dengan pantunnya, “Kalau cinta melekat, tai kucing terasa cokelat”. Guyonan Darto tersebut seolah meruntuhkan karakternya yang sebelumnya ditampilkan sebagai ayah yang kaku, pemarah dan tidak suportif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celetukan Sujiwo Tejo yang banyak menyelipkan kritik sosial seputar sepak bola, politik dan percintaan remaja memberikan kesegaran tersendiri bagi tokoh Darto dan dialog yang dilontarkannya. Selipan nyeleneh Darto ini seperti ingin menyindir masalah-masalah persepakbolaan Indonesia yang kini penuh dengan campur tangan beberapa pihak. Di sisi lain, tidak dipungkiri sepak bola masih dianggap sebagai salah satu alat pemicu nasionalisme di negeri ini. Hal ini juga terlihat di awal film ketika menampilkan pertandingan sepak bola zaman dulu sampai kekalahan tim nasional Indonesia di piala AFF dengan Malaysia. Masyarakat pun menyatukan suara dan semangat untuk tetap mendukung Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke film, dua tokoh Hasan dan Darto ini membantu menguatkan karakter Wahyu yang masih nampak datar dan tidak dominan. Wahyu mungkin memang tidak digambarkan sebagai sosok yang ekspresif atau jenaka seperti kedua temannya yang diperankan oleh Jodi Onsu dan Joshua Suherman. Namun, tokoh Wahyu justru menonjol akibat munculnya karakter-karakter lain yang menguatkan sosok Wahyu itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan Wahyu yang menangis akibat vonis kaki kanannya makin terasa emosional saat Darto berusaha menenangkan sekaligus ikut marah lewat kata-katanya yang menyalahkan sistim politik dan sepak bola Indonesia. Adegan tersebut melibatkan Wahyu, Darto dan ibu Wahyu pada tiga tempat berbeda namun mereka semua merasakan kepedihan yang sama. Selain itu, adegan Wahyu-Darto-Hasan yang berkelahi di depan warung kopi lapangan Karangsari juga memanas lewat dialog-dialog Darto dan Wahyu. Kembali emosi penonton dipancing lewat amarah Darto dan pernyataan tulus Wahyu tentang keinginannya membahagiakan sang ayah. Boleh diakui, dialog antar tokoh inilah yang menjadi salah satu kekuatan film yang cukup membuat mengharubiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari dialog-dialog yang memorable, beberapa detail adegan nampaknya luput dari perhatian. Kaki kanan Wahyu divonis osgoodschlatter, namun ketika Wahyu tumbang saat main bola di Karangsari, ia terlihat memegang kaki kirinya. Di adegan berikutnya ia baru memegang kaki kanannya. Film yang kental unsur Jawa Timur ini seperti ingin masuk sampai logat para pemainnya. Sayangnya logat Maudy Ayunda justru terkesan dipaksakan. Terasa perbedaan signifikan dengan Melly atau Wahyu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari semua itu, Tendangan merupakan salah satu film yang menyenangkan ditonton di musim libur Lebaran ini. Unsur lokal yang kental lewat lokasi dan dialognya, nuansa sepak bola yang penuh pesan nasionalisme sekaligus ajang jualan para pemain naturalisasi yang sedap dipandang mata. Meskipun Bachdim dan Kurniawan dipajang sebagai ‘dagangan’ utama film ini, bagi saya dua bule abg itu tidak membuat ingin menatap mereka lebih lama, atau mendengar mereka berdialog dalam bahasa Indonesia barang sepatah dua patah kata. Tidak perlu produk impor untuk membuat film ini enak dipandang dan didengar. Cukup memandang indahnya lereng Bromo, mendengar celetukan nyeleneh khas Sujiwo Tejo maka lengkaplah film ini untuk bisa nendang bagi penikmat film tanpa perlu menjadi pecinta sepak bola.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Tendangan Dari Langit | 2011 | Sutradara: Hanung Bramantyo | Negara: Indonesia | Pemain: Yosie Kristanto, Maudy Ayundya, Agus Kuncoro, Sudjiwo Tejo, Yati Surachman, Timo Scheunemann, Irfan Bachdim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;also posted in cinemapoetica.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-4100437025126821719?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/4100437025126821719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=4100437025126821719' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4100437025126821719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4100437025126821719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/09/tendangan-dari-langit-nasionalisme.html' title='Tendangan Dari Langit: Nasionalisme Berbalut Produk Impor'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-wFVsZisgZrc/Tl_PbFlmP8I/AAAAAAAAAWY/k12i1nCE8nM/s72-c/TDL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-1541646002321870992</id><published>2011-09-01T11:27:00.000-07:00</published><updated>2011-09-01T11:29:25.903-07:00</updated><title type='text'>Di Bawah Lindungan Ka'Bah : Film Cinta Nan Islami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Tw0j6k7fJNU/Tl_O_X7YzvI/AAAAAAAAAWQ/ytSxrkwnUNQ/s1600/DBLK.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Tw0j6k7fJNU/Tl_O_X7YzvI/AAAAAAAAAWQ/ytSxrkwnUNQ/s320/DBLK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647460045896077042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di pertengahan bulan puasa lalu, saya sempat menghadiri diskusi seputar Islam dan Film di Salihara bersama kritikus Eric Sasono dan produser film Putut Wijanarko. Pembahasan malam itu sempat menyebut-nyebut beberapa film yang menghadirkan tema Islam dan pembaharuan Islam di dalamnya, termasuk Para Perintis Kemerdekaan, film karya Asrul Sani yang diilhamid dari novel Hamka Di Bawah Lindungan Ka’bah. Dalam diskusi tersebut sempat dibahas pergantian judul dari novel ke film karena beberapa alasan politik. Saat film ini dirilis kebetulan bertepatan dengan pemilihan umum tahun 1977 dan konon, kata-kata ka’bah sebagai judul novel dinilai merepresentasikan partai tertentu di masa orde baru tersebut. Jadilah Para Perintis dipilih sebagai judul baru film adaptasi karya sastra tersebut. Meskipun belum menonton film tersebut, dari beberapa resensi menyatakan film tersebut memang cukup banyak muatan politik seputar perjuangan melawan penjajah Belanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga puluh empat tahun kemudian, MD Pictures kembali mengangkat kisah Hamid dan Zainab ke layar lebar. Kali ini disutradarai Hanny R.Saputra yang sebelumnya sudah menyutradarai film Virgin &amp; Heart. Masih seputar kisah cinta terlarang antara Hamid (Herjunot Ali) dan Zainab (Laudya C.Bella) dengan latar tahun 20-an. Hamid adalah pemuda desa yang sederhana tinggal dengan ibunya yang sakit-sakitan bersama keluarga Jafar (Didi Petet). Pasca menyelesaikan pendidikan agamanya dengan predikat lulusan termuda, Hamid kemudian mengajar di desa setempat sebagai bentuk baktinya pada masyarakat. Hubungan Hamid dan Zainab diam-diam tetap terjalin tanpa diketahui oleh orang di sekitarnya. Suatu hari, Hamid mengikuti pertandingan debat di surau desa, tentunya Zainab ingin melihat aksi Hamid dan menyemangatinya. Sayang di tengah jalan, sepeda Zainab terlempar ke sungai dan ia pun tenggelam. Di tengah kerumunan penduduk desa dan para santri lelaki, Rosna (Niken Anjani), sahabat Zainab berteriak minta tolong dan saat itulah Hamid datang layaknya superhero menyelamatkan Zainab yang tidak sadarkan diri. Berbagai usaha menyadarkan Zainab ditempuh Hamid termasuk memberikan CPR atau nafas buatan kepada Zainab. Akibat pertolongan Hamid, Zainab selamat dari bencana tenggelam yang mengegerkan itu. Apakah bencana selesai di situ saja? Tidak bagi Hamid. Segenap masyarakat desa ternyata menganggap tindakan Hamid tidak pantas dilakukan bagi dua laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim. Akibat perbuatannya itu, Hamid harus menjalani hukuman dari tetua desa yang membuatnya harus menghilangkan angan-angannya untuk bisa bersatu dengan Zainab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat judul yang kental nuansa Islamnya, tentu ada sedikit harapan melihat bagaimana Islam dibawakan dalam film ini apalagi penayangannya nyaris bertepatan di libur Lebaran 2011. Dengan membawa nama besar Hamka yang memang sudah dikenal sebagai salah satu sastrawan dan ulama di Indonesia tentu tidak main-main ketika novelnya diangkat (lagi) ke layar lebar. Sayangnya, esensi Islam yang ditampilkan di Di Bawah lebih banyak berbicara seputar latar belakang para tokohnya yang memang dibesarkan di lingkungan pesantren dan impian mengunjungi rumah Allah di Mekkah. Fokus utama tetap pada cinta terlarang si kaya dan si miskin, Hamid yang berasal dari keluarga miskin dan sang ibu (Jenny Rachman) mengabdi pada keluarga Haji Jafar yang sudah menyekolahkan Hamid sampai lulus. Zainab, anak Haji Jafar yang juga mencintai Hamid ternyata harus menerima kenyataan dijodohkan dengan Arifin, pemuda tampan nan pintar yang masih sanak keluarganya. Besarnya cinta Hamid &amp; Zainab ternyata mampu melumpuhkan keduanya, bahkan pasca perginya Hamid dari desa, Zainab seperti kehilangan separuh jiwanya. Terkesan cerita cinta keduanya mendapat porsi besar layaknya kisah cinta anak muda di film era modern saat ini. Lepas dari rezim politik apa yang sedang berjalan saat film ini diedarkan, nampaknya tidak perlu khawatir ada unsur politik tertentu yang dimuat di balik film ini. Dua pemeran utama juga nampak mewakili era penonton masa kini yang menampilkan sosok apik dan dicintai penonton film maupun layar kaca. Herjunot Ali memang memainkan perannya dengan cukup maksimal meskipun ada beberapa bagian yang terkesan tidak seimbang. Tokoh Hamid digambarkan sebagai pribadi yang sempurna sebagai sosok yang tampan, cerdas, dan dicintai. Lepas dari ketidakberuntungannya secara ekonomi dan percintaan yang terhalangi status sosial serta norma masyarakat. Namun ia tidak menunjukkannya pada penonton, sepanjang film yang saya rasakan tokoh ini cenderung nrimo dan tidak merasa tertekan atau sedih. Entah ini memang sosok yang ingin ditampilkan para penulis atau tidak. Bersanding dengan beberapa aktor kawakan seperti Didi Petet, Widyawati dan Jenny Rachman, tentu memberikan kesan tersendiri apalagi film ini mengambil latar tahun sebelum kemerdekaan. Ketika adegan Hamid dengan Zainab, yang muncul justru sepasang muda mudi yang mungkin biasa kita lihat di layar kaca sinema elektronik atau film-film bertema chic-flick.  Terlihat saat adegan Hamid dan Zainab berada di halaman belakang rumah Zainab dibatasi tembok, mereka tertawa bersama menyadari kebersamaannya tetap bisa terjadi dan berbagi canda tawa. Sayangnya adegan yang penuh dengan ‘dialog’ tertawa bersama itu terkesan begitu dibuat-buat akibat durasi yang terlampau panjang. Begitu juga dengan adegan saat Hamid dan Zainab kehujanan di tengah pasar, mereka seolah ingin menampilkan sisi lain remaja yang seolah tertekan dengan segala norma agama dan sosial yang berlaku di desa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di manakah ka’bah yang dijanjikan di awal? Memang bukan “ka’bah” secara harfiah yang ditampilkan sampai penghujung film tetapi esensi sebagai film Islam, selain berlatar Islam nampaknya cukup terlupakan. Sepanjang film penonton akan disuguhi perjuangan cinta muda mudi yang mempertaruhkan nasibnya dengan berpasrah diri pada jalan Tuhan dan takdir. Impian menyambangi tanah suci Mekkah dijadikan suatu  alat yang konon akan mempertemukan takdir mereka. Selain itu, kabar yang mengatakan film ini berbujet 25 miliar kurang tampak secara visual terutama menyoroti suasana Mekkah yang ternyata ‘hanya’bermodalkan manipulasi teknologi greenscreen. Nampaknya kali ini adaptasi karya sastra termasyur Hamka ini harus berhenti pada titik cinta masih menaungi semuanya, tentunya masih terbatas cinta sesama manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bawah Lindungan Ka’Bah | 2011 | Sutradara: Hanny R. Saputra | Pemain: Herjunot Ali, Laudya C.Bella, Didi Petet, Jenny Rachman, Widyawati Sophiaan| Rating: 5.5/10 &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-1541646002321870992?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/1541646002321870992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=1541646002321870992' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1541646002321870992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1541646002321870992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/09/di-bawah-lindungan-kabah-film-cinta-nan.html' title='Di Bawah Lindungan Ka&apos;Bah : Film Cinta Nan Islami'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Tw0j6k7fJNU/Tl_O_X7YzvI/AAAAAAAAAWQ/ytSxrkwnUNQ/s72-c/DBLK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-1062026412522907190</id><published>2011-09-01T11:19:00.000-07:00</published><updated>2011-09-01T11:27:13.835-07:00</updated><title type='text'>Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2: Seruan Menuju Kematian yang Abadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-y0W9ZmBC5X0/Tl_NKnoQWBI/AAAAAAAAAWI/clgBe7TIsdk/s1600/HP7P2_2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 145px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-y0W9ZmBC5X0/Tl_NKnoQWBI/AAAAAAAAAWI/clgBe7TIsdk/s320/HP7P2_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647458040066103314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuh novel, delapan film dan sepuluh tahun kebersamaan dalam dunia sihir fantasi akhirnya harus ditutup dengan perpisahan yang penuh ketegangan antara hidup dan mati. Selama satu dekade, empat sutradara berperan mengangkat novel-novel tebal J.K Rowling ke layar lebar dan membuat fantasi pembaca setia Harry Potter seolah jadi nyata. Tentunya tidak mudah menyuarakan akhir perpisahan tiga sekawan Ron, Hermione dan pastinya Harry pada puluhan peran penting dalam film ini serta pembaca atau penontonnya. Sebagai penonton yang bukan pembaca ketujuh novelnya, kenikmatan saya selama lebih kurang seratus dua puluh menit tidak memerlukan komparasi yang signifikan. Rasanya dari awal tetap sama: menegangkan dan ada perasaan tidak siap mengucapkan selamat tinggal pada franchise film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian horcrux dari Part 1 diteruskan dengan melibatkan peran-peran penting dan juga usaha mencari titik lemah You-Know-Who, yang akhirnya mulai menemukan titik terang. Bukan hanya itu, rahasia lain mulai satu persatu terbongkar tanpa disengaja. Kekuatan Harry sebagai the boy who lived come to die makin terasah, apalagi Harry seperti berbagi pikiran dan kekuatan dengan Voldemort. Kemunculan kata-kata dari trailer Part 2 tersebut seperti menjadi penekanan tentang gambaran film keseluruhan. Selain itu, perjalanan Harry menuju medan pertempuran dibayang-bayangi ancaman pasukan Voldemort untuk menghabisi Harry. Lalu tokoh-tokoh yang berperan penting dalam hidup Harry pun memunculkan jejaknya. Hal itu seperti membukakan jalan pada kematian yang konon disiapkan Voldemort untuk bocah yang paling dicari selepas kematian Dumbledore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya orangtua Harry dan juga Sirius Black sebelum Harry memulai pertempurannya seperti memberikan kode-kode atas situasi yang mungkin dihadapi Harry. Di sisi lain, mungkin juga pertarungan Harry dengan Voldemort secara tidak ia sadari adalah ajang balas dendam atas apa yang telah menimpa orang terdekatnya. Alam bawah sadar Harry saat itu seperti mendorong dirinya sendiri untuk mengumpulkan keberanian melawan Voldemort. Munculnya sosok-sosok Lily, James dan Sirius seperti hanya dalam pikirannya saja, sama ketika ia bertemu Dumbledore. Pertanyaan Harry pada Dumbledore ”Apakah ini atau nyata?” dijawab dengan ”Semuanya ada di pikiranmu.” Ada keinginan dalam diri Harry yang begitu kuat untuk bertemu Dumbledore dengan segala kebingungan yang luar biasa atas apa yang harus ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, Dumbledore pun tetap menyerahkan semua keputusan di tangan Harry. Bangun dan kembali pada pertarungan yang mempertaruhkan hidupnya atau Harry bisa menyerah pada Voldemort tanpa mengadakan perlawanan dan melewati jembatan kematian itu dengan sambutan orang-orang terkasihnya yang lebih dulu tewas dengan tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya seputar kematian dirinya yang menjadi taruhan, misteri kematian orang terdekat Harry satu persatu terbongkar kebenarannya dan juga membongkar misteri lainnya yang telah terkubur. Kebencian Harry atas matinya petinggi Hogwarts, Albus Dumbledore ternyata harus dibayar mahal dengan sebuah rahasia yang dibuka pasca kematian Snape. Tentunya tanpa membaca bukunya, ini merupakan salah satu kejutan apik di penghujung sepak terjang Severus Snape. Mendadak ada sedikit simpati yang muncul berbalik 180 derajat setelah sepanjang enam seri sebelumnya banyak kebencian yang muncul pada tokoh yang diperankan Alan Rickman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan kematian juga menghantui Hogwarts yang seolah redup dan tidak lagi bernyawa pasca kepemimpinan Snape. Guru, staf dan murid Hogwarts seolah kehilangan nyawa dan merasa terancam karena misteri keberadaan Harry. Sekembalinya Harry ke Hogwarts, ternyata ada kepanikan yang melanda karena mereka tahu pasti ada korban ketika Harry muncul. Namun, kepanikan atas serangan dementor dan pasukan Pangeran Kegelapan seolah memicu team Potter untuk mengentaskan nyawa Voldemort dan menjadikan Harry pahlawan sejatinya. Sayangnya, Harry Potter bukan lagi laki-laki lugu yang dibesarkan lewat latar sihir warna-warni. Ia tumbuh dalam kecaman penguasa abadi kegelapan yang konon tidak memberikannya pilihan untuk hidup atau mati, untuk menjadi pahlawan atau pengecut. Apakah mungkin kematian adalah jalan pintas yang abadi? Atau hanya sebagai jalan pembuka bagi seseorang untuk menyebut dirinya pahlawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak banyak berekspektasi, tentu masih ada rasa ingin tahu yang besar tentang bagaimana pertarungan terakhir Harry dan Voldemort akan berlangsung. Sebagai bagian terakhir dari seri yang akan menutup perjalanan cerita Potter dan juga menutup akhir hidup dari salah satu tokohnya, pertarungan hebat diharapkan bisa menjadi tutupan megah. Sejak adegan pertama sebagai sambungan dari Part 1, suasana yang dibangun adalah kelam. Dengan warna yang ditampilkan penuh kegelapan, lalu ketika pertahanan Hogwarts dibangun dengan matera yang dibuat oleh para profesornya makin menambah kegelapan dan kekelaman yang terjadi. Pertarungan massal antara Potter versus Voldemort juga membuat penonton bergidik dan menyiapkan diri siapa pun bisa tewas dari pertarungan hebat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya pertarungan hebat yang selayaknya sarat dengan adegan berdarah-darah, yang mungkin sayang dilewatkan meski hanya satu detik saja. Pertarungan sepertinya terfokus pada hancurnya horcrux satu persatu dan juga usaha untuk menghabisi Nagini. Adegan ini beberapa kali dimunculkan, saat Ron &amp; Hermione mengambil taring Basilisk sebagai salah satu senjata ampuh untuk menghabisi Nagini. Adegan tersebut cukup terasa efek dasyatnya sama seperti ketika tiara milik Rowena Ravenclaw musnah di Ruang Penyimpanan. dan juga saat Voldemort merasakan efek pasca hancurnya horcrux tersebut. Kedahsyatan pertarungan secara satu persatu itulah yang lebih terasa daripada pertarungan ketika Harry dan Voldemort berhadapan satu sama lain. Seolah energi mereka telah habis sebelum mereka berdua bertatapmuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penonton –dan bukan pembaca– perlu banyak merangkum sendiri rangkaian cerita yang kadang terlalu detail dan butuh kerja ingatan lebih kuat untuk bisa mengikuti jalannya cerita. Secara garis besar, plot yang digambarkan dalam film cenderung panjang dan berliku. Hubungan Antar tokoh satu sama lain bukan hanya dikaitkan dalam satu seri filmnya saja tetapi ketujuh seri secara lengkap. Penceritaan yang dilakukan lewat rangkaian petualangan tiga sekawan tersebut juga begitu banyak perkembangan sejalan dengan perkembangan kemampuan Harry, Ron dan Hermione menyusun puzzle misteri seputar intrik kawanan Voldemort. Penonton diminta juga membantu merangkai sendiri jalonan cerita yang tidak mungkin dijabarkan lebih detail lagi lewat layar lebar. Tentunya usaha itu tidak mudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penonton yang mungkin kecewa pasca menonton akhir dari kisah ini, karena bayangan akan kedasyatan pertarungan babak akhir Potter versus Voldemort. Konon, ketegangan dalam membaca buku yang penuh adegan pertarungan lebih memicu adrenalina ketimbang dinikmati secara visual. Nampaknya konsep theater of mind lebih berhasil ketimbang divisualisasikan. Adilnya memang nikmatilah film Harry Potter tanpa adanya perbandingan atau ekspektasi yang mengarah ke bukunya. Namun, layaknya sebuah adaptasi karya seni memang orisinalitas tulisan ribuan halaman memang takkan bisa tergantikan secantik apapun karya adaptasi tersebut. Akhirnya Harry Potter memang sudah saatnya menggantung tongkat, atau lebih tepat mematahkan tongkat yang menjadi senjata segala kericuhan yang muncul selama sebelas tahun karenanya. Seperti layaknya ia mematahkan hati ribuan penggemar yang takkan bisa sepenuh hati mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 | 2011 | Sutradara: David Yates | Negara: Inggris, Amerika Serikat | Pemain: Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Helena Bonham Carter, Jim Broadbent, Robbie Coltrane, Warwick Davis, Ralph Fiennes, Michael Gambon, John Hurt, Jason Isaacs, Alan Rickman, Maggie Smith&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;also posted in Cinemapoetica.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-1062026412522907190?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/1062026412522907190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=1062026412522907190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1062026412522907190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1062026412522907190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/09/harry-potter-and-deathly-hallows-part-2.html' title='Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2: Seruan Menuju Kematian yang Abadi'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-y0W9ZmBC5X0/Tl_NKnoQWBI/AAAAAAAAAWI/clgBe7TIsdk/s72-c/HP7P2_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-2316046815748727343</id><published>2011-06-10T11:41:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T11:59:59.191-07:00</updated><title type='text'>To Make Yourself Feels Good is a 100% Commitment</title><content type='html'>Common sense, women can do multitasking that men cannot do.&lt;/span&gt; Siapa yang setuju dengan pendapat ini? Pasti semua perempuan bersorak sorai setuju termasuk saya. Dari skala terkecil, mulai dari menelpon atau dandan sambil nyetir atau mendengarkan orang lain curhat sambil BBM-an. Skala besarnya, mengurus ini-itu di waktu yang bersamaan. Yep, perempuan memang punya keahlian melakukan hal-hal yang kadang membuat pria Cuma bisa geleng-geleng kepala. Tidak terkecuali perempuan yang satu ini (dalam hal ini, saya) yang seringkali berada dalam situasi multitasking yang membuat saya hanya memberikan kontribusi kurang dari seratus persen dalam semua hal yang saya ikuti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau kilas balik, sejak zaman kuliah dulu saya sering ikut kepanitian acara kampus. Dalam setahun bisa dua sampai tiga kepanitiaan yang saya ikuti. Belum termasuk grup folklore Cantar Caravelas dan juga UKM radio RTC UI FM. Sampai saya lulus, semuanya berjalan beriringan, aman, tentram, sentosa. Lepas dari bangku kuliah, saya mulai mencari kesibukan di luar kantor. Bagi saya, merugilah orang-orang yang tidak bisa mendapatkan kebahagiaan di luar jam kantor. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Somehow i believe, joy is coming outside from your routines.&lt;/span&gt; Untungnya saya menemukan grup tari tradisi yang mengisi kekosongan waktu luang dan mengobati rindu menari. Sampai awal tahun 2010 saya merasa ‘aman’ dan baru tersadar di akhir 2010 betapa ‘datar’nya hidup saya tanpa resolusi yang jelas. Padahal di luar sana, beberapa orang sudah mulai berkomentar bagaimana sibuknya saya dan geleng-geleng kepala ketika saya berniat menambah keinginan ikut ini-itu lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2011 rasa-rasanya tidak lagi ingin menyianyiakan dua belas bulan yang ada, apalagi tahun ini saya akan menginjak usia 24 tahun. Mulai mencoba fokus pada keinginan utama di dunia film dan lebih serius di bidang pekerjaan saya, broadcasting. Sampai pada suatu titik saya mencoba apa yang dilakukan Jim Carrey di film &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yes,Man!&lt;/span&gt; Mengatakan ‘Ya’ pada tawaran apapun. Sejujurnya, kenapa saya melakukan ini karena ada sedikit kejenuhan dengan apa yang sedang saya lakukan saat itu. Ternyata, justru saya sendiri kena batunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal pada tawaran menarik dari seorang guru tari tradisi saya untuk mengikuti misi budaya ke Prancis, mendadak saya kehilangan kehidupan sosial saya. Sayangnya, pengorbanan saya tidak diikuti dengan excitement yang bisa membayar pengorbanan itu. Bukannya saya tidak menikmati proses latihan menari itu. Tarian tradisional adalah salah satu passion saya, meskipun tidak sebesar film atau radio. Proses yang saya harapkan bisa membukakan mata saya dan memberikan insight tentang proses dari nol sampai bisa menarikan 7 tarian asal Kalimantan Barat di hadapan penonton asing sebagai bukti kecintaan saya pada budaya lokal. Terkesan klise dan muluk, tapi jujur itulah yang bisa saya banggakan dari sikap nasionalisme saya. Ternyata belum sampai proses itu berjalan lebih dari 50% saya mendadak merasa proses ini jalan di tempat dan saya merasa tidak nyaman luar biasa. Saya dihadapkan oleh pilihan keseriusan di kantor atas apa yang sudah kerjakan hampir dua tahun di perusahaan dan keseriusan di tempat menari. Jujur, otak saya terbelah dua karena tidak ingin usaha saya selama dua tahun di MRA terbuang sia-sia tetapi seperti janji saya di awal, komitmen pada misi budaya ini juga tidak bisa dilepaskan begitu saja. Lalu apa yang saya rasakan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantor pikiran melayang ke tempat latihan, di tempat latihan pikiran kembali ke Sarinah lantai 8. Satu hal lagi yang membuat saya makin tertekan, lingkungan di tempat latihan tidak membuat saya terpacu untuk tetap pada komitmen saya. Padahal saat itu saya baru saja kembali ke Jakarta pasca melakukan solo trip ke Beijing dan momen itu merupakan salah satu bentuk aktualisasi diri di dunia luar. Masih dalam euforia yang menyenangkan, justru di lingkungan tari itu saya merasa tidak dihargai dan diabaikan keberadaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak saya merasakan ada yang keluar jalur dalam pengorbanan saya sebulan terakhir di anjungan Kalimantan Barat itu. Sebagian jiwa saya seperti tidak menginginkan berada di sana. Komitmen yang saya coba pegang terasa makin menekan karena dukungan orang terdekat tidak terasa karena waktu bersosialisasi makin berkurang. Bahkan satu hari, saya merasa deg-degan luar biasa dan tidak pernah bisa tenang ketika memasuki tempat latihan. Sedikit psikosomatis rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tepat setelah menginjak usia duapuluh empat, saya memutuskan kembali ke jalan yang benar (menurut saya). Tidak mau lagi pikiran saya terpecah untuk hal yang saya belum tahu seberapa worth it-nya. Bagaimana orang lain menghargai usaha kita, tenaga, waktu yang sudah dikeluarkan. Dan yang terpenting, seberapa jauh mereka menghargai keberadaan kita di tengah-tengah mereka. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;If our absence makes them feel much better, maybe it’s time for you to walk away. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau selama ini saya hanya menganggap fokus pada satu hal terletak pada komitmen, sekarang saya mencoba tidak mudah berkata ‘iya’ pada tawaran yang menggiurkan. Bisa mengatakan ‘tidak’ artinya juga siap menjaga konsentrasi dan energi pada tujuan utama tanpa harus merasa dikorbankan oleh diri sendiri atau orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-DgpebqFI5ZM/TfJoYigsqrI/AAAAAAAAAWA/ZlxExNFWpKs/s1600/IMG_1000.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-DgpebqFI5ZM/TfJoYigsqrI/AAAAAAAAAWA/ZlxExNFWpKs/s320/IMG_1000.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616666456074529458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Simply makes yourself feels super-good!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya rasakan seminggu pasca melepaskan komitmen yang satu itu?&lt;br /&gt;Lega, tenang, lepas, dan yang terpenting &lt;span style="font-style:italic;"&gt;i make myself feel better and not even France can take that away from me!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-2316046815748727343?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/2316046815748727343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=2316046815748727343' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2316046815748727343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2316046815748727343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/06/to-make-yourself-feels-good-is-100.html' title='To Make Yourself Feels Good is a 100% Commitment'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-DgpebqFI5ZM/TfJoYigsqrI/AAAAAAAAAWA/ZlxExNFWpKs/s72-c/IMG_1000.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-8538381637007588746</id><published>2011-05-25T19:41:00.000-07:00</published><updated>2011-06-01T09:40:00.637-07:00</updated><title type='text'>Finally, Beijing!</title><content type='html'>Akhirnya! Mungkin itu kata yang tepat menggambarkan awal perjalanan solo trip kali ini ke Beijing,China. Awal 2011 saya sudah bertekad mau melakukan 3 liburan, pertama Bali di bulan April bersama rekan sejawat Cosmopolitan Fm dan berikutnya saatnya menikmati perjalanan sendiri ke destinasi yang sudah saya idam-idamkan sejak lama. Kenapa China? Sejak kelas 5 SD budaya China begitu akrab bagi saya terutama lewat novel, tontonan dan seni lainnya. Kelas 1 SMP saya jatuh cinta dengan tulisan Qiong Yao, roman klasik kisah Xiao Yanzi, putri dari dinasti Qing era pemerintahan Kaisar Qianlong. Tidak ada yang begitu spesial dari HuanZhu Gege ini, novel fiktif ini mengambil latar belakang kehidupan istana dengan segala atribut tradisi dan berbagai hal yang dianggap tabu. Meskipun semuanya fiktif, saya ingin mengenal lebih jauh bagaimana negara yang berkuasa sebagai macan Asia mempunyai historia klasik &lt;br /&gt;melibatkan kaisar dan mitos-mitos negeri China lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9N84YmzqRq8/Td3eQaSCtOI/AAAAAAAAAT8/5TxolTB1Dco/s1600/gege2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9N84YmzqRq8/Td3eQaSCtOI/AAAAAAAAAT8/5TxolTB1Dco/s320/gege2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610885084287775970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu setelah mempelajari bahasa Mandarin hampir 5 tahun, saya ingin benar-benar merasakan pengalaman mengunjungi tempat-temapt yang selama ini hanya saya kenal di buku. Destinasi ini bukan yang populer di antara teman-teman saya, selain jauh, butuh visa dan cukup mahal, China kalah populer dibanding Hongkong atau Thailand yang relatif murah. Jadi saya putuskan untuk melakukan perjalanan ini sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-y4YM9SXguDo/Td3eQkbx2SI/AAAAAAAAAUE/OARviePaUAk/s1600/FC.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-y4YM9SXguDo/Td3eQkbx2SI/AAAAAAAAAUE/OARviePaUAk/s320/FC.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610885087012968738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forbiden City atau The Palace museum adalah tujuan utama dan pertama saya. Hari kedua setelah mendarat di Beijing Capital Airport, saya langsung melangkah ke Forbiden City yang lokasinya berseberangan dengan Tian'An Men Square. Di depan pintu gerbang, saya disambut oleh foto Mao Tze Dong atau Chairman Mao. Konon, ia adalah bapaknya-China pasca berakhirnya kekuasaan dinasti China. Dengan tiket seharga 60Y perjalanan dimulai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari lapangan yang memisahkan tiap bangunan, fungsinya begitu beragam. Upacara, pesta, sampai untuk pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di belakang Forbiden City, terdapat Jingshan Park dan Beihai Park dengan White Dagobanya. Pemandangan dari puncak taman ini langsung mengarah ke Forbiden City. Kalau kita tarik lebih jauh lagi, agak jauh dari Beihai Park, kita bisa mengunjungi Bell and Drum Tower. Dari puncak bangunan inilah kita bisa melihat secara lurus tiga lokasi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-3uq2Q7xtbyw/Td3gXigHstI/AAAAAAAAAU0/TwlBAHonahg/s1600/Houhai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3uq2Q7xtbyw/Td3gXigHstI/AAAAAAAAAU0/TwlBAHonahg/s320/Houhai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610887405776646866" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Houhai Park, Menanti Sunset yang Cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-OoJqInn8mog/Td3gXU214EI/AAAAAAAAAUs/QP4PAb2NKVA/s1600/beihai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-OoJqInn8mog/Td3gXU214EI/AAAAAAAAAUs/QP4PAb2NKVA/s320/beihai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610887402113851458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beihai Park dan White Pagoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat lain yang juga jadi destinasi menarik di Beijing adalah Summer Palace yang menjadi lokasi istirahat musim panas keluarga kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di puncak Summer Palace ini ada Frangrance Budha yang menghadap ke danau Kunming. Sayangnya hari itu cuaca sedikit berkabut jadi pemandangan tidak begitu cerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau punya hobi daki gunung sebenarnya destinasi yang juga bisa dilakukan setelah mengunjungi Summer Palace adalah Fragrance Hills yang terletak tidak begitu jauh. Konon, pemandangannya di musim semi luar biasa cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-p2vqX4xVrKs/Td3eQ6qwc_I/AAAAAAAAAUM/RKlIoOHC_LM/s1600/tiantan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-p2vqX4xVrKs/Td3eQ6qwc_I/AAAAAAAAAUM/RKlIoOHC_LM/s320/tiantan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610885092981371890" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-xXFGh91rmBw/TeZp5DuIxuI/AAAAAAAAAVE/UKTUE5IVDRM/s1600/P5170460.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-xXFGh91rmBw/TeZp5DuIxuI/AAAAAAAAAVE/UKTUE5IVDRM/s320/P5170460.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613290414536181474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temple of Heaven&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-HJbdYZQf5uk/Td3eROkKLqI/AAAAAAAAAUU/hHlPn4hniP0/s1600/Tian%2BTan.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-HJbdYZQf5uk/Td3eROkKLqI/AAAAAAAAAUU/hHlPn4hniP0/s320/Tian%2BTan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610885098322407074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pretty Spring!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke China belum sah rasanya kalau belum ke Great Wall. Ada beberapa pintu yang bisa dilalui di Beijing untuk menyusuri Great Wall ini. Pintu yang paling populer untuk turis, Badaling terletak lebih kurang 30km dari pusat kota. Untuk saya yang bukan pecinta olahraga daki gunung, Badaling cocok karena tidak terlalu curam dan bisa dicapai dengan cable car. Jadi saya tidak perlu khawatir capek mendaki atau takut kepeleset yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-V7Gf2MD5MLc/TeZp5ktYwxI/AAAAAAAAAVM/yJ2Av4DWpIA/s1600/P5180509.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-V7Gf2MD5MLc/TeZp5ktYwxI/AAAAAAAAAVM/yJ2Av4DWpIA/s320/P5180509.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613290423391404818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, setelah perjalanan nyaris 6 jam sekaligus mengunjungi Ming Tomb alias makam Kaisar Dinasti Ming saya akhirnya bisa mendapatkan cukup banyak informasi seputar China lewat tour guide yang selama ini saya hindari. Pasca mengunjungi Changcheng, saya bisa dinyatakan SAH sebagai turis China!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-sqJnaWtIORQ/Td3gXRr2aRI/AAAAAAAAAUk/5nW-o8e-f2w/s1600/changcheng.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-sqJnaWtIORQ/Td3gXRr2aRI/AAAAAAAAAUk/5nW-o8e-f2w/s320/changcheng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610887401262442770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-QgRAcWFSoVQ/TeZrKOxmC2I/AAAAAAAAAVU/Q_1DA7XjpuQ/s1600/P5140128.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QgRAcWFSoVQ/TeZrKOxmC2I/AAAAAAAAAVU/Q_1DA7XjpuQ/s320/P5140128.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613291809072876386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-8538381637007588746?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/8538381637007588746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=8538381637007588746' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/8538381637007588746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/8538381637007588746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/05/finally-beijing.html' title='Finally, Beijing!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9N84YmzqRq8/Td3eQaSCtOI/AAAAAAAAAT8/5TxolTB1Dco/s72-c/gege2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-3215621800159991541</id><published>2011-05-04T07:29:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T08:29:00.431-07:00</updated><title type='text'>Beliebers: I Will Never Let You Go, Bieber!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-MemgJzznP_A/TcFtY6Qli2I/AAAAAAAAATs/TwWHB0ADS7Q/s1600/IMG_0584.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MemgJzznP_A/TcFtY6Qli2I/AAAAAAAAATs/TwWHB0ADS7Q/s320/IMG_0584.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602879686148721506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kehebohan lain di dalam masih berdekatan dengan beberapa konser yang digelar di penghujung April lalu tidak lain dan tidak bukan adalah fenomena Youtube, Justin Bieber. Isu kedatangannya sudah sempat membuat kehebohan di salah satu mal di Jakarta Pusat karena antriannya sudah ditunggu oleh para Beliebers sejak jam 3 pagi!&lt;br /&gt;Tiket yang dijual mulai 500.000 sampai 1.750.000 ludes dalam beberapa hari saja. Kekisruhan juga sempat terjadi ketika promotor yang menggelar konser ini mendadak 'menghilang' dan digantikan oleh koalisi 5 promotor dengan Berlian Entertainment sebagai penjaga gawangnya. Konser tanggal 23 April di Sentul City ini sebenarnya dimulai baru jam 7 malam dengan band pembuka, Gruvi. Namun, sejak sore penonton sudah memadati lokasi dengan seragam berwarna ungu, warna favorit Bieber. Kebanyakan penonton adalah ABG perempuan dan ibu muda yang menggandeng anaknya yang berusia di bawah remaja. Beberapa di antara mereka bahkan sudah standby sejak jam 12 siang, alasannya tidak ingin kena macet dan ingin segera bertemu idolanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara cukup ontime dengan dibuka oleh band pembuka, Gruvi. Untungnya mereka hanya menyanyikan 4 lagu mengingat animo penonton yang nampak tidak sabar bernyanyi bersama. Akhirnya jam 20.10 layar di atas panggung memulai countdownnya selama 15 menit dan akhirnya konser dibuka dengan lagu Love Me. Penonton yang menjerit-jerit histeris dengan suara high pitch kemudian ikut bernyanyi dalam 16 lagu yang dibawakan dengan sangat hafal. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-sZhQeDP5Tj4/TcFtYchZ_aI/AAAAAAAAATk/6_ihby4dJ8U/s1600/IMG_0572.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sZhQeDP5Tj4/TcFtYchZ_aI/AAAAAAAAATk/6_ihby4dJ8U/s320/IMG_0572.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602879678166203810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyanyi, Bieber juga pamer aksi menari dan juga breakdancenya tak lupa kemampuan main gitar ditunjukkan di lagu Never Let You Go versi akustik. Setiap jeda rehat Bieber silam dari panggung, penonton tidak dibiarkan menunggu begitu saja. Video montage perjalanan karier Bieber sudah disiapkan untuk memicu histeria para Beliebers. Tidak hanya itu, ada kejutan dari Jamie Aditya, mantan VJ era 90-an yang tampil menyanyikan beberapa lagu R&amp;B secara acapella bersama backing vocal Bieber, Legaci.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_-PsgS0LeK4/TcFtX_EiDqI/AAAAAAAAATc/k-pazAIsXdc/s1600/IMG_0557.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_-PsgS0LeK4/TcFtX_EiDqI/AAAAAAAAATc/k-pazAIsXdc/s320/IMG_0557.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602879670260469410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berlama-lama rehat, Bieber kembali memanaskan panggung dengan 10.000 penonton dan akhirnya setelah lebih kurang 90 menit lagu Baby dijadikan pamungkas konser My World Bieber di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-9o5829BZ2qs/TcFtXheUQrI/AAAAAAAAATU/wHs6F5WdtKk/s1600/IMG_0544.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-9o5829BZ2qs/TcFtXheUQrI/AAAAAAAAATU/wHs6F5WdtKk/s320/IMG_0544.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602879662315553458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-3215621800159991541?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/3215621800159991541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=3215621800159991541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3215621800159991541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3215621800159991541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/05/beliebers-i-will-never-let-you-go.html' title='Beliebers: I Will Never Let You Go, Bieber!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MemgJzznP_A/TcFtY6Qli2I/AAAAAAAAATs/TwWHB0ADS7Q/s72-c/IMG_0584.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-2669581932931172350</id><published>2011-05-04T06:36:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T07:27:24.255-07:00</updated><title type='text'>Stutter Over Maroon 5</title><content type='html'>Akhir bulan April kemarin menjadi salah satu minggu yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, terutama mereka yang sudah mengantri di dua konser yang cukup menghebohkan; Maroon 5 dan Justin Bieber. 4 bulan sebelum konser, 6000 tiket yang disiapkan promotor Maroon 5 ludes terjual dalam kurang dari 24 jam saja sedangkan para Beliebers juga sudah menborong tiket bocah 17 tahun ini sejak awal tahun 2011 lalu. Bagi saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;excitement&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; menonton Adam Levine dkk adalah ingin menikmati konser yang (katanya) sing along dan aksi panggung serta tata panggung yang menawan. Selain itu, setelah menunggu berbulan-bulan tentu rasa penasaran saya sudah terlalu menumpuk untuk konser yang satu ini. Mengingat banyaknya animo penonton yang membludak dan kekecewaan calon penonton yang gagal mendapatkan tiket, tentu ini seolah menjadikan saya salah satu yang beruntung bisa menjadi satu dari enam ribu penonton yang memenuhi Istora Senayan 27 April lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-_itEXvG2Nv8/TcFfN4foNeI/AAAAAAAAATM/K8WmSjBkqoc/s1600/IMG_0607.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_itEXvG2Nv8/TcFfN4foNeI/AAAAAAAAATM/K8WmSjBkqoc/s320/IMG_0607.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602864103533589986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan Misery, Adam Levine yang tampil sederhana dengan atasan putih polos  kemudian menggeber hits-hits Maroon 5 seperti Harder to Breath, Wake Up Call, She Will Be Loved, This Love dan beberapa lagu dari album terbarunya, Hands All Over. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-EQV57yessxo/TcFfNh8nw8I/AAAAAAAAATE/bk-LeVLN-so/s1600/IMG_0630.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-EQV57yessxo/TcFfNh8nw8I/AAAAAAAAATE/bk-LeVLN-so/s320/IMG_0630.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602864097481180098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah drama pamit ala encore, Levine kembali ke panggung dan menutup konser dengan Makes Me Wonder dan Sunday Morning. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's the sweetest goodbye!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-rp7rr7h7OUg/TcFfNAcRzJI/AAAAAAAAAS8/9V4ulRmDaUQ/s1600/IMG_0626.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-rp7rr7h7OUg/TcFfNAcRzJI/AAAAAAAAAS8/9V4ulRmDaUQ/s320/IMG_0626.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602864088487152786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-2669581932931172350?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/2669581932931172350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=2669581932931172350' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2669581932931172350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2669581932931172350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/05/stutter-over-maroon-5.html' title='Stutter Over Maroon 5'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_itEXvG2Nv8/TcFfN4foNeI/AAAAAAAAATM/K8WmSjBkqoc/s72-c/IMG_0607.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-5356808576401079048</id><published>2011-04-12T01:55:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T02:04:44.877-07:00</updated><title type='text'>Tiga Dara : Masalah Jodoh Tak Lekang Dimakan Zaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-l4IqAQNYbfE/TaQUG8o4BiI/AAAAAAAAAS0/JlkT9anLaBE/s1600/tiga-dara2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-l4IqAQNYbfE/TaQUG8o4BiI/AAAAAAAAAS0/JlkT9anLaBE/s320/tiga-dara2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594618746690340386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan tentang film Indonesia di awal kemunculannya tentu beragam. Klasik dan penuh nuansa yang konservatif. Karya Usmar Ismail sebagai Bapak Perfilman Indonesia tentu tidak perlu diragukan lagi, salah satunya Tiga Dara yang kembali dihadirkan dalam segmen Body of Works: Usmar Ismail bersama enam film lainnya. Kisah tiga kakak beradik yang tinggal bersama ayah dan kakeknya menghadirkan permasalahan yang tidak habis dimakan zaman, jodoh! Nunung, kakak tertua baru saja genap berusia 29 tahun dan membuat nenek begitu ketar-ketir karena sampai nyaris menginjak usia kepala tiga, Nunung tidak menunjukkan tanda-tanda dekat dengan laki-laki. Padahal adiknya, Nana dan Nenny termasuk supel dan mudah bergaul dengan laki-laki. Sang ayah sebenarnya santai menanggapi kekhawatiran nenek tetapi dengan ancaman dan juga permintaan Nenek yang dibuat seperti permintaan terakhir sebelum ajal menjemput mau tak mau membuat Ayah berpikir dua kali. Usaha mencarikan Nunung jodoh pun berjalan, sayangnya perangai Nunung yang terkesan tidak ramah membuatnya sulit diterima di kalangan teman-teman Nana dan Nenny yang notabene laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Nunung tertabrak motor oleh seorang pria bernama Toto. Nunung yang kesal memaki-maki Toto dan menolak diantar pulang sebagai bentuk permintaan maaf. Tidak menyerah begitu saja, Toto mengikuti becak yang ditumpangi Nunung sampai rumah dan berusaha meminta maaf lewat sebuket bunga. Nunung masih saja tidak terima dan menolak kehadiran Toto dengan ketus. Nana justru melihat Toto sebagai pria yang gentlemen dan berusaha mendekati. Alih-alih makin akrab dengan Nunung, Toto justru kian dekat dengan Nana dan Nunung terlihat sedikit cemburu. Sayang, ego Nunung lebih tinggi dari rasa sukanya pada Toto. Toto yang masih berharap pada Nunung mengira akan bisa mendekati Nunung lewat Nana. Kedekatan Toto dan Nana ternyata berlanjut sampai pertunangan. Nenek begitu terkejut dan menolak pertunangan tersebut, ia bilang kalau sampai Nana menikah lebih dulu dari Nunung, Nunung akan menjadi perawan tua seumur hidupnya. Nana begitu marah pada Nunung, akhirnya Nunung memilih pergi ke Bandung di rumah kerabatnya dan berharap mendapat ketenangan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai film yang muncul di tahun 50-an lalu dipertontonkan kembali sekarang, ada ekspektasi atau stereotipe yang muncul akibat referensi film yang lebih modern. Cerita yang disuguhkan ketiga dara ini sebenarnya cukup klise dan ratusan film masih mengangkat masalah jodoh sampai era sekarang. Konflik perjodohan yang dirasakan Nunung membuatnya tertekan dan justru menghindar, ignorant. Berbeda karakter dengan kakaknya, Nana justru periang cenderung penggoda. Awalnya ia dekat dengan Herman lalu ketika Toto datang, dengan mudah Nana melepas Herman begitu saja. Nenny diposisikan sebagai karakter yang menetralisir situasi antara Nunung dan Nana. Gaya jenakanya membuat cerita bergulir natural dan tidak dipaksakan. Dialog yang penuh gaya bahasa lama membuat dialognya semakin terasa berbunga-bunga namun masih bisa dimaklumi. Dengan sedikit sentuhan nyanyian, film hitam putih ini sama sekali tidak terasa membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potongan dialog Tiga Dara ini cerdas dan tidak mengesankan film lawas tidak lagi relevan dengan kehidupan masa kini. Celetukan-celetukan dari semua tokohnya justru memberikan bukti jelas kalau film klasik memang tidak habis di makan waktu. Hal ini terasa dari dialog Nenek dan Ayah berikut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek : "Saatnya Nunung menikah sekarang sudah 29 tahun dan tahun depan 30 tahun"&lt;br /&gt;Ayah: "Ah, masih muda itu! Menikah cepat-cepat itu kuno,di zaman dulu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, film yang muncul lebih dari 50 tahun lalu menganggap menikah di akhir usia 20-an adalah kuno dan tidak ada masalah melajang sampai usia kepala tiga. Isu yang dianggap melekat di pikiran orang-orang zaman dulu ternyata tidak terbukti lewat film ini. Sebaliknya, di zaman serba canggih saat ini justru isu ini masih saja dipermasalahkan. Melihat gaya Nana dan Nenny yang begitu kontras dengan Nunung yang serba tradisional, film ini juga sepertinya ingin menampilkan bagaimana invasi Eropa masih kental terasa bahkan dalam satu keluarga yang tinggal seatap. Nana dan Nenny seperti lebih bebas dalam berekspresi dan tidak tertutup pada hal-hal baru yang ditemuinya. Nunung seperti merepresentasikan perempuan tradisional dengan segala atributnya, fisik dan juga pikirannya. Ia begitu dalam berpakaian, tidak pernah mengubah penampilan sehari-harinya dari kebaya antiknya, begitu juga ketika berinteraksi dengan lawan jenis. Nunung cenderung menutup diri, ia memilih berada di dapur memasak, menghibur tamu dengan bermain di balik piano, merawat kedua adik, ayah dan neneknya. Ia lebih baik bersembunyi di balik atribut keibuannya tanpa harus mengeluarkan sisi menariknya seorang perempuan di hadapan laki-laki. Nana yang ceriwis dan centil tidak peduli betapa buruknya ia di dapur atau Nenny yang lebih senang bergurau dengan laki-laki di sekelilingnya, termasuk sang ayah namun interaksi  mereka pun menghasilkan kebahagiaan dan begitu lepas menghadapi masalah hidupnya. Masalah ini ternyata tidak basi ketika kita menontonnya kembali di layar perak yang sudah kusam gambarnya karena masalahnya masih akrab dengan kita penonton di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima puluh lima tahun kemudian, pilihan bagi dara lainnya yang berkaca pada tiga dara ini mau menjadi siapa, terperangkap dalam norma dan stereotipe perempuan yang juga sulit lepas dari zona nyamannya atau berani lepas dari segala keterpaksaannya dan siap menerima risikonya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-5356808576401079048?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/5356808576401079048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=5356808576401079048' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5356808576401079048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5356808576401079048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/04/tiga-dara-masalah-jodoh-tak-lekang.html' title='Tiga Dara : Masalah Jodoh Tak Lekang Dimakan Zaman'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-l4IqAQNYbfE/TaQUG8o4BiI/AAAAAAAAAS0/JlkT9anLaBE/s72-c/tiga-dara2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-568142466170371639</id><published>2011-03-16T20:45:00.001-07:00</published><updated>2011-03-16T20:46:48.753-07:00</updated><title type='text'>Belkibolang; Saling Tabrak Rambu Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-4KPljimel0s/TYGD_2aXopI/AAAAAAAAASs/XOZtJiqEUDM/s1600/belkibolang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-4KPljimel0s/TYGD_2aXopI/AAAAAAAAASs/XOZtJiqEUDM/s320/belkibolang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584890145877238418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta di malam hari memberikan kesan tersendiri bagi masing-masing penduduknya. Penuh sesaknya di siang hari ternyata tidak membuat malam jadi lebih sepi. Hiruk pikuk dan ketegangan ternyata juga memenuhi malam-malam di kota Jakarta. Sembilan kisah tentang Jakarta di malam hari dan hal-hal yang dianggap tidak awam dibahas dalam film omnibus karya sembilan sutradara Belkibolang. Istilah belkibolang bagi pengguna jalanan di Jakarta tentu sudah sangat akrab, belok kiri boleh langsung. Judul sekaligus istilah ini merupakan isyarat dari kesembilan sutradara dan seorang penulis naskah, Titien Watimena bagi penonton untuk silakan langsung menikmati kesembilan cerita yang ‘kiri’ tanpa harus berhenti sejenak karena rambu-rambu norma yang membatasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dibuka dengan Payung, kisah tanpa suara antara laki-laki di tengah hujan dengan gadis kecil ojek payung. Dinginnya hujan di Jakarta sepertinya setara dengan dinginnya hubungan antar individu meskipun salah satunya berusaha mendekatkan diri namun yang satu justru menghindar. Percakapan sepasang tetangga yang berkeluh kesah dengan masalahnya masing-masing dalam Percakapan Ini mencoba memaparkan bagaimana problema tiap orang terkadang berkaitan satu sama lain. Absurditas percakapan yang terjadi karena sama-sama mencoba mengangkat masalahnya sendiri ternyata justru memberi benang merah antar keduanya. Adegan dan dialog yang diceritakan seolah kilas balik, sebenarnya hanya mengulang dan memutarbalikan posisi siapa korban dan pelaku dalam masalah yang ada pada kedua tokoh. Pada akhirnya, keduanya sempat berada di posisi yang sama. Percakapan yang terkesan absurd, mengingatkan pada konsep puisi mbeling yang diperkenalkan oleh Remy Sylado, yaitu konsep sastra (terutama puisi) yang mengabaikan kaidah keindahan dan keteraturan dalam bermain kata. Ketidakteraturan percakapan tersebut justru menciptakan suatu keindahan baru sekaligus menjelaskan keruwetan masalah lagi-lagi antar individu Jakarta. Terkadang tidak selalu harus dimengerti namun hanya untuk didengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keruwetan lain dialami dua individu yang tidak berkaitan sama sekali namun dipertemukan dengan suatu kejadian kriminal yang juga menjadi makanan sehari-hari bagi penduduk Jakarta. Di malam hari, seorang aki-laki yang awalnya datang dengan niat baik menjadi tukang ojek dadakan saat seorang perempuan terlihat kebingungan, justru menjadi korban kriminal berkedok nafsu. Hasilnya, seorang laki-laki ditemukan tak sadarkan diri dan motornya digasak perempuan yang sempat menawarkan susunya! Kalimat tersebut begitu akrab di headline koran-koran kuning. Di Jakarta, ketika malam datang dua hal yang banyak terjadi adalah tindak kriminal dan aktivitas esek-esek. Sebut saja dari mulai kelas jetset yang bisa menikmati aktivitas seks di hotel berbintang atau klub ternama atau sekadar warung remang-remang di pinggiran kota, semuanya awam di Jakarta. Namun ketika adanya kesempatan tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun, harusnya kita waspada karena di Jakarta tidak ada yang gratis. Laki-laki yang polos mau menjadi tukang ojek di tengah malam lengah ketika diberi kesempatan nyusu gratis oleh perempuan asing. Perampokan di jalanan dengan seorang perempuan sebagai pelakunya ternyata membuahkan banyak korban, terutama laki-laki hidung belang yang tergoda dan tidak sanggup menahan nafsunya. Nafsu manusia akan harta dan syahwat mencoba digambarkan lewat paparan Tumpal Tampubolon di Mamalia. Mungkin tujuannya mengingatkan kembali pada manusia akan asalnya, mahluk mamalia atau pada akhirnya kita sama dengan anjing atau kucing. Sama-sama binatang, menyusui. &lt;br /&gt;Tema yang masih berkaitan juga mencoba diangkat oleh sutradara Wisnu Pratama dalam Ella. Kisah Ella si pekerja seks komersial yang membanting tulang demi menghidupi keluarganya di kampung. Keluarga Ella hanya tahu Ella bekerja di Jakarta, berpuasa selama bulan Ramadan dan pulang kampung membawa hasil kerjanya di hari raya. Ella tidak seperti apa yang keluarganya bayangkan, Ella menjual tubuhnya agar keluarganya bisa makan dan hidup. Ironi yang muncul dari kaum pekerja di Jakarta, selama pekerjaan itu menghasilkan bagi mereka tidak penting apa pekerjaannya. Stereotip halal atau haram seolah tidak berlaku untuk urusan uang dan perut. Ella bukannya malu pada pekerjaannya, ia begitu terbuka pada temannya yang merupakan penjual bebek bakar. Ella juga menyadari akan adanya penolakan dari keluarganya atas pekerjaan, gaya hidup dan perilakunya selama di Jakarta. Hal ini terlihat ketika Ella mengubah cara bicaranya ketika berbicara dengan ibunya di telepon dan mengganti pakaian yang lebih sopan ketika pulang menuju kampung halamannya. Ella menunjukkan bagaimana Jakarta seperti memberi identitas baru bagi penghuninya, identitas yang mau diakui atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film terakhir yang begitu membekas adalah karya sutradara Edwin, Rollercoaster. Sensasi ketegangan layaknya naik wahana rollercoaster di taman hiburan mencoba dihadirkan lewat aksi dua sahabat berbeda jenis yang selama bertahun-tahun bersahabat tidak pernah melihat masing-masing telanjang bulat. Hanya dengan setting kamar hotel dan berbekal penutup mata, keduanya memulai aksi yang sempat naik turun akibat keduanya masih diliputi sedikit ragu. Aksi yang perlahan justru menaikkan adrenalin penontonnya dan klimaks dari kejadian tersebut justru digantungkan, seolah-olah memberikan ruang bagi penonton untuk menentukan sendiri apakah keduanya berhasil menjalankan ‘misi suci’ mereka tersebut. Ketegangan dibumbui celetukan ringan yang cenderung konyol dan sedikit menghilangkan ketegangan saat kita berada di ‘rollercoaster’ bersama dua tokoh utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sembilan film yang ditampilkan tentu tidak semuanya mencuri perhatian, lebih kurang yang dijabarkan di ataslah yang paling memorable. Kekuatan film omnibus yang sifatnya keroyokan ini ada pada ide sederhana namun sanggup menyentak penontonnya. Dengan tema ‘kiri’ yang diambil penulis naskahnya, kisah-kisah nyeleneh yang cenderung tidak penting justru berpotensi diingat dan terasa dalam. Kisah cinta dengan angan-angan romantis plus adanya barang yang bernilai historis dalam Planet Gajah atau kisah pertemuan dua sejoli yang jatuh cinta di Peron cenderung mudah dilupakan terlepas dari gambar indah yang disajikan. Satu hal yang sejenak mengalihkan penonton bahwa Belkibolang ingin berbicara tentang Jakarta sebagai pusat dari kesembilan kisah tersebut adalah pemilihan lokasi yang jauh dari lokasi-lokasi standar di Jakarta. Bisa saja penonton mempertanyakan sendiri, jadi sebelah mana Jakarta yang sebenarnya memperbolehkan belok kiri boleh langsung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;foto dari belkibolang.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-568142466170371639?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/568142466170371639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=568142466170371639' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/568142466170371639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/568142466170371639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/03/belkibolang-saling-tabrak-rambu-jakarta.html' title='Belkibolang; Saling Tabrak Rambu Jakarta'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-4KPljimel0s/TYGD_2aXopI/AAAAAAAAASs/XOZtJiqEUDM/s72-c/belkibolang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-3066991806695851005</id><published>2011-03-16T09:51:00.001-07:00</published><updated>2011-03-16T10:40:47.036-07:00</updated><title type='text'>Tanpa Kisah Tragis, Apakah ini Cinta?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-aB5KIp__Yq8/TYD16yQlMWI/AAAAAAAAASk/I2cdwC5zEbw/s1600/GNJ.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aB5KIp__Yq8/TYD16yQlMWI/AAAAAAAAASk/I2cdwC5zEbw/s320/GNJ.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584733928211951970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menceritakan kembali kisah cinta yang seharusnya romantis nan tragis ke dalam bahasa dan gerak gambar yang bisa dipahami semua umur? Film animasi memang identik dihadirkan untuk semua umur terutama menghibur anak-anak. Ketika salah satu drama seorang Shakespeare diadaptasi ke dalam animasi, tentu tidak semua originalitas yang sudah pernah ditampilkan bisa lolos juga. Kisah cinta tragis Romeo &amp; Juliet banyak diadaptasi ke layar lebar dengan berbagai sudut pandang penceritaan. Mulai tahun 1968 diangkat ke layar lebar oleh Franco Zeffirelli dengan nuansa British Italian dan berhasil menyabet Oscar untuk "Best Cinematography" dan "Best Costume". Di era yang lebih modern, Baz Lurhmann menghadirkan duet Leonardo DiCaprio dan Claire Danes dengan nuansa yang lebih pop sebagai pasangan Romeo &amp; Juliet di tahun 1996. Originalitas dialog Shakespeare tetap terasa meskipun latar yang sudah sangat hip dan kental suasana urban. Film lokal tidak mau kalah mengadaptasi kisah ini, perseteruan fans fanatik sepakbola Persija dan Persib menjadi latar film Romeo &amp; Juliet karya Andi Bachtiar Yusuf dan menghasilkan kisah cinta terlarang ala Verona. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk konsumsi yang lebih luas, tentunya banyak unsur yang berubah di dalam Gnomeo &amp; Juliet ini. Dengan latar dua tetangga yang tinggal di Verona Drive bernama Montague dan Capulet yang selalu berseteru, hidup mahluk-mahluk yang tinggal di taman masing-masing pemilik rumah. Penghuni pekarangan Capulet dengan topi merahnya selalu mengolok-olok Montague yang bertopi biru dengan kata-kata gnome alias mahluk mungil dan terkesan lemah. Awalnya hanya masalah persaingan 'taman siapa yang lebih cantik' jadi berkembang ketika Juliet jatuh cinta pada Gnomeo. Suasana makin memanas ketika masing-masing berusaha menghancurkan taman musuh dan puncaknya ketika Tybalt, sepupu Juliet menantang Gnomeo adu balap mesin pemotong rumput dan Tybalt menabrak dinding lalu hancur berkeping-keping. Capulet tidak tinggal diam dan berusaha alas dendam untuk menghabisi Gnomeo. Cerita bergulir seperti kisah Romeo &amp; Juliet yang kita kenal sebelumnya. Jadi, apa bedanya dengan versi aslinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mahluk-mahluk pekarangan ini hidup, sontak langsung teringat bagaimana mahluk di Night at Museum hidup. Mereka hidup sebagai alter-ego dari apa yang ditampilkan sebelumnya. Capulet dan Montague versi taman ini hadir sebagai karakter lucu yang menghidupkan suasana taman masing-masing. Ceria, ramah, dan gembira. Ketika mereka hidup, muncullah Gnomeo yang nakal, ingin mencoba sesuatu yang dilarang ibunya, Tybalt yang menggemaskan muncul sebagai karakter menyebalkan dan curang. Tokoh paling signifikan, Juliet digambarkan selalu ingin membuktikan bahwa dia tidak lemah dan bisa berdiri sendiri, bosan diremehkan oleh sang ayah yang protektif. Sayangnya, karakter para tokoh kurang kuat ditampilkan karena banyaknya tokoh sampingan yang juga ingin ditonjolkan. Benny dan Shroom sebagai sidekick Gnomeo masing-masing digambarkan bijaksana dan jenaka sedangkan Featherstone layaknya tokoh pendeta yang cukup membuat haru dengan kisah cintanya sekaligus penasehat bijaksana. Tokoh sampingan lainnya berperan sebagai minion tiap kubu yang begitu menggemaskan. Misalnya saja sekumpulan kelinci yang berkomunikasi hanya dengan mengatupkan kedua telinganya atau boneka mini yang selalu setuju dengan segala tindak tanduk Tybalt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak-anak di bawah umur, tontonan ini menjadi menyenangkan didukung oleh grafis yang apik menggabungkan animasi tiga dimensi dan dua dimensi penuh warna yang objeknya dekat dengan keseharian.Lalu di mana sisi romansa tragisnya? Rasanya tak lengkap Romeo &amp; Juliet tanpa adegan ciuman membara atau bunuh dirinya. Mungkinkah adegan tersebut ditampilkan? Apakah tega mengingatkan anak-anak bahwa tidak semua kisah cinta berakhir bahagia? Atau sebenarnya film animasi ini bukanlah konsumsi anak-anak pada umumnya? Mungkin juga setelah menonton film ini, generasi pecinta hiburan digital akan mencari tahu apa saja sebenarnya yang tertulis dalam kisah terdahulu lewat hiburan primer ala tradisional, buku sastra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-3066991806695851005?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/3066991806695851005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=3066991806695851005' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3066991806695851005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3066991806695851005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/03/tanpa-kisah-tragis-apakah-ini-cinta.html' title='Tanpa Kisah Tragis, Apakah ini Cinta?'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aB5KIp__Yq8/TYD16yQlMWI/AAAAAAAAASk/I2cdwC5zEbw/s72-c/GNJ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-4254235261267271668</id><published>2011-02-24T17:34:00.000-08:00</published><updated>2011-02-24T17:37:23.756-08:00</updated><title type='text'>A Valentine Afternoon With Duncan Sheik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--3AUI3LmUxI/TWcHrzPsODI/AAAAAAAAASc/6T56uIx7GWI/s1600/Duncan-Sheik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--3AUI3LmUxI/TWcHrzPsODI/AAAAAAAAASc/6T56uIx7GWI/s320/Duncan-Sheik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577435112593438770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat Duncan Sheik yang dikenal dengan hits singlenya di tahun 90-an seperti Wishful Thinking, Bite My Tongue, dan Barely Breathing? Empat belas tahun kemudian, ia bersama Rachael Yamagata menggelar konser di Denpasar &amp; di Jakarta tepat di hari Valentine 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Duncan dan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti kebanyakan musisi asing yang hanya menghabiskan satu dua malam di negara tujuan konsernya, Sheik sudah berada di Indonesia selama lebih kurang tiga minggu di Bali. Tidak heran, kulitnya tampak merah terbakar setibanya di Jakarta. Baginya, Indonesia ternyata bukanlah negara asing karena teman semasa kuliahnya tidak lain adalah orang Indonesia. Bahkan di New York, ia mengaku cukup akrab dengan makanan Indonesia seperti ayam bakar dan nasi goreng! Kalau kebanyakan orang asing anti dengan makanan pedas, tidak untuk Sheik “I only eat spicy food!”. Setelah menutup konsernya di Jakarta, Sheik akan kembali menikmati cerahnya matahari Ubud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Duncan dan Hantu di Album Whisper House&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering mengusung musik rock alternative, Sheik justru memenangi Grammy Awards 2008 untuk kategori Best Musical Show Album untuk album Spring Awakening. Sheik sendiri mengaku tidak begitu mencintai musik teatrikal itu, karena awalnya ia hanya membantu temannya di album Spring Awakening dengan satu syarat, “If only I can express my own aesthetic in music”. Tentang album teranyarnya, Whisper House yang dianggap orang lebih gloomy dibanding album-album terdahulunya, Sheik hanya menjawab sambil berkelakar, “That album is a ghost story. Ghosts are gloomy, right?”. Baginya, genre musiknya tidak perlu dikotak-kotakan selama ia masih bisa menikmati karya jenius lintas era mulai  dari Peter Gabriel,  Depeche Mode, The Smith, sampai New Order.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Duncan dan ‘World Peace’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheik masih percaya musik adalah cara terbaik menyebarkan cinta apalagi sejak ia mendalami ajaran Budha yang membuatnya jauh lebih tenang dan positif. “It’s simply, will be less war, less stupidity, less cruelty if the first thing to do is simply change yourself!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Also featured on Geeksbible.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-4254235261267271668?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/4254235261267271668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=4254235261267271668' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4254235261267271668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4254235261267271668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/02/valentine-afternoon-with-duncan-sheik.html' title='A Valentine Afternoon With Duncan Sheik'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--3AUI3LmUxI/TWcHrzPsODI/AAAAAAAAASc/6T56uIx7GWI/s72-c/Duncan-Sheik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-5266240249865433261</id><published>2011-02-03T20:20:00.000-08:00</published><updated>2011-02-03T20:58:32.102-08:00</updated><title type='text'>For The Golden Era of Rabbit</title><content type='html'>3 Februari 2011 saatnya merayakan tahun baru China 2562 dan masuk ke tahun kelinci logam. Sebagai orang yang kebetulan bershio kelinci, tentunya saya cukup menyambut tahun ini dengan banyak pengharapan. Sayangnya, menurut salah satu ahli fengshui Tan Hoat Sun yang saya undang di acara Breakfast Club &lt;a href="http://www.cosmopolitanfm.com"&gt;&lt;/a&gt;Cosmopolitan FM, rabu lalu, untuk tahun kelinci justru yang bershio kelinci kurang beruntung. Shio yang menanjak tahun ini adalah babi dan kambing. Untuk peruntungan bisnis juga baik peluangnya di sektor minyak dan investasi. Akhir 2010 lalu, saya sempat berpikir untuk mencoba bisnis online kecil-kecilan. Niat itu nampaknya perlu saya tunda dulu, bukan sekadar karena prediksi Koh Tan tetapi juga alasan menabung kepentingan lainnya, misalnya menggantinya dengan berkunjung ke negeri China,AMIN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, lepas dari semua prediksi permulaan tahun kelinci logam ini, mari kita buat pengharapan sebesar-besarnya, dengan niat yang tulus semurni logam emas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;and let it shine!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zhu Nimen Xin Nian Kuai Le ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TUuEChnRicI/AAAAAAAAARk/6OhhqbzZY58/s1600/imlek%2B3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TUuEChnRicI/AAAAAAAAARk/6OhhqbzZY58/s400/imlek%2B3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569690543091452354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TUuDKV9B_qI/AAAAAAAAARM/F8cd9yDxowE/s1600/imlek%2B1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TUuDKV9B_qI/AAAAAAAAARM/F8cd9yDxowE/s400/imlek%2B1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569689577888808610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TUuDKHAUTYI/AAAAAAAAARE/ZSMgYxs78eI/s1600/imlek%2Bcfm.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TUuDKHAUTYI/AAAAAAAAARE/ZSMgYxs78eI/s400/imlek%2Bcfm.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569689573876059522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TUuHUhEF1MI/AAAAAAAAARs/umk4S-YftV0/s1600/imlek%2Bbfc.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TUuHUhEF1MI/AAAAAAAAARs/umk4S-YftV0/s400/imlek%2Bbfc.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569694150716413122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Duo Produser Breakfast Club&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TUuDKhx_LRI/AAAAAAAAARc/kKDQGVWH2M0/s1600/imlek%2B2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TUuDKhx_LRI/AAAAAAAAARc/kKDQGVWH2M0/s400/imlek%2B2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569689581063712018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Xiao Mei yang beneran Imlek :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hasil photoshoot tim Cosmopolitan FM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-5266240249865433261?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/5266240249865433261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=5266240249865433261' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5266240249865433261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5266240249865433261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/02/for-golden-era-of-rabbit.html' title='For The Golden Era of Rabbit'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TUuEChnRicI/AAAAAAAAARk/6OhhqbzZY58/s72-c/imlek%2B3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-1628642755015972112</id><published>2011-01-22T10:57:00.001-08:00</published><updated>2011-01-22T12:26:49.179-08:00</updated><title type='text'>Which One is Part of Ne-Yo's List?</title><content type='html'>2011 konon dibanjiri konser musisi mancanegara sejak kwartal pertama tahun ini. Antrian mengular di beberapa lokasi yang ditentukan para promotor dengan harga yang tidak murah itu ternyata tidak menyurutkan minat calon penonton yang haus akan hiburan musik tersebut. &lt;br /&gt;Tahun 2011 ini, musim konser dibuka oleh Ne-Yo, solois R&amp;B asal Amerika akhirnya benar-benar menjejakkan kaki di Jakarta dan menggelar konser perdananya sejak album teranyarnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Libra Scale&lt;/span&gt; dirilis. Konser yang sempat heboh karena tadinya Ne-Yo sempat mau disandingkan dengan Chris Brown beritanya masih simpang siur bahkan sampai tiketnya sudah terjual. Calon penonton dikejutkan dengan pernyataan di akun twitter Chris Brown yang menyatakan ia tidak akan mengadakan tur ke Indonesia. Tentunya publik merasa tertipu tetapi akhirnya Sentralive, promotor konser Ne-Yo benar-benar mendatangkan penyanyi sekaligus penulis lagu yang populer dengan lagu 'So Sick' ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTs8Y08J1-I/AAAAAAAAAQg/huW4PUqBxGQ/s1600/NEYO%2B%25287%2529.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTs8Y08J1-I/AAAAAAAAAQg/huW4PUqBxGQ/s400/NEYO%2B%25287%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565108161771853794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu 22 Januari 2011 dengan lokasi Istoran Senayan, ribuan fans Ne-Yo sudah hadir sejak pintu dibuka jam 4 sore. Pintu Istora Senayan sendiri baru dibuka jam 7 malam,lebih kurang 3 jam penonton 'dipaksa' menikmati makanan &amp; minuman serta lounge khusus yang dibuat layaknya festival musik yang sering diadakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTs8aQmiWKI/AAAAAAAAAQ4/FzRVuB7Q6I8/s1600/NEYO%2B%252820%2529.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTs8aQmiWKI/AAAAAAAAAQ4/FzRVuB7Q6I8/s400/NEYO%2B%252820%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565108186377246882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 8 malam, mulai terdengar hingar bingar dari dalam venue. Bukan Ne-Yo tetapi Soulvibe, salah satu band pembuka dari 3 band dan 2 DJ yang disiapkan untuk memanaskan suasana Istoran Senayan. Lanjut, Maliq and The Essentials dan Ello. Ello sudah mencapai titik didih penonton yang tak sabar menyorakkan nama Ne-Yo terus menerus, tapi masih ada 2 DJ, Mikey Moran dan Twist yang masih ingin mengaduk-aduk emosi penonton. Di tengah sorak sorai penonton yang seakan-akan sudah tidak menginginkan kehadiran duo DJ tersebut, lagu 'Like A G6' dimainkan oleh DJ Twist. Sontak penonton langsung berteriak histeris begitu juga dengan beberapa lagu yang begitu familiar mulai dari B.E.P, Katy Perry, dan Sean Kingston membuat penonton seperti lupa dengan kebosanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTs8Zl54IhI/AAAAAAAAAQw/86I72I0Gd2A/s1600/NEYO%2B%25284%2529.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTs8Zl54IhI/AAAAAAAAAQw/86I72I0Gd2A/s400/NEYO%2B%25284%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565108174915641874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir jam 10 ketika Ne-Yo naik ke panggung, memainkan lagu pertamanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Because of You&lt;/span&gt; dan menyapa "What's Up Jakarta!". Histeria penggemarnya tak tertahan lagi dan seperti koor, semuanya menyanyikan lagu-lagu hits yang dibawakan, mulai dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;So Sick, Sexy Love, Single, Miss Independent, Beautiful Monster, Champagne Life dan diakhiri dengan One in A Million&lt;/span&gt; hits single dari album terbarunya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Libra Scale,&lt;/span&gt; sebelum Ne-Yo pamit dan encore. Tidak sampai 10 menit, penyanyi bernama asli Shaffer Chimere Smith, Jr. ini kembali masih dengan kostum yang sama, rompi hitam dengan kemeja ungu lengkap dengan topi andalannya.&lt;br /&gt;Ne-Yo melanjutkan konser dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Go-On Girl&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Closer&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;closure. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Highlight konser ini ketika Ne-Yo membawakan beberapa lagu ciptaannya yang dipopulerkan oleh Rihanna, Mario,dan Beyonce. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Irreplaceable, Take A Bow, Hate That I Love You dan Let me Love You&lt;/span&gt; dibawakan secara medley. Lagu-lagu ini tentu mengingatkan kepiawaian Ne-Yo menciptakan lagu yang membawa penyanyinya sukses menduduki Billboard Chart selama berminggu-minggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, vokalitas dan koreografi yang maksimal kurang didukung oleh tata panggung yang terkesan minimalis dan seadanya. Panggung untuk 3 pemain musiknya terasa kosong dan minim efek visual yang hanya mengandalkan potongan video klip saja. Ne-Yo juga tidak membawa penyanyi latar atau penari latar yang kiranya bisa menambah aksi panggung Ne-Yo yang cukup teatrikal layaknya beberapa video klipnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTs8ZenPlXI/AAAAAAAAAQo/vyO0IKtZSZc/s1600/NEYO%2B%252817%2529.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTs8ZenPlXI/AAAAAAAAAQo/vyO0IKtZSZc/s400/NEYO%2B%252817%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565108172958438770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya promotor ini masih perlu banyak belajar bagaimana mengolah konser eksklusif tanpa embel-embel opening act yang berjubel, membuka beberapa pintu masuk yang efisien dan nyaman, sampai yang terpenting kepercayaan calon penonton terutama saat sudah berani menjual tiket seharusnya sudah ada kesepakatan antara artis dan promotornya karena meskipun ribuan orang memadati konser yang tiketnya mulai dari 700.000 rupiah, di luar sana mungkin ada puluhan orang lain juga kecewa dengan pengalaman buruk yang pernah Sentralive lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, kekecewaan terbesar saya adalah lagu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Part of The List&lt;/span&gt; tidak masuk setlist untuk konser Ne-Yo yang mungkin hanya terjadi sekali ini saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-1628642755015972112?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/1628642755015972112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=1628642755015972112' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1628642755015972112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1628642755015972112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/01/which-one-is-part-of-ne-yos-list.html' title='Which One is Part of Ne-Yo&apos;s List?'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTs8Y08J1-I/AAAAAAAAAQg/huW4PUqBxGQ/s72-c/NEYO%2B%25287%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-2811044988010496215</id><published>2011-01-21T07:03:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T07:49:36.261-08:00</updated><title type='text'>Heaven's on Your Plate #3</title><content type='html'>Minggu ketiga bulan Januari 2011. Sejauh ini, makanan apa yang Anda dirindukan karena sudah lama tidak menemukannya?&lt;br /&gt;Sejak 2 tahun lalu, saya menjadi penggemar baru mie Aceh. Mie yang konon mengandung ganja dalam bumbunya itu menjadi favorit saya karena pedasnya yang 'menampar' dan cara masaknya digoreng atau tumis dengan sedikit kuah atau istilahnya 'nyemek'. &lt;br /&gt;Setelah satu tahun lebih absen menikmati mie Aceh, saya kembali bertemu kangen dengannya. Bisa ikut menyicipi makanan eksotik ini dan pilihan lain di bawahnya, Enjoy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mie Aceh Ayah, Saharjo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan saya kembali dengan mie Aceh! Untuk yang belum 'kenalan', mie Aceh ini bisa digoreng, rebus atau tumis (goreng dengan sedikit kuah). Biasanya dilengkapi dengan pilihan daging, seafood, polos atau kepiting. Sekadar peringatan, mie Aceh ini juaranya pedas jadi siapkan lidah Anda untuk rasa pedas yang cukup di atas rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTmpoPY18_I/AAAAAAAAAQI/eGYXFBtn48M/s1600/mie%2Baceh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTmpoPY18_I/AAAAAAAAAQI/eGYXFBtn48M/s400/mie%2Baceh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564665323383550962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan 15.000 (daging) 25.000 (kepiting)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Iga Panglima, Gandaria&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ingin menikmati makanan Barat dengan harga miring? Iga panggang Panglima adalah pilihannya! 2 iga panggang ukuran jumbo disajikan dengan jagung dan kentang goreng hadir dengan pilihan rasa original, black pepper atau lemon. Awalnya mungkin Anda memilih untuk sharing 1 porsi berdua, tapi saya yakin di kunjungan kedua nanti satu porsi akan Anda habiskan sendiri!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTmpoXtL-kI/AAAAAAAAAQQ/558P1tEmhHg/s1600/iga.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTmpoXtL-kI/AAAAAAAAAQQ/558P1tEmhHg/s400/iga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564665325616364098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan 65.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kentang Goreng Rendang, Ruma Kopi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ingin minum kopi sambil santai browsing di seputaran Senopati? Silakan mampir ke Ruma Kopi yang letaknya tidak jauh dari lapangan Blok S. Tepatnya di lantai 2 resto Pizza Boutique, suasana cozy dan nyaman bisa didapat lengkap dengan pilihan kopi yang variatif. Kalau biasanya kopi Anda ditemani oleh pastry atau sajian ala barat lainnya, coba sahabat baru yang ada di Ruma Kopi, Kentang goreng rendang! Yes, bumbu rendang membalut kentang goreng panas lengkap dengan kelapanya. Untuk Anda yang tidak terlalu suka pedas, perpaduan East meets West cappuccino dan kentang rendang ini bisa jadi sahabat baru!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTmpoEM9UvI/AAAAAAAAAQA/ySChYg2lvW0/s1600/kentang%2Brendang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTmpoEM9UvI/AAAAAAAAAQA/ySChYg2lvW0/s400/kentang%2Brendang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564665320380912370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan 15.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pancake Durian, Honeymoon Dessert&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Pecinta durian pasti tidak asing lagi dengan pancake durian yang terkenal di Medan, Sumatera Utara. Untuk Anda yang berada jauh dari kota tersebut, pancake yang satu ini layak coba. 2 buah pancake dengan isi krim dan durian terasa lembut dan wanginya tidak terlalu menusuk tetapi rasa asli durian tetap menancap di lidah. Rasa manisnya pas dan tidak meninggalkan after taste yang eneg.&lt;br /&gt;Silakan coba di Plaza Indonesia, Mal Taman Anggrek atau Mal Kelapa Gading.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTmpomB8SMI/AAAAAAAAAQY/5kvRqeRRu_I/s1600/duren.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTmpomB8SMI/AAAAAAAAAQY/5kvRqeRRu_I/s400/duren.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564665329461512386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan &lt;30.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Apple Strudel, Corica&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih dari ranah buah-buahan, franchise terkenal dari Australia, Corica terkenal dengan strudelnya. Favorit saya, Apple Strudel dengan layer pastrynya yang renyah dan krim yang pas manisnya bisa jadi pilihan untuk santap sendiri atau oleh-oleh untuk dinikmati di rumah. Nikmati langsung di Corica Mahakam dengan atmosfir yang nyaman untuk teman minum teh.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTmpn3IsMnI/AAAAAAAAAP4/YU4ifJ8RkTU/s1600/apple%2Bstrudel.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTmpn3IsMnI/AAAAAAAAAP4/YU4ifJ8RkTU/s400/apple%2Bstrudel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564665316873351794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan 40.000 (slice)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have a great weekend, fellas!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-2811044988010496215?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/2811044988010496215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=2811044988010496215' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2811044988010496215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2811044988010496215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/01/heavens-on-your-plate-3.html' title='Heaven&apos;s on Your Plate #3'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTmpoPY18_I/AAAAAAAAAQI/eGYXFBtn48M/s72-c/mie%2Baceh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-581733424419075139</id><published>2011-01-15T20:45:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T08:28:16.159-08:00</updated><title type='text'>Heaven's on Your Plate #2</title><content type='html'>Minggu ini saya kembali mencoba memberi beberapa review makanan yang bisa dinikmati akhir pekan ini. Ada beberapa jenis makanan berat dan pencuci mulut yang layak coba, salah satunya ada poin plus dengan dekorasi unik dan menarik untuk jadi lokasi tea-time sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasta di Kuningan Village&lt;br /&gt;Anda pecinta pasta dengan saus tinta hitam? Papardelle ini awalnya cukup saya underestimate,setelah saya cicipi ternyata paduan sausnya dengan kerang jauh di atas rata-rata perkiraan saya.&lt;br /&gt;Saya lupa nama restorannya, berlokasi di Kuningan Village nampaknya hanya ada satu gerai pasta di sana.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTMbZDKVW0I/AAAAAAAAAPY/OPHXQmT3O40/s1600/papardelle.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTMbZDKVW0I/AAAAAAAAAPY/OPHXQmT3O40/s400/papardelle.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562820081892023106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan Rp 40.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sushi, apa yang biasanya Anda cicipi di restoran Jepang spesialisasi Sushi? Saatnya cicipi sajian udang yang biasanya diolah dengan berbagai cara. Kali ini saya mencicipi Grilled Cheese Ebi di Sumo Sushi, Menteng Central. 3 buah udang yang ditaburi keju parut lalu dipanggang sampai meleleh benar-benar menu baru yang kadang saya abaikan di daftar menu resto Jepang. Porsinya tidak terlalu besar jadi bisa side dish untuk pilihan sushi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTMbZ-O7wzI/AAAAAAAAAPg/w3hSgHTBoG4/s1600/grilled%2Bebi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTMbZ-O7wzI/AAAAAAAAAPg/w3hSgHTBoG4/s400/grilled%2Bebi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562820097749009202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan Rp 30.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau duduk-duduk cantik ditemani dessert manis atau brunch yang mengenyangkan?&lt;br /&gt;Mampirlah ke Apettite Senopati yang benar-benar pettite! Coba sandwhich baconnya. Berhubung tempatnya benar-benar kecil,siap-siap saja waiting list di jam-jam sibuk&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTMbaKoK5CI/AAAAAAAAAPo/qhWAmmQF10g/s1600/sandwich.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTMbaKoK5CI/AAAAAAAAAPo/qhWAmmQF10g/s400/sandwich.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562820101076083746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan Rp 35.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang cukup populer di Kemang sejak rekolasi di tempat sebelumnya, Koi adalah tempat yang cukup menarik  &lt;br /&gt;Untuk disambangi. Cocok untuk afternoon tea atau teman minum cocktail, Rhubarb Crumble atau MilleFeuille *entah kenapa selalu gagal mengejanya* porsinya yang besar cukup untuk berdua.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTMbYyw-5_I/AAAAAAAAAPQ/QNyDieCJpdg/s1600/koi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTMbYyw-5_I/AAAAAAAAAPQ/QNyDieCJpdg/s400/koi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562820077490726898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan Rp 30.000- Rp 40.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My favorite place this week goes to Ketjil Kitchen di kompleks Grand Lucky, SCBD. Apple Crumblenya terasa pas dengan porsi individunya dan dilengkapi dengan pilihan Mocktailnya, Mojito.&lt;br /&gt;Interiornya yang menarik dengan sentuhan vintage.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTMbarpq3lI/AAAAAAAAAPw/ddCK4yBxN_I/s1600/P1150135.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTMbarpq3lI/AAAAAAAAAPw/ddCK4yBxN_I/s400/P1150135.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562820109940743762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan Rp 22.500 (mocktail) Rp 20.000 (apple crumble)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enjoy your heavens on plate, people!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-581733424419075139?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/581733424419075139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=581733424419075139' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/581733424419075139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/581733424419075139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/01/minggu-ini-saya-kembali-mencoba-memberi.html' title='Heaven&apos;s on Your Plate #2'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTMbZDKVW0I/AAAAAAAAAPY/OPHXQmT3O40/s72-c/papardelle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-3876686433442654305</id><published>2011-01-15T09:05:00.000-08:00</published><updated>2011-01-15T19:24:31.316-08:00</updated><title type='text'>#BFCFashWeek : Everyday is Halloween</title><content type='html'>Selama 4 Hari, Breakfast Club Cosmopolitan FM bikin suatu 'permainan' kecil dengan Cosmoners (pendengarnya-red)yang bukan hanya bisa dinikmati lewat audio tetapi juga streaming www.cosmopolitanfm.com Steny Agustaf, akan ditantang memakai kostum-kostum yang sudah dipilih oleh Cosmoners dan juga 2 produsernya, saya dan Dennis dibantu oleh Titi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseruan ini dimulai ketika Cosmoners memilih lewat vote SMS dan Twitter @CosmopolitanFM meminta Steny memakai kostum selam. #BFCFashweek ini memang ditujukan untuk Steny, tapi partnernya Novita Angie ternyata mendapat tantangan #Berbagi dari Ina Gibol yang bersedia menyumbang 500 buku tulis yang akan disalurkan lewat Cosmopolitan FM bagi yang membutuhkan. Angie harus memakai baju ballet selama 4 jam siaran! Apalagi kostum-kostum seru yang dipakai Steny dan Angie di #BFCFashWeek seminggu lalu dan membuat slogan 'Everyday is Halloween' di Cosmopolitan FM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTHarsyTPJI/AAAAAAAAAOg/R3PLiNnb2e4/s1600/BFC%2BSelam%2B2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTHarsyTPJI/AAAAAAAAAOg/R3PLiNnb2e4/s400/BFC%2BSelam%2B2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562467459070639250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Day 1&lt;br /&gt;Baju Selam yang pilih lewat vote sukses membuat Steny kegerahan dan jalan seperti bebek dengan kaki kataknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTHasF5s_vI/AAAAAAAAAOo/NYCZVYxBIXw/s1600/BFC%2BSelam%2B1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTHasF5s_vI/AAAAAAAAAOo/NYCZVYxBIXw/s400/BFC%2BSelam%2B1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562467465812573938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Marcell Siahaan yang jadi bintang tamu hari itu nampaknya cukup terhibur dengan kostum Steny hari itu :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTHasqnbrWI/AAAAAAAAAO4/ec3C17SVCXg/s1600/bfcfashweek2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTHasqnbrWI/AAAAAAAAAO4/ec3C17SVCXg/s400/bfcfashweek2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562467475668053346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Day 2&lt;br /&gt;Baju ballerina untuk Angie hadir memenuhi tantangan dan Steny kembali merasa muda dengan baju ala streetball lengkap dengan nickname 'Bad Boy' di punggungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTHaseWmTVI/AAAAAAAAAOw/pelXVJaq8IQ/s1600/BFC%2BIndihe%2B1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTHaseWmTVI/AAAAAAAAAOw/pelXVJaq8IQ/s400/BFC%2BIndihe%2B1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562467472376221010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Day 3&lt;br /&gt;Temanya adalah baju daerah!&lt;br /&gt;Tentu bukan baju daerah Steny dan Angie bukan pula teroris. Alih-alih ingin meniru baju tradisional India, Steny justru dikira Osama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTHas3YNv-I/AAAAAAAAAPA/AzCDlp5B4vM/s1600/bfc%2Bmumi%25282%2529.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTHas3YNv-I/AAAAAAAAAPA/AzCDlp5B4vM/s400/bfc%2Bmumi%25282%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562467479093886946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Day 4&lt;br /&gt;Yang paling rempong! Mumi berumur 7425 tahun ini kembali bangkit menghantui Greek Goddess.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan tim cukup puas dengan #BFCFashWeek minggu ini meskipun ada beberapa kostum yang gagal dipakai tetapi minimal saya tahu ada beberapa orang yang cukup puas dengan kerja keras Steny dan Angie itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTJkWizKwSI/AAAAAAAAAPI/W_oKEw45fgs/s1600/BFC%2BCosmoners.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTJkWizKwSI/AAAAAAAAAPI/W_oKEw45fgs/s400/BFC%2BCosmoners.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562618828217303330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And that was the end of #BFCFashWeek Cycle 1! We might do it again,later :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-3876686433442654305?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/3876686433442654305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=3876686433442654305' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3876686433442654305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3876686433442654305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/01/bfcfashweek-everyday-is-halloween.html' title='#BFCFashWeek : Everyday is Halloween'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TTHarsyTPJI/AAAAAAAAAOg/R3PLiNnb2e4/s72-c/BFC%2BSelam%2B2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-4173767449647712001</id><published>2011-01-08T08:58:00.000-08:00</published><updated>2011-01-08T20:49:32.831-08:00</updated><title type='text'>What's Your Heaven on Earth?</title><content type='html'>Bagaimana Anda menggambarkan 'surga'? Benarkah ada di telapak kaki ibu?&lt;br /&gt;Tak perlu berpikir jauh, bagi saya surga salah satunya berada di atas piring dengan asap yang mengepul di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan selalu bisa menghadirkan surga untuk saya, minimal bagi perut saya. Banyak yang bilang saya perlu mereview makanan-makanan yang sudah saya kompilasi di album Facebook. Mereka, yang sering menganggap saya Yellowpages, bertanya ketika ingin mencoba makanan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, i've tasted various new foods in 2010, i can sum up some of them here and i promise (yes,i will) to post some 'heaven' here :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kuetiau Sapi A Ciap&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali melewati kiosnya di Senopati dan di Casablanca, akhirnya sempat juga menyicipi kuetiau sapi kuahnya. Kiosnya sederhana dan khas restoran China. &lt;br /&gt;Pilihan lainnya ada Kuetiau Goreng, Kuetiau Yam (agak asam) dan beberapa pilihan mie-nya. Anda juga bisa tambahkan ati, ampela atau jeroan lain sesuai selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSid2IMqvbI/AAAAAAAAANo/lnF65HMaPx0/s1600/IMG01129-20100822-1851.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSid2IMqvbI/AAAAAAAAANo/lnF65HMaPx0/s400/IMG01129-20100822-1851.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559867293227990450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan 25.000++ per porsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Makanan Khas Sulawesi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beralih ke makanan Makassar, saya tidak sengaja menyantap sajian seafood Makassar di Panglima Polim tepat di seberang Apotik Jaya. Standart, ikan bakar, cumi, kepiting dan telur ikan? Agak ajaib, karena biasanya saya menyantap telur ikan goreng di restoran Aceh atau Medan. Ternyata bentuknya pun ajaib, telur ikan ini diacar dengan bawang merah. Rasanya agak asam dan terkesan tidak matang. Padahal rasanya enak dan agak lucu, seperti tobiko, telur ikan yang banyak dijumpai di resto sushi.&lt;br /&gt;Telur ikan, yang dalam bahasa Makassar disebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tuing-tuing &lt;/span&gt; ini dijadikan makanan pembuka atau bisa juga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;side dish&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSifiROrDjI/AAAAAAAAANw/WxeS_sEZHxM/s1600/telur%2Bikan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSifiROrDjI/AAAAAAAAANw/WxeS_sEZHxM/s400/telur%2Bikan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559869151078190642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total Kerusakan 20.000an per porsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Gule Kepala Ikan, Medan Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih dari keluarga ikan-ikanan, gule kepala ikan tentu tidak asing bagi penggemar masakan Aceh dan Medan. Restoran Medan Baru di Krekot, Pasar Baru juga tentu sangat familiar. Lengkapi nikmatnya bersantap gule kepala ikan dengan sambal ganja (warna putih di gambar) dan dendeng yang justru terasa manis, berbeda dengan dendeng Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSifi7IZkzI/AAAAAAAAAOA/vL_S6DQsflM/s1600/kepala%2Bikan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSifi7IZkzI/AAAAAAAAAOA/vL_S6DQsflM/s400/kepala%2Bikan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559869162326168370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total Kerusakan 60.000-80.000 perporsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kepiting Banjarmasin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teman atau kerabat berkunjung ke Banjarmasin? Jangan lupa titip kepiting yang terkenal di sana! Untungnya saya hanya tinggal menikmati oleh-oleh kepiting saus tiram dan lada hitam ini. Berdasarkan pencarian di Google dan milis Jalansutra, salah satu kepiting yang bisa dicicipi di Banjarmasin adalah kepiting kelapa di Pondok Asian, Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSifjCf51DI/AAAAAAAAAOI/0hFf8d62b2g/s1600/kepiting.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSifjCf51DI/AAAAAAAAAOI/0hFf8d62b2g/s400/kepiting.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559869164303799346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan 40.000 per porsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Auntie Annie's Pretzel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mari beralih ke cemilan! Dulu, pretzel ini bisa ditemukan di lantai basement Pasaraya, sayangnya tidak laku dan tutup. Akhirnya, saya bisa kembali mencicipi Auntie Annie's Pretzel ini di Bangkok, Oktober 2009 lalu. Ternyata seorang teman membawa kabar baik, tak perlu jauh-jauh ke Thailand, cukup ke Mall Taman Anggrek saya sudah bisa menikmati berbagai variasi rasa pretzel ini. I always pick my fave; cinnamon and sour cream, Yumm!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSifilWDsnI/AAAAAAAAAN4/icHlxAm4oCo/s1600/pretz.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSifilWDsnI/AAAAAAAAAN4/icHlxAm4oCo/s400/pretz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559869156477874802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan 7.500-10.000 per buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Eclairs Farmer's Market&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pencuci mulut ini bentuknya sungguh menggoda! Eclair dengan buah-buahan seperti strawberry dan kiwi ini terasa segar dan mengenyangkan. Cicipi untuk teman minum-minum cantik di sore hari di Farmer's Market Grand Indonesia East Mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSifjSIpRCI/AAAAAAAAAOQ/7AuRhrizXBE/s1600/eclairs.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSifjSIpRCI/AAAAAAAAAOQ/7AuRhrizXBE/s400/eclairs.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559869168501212194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan 18.000 per buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nuria's Kitchen Macaroons&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, it's my personal favorite! Saya termasuk orang yang tidak suka makanan manis, tapi suatu saat teman saya yang baru pulang dari Prancis membawakan macaroons yang dibuatnya hasil belajar masaknya di sana. Ternyata saya langsung jatuh cinta pada rasa pistachio dan greentea (ya, saya penggemar macha). Macaroon buatan teman saya ini authentic macaroons yang memang merupakan cemilan asli Prancis. Untung saya tak perlu jauh-jauh ke Prancis untuk menikmati keaslian rasanya, di nuriaskitchen.blogspot.com saya bisa pilih kesukaan saya dan langsung diantar ke depan pintu rumah!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSilqYnzloI/AAAAAAAAAOY/sF9Z7bF_Gao/s1600/maca2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSilqYnzloI/AAAAAAAAAOY/sF9Z7bF_Gao/s400/maca2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559875887571375746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Total kerusakan 72.000 per box isi 12&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;So, have you found your heaven yet?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-4173767449647712001?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/4173767449647712001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=4173767449647712001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4173767449647712001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4173767449647712001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/01/whats-your-heaven-on-earth.html' title='What&apos;s Your Heaven on Earth?'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSid2IMqvbI/AAAAAAAAANo/lnF65HMaPx0/s72-c/IMG01129-20100822-1851.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-8631374381992461898</id><published>2011-01-08T06:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-08T08:56:57.010-08:00</updated><title type='text'>Hoi Hoi Hoi, Gantooong!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSiXR7T2eMI/AAAAAAAAANg/tEBu1BXNK58/s1600/MLP.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSiXR7T2eMI/AAAAAAAAANg/tEBu1BXNK58/s400/MLP.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559860074223401154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka, berawal dari tulisan tentang kehidupan masa kecil di Gantong, Belitong sekarang kisah 'Laskar Pelangi' yang sukses diangkat oleh Andrea Hirata ini bisa dinikmati bukan hanya di layar lebar tetapi juga lewat teater musikal dengan judul yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya produksi drama musikal di Indonesia menunjukkan geliat positif bagi orang-orang yang terlibat di baliknya dan juga penontonnya. Digelar sepanjang akhir Desember 2010 sampai Januari 2011, Musikal Laskar Pelangi mendapat sambutan yang meriah bahkan tiketnya sendiri sudah habis dipasaran sebelum pertunjukannya selesai digelar*. Presiden RI SBY ikut menunjukkan apresiasinya dengan menonton serta standing ovation selama 15 menit setelah menyaksikan bocah-bocah bersuara emas itu tampil di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jumat 7 Januari silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musikal Laskar Pelangi (MLP) mengangkat kisah yang lebih kurang sama persis dengan film dan bukunya. Lintang, Ikal, Mahar, Kucai, dan Bu Muslimah lebih ekspresif lewat nyanyian dan lagu-lagu yang aransemennya dimotori oleh Erwin Gutawa dan orkestranya. Riri Riza masih menjadi sutradara bersama dengan Mira Lesmana menyajikan suguhan yang alur cerita dan dialognya disampaikan lewat nyanyian yang menghentak tapi bisa dengan jelas tersampaikan maknanya. Ada 3 pemeran Bu Muslimah yang bergantian memerankan, Dira Sugandi, Lea Simanjuntak dan Eka Deli. Ketiganya punya pamornya tersendiri di dunia musik Indonesia. Kebetulan di pertunjukan yang saya tonton malam itu, Dira Sugandilah yang berperan sebagai Bu Mus. Kekuatan suaranya tidak perlu diragukan lagi! Saya sendiri cukup menantikan penampilannya karena selama ini Dira Sugandi sukses membuai penonton musik jazz kelas internasional tetapi mampukah dia mengambil hati penonton 'asli' Indonesia lewat debut teaternya ini. Tidak perlu ditanya, jawabannya tentu saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun beberapa orang di balik layar MLP tidak sefamiliar nama-nama lainnya, satu hal yang membuat saya terkesima sepanjang hampir 3 jam durasinya adalah setting panggung yang luar biasa. Jay Subiyakto adalah seorang genius yang ada di balik ini semua. Setelah lama tidak terdengar namanya, setting panggung MLP sanggup membuktikan eksistensi dan juga kualitasnya. Bayangkan panggung yang dibuat seperti 3 dimensi sehingga bayangan alam Gantong cukup terasa dengan padang rumput luas dan pantai berciri khas batu-batu besarnya. Belum lagi penggambaran cerita Pak Harfan ketika menceritakan kisah Nabi Nuh dengan kapal besarnya divisualisasikan lewat layar hitam yang menerawang di tengah-tengah para laskar pelangi. Ingat adegan cerdas cermat saat Lintang menjabarkan kembali soal yang diberikan kembali lewat layar hitam yang menghadap langsung ke penonton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSiUtk-NbnI/AAAAAAAAANA/k6xpkjpRD-Q/s1600/IMG01817-20101221-2132.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSiUtk-NbnI/AAAAAAAAANA/k6xpkjpRD-Q/s400/IMG01817-20101221-2132.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559857250728504946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari kekecewaan calon penonton yang gagal mendapatkan tiket, MLP memang layak diperebutkan tiketnya. Mencoba mengajak semua orang dari berbagai lapisan, anak-anak, orangtua, pecinta seni atau orang awam untuk berduyun-duyun menyaksikan gambaran Belitong dari Andrea Hirata dibawah arahan Riri Riza. Anak-anak ikut menyanyi pasca menonton sedangkan orangtuanya kembali menantikan musikal apalagi yang bisa dinikmati sekaligus menghibur untuk mengisi liburan buah hatinya. &lt;br /&gt;MLP yang menurut saya promosinya tidak segencar beberapa musikal lainnya, ternyata tidak perlu khawatir kalah pamor atau menyisakan bangku kosong tanpa penonton selama hampir 2 minggu penuh. Entah berkat nama besar di baliknya, estimasi pemilihan waktu yang tepat atau memang pecinta tetralogi Laskar Pelangi yang begitu loyal mengikuti perkembangan karya tersebut, yang pasti MLP menyuguhkan kualitas yang tak perlu dibandingkan dengan yang lain tanpa embel-embel popularitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu keberuntungan saya menjadi satu dari ribuan penonton yang berhasil mendapat tiket! Saatnya berseru, "Hoi..Hoi..Hoi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSiVW5qhRFI/AAAAAAAAANI/oXkssX7iqWc/s1600/IMG01815-20101221-2029.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSiVW5qhRFI/AAAAAAAAANI/oXkssX7iqWc/s400/IMG01815-20101221-2029.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559857960657699922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSiWXOPD7KI/AAAAAAAAANY/6849NaF9JJc/s1600/IMG01813-20101221-2014%25282%2529.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSiWXOPD7KI/AAAAAAAAANY/6849NaF9JJc/s400/IMG01813-20101221-2014%25282%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559859065691303074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*dari akun twitter @Musikal_LP 080111&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-8631374381992461898?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/8631374381992461898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=8631374381992461898' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/8631374381992461898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/8631374381992461898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2011/01/hoi-hoi-hoi-gantooong.html' title='Hoi Hoi Hoi, Gantooong!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TSiXR7T2eMI/AAAAAAAAANg/tEBu1BXNK58/s72-c/MLP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-5865182426715237930</id><published>2010-12-30T19:33:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T23:21:06.889-08:00</updated><title type='text'>2010, You're Just Not That Good Enough!</title><content type='html'>Biasanya menjelang pergantian tahun, saya mencoba mengingat-ingat kejadian menarik yang terjadi tiap bulannya lalu merangkumnya dalam sebuah tulisan. Entah mengapa, tahun 2010 ini tidak memberikan banyak kepuasan bagi saya. Saya sempat mendiskusikannya dengan beberapa orang terdekat, katanya saya kurang bersyukur dengan apa yang terjadi di tahun ini dan memiliki beberapa standar yang cukup tinggi. Saya sendiri menemukan pola lain yang terjadi di tahun 2010. Mungkin beberapa orang juga pernah merasakan ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita memiliki resolusi saat memasuki tahun yang baru?&lt;br /&gt;Ya, saya punya!&lt;br /&gt;- Stay di pekerjaan terakhir dan jangan sampai berhenti di tengah jalan&lt;br /&gt;- Banyak minum air putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Did i accomplished it? YES I DID!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kenapa memilih resolusi yang sangat simple, karena mungkin pada saat itu saya tidak mau terlalu muluk untuk mencapai yang luar biasa.&lt;br /&gt;Turns out those mind set leads to an effortless year and unknown goals. I can really feel not so passionate i was or just let it flow without any plan. That's so unusual me! I need more exciting resolutions to challenge myself and achieve meaningful goals. That's what i should do in 2011!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu mengeluh lagi ke belakang, dengan beberapa evaluasi yang sudah direnungi akhirnya saya menyadari mungkin sebelumnya saya terlalu mudah puas dengan diri sendiri dan tanpa sadar lupa untuk mengasah pisau yang mungkin sudah tumpul sekarang. Puas dengan sesuatu yang mungkin belum mencapai standar memuaskan. I set the bar so high but the effort just too low.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There's nothing you can do at last and i don't wanna turn back time either. Better to remember some cool things that happened this year, let's start people!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. After my very 1st interview with international artist Lenka, last 2009 i interviewed Eric Bennet on Java Jazz Festival 2010. He's such a hottie and i can make some people jealous by took a picture with him lol and with John Legend as well, Wohooo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Join the dance group, Sekar Tari Pesona Buddhayah. This is a group of people (girls actually) who really really into traditional dance and so far we finished 2 and (not even)half dancing, Lenggang Nyai, Nandak Ganjen and we're working on Bajidor Kahot. so happy to finally dance again after last class i took in uni it's been a while. Too bad i only performed once because of unmatched schedule but i hope i can make it more next year, Amen!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Accidentally Met my former idol in broadcast world, Irfan Ihsan. OMG,why would i wrote this? Anywho, to finally meet him it's kinda awesome beacause i adore him since i was little. It makes list-of-my-idol-i-should-meet getting smaller :p &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cantar Caravelas finished the 3rd recording this year. After high and low circumstances finally we did our this year goals. Some people come and go but i remain the same, well i gotta hang in there but i don't know how long i can stay. At least, i gave my best this year after 4 years joining this Portuguese Culture group. Wehad performances at Jakarta Food and Fashion Festival,Portugal National Day, Welcoming Portuguese Sailors, Women's International Bazaar, Festival Kampoeng Toegoe,etc. Boa Suerte em 2011, Amigos!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Start to do more exercise,swimming! Actually i tend to do it once a week but depends on weather and my period, turns out it didn't make me any slimmer but happier thou. Should do it more often next year :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. So many concerts, gigs , and rave on 2010! King's of Convenience, Imogen Heap, Empire of The Sun on Gatecrasher, John Legend on Java Jazz Festival, The Raptures, Kelly Clarkson, Ian Brown, Kula Shaker, Playground Festival, Smashing Pumpkins &amp; Stereophonics on Java Rocking Land, Simply Red and Les Nubians on Soulnation. Konser terbanyak dalam satu tahun dan terbanyak pula dapat gratisan :p I only pay for Imogen Heap, Java Rocking Land, and Kelly Clarkson. And the best ones : Imogen Heap &amp; Simply Red! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menonton film terbanyak di JIFFEST saat bukan jadi volunteer! Waiting for Superman, Incendies, Scott Pilgrim VS The World, Belkibolang, Jakarta Magrib, Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Life, When We Leave, Biutiful, Alangkah Lucunya Negeri Ini, The Wedding Photographer, and Turk's Head. My favorites are Belkibolang, Incendies, and Waiting For Superman. Too bad i only watched one movie on INAFFF 2010;&lt;br /&gt;The Girl Who Kicked the Hornet's Nest and Europe on Screen's Soul Kitchen and missed QFilm Festival.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Met POTUS, Barack Obama! Woho-hoooo! This might be once in a lifetime experience and thanks to Yayasan Pita Kuning for the invitation :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. The most exciting move i did on 2010 is.. cut my long hair to super short hair! Last time i had short hair it was on 7th grade so THIS-IS-HUGE! lol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the 2011's plans are....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Take TOEFL preparation and search for scholarship info as much as i can&lt;br /&gt;* Getting closer to my passion; film industry! Contribute! at least keep on writing&lt;br /&gt;* Read more and more books&lt;br /&gt;* Watch more and more, and MORE movies!&lt;br /&gt;* TRAVELING! Bali on April, Beijing on May (AMEN) and one more spot left. Gili? Manado? Australia? We'll see..&lt;br /&gt;* Giveback to my community! This could be anything and anywhere, i hope January will be a good kick-start. &lt;br /&gt;* More exercise! Swim swim..or anything less boring than gym class :/&lt;br /&gt;* Less soda or unhealthy beverage and greasy food. Alcohol? Hmm..&lt;br /&gt;* Join movie club or course and also improve my Chinese&lt;br /&gt;* Improving my show as well ;)&lt;br /&gt;* Put shopping habit into another useful habit or activity &lt;br /&gt;* ..or simply less shopping!&lt;br /&gt;* Nabung..nabung! Mulai mengatur keuangan, Mariiii!&lt;br /&gt;* Erasing (or decrease) 'HARSH' and 'SARCASTIC' from my middle name.&lt;br /&gt;* Start thinking about career instead of job. Seek for any possibility of opportunities.&lt;br /&gt;* Looking for side job&lt;br /&gt;* Change my blog design&lt;br /&gt;* Write more..&lt;br /&gt;* Doa dan sholat, bukan cuma pas susah aja, Amin Ya Allah!&lt;br /&gt;* Curse less :p&lt;br /&gt;* Cek kolesterol (deg-degan..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh well that's quiet a plan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let's seize the day!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-5865182426715237930?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/5865182426715237930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=5865182426715237930' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5865182426715237930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5865182426715237930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/12/2010-youre-just-not-that-good-enough.html' title='2010, You&apos;re Just Not That Good Enough!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-5293596031054495336</id><published>2010-12-22T07:25:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T19:28:40.791-08:00</updated><title type='text'>Working Girls, Just Like You!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TR1NjzlH7_I/AAAAAAAAAM4/ncexAgxoYQA/s1600/working%2Bgirls.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 217px; height: 310px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TR1NjzlH7_I/AAAAAAAAAM4/ncexAgxoYQA/s400/working%2Bgirls.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556682792781737970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa sering kita mengganti channel televisi tiap ada tayangan musik dangdut atau kontes bakat? Seberapa sering kita menolak ajakan menonton pertunjukan sarat kedaerahan? Atau setiap kali waria yang muncul di depan kaca mobil kita sambil mengamen tangan kita hanya melambai lalu abaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata puluhan jiwa berada di belakang tiga pekerja tersebut yang mayoritas adalah pekerja perempuan. Mereka yang hidupnya konon bisa berubah dari sebuah kontes adu bakat, mereka yang hidupnya berkisar di satu lokasi saja demi mempertunjukkan yang sepi penonton dan minim bayaran, dan juga mereka yang bertaruh nyawa karena pilihan hidup sebagai waria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Working Girls adalah film antologi hasil workshop Kalyana Shira Foundation dan Kalyana Shira Film yang berusaha mengemas dan menyuarakan tiga isu tersebut lewat tangan 5 sutradaranya. Menyoroti para perempuan pekerja yang ternyata memikul beban berat sepanjang mereka mencari nafkah. Hasilnya? bisa segenggam berlian atau hanya sekadar sesuap nasi. Working Girls berisi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;5 Menit lagi ah..ah..ah &lt;/span&gt; karya Sally Anom Sari dan Sammaria Simanjuntak , &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Asal Tak Ada Angin&lt;/span&gt; karya Anggi C. Noen , dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt; Ulfie Pulang Kampung &lt;/span&gt; karya Daud Sumolang dan Nitta Nazyra C.Noer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riana, gadis belia yang memenangkan kontes bakat 'Stardut' hidupnya berubah 180 derajat dengan uang 100 juta yang didapatnya sebagai hadiah. Sontak keluarganya langsung mengubah ini-itu dari mulai merenovasi rumah sampai biaya berobat sang Ayah, Oces. Berjalannya waktu, popularitas Riana hanya bertahan dua tahun saja. Untuk menambal kebutuhan hidup keluarga, Riana pun menerima tawaran menyanyi di panggung-panggung lokal. Masalah makin terasa ketika Riana harus meneruskan sekolah dan biaya makin menipis. Di saat genting itu hadirlah Ayah Tito, laki-laki yang mengaku menyukai keluguan Riana dan bersedia mengangkat Riana jadi anak serta membiayai semua kebutuhan keluarga Riana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan para pemain Ketoprak yang berisi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;senior citizen &lt;/span&gt; yang masih setia mengabdi pada paguyuban ketoprak yang sehari-hari hanya bisa memberikan upah 2000-8000 rupiah. Diceritakan dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Asal Tak Ada Angin&lt;/span&gt;Mereka yang rata-rata sudah lebih dari 10 tahun bermain ketoprak rela tinggal beratapkan seng yang sudah bobrok dan ringkih jika tertiup angin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transgender ibukota ternyata tidak merasa bebas dengan kehidupan urbannya. Di balik identitas yang dengan bebas mereka beberkan, ada identitas lain yang berusaha mereka tutupi yaitu sebagai ODHA lewat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ulfie Pulang Kampung&lt;/span&gt; Zulfikar alias Ulfie alias Koko harus memendam rahasia tentang kesehatannya ketika pulang kampung ke Aceh. Ia bahkan sudah terbuka dengan perubahan jenis kelaminnya tetapi tidak untuk yang satu itu. Ulfie juga berusaha menyelamatkan teman-teman warianya setelah satu persatu meninggal karena AIDS. Mereka yang tersisa sepertinya belum teredukasi akan pentingnya memakai kondom dan memilih berdiam di fase &lt;span style="font-style:italic;"&gt;in denial&lt;/span&gt; tanpa mencoba melalukan tes darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga sosok perempuan tersebut berusaha menopang hidupnya dengan cara masing-masing dan dengan cobaannya masing-masing pula. Hubungan Riana dan Ayah Tito sekilas terasa akrab di telinga kita, mengingatkan kisah pedofilia yang kerap menimpa gadis-gadis lugu yang hidupnya jauh dari kota. Kasih sayang Ayah Tito yang menganggap dirinya 'ayah' terasa berbeda saat tertangkap di kamera. Bagaimana dia memangku Riana, bergandengan, memanggil 'Yang' sampai memeluk dan mencium kepala Riana tidak selayaknya kasih sayang Ayah pada anaknya. Kekhawatiran Oces justru dibantah dengan kepolosan ibu Riana. Tidak ada prasangka dari sang ibu mengamini apa kata Oces.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemain ketoprak yang sudah puluhan tahun mengabdi tidak berpikir untuk pindah untuk mendapat kehidupan yang lebih layak dan semuanya dinikmati dengan tawa dan canda saja. Sosok transgender seperti Ulfie mungkin banyak mendapat cercaan dari keluarganya karena dianggap menyalahi kodrat tapi Ulfie pada akhirnya sama seperti manusia biasa yang begitu cinta pada keluarganya dan ingin melakukan giveback pada &lt;br /&gt;komunitasnya, para kaum trangender. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penayangan Working Girls yang bertepatan pada Hari Ibu 22 Desember lalu seperti ingin memaparkan bagaimana kuatnya perjalanan yang dilalui para perempuan pekerja tersebut bahkan tanpa mereka sadari. begitu juga dengan lingkungan yang memanfaatkannya, meremehkannya, menolak dan mengabaikannya. Mereka yang bekerja, menghidupi sendiri seperti yang dilakukan perempuan lain dengan pekerjaan 'konvensional' lainnya. Pada akhirnya, perempuan bekerja demi sebuah kesetaraan dirinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-5293596031054495336?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/5293596031054495336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=5293596031054495336' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5293596031054495336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5293596031054495336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/12/working-girls-just-like-you.html' title='Working Girls, Just Like You!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TR1NjzlH7_I/AAAAAAAAAM4/ncexAgxoYQA/s72-c/working%2Bgirls.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-9098821809600939584</id><published>2010-11-29T01:11:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T01:32:47.473-08:00</updated><title type='text'>Onrop Yang Pop!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TPNzJkaEcOI/AAAAAAAAAMs/S0k1gMDyew4/s1600/onropteaser2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 269px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TPNzJkaEcOI/AAAAAAAAAMs/S0k1gMDyew4/s400/onropteaser2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544902174452248802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;*from onropmusikal.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiburan apa yang biasanya ditunggu dan dinantikan masyarakat urban kala akhir pekan? Beberapa dari mereka masih menghabiskan waktunya untuk mengantri ke bioskop menonton film-film box office yang di Hollywood sudah diputar beberapa hari terlebih dahulu. Mungkin sebagian juga menantikan penampilan musisi asing yang mengadakan konser tunggal atau kolaborasi dalam sebuah festival musik. Entah mereka paham atau tidak esensi cerita dari film yang mereka tonton atau jenis musik obrolan tentang acara yang dialami menjadi sebuah kepuasan tersendiri, terutama dalam kelompok sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, tak yang dimainkan, kadang berada dalam situasi hingar bingar dan nantinya berseru dalam lagi perlu menunggu jeda beberapa hari film box office diputar di Hollywood atau antrian kota besar dalam jadwal konser musisi anyar atau legendaris, warga Jakarta nampaknya dengan sangat mudah menemukan dan menikmati hiburan populer di sekitarnya. Seberapa populernya? Sebanyak mungkin orang yang membicarakannya, sepanjang mungkin orang yang mengantri tiketnya, seramai mungkin muncul di timeline Twitter atau secepat mungkin berita menyebar. Orang-orang awam atau beberapa tokoh yang dianggap penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hiburan yang mungkin cukup populer tahun 2010 ini adalah drama musikal. Sebut saja, Gita Cinta The Musical dari Artswara yang membawa romansa tahun 70-an ke panggung 2000-an, Dream Girls dibawa langsung lisensinya dari panggung Broadway ke Balai Kartini oleh sekumpulan anak muda Jakarta Broadway Team, ada juga EKI Dance Company dengan Jakarta Love Riot-nya. Itu baru segelintir saja, belum lagi musikal Diana karya Garin Nugroho, dan mungkin musikal lain yang tidak tersorot media. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan November ini, kepopuleran sebuah pertunjukan kembali diuji lewat dengungan di social media. Joko Anwar, sutradara yang dikenal lewat Janji Joni, Kala, dan Pintu Terlarang sudah lama menggembar-gemborkan Onrop, sebuah pertunjukan drama musikal yang audisinya cukp menyita perhatian. Penari, penyanyi dan pemain teater bergabung untuk satu tontonan yang berbeda dari tontonan sebelum-sebelumnya.&lt;br /&gt;Joko Anwar berkolaborasi dengan Eko Supriyanto, koreografer andal yang dikenal sampai negeri Paman Sam, bukan hanya kehebatan akting aktor dan aktrisnya yang menawan tetapi juga penari yang digembleng khusus di ‘Pulau Onrop’ menuai decak kagum penonton selama hampir seminggu penuh di Teater Jakarta. Ary Kirana, Aimee Saras, Ichsan Akbar, Giandra Hartajaya, Ario Bayu dan Yudi Firmansyah bergantian memainkan 3 peran utama dalam cerita cinta yang penuh unsur kritik sosial dan politik seputar kebebasan berekspresi yang belakangan ini seolah semakin dikekang oleh pihak yang berwenang. &lt;br /&gt;Standing ovation konon terjadi tiap hari pertunjukan. Selama 5 menit penonton memberikan penghargaan pada semua pendukung acara, mereka begitu terpukau dengan tontonan yang tidak pernah terasa begitu berbeda sebelumnya. Onrop berani memberikan kritik sosial ke dalam tontonan publik yang selama ini mungkin hanya berani diungkapkan publik lewat akun Twitter pribadinya atau segelintir blogger pada pembaca setianya. Lewat pertunjukan musikal ini, penonton urban yang mungkin kebanyakan manusia serba sibuk dan mobile bisa lebih mudah dihadapkan protes-protes yang selama ini mungkin tidak sempat mereka simak di kerumunan pengunjuk rasa, novelis, atau teater lain yang tergolong lebih serius. Onrop menyuguhkan kesegaran lewat protesnya yang pop. Tidak perlu menyerenyitkan dahi berpikir keras atau larut dalam bahasa yang sulit dimaknai. Onrop begitu mudah dinikmati tapi tetap terasa berisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TPNwA8yJMfI/AAAAAAAAAMc/M8EOZEgTJVE/s1600/onrop2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TPNwA8yJMfI/AAAAAAAAAMc/M8EOZEgTJVE/s400/onrop2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544898727841968626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian termegah dari musikal ini yang cukup mendapat perhatian adalah koreografi Eko Supriyanto yang seolah menjadi nyawa utama Onrop  dilengkapi dengan orkestra. Hasilnya sungguh mewah! Jakarta yang sudah akrab di mata penonton urban makin terasa dramanya dengan musik yang mendayu-dayu, penarinya pun ikut berperan mendramatisir tiap dialognya. Kekuatan Joko Anwar dalam menuturkan dialog layaknya di film-filmnya juga terasa kental di sini. Celetukan yang terasa sangat dekat dengan penonton juga membuat drama ini makin menyentil. Salah satu adegan yang menampilkan signature scene ala Joko Anwar, ketika dialog dua anak kecil membicarakan pelajaran biologi di tengah-tengah obrolan pemain utama. Adegan anak-anak itu lekat sekali dengan film Janji Joni, yang banyak menampilkan dialog selewat tapi mengena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TPNwA9HGMEI/AAAAAAAAAMU/QIcuTTVKNDI/s1600/onrop.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TPNwA9HGMEI/AAAAAAAAAMU/QIcuTTVKNDI/s400/onrop.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544898727929851970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat Onrop penonton jelas diberi pencerahan secara langsung apa saja yang menghimpit kaum urban terutama pekerja seni dengan peraturan yang cenderung tidak masuk akal dan kebebasan berarti memberi ruang berekspresi yang lebih luas dan berujung bisa membuat lebih bahagia dan ‘kaya’. &lt;br /&gt;Pasca Onrop apakah penonton musikal lebih ‘kaya’ dalam menikmati seni? Apakah nantinya musikal lain yang ditampilkan lebih ‘berat’ akan diterima sama seperti ini? Atau pada akhirnya popularitas mengalahkan segalanya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-9098821809600939584?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/9098821809600939584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=9098821809600939584' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/9098821809600939584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/9098821809600939584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/11/onrop-yang-pop.html' title='Onrop Yang Pop!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TPNzJkaEcOI/AAAAAAAAAMs/S0k1gMDyew4/s72-c/onropteaser2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-2866800954988702191</id><published>2010-10-04T08:52:00.000-07:00</published><updated>2010-10-04T09:31:44.781-07:00</updated><title type='text'>Three Stages of Heartbroken Women's Life</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TKoAfL5OicI/AAAAAAAAAMM/z-Ykx8sw6zM/s1600/EPL.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TKoAfL5OicI/AAAAAAAAAMM/z-Ykx8sw6zM/s400/EPL.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524228428692097474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Literatur dalam layar perak memang bukan sesuatu yang baru untuk disuguhkan ke pecinta film layar lebar. Tantangan membawa tulisan penulis buku yang ada di tangan sutradara dan penulis skenario itu sendiri. Tulisan Elizabeth Gilbert ada di tangan Ryan Murphy(Sutradara) dan Jennifer Salt (Penulis Naskah), gaungnya sudah mendunia dan seluruh dunia (atau Indonesia saja?) menunggu hadirnya Eat, Pray, Love buku yang laris nyaris 7 juta kopi di seluruh dunia*. &lt;br /&gt;Kisah sang penulis, Liz (Julia Roberts)yang mencari pijakan hidup pasca perceraiannya dengan Steven (Billy Crudup). Ia sempat menjalin cinta dengan penggila Yoga, David Picollo (James Franco) namun kembali terusik dengan berbagai pikiran yang menunjukkan ketidakbahagiaan dengan apa yang ia punya saat itu. Berdialog dengan Tuhan yang selama ini jarang dilakukannya, membuat Liz seolah mendapat jawaban untuk menjauh dari semua 'cinta'nya di New York termasuk sahabat-sahabatnya. Alasannya, meskipun banyak cinta untuk Liz dari mereka, Liz tidak bisa memberikan cinta yang setimpal bagi mereka.&lt;br /&gt;Terbanglah Liz ke Roma, Itali untuk memenuhi hasrat makan yang konon hilang seiring hilangnya kebahagiannya. Spaghetti Bolonaise, Carbonara, Margerita Pizza sampai kudapan khas Itali, Napoleon sukses membuat Liz melupakan cintanya di New York. Makanan yang membuat ia bahagia. Sampai di India, Liz ternyata merasakan jiwanya kosong. Meskipun tujuannya ke India untuk bertemu Gurugita yang dipujanya bersama David, Liz merasa jiwanya masih terfokus di New York. Liz berusaha melepaskan diri dari cintanya di masa lalu dan meneruskan perjalanan ke Bali, untuk kembali bertemu Ketut Liyer yang sebelumnya pernah meramal tentang kehidupannya. Liz kembali diguncang,  pijakan yang kiranya sudah seimbang kembali dipertanyakan, sudahkah ia siap menjejak ke cinta berikutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang agaknya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;over exposed &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ini memang menyuguhkan banyak eksotisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sisi-sisi feminin Liz juga banyak terungkap lewat kehidupannya di 3 kota yang begitu berbeda. Nampaknya hampir semua perempuan pernah merasakan apa yang dirasakan Liz, mulai dari keragu-raguan, patah hati, bersenang-senang, dan kembali pada fase ragu-ragu. Tiga kota yang dikunjungi Liz sepertinya mewakili perasaan dan fase hidup apa yang sebenarnya sedang dirasakan perempuan pasca sakit hati. Meskipun mungkin tidak terjadi pada semua orang, fase sakit hati akan mengarahkan kita pada pencarian kesenangan, mungkin tidak abadi tetapi setidaknya cukup bisa mengobati. Kemudian kita bisa disadarkan dengan kesendirian, betapa asingnya dunia yang berbeda dan keadaan yang berubah. Saat itu tantangan yang perlu dihadapi, bisakah kita fokus pada apa yang akan kita cari berikutnya? Ketiga, perburuan kembali dilakukan namun apakah hati kita siap untuk kembali berjumpa dengan guncangan itu? Guncangan akibat kupu-kupu yang siap menari dan membuat perut kita bergejolak atau guncangan akibat dihadapkan dengan sesuatu yang tidak pasti, akankah ini bertahan? Pada akhirnya kita kembali pada fase yang pertama, keragu-raguan dan kehidupan akan kembali berulang pada 3 fase hidup itu. Pertanyaannya, apakah siap menjejak pada suatu yang tidak seimbang lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"To lose balance sometimes for love is part of living a balanced life.- Ketut Liyer"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-2866800954988702191?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/2866800954988702191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=2866800954988702191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2866800954988702191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2866800954988702191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/10/three-stages-of-heartbroken-womens-life.html' title='Three Stages of Heartbroken Women&apos;s Life'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TKoAfL5OicI/AAAAAAAAAMM/z-Ykx8sw6zM/s72-c/EPL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-5155399337528418119</id><published>2010-09-08T09:28:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T10:08:08.858-07:00</updated><title type='text'>Dengan Menyebut Nama Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TIfAkHsm43I/AAAAAAAAAME/Omf2jJ0Jgb0/s1600/sang-pencerah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TIfAkHsm43I/AAAAAAAAAME/Omf2jJ0Jgb0/s400/sang-pencerah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514587995512431474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim film Indonesia kembali dimulai di H-2 Lebaran tahun 2010 ini. Dibuka dengan  film yang cukup dinanti,salah satunya Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo. Film epik yang merupakan biografi tokoh pendiri Muhammadiyah, Kyai Haji Ahmad Dahlan. Diramaikan oleh banyak aktor papan atas, seperti Lukman Sardi, Slamet Rahardjo, Zaskia Adya Mecca, Ikranegara, sampai Sudjiwo Tedjo. Perjuangan Dahlan sebagai santri di Kauman, Yogyakarta ketika merasakan beberapa keganjila agama yang dianutnya sejak kecil pasca melaksanakan rukun Islam kelima, melakukan ibadah haji ke tanah suci. Dahlan berusaha mendalami dan memisahkan ajaran Islam yang diyakini dengan tradisi kejawen yang sudah mendarah daging di masyarakat Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sejarah dan juga bagaimana perjuangan menegakkan ajaran Islam yang tidak sekadar di permukaan menghadirkan kasus-kasus yang banyak ditemui dalam masyarakat Indonesia saat ini. Perdebatan tentang arah kiblat atau pemahaman ajaran Islam yang tidak melulu dimaknai secara harfiah dijabarkan dalam adegan-adegan yang seperti mencoba menyentil umat muslim yang hidup di zaman liberal ini. Ketika Islam berkembang di era penjajah, sering kali jika dikaitkan dengan pemerintah Belanda, semuanya jadi dibuat haram bahkan dilabelkan kafir. Perkembangan ilmu pengetahuan saat itu, tahun 1800-an yang masih minim, jika bersentuhan dengan Belanda atau pengetahuan baru berbau kebarat-baratan langsung identik dengan kafir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan ini mengingatkan kita pada kasus fatwa haram yang beberapa kali dilontarkan MUI, mulai dari jejaring sosial atau hak pilih dalam politik. Kasus lain, Penyerangan kelompok Kyai Penghulu terhadap langgar Kidoel milik Dahlan juga menunjukkan simbol tidak adanya kebebasan beragama, bahkan dalam sesama Islam. Kyai penghulu yang merasa 'tradisi' ajaran Islamnya dipatahkan oleh Dahlan yang berusaha menyederhanakan ajaran Islam dianggap murtad dan melangkahi kewenangan Kyai Penghulu sebagai kyai terhormat di Yogyakarta. Kembali diingatkan kita pada kejadian anarki beberapa ormas di Jakarta yang kerap menganggap kelompoknya benar dan merasa 'baik-baik saja' menyerang kelompok atau bahkan agama lain yang dianggap sepaham. Pemblokiran jalan atau pemukulan pun dibenarkan atas dasar nama Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sejarah pernah terjadi di masa lalu dan sesungguhnya kita diingatkan lewat karya Bramantyo ini, kekerasan tidak akan menyelesaikan segalanya. Di awal film muncul pertanyaan murid Dahlan, "Apa itu agama?" Dahlan tidak menjawab, justru ia memainkan biolanya dan bertanya balik pada santrinya, "Apa yang ia rasakan?", si santri menjawab, "Damai, Tenang, Seperti bermimpi". Dahlan menjawab, Itulah agama. Ketika tidak memiliki pemahaman tentangnya, makan jadinya berantakan.&lt;br /&gt;Itulah seharusnya agama Islam, damai, tenang dan tidak berantakan. Ketika hal itu belum terjadi, jangan atas namakan agama sebagai tonggak untuk pembenaran atas segala tindakan anarki yang menentang humanisme. Tidak perlulah nama Tuhanmu dijadikan alasan atas sikap yang masih berantakan memahami agama yang kita anut, agama Islam. Semoga ini mencerahkan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-5155399337528418119?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/5155399337528418119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=5155399337528418119' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5155399337528418119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5155399337528418119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/09/dengan-menyebut-nama-allah.html' title='Dengan Menyebut Nama Allah'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TIfAkHsm43I/AAAAAAAAAME/Omf2jJ0Jgb0/s72-c/sang-pencerah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-5649201535586473327</id><published>2010-08-17T19:20:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T22:26:28.867-07:00</updated><title type='text'>And The Remaining Memories</title><content type='html'>I couldn't be happier when i found this articles from official website Chinese Childrenhome Shelter and Association, place that i spent volunteering on several childrenhomes on 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wrote this article when i finished my service on first shelter,Taiwan Christian Faith, Hope, Love: Children’s Home in Ping-Tung County before i started another service at Hsin-Chuang Agape Children Home in Taipei County. It brings back my memories behind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feel free to comment :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Until last night, two days after I left 31 kids in Ping Tung, I still can remember everything single thing they did even in small details.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can adlibbing every words as they sang Backstreet Boys song and Old McDonald song.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can feel them tapping in my head like a drumbeat as they danced the tap dance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can hear their laughter echo in my ears.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can't remove all of that from my memory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Three weeks ago, me and my team started this project in Faith Hope Love Children Home in Ping Tung, Taiwan. This is my first experience visiting Taiwan and do this volunteer work. Before i met them, i imagined about unattractive, shy, not energetic kids. Those pictures ruined in the very first time we played the game to know each other. They were so powerful energetic and lots of laughters. Me, as foreigner knew nothing about them, about their background and things related to that issue. All i know is i have to be with them 24 hours in three weeks. We stick to their schedule from 6.20 in the morning gather around for breakfast, courses at 9 to 11, lunch at 12, take a nap until 3, dinner at 7, and go back to our room at 9. every schedule is fixed and sharp right on time. I really shocked about this at the very first time, i can’t even have my breakfast so early in the morning, and i can’t sleep early either. The first three days was the hardest part and devastated for me. I can’t even understand what they were talking about. When they were laughing i just freeze and have no idea what were they laughing at, and it might be me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to know what they’re talking about, even the little kid just mumbling things that they can even barely understand it, im curious about it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to join and share every laughter they had so i can laugh at hilarious things or even silly jokes they made.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My curiosity about everything about them lead me to enter their world. The world of their own that was isolated from outsider and we, the foreigners, tried to getting into it. At the very beginning it was only my curiousity about live in another country and learn different custom of living took me to Taiwan. But now since i know them, i want to love them and shared what i had to them, hopefully can fulfill their needs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My curiosity about how they can cover their pain with laughter and joy. I never knew before about their stories and how they can struggle with the stories behind it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We taught them how to be creative with art such as paper folding, drawing, painting, singing, dancing, and even acting.  They were amazingly creative. Right when we just arrived, they just practiced their break dance and they got their style! I don’t know where they learn that moves since they are in a county but it must be because they had lots of limitation but they don’t want to trap in that situation. We also played basketball with them and they beat us every time. In other games they can beat us easily and after that they still had energies to play other things like one wheel bike or just running all around the playground. We tried to open their horizon with taught them dances like tap dance and Saman, Indonesian traditional dance from Aceh. We tried to show them new things that they can learn improved themselves and they have to show us at the farewell party. The emotional part was the farewell thing. After amused the audience by showed all the things we taught them from sang Old McDonald, performed both Tap and Saman Dance, their own drama, and imitating former well known boyband, Backstreet Boys, i felt so sad and hard to leave them in the next day. The fact that they can catch what we taught them for almost three weeks, the fact that they did very great job in every single thing, and the most, the fact that i can’t see them improved their knowledge because i will leave them and may not see each other for the rest of my life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I remember when the second batch kids were leaving for their home and left a cute message which totally touched everyone’s heart there. I remember the kid who can imitate every dancing move that i taught them and he becomes the best dancer among the others. I keep remember meals that i got in last couple days which is special made because i can’t eat pork and the chef made it for me super big plate of veggie noodle. And i won’t never ever forget when they were crying after sang the goodbye song at the farewell party and the next day they waved goodbye in front of the door then saw them as small kids which finally faded as our way go back to Taipei. But here, in my heart they never fade away, they just stayed.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-5649201535586473327?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/5649201535586473327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=5649201535586473327' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5649201535586473327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/5649201535586473327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/08/and-remaining-memories.html' title='And The Remaining Memories'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-3805288239217145500</id><published>2010-08-06T02:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T02:49:05.204-07:00</updated><title type='text'>Sakit yang Tersisa dari Dua Belas Tahun Lalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TFvaXqdSC8I/AAAAAAAAAL0/Qavpjp8Ut6I/s1600/may.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TFvaXqdSC8I/AAAAAAAAAL0/Qavpjp8Ut6I/s320/may.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502231469832145858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang tersisa dari kejadian Mei 1998? Tentu banyak yang tersakiti dan banyak pula yang terkubur ceritanya dan tidak berharap pernah membukanya lagi. Memoar tentang kejadian ini salah satunya ditulis oleh sastrawan Seno Gumira Ajidarma dalam cerpennya, Clara. Cerpen tersebut bercerita tentang gadis Tionghoa yang menjadi korban kebejatan warga pribumi yang memperkosa dan merampas hartanya. Bukan hanya itu, petugas yang seharusnya membantu Clara menyelesaikan masalahnya justru seolah tidak peduli dengan penderitaan Clara dan menambahkan cibiran pada penderitaan yang diderita gadis itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sinema Indonesia, bulan Mei 1998 menorehkan cerita dalam layar, salah satunya film MAY karya Viva Westi yang sudah beberapa kali diputar salah satunya di Jakarta International Film Festival 2009. Setelah 2 kali terlewatkan, akhirnya MAY kembali diputar di layar Kineforum "Identitas Untuk Semua", 3 Agustus lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang memenangkan 11 dari 12 nominasi pada Festival Film Indonesia  2008 * ini mengangkat kisah-kisah di balik tragedi 13 Mei 1998. Etnis Tionghoa yang banyak menjadi korban disimbolkan oleh (lagi-lagi) perempuan yang menjadi korban perkosaan dan harus menanggung derita terpisah dengan keluarganya. May (Jenny Chang) gadis yang sedang menjalin cinta dengan Ares (Yama Carlos) laki-laki pribumi yang sedang meniti karir menjadi pembuat film documenter terjebak dalam kerusuhan 13 Mei 1998 ketika ia sedang casting di sebuah rumah produksi. Ares yang berjanji menjemputnya tidak datang dan naasnya May pun menjadi korban perkosaan. May ditolong oleh seorang jurnalis asing yang akhirnya merawat anak yang dilahirkan May. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petaka tidak hanya menimpa May, ibu May Cik Bing (Tutie Kirana) terjepit dalam situasi kehilangan jejak May dan usaha menyelamatkan diri ke luar negeri. Dengan berbekal selembar sertifikat tanah, Cik Bing pun meninggalkan tanah air demi keselamatannya.&lt;br /&gt;Tahun berlalu, tragedi itu masih menyisakan pertanyaan dan perih korban-korbannya. May yang bekerja menjadi penyanyi kafe di Malaysia ternyata masih menarik perhatian Ares yang mencarinya untuk meminta maaf. Cik Bing pun masih terperangkap dengan kesendiriannya. Tiba-tiba muncul tokoh Gandang (Lukman Sardi) yang entah darimana hubungannya dengan May atau Ares. Ternyata, munculnya tokoh Gandang inilah awal dari keperihan yang lebih mendalam dari tragedi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gandang adalah salah satu korban yang dijadikan alat oleh orang-orang yang memanfaatkan keterbatasan akomodasi dalam aksi penyelamatan diri etnis Tionghoa dari chaos 1998. Bekerja di sebuah hotel, Gandang menjadi saksi kebejatan seorang staff hotel yang tega menjual 3 lembar tiket pesawat dengan sebuah mobil sedan bahkan 1 lembar tiket pesawat dengan sepetak tanah. Kala itu Gandang yang hanya buruh cuci tentu tergoda, apalagi ia diiming-imingi naiknya nilai tanah yang bisa ia nikmati tanpa harus susah-susah bekerja. Gandang beberapa tahun kemudian menyesali perbuatannya. Masih melekat di pikirannya wajah ibu yang kebingungan, Cik Bing yang masih tidak mengetahui keberadaan May akhirnya menyerahkan harta benda satu-satunya demi keselamatannya di negeri orang. Tak heran Cik Bing dan beberapa keluarga etnis Tionghoa yang saat itu memang menjadi korban merasa lebih baik melarikan diri karena di negara yang tercetak di paspor sebagai kewarganegaraannya, keamanan adalah barang langka. Menyakitkan melihat rasisme menjadi alat untuk merasakan kenikmatan sesaat. Alat untuk menikmati barang jarahan yang selama ini hanyalah mimpi dari sebuah kemewahan untuk memiliki, alat untuk memuaskan nafsu yang selama ini bersembunyi di balik pakaian tertutup, dan juga kekuatan untuk memeras dalam suasana terjepit yang selama ini kekuatan mereka tidak pernah dipedulikan. Berapa lama kemewahan, kepuasan, dan kekuatan itu bertahan? Sekejap. Sakitnya? Abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*sumber inilah.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Foto berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-3805288239217145500?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/3805288239217145500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=3805288239217145500' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3805288239217145500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3805288239217145500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/08/sakit-yang-tersisa-dari-dua-belas-tahun.html' title='Sakit yang Tersisa dari Dua Belas Tahun Lalu'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/TFvaXqdSC8I/AAAAAAAAAL0/Qavpjp8Ut6I/s72-c/may.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-4943702548873014000</id><published>2010-04-02T02:41:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T03:21:00.175-07:00</updated><title type='text'>Good Friday :)</title><content type='html'>I need to do an exercise this week so i went to My Body Gym,Talavera Building to swim. Turns out it supposed to be closed, but since we were already there, they open the pool for us. YIAY!&lt;br /&gt;It's like having a private pool on rooftop :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7XE0U56J8I/AAAAAAAAALs/aZGmPF5W9Ck/s1600/talavera+5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 163px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7XE0U56J8I/AAAAAAAAALs/aZGmPF5W9Ck/s200/talavera+5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455482926873061314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7XEz2MACsI/AAAAAAAAALk/hO2VS2_Iztc/s1600/talavera+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7XEz2MACsI/AAAAAAAAALk/hO2VS2_Iztc/s200/talavera+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455482918627445442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7XEy2gJxnI/AAAAAAAAALc/0oeXL2z1wCo/s1600/talavera+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7XEy2gJxnI/AAAAAAAAALc/0oeXL2z1wCo/s200/talavera+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455482901532100210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7XEyHnG3SI/AAAAAAAAALU/jlKx4GLDKSc/s1600/talavera+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 157px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7XEyHnG3SI/AAAAAAAAALU/jlKx4GLDKSc/s200/talavera+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455482888944803106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7XExQ46IGI/AAAAAAAAALM/S0TxBab-Jw4/s1600/DSC00006.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7XExQ46IGI/AAAAAAAAALM/S0TxBab-Jw4/s200/DSC00006.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455482874255515746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-4943702548873014000?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/4943702548873014000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=4943702548873014000' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4943702548873014000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4943702548873014000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/04/good-friday.html' title='Good Friday :)'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7XE0U56J8I/AAAAAAAAALs/aZGmPF5W9Ck/s72-c/talavera+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-1042029390050480093</id><published>2010-04-01T10:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T21:02:37.020-07:00</updated><title type='text'>Aha!</title><content type='html'>Setelah hanya berangan-angan, pasca kedatangan Phoenix Agustus 2009 lalu,akhirnya mimpi saya menjadi kenyataan untuk kedua kalinya. Imogen Heap yang juga vokalis dari Frou Frou menjejakkan kakinya di Jakarta untuk Ellipse World Tour, 31 Maret lalu dengan Mahaka Entertainment sebagai promotornya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7W48ypeRlI/AAAAAAAAAK0/yQTGul_HVv4/s1600/DSC09982.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7W48ypeRlI/AAAAAAAAAK0/yQTGul_HVv4/s320/DSC09982.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455469878156609106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7W4-WplDPI/AAAAAAAAALE/ytm8krDDY9s/s1600/DSC09992.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7W4-WplDPI/AAAAAAAAALE/ytm8krDDY9s/s320/DSC09992.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455469905000598770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya konser ini sedikit mengejutkan-sekaligus menyenangkan tentunya- mengingat fanbase Imogen Heap di Jakarta tidak bisa dipastikan banyaknya (yang betul-betul suka yah!) Tapi keberanian Mahaka membuahkan kebahagian buat saya.&lt;br /&gt;Dengan 2 opening acts, konser dibuka dengan hits pertama dari album Ellipse, First Train Home. Agak mengagetkan salah satu lagu andalan dimainkan sebagai pembuka. Disusul oleh Wait it Out dan Little Birds, keapikan konser malam itu bukan hanya terdengar dari alat-alat musik ajaib yang dimainkan tetapi juga lay out panggung yang disetting entah seperti hutan, taman bermain, atau tempat tinggal peri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7W494JtHbI/AAAAAAAAAK8/qlm8WCW3OOw/s1600/DSC09985.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7W494JtHbI/AAAAAAAAAK8/qlm8WCW3OOw/s320/DSC09985.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455469896813845938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorot lampu warna-warni dan efek bayangan ikut mempercantik panggung dan makin mendramatisir lagu-lagu yang dinyanyikan solois Inggris tersebut. &lt;br /&gt;Di lagu Little Bird, bunyi-bunyian burung dibantu dengan efek bayangan burung-burung terbang kian membuat penonton di Balai Kartini terhanyut dalam dongengan Immy. &lt;br /&gt;Kejutan lain juga hadir di lagu Aha! ketika seorang cellois lokal, Rahman Noor ikut tampil setelah lolos audisi yang dilakukan khusus untuk musisi lokal. &lt;br /&gt;Kejutan lain, Imogen Heap memainkan Let Go, lagu dari Frou Frou, bandnya terdahulu bersama Guy Sigsworth. &lt;br /&gt;Dengan hanya menggunakan instrumen piano, penonton ikut bersenandung dalam nada-nada melankolis. Imogen Heap bisa dikatakan sangat komunikatif dibanding musisi-musisi lain yang biasanya hanya menyapa Halo, Apa Kabar, Selamat Malam, dan Terima Kasih. Banyak cerita dari lagu-lagu yang dibawakan dan juga gaya bercerita ala fairy tale membuat penonton tertawa dan tidak henti-henti berteriak 'I Love You'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengajak penonton ikut dalam choir lagu Just For Now dan Hide and Seek.&lt;br /&gt;Setelah menghilang dengan lagu yang dianggap sebagai 'lagu terakhir', Imogen Heap kembali dengan Hide and Seek beserta 2 lagu berikutnya, lalu menutup malam dengan janji manis akan kembali ke Jakarta.&lt;br /&gt;Thank you, we enjoyed your lullaby in your wonderland then having sweet dreams as a gift!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setlist Imogen Heap @ Balai Kartini Jakarta&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Thanks to Yarra Aristi, Music Director Cosmopolitan FM )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;First Train Home&lt;br /&gt;Wait It Out&lt;br /&gt;Between Sheets&lt;br /&gt;Headlock&lt;br /&gt;Bad Body Double&lt;br /&gt;Speeding Cars&lt;br /&gt;Little Bird&lt;br /&gt;Let Go&lt;br /&gt;AHA!&lt;br /&gt;Canvas&lt;br /&gt;The Walk&lt;br /&gt;Swoon&lt;br /&gt;2-1&lt;br /&gt;Goodnight And Go&lt;br /&gt;Tidal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENCORE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hide and Seek&lt;br /&gt;Just For Now&lt;br /&gt;The Moment I Said It&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-1042029390050480093?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/1042029390050480093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=1042029390050480093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1042029390050480093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1042029390050480093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/04/aha.html' title='Aha!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S7W48ypeRlI/AAAAAAAAAK0/yQTGul_HVv4/s72-c/DSC09982.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-1558855616459063627</id><published>2010-02-27T23:55:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T01:03:07.686-08:00</updated><title type='text'>This...Those..Everything!</title><content type='html'>Couple years and those feelings won't go away&lt;br /&gt;Few things that i could never ever forget, hence miss it so much =')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4oqGXLdhJI/AAAAAAAAAKU/Y-99XnVC72g/s1600-h/DSC04288.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4oqGXLdhJI/AAAAAAAAAKU/Y-99XnVC72g/s320/DSC04288.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443209388420334738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4oqF8xcF8I/AAAAAAAAAKM/fd8I_NGLVHQ/s1600-h/DSC04224.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4oqF8xcF8I/AAAAAAAAAKM/fd8I_NGLVHQ/s320/DSC04224.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443209381331867586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4oqFA-QFwI/AAAAAAAAAKE/JIK6VpDSrZI/s1600-h/DSC04395.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4oqFA-QFwI/AAAAAAAAAKE/JIK6VpDSrZI/s320/DSC04395.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443209365279479554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4oqEmoo6GI/AAAAAAAAAJ8/dJ-AL23etw8/s1600-h/DSC04406.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4oqEmoo6GI/AAAAAAAAAJ8/dJ-AL23etw8/s320/DSC04406.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443209358209509474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4oqEFTeW5I/AAAAAAAAAJ0/qhbDBhxWVjI/s1600-h/DSC03583.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4oqEFTeW5I/AAAAAAAAAJ0/qhbDBhxWVjI/s320/DSC03583.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443209349262367634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4owi5YrrxI/AAAAAAAAAKs/oDDMXgXas3Y/s1600-h/DSC04209.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4owi5YrrxI/AAAAAAAAAKs/oDDMXgXas3Y/s320/DSC04209.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443216475708698386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4owh83rJeI/AAAAAAAAAKk/_ytf4BazR6E/s1600-h/DSC05744.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4owh83rJeI/AAAAAAAAAKk/_ytf4BazR6E/s320/DSC05744.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443216459464123874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4owhJAIF3I/AAAAAAAAAKc/XpW-xgPqV6s/s1600-h/DSC05736.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4owhJAIF3I/AAAAAAAAAKc/XpW-xgPqV6s/s320/DSC05736.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443216445540931442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh-Oh..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-1558855616459063627?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/1558855616459063627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=1558855616459063627' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1558855616459063627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/1558855616459063627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/02/thisthoseeverything.html' title='This...Those..Everything!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4oqGXLdhJI/AAAAAAAAAKU/Y-99XnVC72g/s72-c/DSC04288.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-4828876965926122297</id><published>2010-02-23T07:44:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T08:04:27.845-08:00</updated><title type='text'>Young and Restless :))</title><content type='html'>Hari ini saya merasa sangat produktif dan alhamdulilah, senang :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai siaran Breakfast Club seperti biasa, kali ini dengan tamu Jane Lawalata dan Helen, dari Jakarta Broadway Singer. Saya tahu Jane adalah salah satu filmmaker Indonesia yang karya beruntung sudah pernah diproduksi di Hollywood. Saya pun memancing obrolan film dengan dia yang ternyata lulusan NY Film Academy, LA. &lt;br /&gt;Topik pembicaraan ini memang selalu membuat saya orgasme dan cukup bertahan lama.&lt;br /&gt;Perbincangan singkat itu cukup memberi saya semangat dan encourage untuk sekolah film di US.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMIN :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4P8LxA_B2I/AAAAAAAAAJs/ajfZmXfeVj4/s1600-h/NYFA+Logo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 316px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4P8LxA_B2I/AAAAAAAAAJs/ajfZmXfeVj4/s320/NYFA+Logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441470053859919714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya perjalanan saya cukup panjang ke PIM untu liputan di Pasta de Waraku. Saya memutuskan naik Trans Jakarta dan disambung Metromini 72 supaya hemat ongkos. Panas Jakarta membakar tengkuk saya. Untungnya saya disambut dengan sepiring Pasta Eel &amp; Eggs plus Calpis dingin plus chocolate cake dari Cosmoners yang sedang berulangtahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4P8KwQjfmI/AAAAAAAAAJc/d_ymqDr-skg/s1600-h/IMG00205-20100223-1322.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4P8KwQjfmI/AAAAAAAAAJc/d_ymqDr-skg/s320/IMG00205-20100223-1322.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441470036476919394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup malam, latihan menari kembali setelah minggu lalu absen. Kali ini pasukan cukup lengkap dan banyak gerakan baru yang diajarkan. Akhirnya kembali membakar kalori,semoga saja otot-otot bisa ikut mengencang dan tarian ini cepat selesai terus mulai tarian baru lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4P8LX7zE1I/AAAAAAAAAJk/BTNX9XfBnhM/s1600-h/DSC00327.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4P8LX7zE1I/AAAAAAAAAJk/BTNX9XfBnhM/s320/DSC00327.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441470047127278418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-4828876965926122297?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/4828876965926122297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=4828876965926122297' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4828876965926122297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4828876965926122297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/02/young-and-restless.html' title='Young and Restless :))'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S4P8LxA_B2I/AAAAAAAAAJs/ajfZmXfeVj4/s72-c/NYFA+Logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-7727602082035368111</id><published>2010-02-14T00:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T00:59:33.877-08:00</updated><title type='text'>Be Bold Ladies!</title><content type='html'>Bold what is true:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;001. i miss somebody right now.&lt;br /&gt;002. i watch more tv than i used to.&lt;br /&gt;003. i love olives.&lt;br /&gt;004. i love sleeping.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;005. i own lots of books.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;006. i wear glasses or contact lenses.&lt;br /&gt;007. i love to play video games.&lt;br /&gt;010. i have been in a threesome.&lt;br /&gt;011. i have been the psycho-ex in a past relationship.&lt;br /&gt;012. i believe honesty is the best policy.&lt;br /&gt;013. Hiiiii!&lt;br /&gt;014. i like and respect al sharpton.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;015. i curse frequently.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;016. i’ve changed a lot mentally over the last year.&lt;br /&gt;017. i have a hobby. *kinda?&lt;br /&gt;018. i’ve been told i have a nice butt.&lt;br /&gt;019. i carry my knife/razor everywhere with me.&lt;br /&gt;020. i’m really, really smart.&lt;br /&gt;021. i’ve never broken anyone else’s bones.&lt;br /&gt;022. i have a secret that i am ashamed to reveal.&lt;br /&gt;023. i love rain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;024. i’m paranoid at times.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;025. i would get plastic surgery if it were 100% safe, free of cost, and scar-free.&lt;br /&gt;026. i need money right now.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;027. i love sushi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;028. i talk really, really fast sometimes.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;029. i have fresh breath in the morning. *when I brush my teeeth.&lt;br /&gt;030. i have semi-long hair.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;032. i have at least one brother and/or sister.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;033. i was born in a country outside of the u.s.&lt;br /&gt;035. i have a twin.&lt;br /&gt;037. i couldn’t survive without caller i.d.&lt;br /&gt;038. i like the way that i look.&lt;br /&gt;039. i have lied to a good friend in the past 6 months.&lt;br /&gt;041. i am usually pessimistic.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;042. i have mood swings.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;043. i think prostitution should be legalized.&lt;br /&gt;044. i think britney spears is pretty.&lt;br /&gt;045. i have cheated on a significant other.&lt;br /&gt;046. i have a hidden talent.&lt;br /&gt;047. i’m always hyper no matter how much sugar i have.&lt;br /&gt;048. i think that i’m popular.&lt;br /&gt;049. i am currently single.&lt;br /&gt;050. I like cats better than dogs.&lt;br /&gt;051. i enjoy talking on the phone.&lt;br /&gt;052. i practically live in sweatpants or pj pants.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;053. i love to shop.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;054. i would rather shop than eat.&lt;br /&gt;055. i would classify myself as ghetto.&lt;br /&gt;056. i’m bourgie and have worn a sweater tied around my shoulders.&lt;br /&gt;057. i’m obsessed with my blog!&lt;br /&gt;058. i don’t dislike anyone.&lt;br /&gt;059. i’m a pretty good dancer.&lt;br /&gt;060. i’m a horrible dancer.&lt;br /&gt;061. i’m completely embarrassed to be seen with my mother.&lt;br /&gt;062. i have a cell phone.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;063. i listen to music daily.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;064. i cry myself to sleep.&lt;br /&gt;065. i have passed out drunk in the past 6 months.&lt;br /&gt;067. i have never been in a relationship before.&lt;br /&gt;068. i’ve rejected someone before.&lt;br /&gt;069. i currently have a crush on someone&lt;br /&gt;070. i have no idea what i want to do for the rest of my life.&lt;br /&gt;071. i want to have children in the future.&lt;br /&gt;072. i have changed a diaper before.&lt;br /&gt;073. i’ve had the cops called on me before.&lt;br /&gt;074. i bite my nails.&lt;br /&gt;075. i am a member of the tom green fan club.&lt;br /&gt;076. i’m not allergic to anything deadly.&lt;br /&gt;077. i have a lot to learn.&lt;br /&gt;078. i have dated someone at least 10 years older or younger.&lt;br /&gt;079. i plan on seeing ice cube’s newest “friday” movie.&lt;br /&gt;080. i am very shy around the opposite sex.&lt;br /&gt;081. i’m online 24/7, even as an away message.&lt;br /&gt;082. i have at least 5 away messages saved.&lt;br /&gt;083. i have tried alcohol before.&lt;br /&gt;084. i have made a move on a friend’s significant other in the past.&lt;br /&gt;085. i own the “south park” movie.&lt;br /&gt;087. when i was a kid i played hide and go seek&lt;br /&gt;088. i enjoy country music.&lt;br /&gt;089. i love my best friend(s).&lt;br /&gt;090. i think that pizza hut has the best pizza.&lt;br /&gt;091. i watch soap operas whenever i can.&lt;br /&gt;092. i’m obsessive, anal retentive, and often a perfectionist.&lt;br /&gt;093. i have used my sexuality to advance my career.&lt;br /&gt;094. i love michael jackson, scandals and all.&lt;br /&gt;095. i know all the words to slick rick’s “children’s story”.&lt;br /&gt;096. halloween is awesome because you get free candy.&lt;br /&gt;097.  like spongebob.&lt;br /&gt;098. i have dated a close friend’s ex.&lt;br /&gt;099. i’m happy as of this moment.&lt;br /&gt;100. i have gone scuba diving.&lt;br /&gt;101. i’ve had a crush on someone i’ve never met.&lt;br /&gt;102. i’ve kissed someone i knew i shouldn’t.&lt;br /&gt;103. i play a musical instrument.&lt;br /&gt;104. i strongly dislike math.&lt;br /&gt;105. i’m procrastinating on something right now.&lt;br /&gt;106. i own and use a library card.&lt;br /&gt;107. i fall in “lust” more than in “love”.&lt;br /&gt;108. cheese enchiladas rock my socks.&lt;br /&gt;109. i think the lord of the rings is one of the greatest things ever.&lt;br /&gt;110. i’m obsessed with the tv show “lost.”&lt;br /&gt;111. i am resentful that i have to grow up.&lt;br /&gt;112. i am an entirely different person around different people.&lt;br /&gt;113. i think the world would be a better place if people just smiled and meant it more often.&lt;br /&gt;114. i think ramen is the best kind of food in the whole world.&lt;br /&gt;115. i am suffering of a broken heart.&lt;br /&gt;116. i am a nerd.&lt;br /&gt;117. no matter where i am or who i’m with, i always seem to be lonely.&lt;br /&gt;118. i am left handed and proud of it.&lt;br /&gt;119. i don’t change who i am for someone else.&lt;br /&gt;120. my heart resides below my feet.&lt;br /&gt;121. i am a senior in high school.&lt;br /&gt;122. i enjoy smoothies.&lt;br /&gt;123. i have gastritis.&lt;br /&gt;124. i have nothing better to do with my time.&lt;br /&gt;125. i am listening to radiohead right now.&lt;br /&gt;126. most people call me by my middle name.&lt;br /&gt;127. the last thing i stole was makeup.&lt;br /&gt;128. pi confuses me.&lt;br /&gt;129. i love nascar!&lt;br /&gt;130. i own over 200 cds.&lt;br /&gt;131. i work 7 days a week.&lt;br /&gt;132. i have mono.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;132. i don’t have the ability to make decisions without changing my mind.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;133. people tell me i have a horrible sense of humor.&lt;br /&gt;134. i’m only wearing underwear.&lt;br /&gt;135. i had more than one thanksgiving dinner this year.&lt;br /&gt;136. i’ve driven to a different state to see a band i liked.&lt;br /&gt;137. i am the most over analytical person i know.&lt;br /&gt;138. i believe in wasting time.&lt;br /&gt;139. i don’t listen to too much music.&lt;br /&gt;140. i have a shoe fetish.&lt;br /&gt;141. my favorite holiday isn’t christmas.&lt;br /&gt;142. i prefer weeks off of work/school instead of days here and there.&lt;br /&gt;143. i love boys&lt;br /&gt;144. i wanna go home.&lt;br /&gt;145. i don’t know what i would do without my friends.&lt;br /&gt;146. Christmas threw up in my dorm room and i love it.&lt;br /&gt;147. friends is (one of) my favorite tv shows.&lt;br /&gt;148. i’m hungry.&lt;br /&gt;149. i’m still angry about the nip/tuck season 2 finale cliffhanger.&lt;br /&gt;150. i’m a pothead and proud of it!&lt;br /&gt;151. i noticed there are several numbers missing from this list, making this very much not the 151st entry.&lt;br /&gt;152. i lied about one of the items on this list.&lt;br /&gt;153. my siblings are my best friends. my sister is one.&lt;br /&gt;154. i believe cheese should be its own food group.&lt;br /&gt;155. i have a problem expressing things.&lt;br /&gt;156. i have lost a parent.&lt;br /&gt;157. i am the most deprived person i know on the face of the planet.&lt;br /&gt;158. i have at least one test tomorrow that i am not prepared for yet.&lt;br /&gt;159. i love slim jims! even if they are really bad for you.&lt;br /&gt;160. i am sick and tired of school so i am not going.&lt;br /&gt;161. i love sundance.&lt;br /&gt;162. i do not watch television.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;163. i love starbucks coffee drinks.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;164. i am living at least one lie right now.&lt;br /&gt;165. i love wearing skirts, even if its winter.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;166. i’m a weirdo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;167. i am writing this far, far too late/early.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;168. i’m a little crazy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;169. i like the smell of white tic tacs.&lt;br /&gt;170. i know at least one person in a “life or death” crises at this moment.&lt;br /&gt;171. i don’t associate myself with any political parties.&lt;br /&gt;172. i always know all the gossip at my school/workplace/whatever, and nobody ever suspects it.&lt;br /&gt;173. i have thought about suicide.&lt;br /&gt;174. i have no idea what i am going to write for my question.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;175. i can be selfish.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;176. i’m so emo at times.&lt;br /&gt;177. i can solve a 3x3 rubik’s cube.&lt;br /&gt;178. i think the human race is evil &amp; should be demolished.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;179. i cheated on a test before.&lt;br /&gt;180. i am a member of animemusicvideos.org 181. i’m sick of drama&lt;br /&gt;182. i need a job&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;183. The last person I texted was a boy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S3e7Q5nwbvI/AAAAAAAAAJU/jfyOAqoR6vk/s1600-h/gossip_girl_ver9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S3e7Q5nwbvI/AAAAAAAAAJU/jfyOAqoR6vk/s320/gossip_girl_ver9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438020974093037298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-7727602082035368111?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/7727602082035368111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=7727602082035368111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/7727602082035368111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/7727602082035368111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2010/02/be-bold-ladies.html' title='Be Bold Ladies!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S3e7Q5nwbvI/AAAAAAAAAJU/jfyOAqoR6vk/s72-c/gossip_girl_ver9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-8089858924895284742</id><published>2009-12-30T22:15:00.001-08:00</published><updated>2010-01-15T21:10:29.963-08:00</updated><title type='text'>2009's Highlight</title><content type='html'>Here comes the DAY, last day of 2009. The day that i should reminiscing old times and make highlights from my life in 2009. I would like to say, this year is the weird year inspite of wonderful year like 2008 since too many weird things happened to me.Well, lets count them down!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[JANUARY]&lt;br /&gt;To begin year 2009, it's my first time internship in this country. Saw an ad on &lt;br /&gt;mailinglist, some advertising production house hired me to managed their website which talking all about advertising world including controversy inside them. It called themakeronline.com and i only worked for a month.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's Freakishly WEIRD..&lt;br /&gt;..because for almost a month i worked there, i haven't report any of TVC shoots or any activities related to advertising. Even so, i went to some Public service announcement's workshop held by UNAIDS and i interviewed Joko Anwar &amp; Nia Dinata.&lt;br /&gt;You can watch my work below here eventhou the website is now closed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://themakeronline.com/web/newsvideo.php?kdberita=140&lt;br /&gt;http://themakeronline.com/web/newsvideo.php?kdberita=140&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[FEBRUARY]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another internship opportunity's coming, now on Spice! Magazine, one of MRA Printed Media product on teenage magazine. It's one of job that i dreamed about since ever,YIAY!So many things i learnt from here! Reporting live,writing, went from here and there,and one of film school dean spit on me! Such a great experiences!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1FKDDuURUI/AAAAAAAAAJM/bqWmDIeifDg/s1600-h/DSC09536.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1FKDDuURUI/AAAAAAAAAJM/bqWmDIeifDg/s320/DSC09536.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427200442357794114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* On Photoshoot set*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's luckily WEIRD..&lt;br /&gt;because so many people who wants to join this company and i got this opportunity, ALHAMDULILAH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[MARCH]&lt;br /&gt;Oh, i forgot to tell you guys, that it was my last semester on campus so during January until the end of semester i did my thesis, and by this month i got nothing until my lecture scream out from department building so everyone can hear that i'm her student who didn't do her job very well. But after that incident i went well :P&lt;br /&gt;Mungkin seorang underdog kayak gue emang harus diteriakin' dulu buat bikin hati gue tergerak, literally. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's terrifyingly WEIRD..&lt;br /&gt;because nobody ever scream over me even on my department!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[APRIL]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This month full with happiness! I went to Bandung with some friends who turned out to be my BESTIE. Actually we hung out together before, but after THAT night, we're getting even much closer! Mungkin sebelumnya kita belum saling sadar aja kalau WE ARE THAT CLOSE! Pemikiran-pemikiran ajaib, becandaan nyeleneh, dan semangat-semangatnya membuat gue sadar,i can count on them and on them i found true friendship LOVE YOU ALL, you know who you are!&lt;br /&gt;Bertambah kesenangan gue karena I saw Jamiroquai's concert, at Sentul new concert hall. It was awesome, place, eventhou they wasn't so attractive and didn't play their hits song, Virtual Insanity. Well, it was OKAY since i got their tickets for free. LOL&lt;br /&gt;Daaaan..bulan ini ditutup dengan berakhirnya masa magang gue di Spice! I had such a great times and lotsa things to learn. From them i figured it out that journalism is absolutely my dream-kind-of-job. Thanks a bunch for all MRA Printed and especially Spice! team ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1CemnDq0dI/AAAAAAAAAIU/LDAwW2IzDBg/s1600-h/BDG+30.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1CemnDq0dI/AAAAAAAAAIU/LDAwW2IzDBg/s320/BDG+30.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427011937138037202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* Gedung Sate, Minus Ucy*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's amazingly weird...&lt;br /&gt;because i got sooo many experiences and friends who know me so well from somewhere,not too far!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[MAY] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's May already! It means...my thesis dateline is one month away!!&lt;br /&gt;MAY-DAY..MAY-DAY!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's confusingly weird...&lt;br /&gt;..because i almost gave up and give my thesis one other semester, but if i do it i have no other comrades who will support me,oh well ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[JUNI]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My favorite month is coming, YIAY!&lt;br /&gt;Di tengah-tengah kesibukan gue memutar otak dan merangkai kata buat 'pacar' gue si Joni a.k.a skripsi, my favorite people surprised me on my birthday!&lt;br /&gt;Gee, they saw me with ugly PJ and messy hair,doh!&lt;br /&gt;Although there was soooo many spoilers from someone *wink* they got me surprised :D&lt;br /&gt;Thanks dearie..&lt;br /&gt;Vicky, Tiar, Fauzan, Idha, Ano, Alex, and Ucy &lt;br /&gt;love love love you all!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1CgaSJVK4I/AAAAAAAAAIc/D_2LtsLrvvw/s1600-h/P6020381.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1CgaSJVK4I/AAAAAAAAAIc/D_2LtsLrvvw/s320/P6020381.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427013924389464962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;*Aww*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's awesomely weird...&lt;br /&gt;..because i got surprised with unsurprising way LOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[JULY] &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di akhir bulan Juni, gue keterima di suatu Marketing Advertising Agency, Interact Carlson Marketing. Awalnya gara-gara bos tempat magang gue dulu nawarin gue buat interview jadi copywriter. Dulu emang sempet gue cerita ke dia kalo gue sempet pengen jadi copywriter. Akhirnya gue masuk ke kantor itu dengan situasi gue masih kejar-kejaran sama dateline skripsi dan jadwal sidang.&lt;br /&gt;Dan akhirnya tanggal 16 Juli 2009 akhirnya jadi tanggal keramat buat gue, karena jam 9 pagi nama gue bertambah Gayatri Nadya Paramytha, S.Hum. &lt;br /&gt;Alhamdulilah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1Exz_Xo4wI/AAAAAAAAAJE/2uCbIH-cOW8/s1600-h/IMG00146-20100116-1027.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1Exz_Xo4wI/AAAAAAAAAJE/2uCbIH-cOW8/s320/IMG00146-20100116-1027.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427173795211830018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's speechfully weird...&lt;br /&gt;..because after 4 years of study in my Uni i never come so early (read my previous entry) and i cant describe how i felt that day,Pheewww..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[AUGUST]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan puasa tahun ini jatuh di bulan Agustus, begitu pula WISUDA! Kebayang gak harus panas-panasan di balairung UI Depok yang dijejali wisudawan, pendamping, keluarga dan  teman-temannya. Tadinya gue emang menolak untuk ikut wisuda karena gue pikir sayang amat bayar beratus-ratus ribu buat dipajang di depan dekan dan rektor. Untungnya teman-teman IKSI'05 berhasil meyakinkan gue buat ikutan dan gue sangat puas! &lt;br /&gt;Puas foto-foto, dan juga puas akhirnya kewajiban gue sama orangtua udah terbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the same month, i saw one of my favorite band's concert, Phoenix!&lt;br /&gt;It's kinda surprising since Phoenix is mainstream kind of band and that was WAWESOME! I enjoyed every song they played. Should i say it was BEST CONCERT of 2009!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1CpCKHfvbI/AAAAAAAAAIs/LS0XqOYulso/s1600-h/WISUDA+(28).JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1CpCKHfvbI/AAAAAAAAAIs/LS0XqOYulso/s200/WISUDA+(28).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427023405522075058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's super duper happy (at last) weird..&lt;br /&gt;..because i swallow my own word about this graduation ceremonial :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[SEPT] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This month my beloved best friend leave for Sweden for almost one year to take his master program. I was so sad but after threw surprise going-away party i can feel so much better and hope for the best. Bon Voyage Tiar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's sadly weird..&lt;br /&gt;..because i can't imagine i have one of my bestie not here beside me for at least a year :')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[OCT]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama gak liburan sekeluarga, alhamdulilah Lebaran kali ini ada kesempatan buat jalan-jalan ke Thailand,YIAY! So, Bangkok and Pattaya here we come!&lt;br /&gt;So many places for sight-seeing,take a picture,and of course SHOP!&lt;br /&gt;I always love travel to another developing country which has better public transportation,but too bad since i was with parents i rarely took MRT (or they call it Skytrain) and bus because of language gap. The rest of all i'm fascinated by them :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1CzSApkZLI/AAAAAAAAAI0/07aR2WAuvu4/s1600-h/BKK+6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1CzSApkZLI/AAAAAAAAAI0/07aR2WAuvu4/s320/BKK+6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427034672974816434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's fascinatingly weird..&lt;br /&gt;..because it almost canceled on last minute but Thank God who gave me chance to spend time more with my fams,which very very rare!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[NOV]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Jakarta, back to reality! And how i face reality? Well, new job is waiting!&lt;br /&gt;Yes, finally my dream-kinda-job is waiting! Alhamdulilah, berkat forward twitter Cai gue apply ke Cosmopolitan FM one of station from MRA Broadcast Media Division as in creative assistant. Awalnya gue ragu karena basic station gue gak gitu kuat dibanding Marketing atau promosi. Tapi tetua, Ade Shiro bilang yang penting masuk dulu dan mau belajar, nanti bisa ada proses menuju situ. Well, here i am one of creative assistant a.k.a producer from this station, Wooo-hooo!!&lt;br /&gt;Welcome to the jungle, radioslave!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1EtUI6M2TI/AAAAAAAAAI8/ye793yB7ZOk/s1600-h/farwell+amybayu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1EtUI6M2TI/AAAAAAAAAI8/ye793yB7ZOk/s320/farwell+amybayu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427168849970387250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;it's excitedly weird..&lt;br /&gt;..because, you know.. it's radio and i think i was born to be permanent radioslave LOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[DEC]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here comes the last month of the year as a wrap up. So far i'm still confused about what i've been done this year, maybe now am no longer student and have to face the reality. Yes, we grow up indeed! I hate it but what can we do anyway?&lt;br /&gt;It's still out there, our dreams our vision and anything that we can ever imagine whether it'll come true or not,which i assumed dreams are more  life than reality.&lt;br /&gt;So, keep on dreaming people! &lt;br /&gt;Let's make our dreams and fantasy live in our fairy tale life, cheers!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy New Year ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-8089858924895284742?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/8089858924895284742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=8089858924895284742' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/8089858924895284742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/8089858924895284742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2009/12/2009s-highlight.html' title='2009&apos;s Highlight'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/S1FKDDuURUI/AAAAAAAAAJM/bqWmDIeifDg/s72-c/DSC09536.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-2754768272513549671</id><published>2009-12-22T17:00:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T17:21:30.027-08:00</updated><title type='text'>Re-Think About Life Highlight 2010</title><content type='html'>It's almost end of 2009 then come 2010.&lt;br /&gt;I'm not kind of person who like to make New Year's resolution,afraid having failure to make it happen, so i rather make life highlight on that current year. At least, if there's something i can be proud of,it remarks achievement that i got this year.&lt;br /&gt;Again, i can't think of any big achievement every month this year. Well, i can think one or two but not TWELVE!&lt;br /&gt;Anyone, what is your life highlights on 2009?&lt;br /&gt;Gimme' some idea puh-lease!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SzFwWaM-5TI/AAAAAAAAAIE/PSrw-yvKb94/s1600-h/snowNY.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SzFwWaM-5TI/AAAAAAAAAIE/PSrw-yvKb94/s320/snowNY.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418235356996625714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: jeanmiele.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-2754768272513549671?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/2754768272513549671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=2754768272513549671' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2754768272513549671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/2754768272513549671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2009/12/re-think-about-life-highlight-2010.html' title='Re-Think About Life Highlight 2010'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SzFwWaM-5TI/AAAAAAAAAIE/PSrw-yvKb94/s72-c/snowNY.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-7324865618614018328</id><published>2009-12-18T10:15:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T11:13:46.036-08:00</updated><title type='text'>The 11th JIFFest; as my 1st being apart from it</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SyvTKlPQh7I/AAAAAAAAAH8/0UVWD_66YhU/s1600-h/IMG00081-20091219-0130.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 234px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SyvTKlPQh7I/AAAAAAAAAH8/0UVWD_66YhU/s320/IMG00081-20091219-0130.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416655155591415730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Season festival film tanah air tahun ini kembali ditutup oleh Jakarta International Film Festival,kali ini yang kesebelas tanggal 4-12Desember 2009. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini hanya ada 1 venue yang dipakai selama festival yaitu Blitz Megaplex Grand Indonesia. Berhubung venue ini sangat dekat dengan kantor, tak heran, meskipun bukan lagi jadi volunteer, kegiatan nonton menonton ini berlangsung hampir setiap hari.&lt;br /&gt;Totalnya lebih kurang ada 8 film yang saya tonton. Selain memang merencanakan menonton film yang sudah saya tunggu-tunggu, berbekal undangan premiere saya juga berkesempatan menikmati beberapa film yang beru perdana tayang di layar bioskop Indonesia.&lt;br /&gt;Selain film, suguhan tiap tahun dari JIFFest yang sayang dilewatkan adalah pannel discussion dengan beragam topik hangat seputar film dan industrinya. Lebih menariknya lagi, kita akan diperkenalkan dengan filmmaker asing atau pelaku industri film profesional yang memiliki lebih banyak pengalaman dan juga perbedaan point of view dari industri film Indonesia. Kesempatan yang saya dapat dari Film Marketing and Promotion bersama Thomas Chia,dari Lighthouse Film Singapore dan produser asal Australia, yang saya lupa namanya :P&lt;br /&gt;Layaknya film ala festival, beberapa memang mungkin tidak seperti harapan tetapi buat saya film tidak pernah menjadi pilihan yang salah meskipun ada yang membuat Anda tidak betah duduk manis dan tidak memejamkan mata karenanya atau bahkan benar-benar membuat Anda hengkang keluar dari studio.&lt;br /&gt;Well,saya berusaha akan membuat review film-film yang saya tonton, setidaknya satu-dua film. Sekarang, saya baru akan membagi judul-judul dan review singkatnya saja; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. The Damned United (Inggris) : ★★★ &lt;br /&gt;Pecinta bola tentu tidak ingin melewatkan cerita di balik kesuksesan tim Inggris,Leeds United dan sang manager legendaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Soundtrack for Revolution (USA) : ★★★*&lt;br /&gt;Kulit hitam masih mendapat kecaman di beberapa negara, tak terkecuali Martin Luther King, penggerak politik Apartheid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gubra (Malaysia) : ★★★★&lt;br /&gt;Film pembuka dalam rangkaian tribute to Yasmin Ahmad dan salah satu trilogi Sepet, Gubra, dan Rabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Coco Avant Chanel (France) : ★★*&lt;br /&gt;Kisah perjalanan hidup dan asmara Gabrielle yang akhirnya dikenal dengan rancangan klasik berlabel Chanel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mualaf (Malaysia) : ★★★&lt;br /&gt;Film karya Yasmin Ahmad terakhir sebelum dia berpulang dan masih dibintangi Syarifa Amani sebagai bintang utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. At The End of Daybreak (China) :★★&lt;br /&gt;Film besutan sutradara Singapura yang mengisahkan cinta yang berbatas tipis dengan nafsu, nafsu membunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Love And Rage (Denmark) : ★★★★*&lt;br /&gt;Keinginan memiliki dan mencintai seseorang bisa jadi berlebihan dan mengguncang jiwa seseorang. Dinikmati bersama musik apik yang mengiringi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. NY I Love You (USA) : ★★★&lt;br /&gt;New York, kota impian, kota super sibuk, kota yang tidak peduli, kota yang membosankan, kota yang romantis, dan semua yang dibenci tetap bisa menaburkan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sangat sedikit dibandingkan dengan 110-an film lebih yang ditayangkan di JIFFest tahun ini. Sedih memang tidak bisa menikmati seluruhnya, sama rasanya ketika merasa bukan bagian dari festival film terbesar di Indonesia ini lagi :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-7324865618614018328?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/7324865618614018328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=7324865618614018328' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/7324865618614018328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/7324865618614018328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2009/12/11th-jiffest-as-my-1st-being-apart-from.html' title='The 11th JIFFest; as my 1st being apart from it'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SyvTKlPQh7I/AAAAAAAAAH8/0UVWD_66YhU/s72-c/IMG00081-20091219-0130.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-4058697160920128588</id><published>2009-12-04T19:40:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T21:28:49.846-08:00</updated><title type='text'>New Moon : Dear Bella, Why So Devoted?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SxnuykGzsyI/AAAAAAAAAH0/YtKaWGnZz40/s1600-h/newmoon.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SxnuykGzsyI/AAAAAAAAAH0/YtKaWGnZz40/s320/newmoon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411618979715461922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demam vampir kembali mengjangkiti Jakarta, setelah sebelumnya bioskop dibanjiri calon penonton yang ingin menikmati kiamat dalam layar perak. &lt;br /&gt;Setelah tahun lalu, seri pertamanya, Twilight mencetak angka hampir $200 juta di seluruh dunia, kini sekuelnya menginjak angka $230 juta keuntungan baru di hari kesepuluh pemunculannya*. Yes, The Twilight Saga : New Moon kembali mewabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun kedua kemunculannya, cerita Bella dan Edward seolah makin complicated. Hubungan mereka yang menyisakan banyak pertentangan, mulai dari keluarga Cullen yang bisa berbalik membahayakan Bella,sampai akhirnya kepergian Edward yang membuat Bella seperti kehilangan pegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bella akhirnya mencari sandaran pada Jacob Black, sahabatnya yang merupakan werewolf. Time passed by, Bella mulai terbiasa dengan ketiadaan Edward dan sudah bisa memulai menerima Jacob. Tiba-tiba saja, Edward kembali lagi,ketika mengira Bella sudah tewas,Edward pun ingin menyerahkan diri ke Volturi. Bella yang tak ingin kehilangan Edward akhirnya menyusul ke Itali. Di sanalah akhirnya Edward harus mempertahankan diri dan Bella kembali ditantang untuk memilih bagaimana kelanjutan cintanya pada Edward atau Jacob. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ending kisah cinta segitiga Bella-Edward-Jacob tentu sudah tidak perlu diceritakan pada penggemar Twilight karena pun sampai seri keempatnya, masih banyak twist yang mungkin akan ditawarkan. Di bawah arahan Chris Weitz, film ini masih mengusung warna-warna yang bisa mencirikan dinginnya Forks dan pucatnya sosok vampir itu sendiri. Warna-warna biru dan abu-abu mendominasi dengan sedikit sekali menampilkan kuning yang menyimbolkan terang dan hangatnya matahari. Latar film ini makin menunjukkan dinginnya suasana yang terbangun dari tiap tokohnya. Bella dengan teman-temannya, Bella dengan keluarga Cullen, Bella dengan Jacob, Bella dengan Charlie, bahkan Bella dengan Edward masih terasa dinginnya. Sikap Bella yang dingin pada Jacob namun berbalik hangat menimbulkan keheranan tersendiri, ketika ia tidak menentukan pilihannya, sang vampir atau manusia serigala. Bagi Bella, keduanya adalah cinta. &lt;br /&gt;Terlihat dari dialog antara Bella dengan Jacob, begini,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Jake, I love you. So please, don't make me choose. Cause it'll be him. It's always been him. &lt;br /&gt;Bagaimana bisa ada dua cinta bagi Bella,kalau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;it's always been him, Edward?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bella juga menunjukkan sebegitu ia memuja Edward, bahkan ketika ia akan ditinggalkan. Bella rela meninggalkan Charlie demi hidup abadinya dengan Edward, sebagai sesama vampir. Bella juga mendedikasikan sisa hidupnya untuk Edward.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bella Swan: I'm coming with you!&lt;br /&gt;Edward Cullen: Bella, I don't want you to come with me.&lt;br /&gt;Bella Swan: You... You don't want me?&lt;br /&gt;Edward Cullen: No. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Edward berkata TIDAK, Bella masih mempertanyakan kembali dan justru itu sebagai punch line, Bella is so devoted to this vampire guy.&lt;br /&gt;Well, buat temen-temen pecinta buku Stephanie Meyer ini tentu semua terasa menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak boleh dilupakan, Dakota Fanning sang pemeran Jane yang juga jadi pemanis yang cukup menarik. Jujur, dialah yang saya tunggu kemunculannya walau hanya sejenak. Meskipun perannya sangat sedikit, sosok Jane bisa menghapus image anak manis yang selama ini melekat pada Fanning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, sepanjang hampir dua jam lebih itu kenikmatannya ada di dalam musik-musik yang mengiringi perjalanan Bella yang gloomy dan lagi-lagi dingin. &lt;br /&gt;Lykke Li dengan suara tebalnya berhasil membuat suasana Forks kembali terasa saat lagu Possible diputar. Namun, juaranya buat saya tetap saja Thom Yorke dengan Hearing Damagenya yang jenius menghantarkan ke dalam New Moon tanpa kehilangan ciri khas Yorke, Good Job!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini list lagu soundtrack New Moon yang bisa dinikmati lewat CD originalnya atau situs download mp3 gratis lainnya :P&lt;br /&gt;Enjoy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. DEATH CAB FOR CUTIE – MEET ME ON THE EQUINOX&lt;br /&gt;2. BAND OF SKULLS – FRIENDS&lt;br /&gt;3. THOM YORKE – HEARING DAMAGE&lt;br /&gt;4. LYKKE LI – POSSIBILITY&lt;br /&gt;5. THE KILLERS – A WHITE DEMON LOVE SONG&lt;br /&gt;6. ANYA MARINA – SATELLITE HEART&lt;br /&gt;7. MUSE – I BELONG TO YOU (NEW MOON REMIX)&lt;br /&gt;8. BON IVER &amp; ST. VINCENT – ROSYLN&lt;br /&gt;9. BLACK REBEL MOTORCYCLE CLUB – DONE ALL WRONG&lt;br /&gt;10. HURRICANE BELLS – MONSTERS&lt;br /&gt;11. SEA WOLF – THE VIOLET HOUR&lt;br /&gt;12. OK GO – SHOOTING THE MOON&lt;br /&gt;13. GRIZZLY BEAR WITH VICTORIA LEGRAND – SLOW LIFE&lt;br /&gt;14. EDITORS – NO SOUND BUT THE WIND&lt;br /&gt;15. ALEXANDRE DESPLAT – NEW MOON (THE MEADOW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Data from Internet Movies Database&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-4058697160920128588?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/4058697160920128588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=4058697160920128588' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4058697160920128588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4058697160920128588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2009/12/new-moon-dear-bella-why-so-devoted.html' title='New Moon : Dear Bella, Why So Devoted?'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SxnuykGzsyI/AAAAAAAAAH0/YtKaWGnZz40/s72-c/newmoon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-7178783849541865908</id><published>2009-11-19T23:47:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T18:27:40.473-08:00</updated><title type='text'>REC 2 : Is It Zombie or Another Bad Creature?</title><content type='html'>Film horor sebenarnya bukan genre yang menarik buat saya. Untuk festival tahun ini, saya sudah memberanikan diri menonton 2 film, dan kali ini pilihan saya jatuh pada REC 2, sekuel film Spanyol yang tahun lalu masuk dalam box office Spanyol dan berhasil membuat saya penasaran dengan lanjutannya. Kisahnya masih seputar evakuasi gedung apartment yang penduduknya terinfeksi virus aneh dan menelan korban, Angela reporter TV lokal yang terjebak di dalamnya.&lt;br /&gt;Kali ini, pencarian digawangi oleh Russo,Larra,Martos, dan Owen. Kolaborasi tim SAR dan medis ini berusaha menyelamatkan survivors yang tersisa di gedung itu.&lt;br /&gt;Mereka berempat pun mencari-cari survivors yang tersisa di gedung itu. Ternyata, di tengah-tengah diketahui kalau Owen bukanlah utusan dari Dinas Kesehatan melainkan pendeta dari gereja yang mau menyelidiki sekte aneh yang menjadi penyebab hilangnya anak-anak kecil.&lt;br /&gt;Tim tersebut akhirnya terpecah belah, namun karena hanya Owen yang bisa menyatakan misi tersebut tuntas atau tidak, mau tidak mau Russo, Larra dan Martos mengikuti komando Owen. Setelah satu persatu survivors yang ternyata sudah terinfeksi dibunuh oleh tim SAR ini, mereka tiba-tiba bertemu dengan 3 anak muda yang penasaran dan akhirnya nekat masuk ke gedung itu dan juga Angela, jurnalis yang menjadi pemicu terjadinya tragedi ini. Sayangnya, satu persatu korban berjatuhan dan menyisakan Owen, Angela, dan sang Kameramen. Cerita bergulir pada pencarian Owen akan sampel darah asli dan tempat persembunyian zombie yang menjadi awal dari infeksi massal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir film, tokoh yang tersisa tinggal Angela dan Owen. Akhirnya, film yang sejak awal mengisahkan infeksi virus misterius dan membuat penghuni gedungnya dikarantina berubah menjadi setan-setan dari sekte hitam dan ingin menyebarkan ajarannya. Kekuatan cerita zombie yang dibangun sejak film REC pertama jadi hancur dan dipatahkan langsung oleh setan yang merasuki tubuh Angela sebagai korban pertama. Beberapa adegan mengingatkan kita pada film Exorcist. Angela yang kerasukan roh jahat mengeluarkan suara-suara aneh dan seolah memberikan clue-clue pada Owen, bagaimana agar ia bisa dimusnahkan, walaupun akhirnya tidak bisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awlnya saya menilai film REC memberi angin segar dalam genre film horor yang dibuat dengan teknik ala video amatir, sayangnya penilaian ini agak berubah setelah menonton REC 2 ini. Film ini jadi tidak jauh beda dengan film-film yang mengangkat roh-roh jahat merasuki tubuh korbannya dan ia pun jadi kebal. Keberadaan pendeta Owen makin mengingatkan saya dengan komposisi film dengan tema perburuan roh jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai 45 menit pertama film ini berjalan, saya masih cukup excited ingin mengikuti sampai akhir cerita. Sayangnya, setelah Angela mengeluarkan kata-kata yang hampir sama dengan line-up Regan di film Exorcist excitement saya menurun drastis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SwZJlh-ZMZI/AAAAAAAAAHs/C5t6toz9l9A/s1600/rec+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SwZJlh-ZMZI/AAAAAAAAAHs/C5t6toz9l9A/s320/rec+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406089311828914578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-7178783849541865908?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/7178783849541865908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=7178783849541865908' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/7178783849541865908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/7178783849541865908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2009/11/film-horor-sebenarnya-bukan-genre-yang.html' title='REC 2 : Is It Zombie or Another Bad Creature?'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SwZJlh-ZMZI/AAAAAAAAAHs/C5t6toz9l9A/s72-c/rec+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-4150861390793808590</id><published>2009-11-13T20:13:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T18:29:17.305-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata dan Telinga Lalu Hati Berbicara'/><title type='text'>MACABRE : Young And Talented, Killer..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/Sv4_uUx1HbI/AAAAAAAAAHk/gNbWgfjujJ4/s1600-h/macabre.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/Sv4_uUx1HbI/AAAAAAAAAHk/gNbWgfjujJ4/s320/macabre.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403826667975417266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam tadi, 13 November 2009 tepat hari Jumat Kliwon, di tengah hujan yang mengguyur kota Jakarta makin lengkap ketika saya ikut mengantri nonton film Macabre alias Rumah Dara. Belum masuk ke bioskop saja, saya sudah membayangkan pertumpahan darah yang akan muncul di layar bioskop. Yah, akhirnya saya memberanikan diri menonton film pembuka Indonesia International Fantastic Film Festival 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suguhan malam itu adalah karya The Mo Brother, alias duo Timothy Tjahjanto dan Kimo Stamboel, yang merupakan pengembangan film pendek Dara tahun 2007.  Sounding film Macabre ini sebenarnya sudah terdengar sejak lama terutama karena film pendeknya dianggap terlalu sadis oleh LSF. Ternyata memang film ini lebih dulu diputar di festival-festival luar negeri. Saya pun sudah mempersiapkan diri untuk thriller menegangkan malam itu.&lt;br /&gt;Kisah perjalanan Ladya (Julie Estelle) dan Adjie (Ario Bayu) yang tengah menyelesaikan konflik keluarga menjadi tragis. Bersama Astrid (Sigi Wimala), istri Adjie yang sedang hamil, Jimmy (Daniel Manantha), Alam (Mike Muliadro) dan Eko (Dendy Subangil) yang mempertemukan mereka dengan Maya (Imelda Therine). Eko yang 'mata keranjang' bersedia mengantar Maya pulang karena kasihan. Sampainya di rumah Maya, mereka disambut dengan keramahan kakak Maya (Arifin Putra) dan suguhan khas Dara, mama Maya (Shareefa Danish). Tak bisa menolak mereka pun bersantap malam dengan rasa yang luar biasa. Ternyata, suguhan itu memang spesial, mereka pun tiba-tiba tidak sadarkan diri dan sesadarnya Ladya, Jimmy, dan Eko menemukan diri sedang terikat di gudang belakang, dan menyaksikan mutilasi yang dialami oleh Alam.&lt;br /&gt;satu persatu mereka pun berkejar-kejaran dengan penghuni Rumah Dara itu.&lt;br /&gt;Selanjutnya, cerita bergulir seperti apa yang sedang dibayangkan Anda di benak kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film horror thriller ini sudah menandakan daerahnya dengan 'darah' sejak awal film. Permainan darah pun jadi suatu kekuatan yang sudah dijanjikan dan akhirnya diumbar sepanjang hampir 100 menit. Adegan-adegan vulgar seperti mutilasi ditampilkan layaknya penjagal di peternakan. Selain kekuatan detail khas film horor seperti samurai, dan rumah tua, ekspresi tokoh-tokoh antagonisnya cukup membuat bergidik. &lt;br /&gt;Imelda dan Arifin mungkin masih belum bisa menghilangkan imej 'manis' dalam karakter yang harusnya terlihat sadis. Tapi, kekakuan Arifin cukup mengimbangi karakter Dara yang entah sengaja dibuat terlihat kaku atau sosok yang tertangkap seperti itu akibat suara layaknya ibu-ibu tua yang tidak terdengar natural. Danish,yang aslinya kelahiran 1982 harus memerankan wanita tua yang lahir tahun 1800-an. Suara yang harus diberat-beratkan dan ekspresi wajah yang kaku plus signature body language memiringkan kepala ke samping, membuat sosok Dara makin misterius dan menyeramkan. Saat adegan Dara bergulat dengan Ladya, sosok yang dimunculkan makin menyeramkan, dengan balutan terusan putih polos dan rambut hitam panjang terurai mengingatkan kita pada sosok-sosok hantu khas Indonesia. Paduan Dara dengan gergaji mesin seolah ingin memadukan sosok hantu Indonesia di tengah senjata-senjata pembunuh yang makin canggih. Ekspresi wajah Danish yang menyeramkan menunjukkan dingin dan kakunya Dara, sekaligus hasrat membunuh yang besar. Puncaknya, ekspresi wajah saat Dara menempel di mobil Ladya dan akhirnya tertabrak pohon menjadi 'gong' yang mungkin mengantar Danish memenangkan Best Actress di Puchon Fantastic Film Festival, Juli lalu.&lt;br /&gt;Angkat topi untuk Shareefa Danish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh lain yang menjadi sorotan, Julie Estelle. Awalnya, kawan sebelah saya sempat menyeletuk, "Yah, cuma jadi pelayan?" dan saya pun tertawa, mengingat sang aktris memang tidak terlalu disorot di media promosi film ini. Ternyata, sosok Ladya disiapkan menjadi pahlawan di akhir film ini, seperti yang sudah saya bayangkan di menit ke dua puluhan saat film berlangsung. Tapi,Julie Estelle bisa tetap menunjukkan sisi ketakutan tokoh Ladya. Setelah Macabre, saya seperti melihat dia menjadi aktris spesialis horor dibandingkan drama meskipun wajahnya cenderung mellow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh lainnya? Saya rasa tidak perlu, sama tidak perluanya dengan sorotan tokoh-tokoh bawahan lain yang sebebarnya terlalu banyak dan sempat membuat penokohan jadi tidak fokus. Sama seperti ketika adegan polisi yang menggerebek rumah Dara dan justru mementahkan kecemasan penonton dan berbalik tertawa,mungkin karena Aming yang imej komedinya sudah terlalu melekat muncul lebih dari 2 adegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisanya, Macabre cukup membuat bulu roma saya bergidik dan keparnoan saya muncul seketika saat melihat daging segar disajikan di atas meja makan.&lt;br /&gt;Kira-kira darimana asal daging itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-4150861390793808590?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/4150861390793808590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=4150861390793808590' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4150861390793808590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/4150861390793808590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2009/11/young-and-talented-killer.html' title='MACABRE : Young And Talented, Killer..'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/Sv4_uUx1HbI/AAAAAAAAAHk/gNbWgfjujJ4/s72-c/macabre.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-3626429245620867314</id><published>2009-11-09T01:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T18:44:29.141-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata dan Telinga Lalu Hati Berbicara'/><title type='text'>The Ting Tings : Shut Up And Let Me Go (to Playground!)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/Svgho98C8dI/AAAAAAAAAHM/wHOUzBGDxdU/s1600-h/Ting+Tings+(2).JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/Svgho98C8dI/AAAAAAAAAHM/wHOUzBGDxdU/s320/Ting+Tings+(2).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402104740735807954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun 2009 ini, Jakarta kembali kebanjiran musisi asing dan kali ini The Ting Tings ikut memeriahkan festival musik soul dan hip-hop, Java Soulnation. Pertunjukan yang seharusnya mulai pukul 9 malam, molor satu jam sampai jam 10 lewat.&lt;br /&gt;Crowd yang sudah berdesak-desakan dan nggak sabar, akhirnya bersorak ketika intro musik yang sangat familiar dan akhirnya Jules de Martino, sang drummer sekaligus gitaris The Ting Tings muncul di atas panggung. Selama hampir sepuluh menit, Martino memainkan instrumen-instrumen yang ada bergantian. Penonton pun makin bersoraksorai melihat kepiawaian Martino. Makin jelas intro lagu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;We Walk dimainkan, Katie White sang vokalis pun muncul dengan  teriakan dan tepuk tangan penggemarnya. &lt;br /&gt;White yang tampil stylish dengan balutan baju hitam, tights ungu plus topi hitamnya menyapa penonton beberapa kali sampai akhirnya mendendangkan lagu-lagu hits seperti &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Fruit Machine, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Keep Your Head, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Traffic Light. Antusiasme penonton terlihat cukup mereda setelah lagu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Great DJ, mungkin karena kebanyakan penonton bukan penggemar band asal London ini, atau mereka memang penggemar musik R&amp;B yang hanya coba-coba menonton aksi panggung The Ting Tings. &lt;br /&gt;Di lagu ke delapan, penonton kembali memanas. Lagu single perdana &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Shut Up and Let Me Go membuat penonton yang terdiri dari abg berdandan lengkap ala Katie White sampai laki-laki paruh baya jejingrakan tak peduli sekitar. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;Impacilla Carpisung kembali membuat panggung utama di Istora Senayan memanas, White dan Martino bergantian menghilang dari atas panggung dan sempat terjadi adegan ‘pause’ yang membuat penonton penasaran. Sorakan penonton makin terasa saat dentuman drum Martino mengahantarkan lagu terakhir The Ting Tings malam itu. Yael NaimThat’s Not My Name sukses menjadi encore dan mengentaskan malam yang makin cantik dengan efek visualisasi eklektiknya. The Ting Tings, mungkin tidak akan kembali ke Soulnation. Kami ingin mereka ada di taman bermain atau pesta lainnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setlist Soulnation, Jakarta &lt;br /&gt;•  We Walk &lt;br /&gt;•  Great DJ &lt;br /&gt;•  Fruit Machine &lt;br /&gt;•  Keep Your Head &lt;br /&gt;•  Traffic Light &lt;br /&gt;•  Be the One &lt;br /&gt;•  We Started Nothing &lt;br /&gt;•  Shut Up And Let Me Go &lt;br /&gt;•  Impacilla Carpisung &lt;br /&gt;•  That's Not My Name&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-3626429245620867314?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/3626429245620867314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=3626429245620867314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3626429245620867314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3626429245620867314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2009/11/shut-up-and-let-me-go-to-playground.html' title='The Ting Tings : Shut Up And Let Me Go (to Playground!)'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/Svgho98C8dI/AAAAAAAAAHM/wHOUzBGDxdU/s72-c/Ting+Tings+(2).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-3716925609901065595</id><published>2009-09-20T09:22:00.000-07:00</published><updated>2009-12-02T18:44:57.749-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata dan Telinga Lalu Hati Berbicara'/><title type='text'>Perempuan Berkalung Sorban : Untuk Maju,Jadi Alien</title><content type='html'>Lebaran, biasanya tv swasta memutar film-film Indonesia yang (cukup) bagus. Heran juga sih,kalau memang bagus harusnya bisa ditonton di bioskop bukan di tv yang jaraknya cukup lama,bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, malam ini tepat malam Idul Fitri Perempuan Berkalung Sorban karya Hanung Bramantyo menyita perhatian saya.&lt;br /&gt;Ceritanya, Anisa gadis pesantren yang berusaha mencari kebebasan di luar pesantren karena sistem pendidikan yang cenderung merugikan perempuan. Anisa kerap mengalami hambatan, mulai dari tuduhan zinah,dianggap perempuan liar, sampai puncaknya ia kehilangan ayah tercinta. &lt;br /&gt;Anisa akhirnya bisa melepaskan belenggu yang mengekangnya selama ini dan mengekspresikan lewat tulisannya dan juga dukungan Khudori,suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kebebasannya mengekspresikan pikirannya, Anisa terpaksa kembali ke pesantren yang setelah 17 tahun ternyata tidak memberikannya pencerahan ataupun jendela bagi imajinasinya untuk melihat dunia.Tujuan Anisa membuat perubahan. Hal itu sulit apalagi pesantren memiliki stereotipe yang konservatif dan cenderung mengikuti norma-norma yang biasanya sudah turun temurun dijalankan. &lt;br /&gt;Ada ketidaksetaraan yang disampaikan dalam film ini melalui pikiran dan perjuangan Anisa dengan murid-muridnya yang ingin belajar lewat membaca dan menulis. Anisa dengan keinginannya bisa berdiri sebagai istri dan wanita yang utuh dan mengesampingkan ketakutannya untuk memenuhi kodrat sebagai ibu. Dan, Anisa dengan keyakinannya bahwa meskipun dalam Islam, Allah menjanjikan surga bagi wanita, tetap saja perjuangan tidak berarti berhenti di situ saja. Wanita pun berhak dan wajib mendidik anak dan lingkungannya untuk bisa menyalurkan kebebasannya dengan tanggung jawab yang sudah semestinya memberikan faedah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anisa mungkin sudah banyak ada di antara kita,yang selalu merasa tidak bebas dan tidak sanggup melepaskan apa yang selama ini menyesakkan. Banyak yang berkoar-koar meminta kesetaraan,tetapi pahamkah apa itu kesetaraan? Dalam film ini, penggambaran kesetaraan sebenarnya cukup sederhana mengingat latar yang diambil di desa kecil di Jawa Tengah. Mungkin kita sebenarnya sudah merasakan apa yang Anisa ingin capai. Bisa menjadi apa saja, belajar apa saja, dan tahu tentang apa saja. Tidak lagi ada keharusan wanita kembali ke dapur,karena menurut Khudori dalam film hal tersebut bukanlah hal natural,tetapi kembali ke budaya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara budaya, wanita kerap dihadapkan pada fase membentuk keluarga yang dianggap sebagai salah satu 'kodrat' wanita. Dalam film ini juga ditekankan, wanita harus berada di kodratnya agar saat menjadi istri atau memiliki keluarga menjadi istri yang patuh dan keluarganya sakinah. Apakah membentuk keluarga dan pernikahan merupakan tujuan dari adanya wanita? Apakah perjuangan memncari kebebasan itu berhenti sampai ia menjadi istri atau ibu? Bagaimana jika ia dapat membentuk lingkungan lain yang sakinah tanpa harus berada dalam situasi itu,berkeluarga? Bila itu menjadi salah satu pilihannya sebagai ekspresi kebebasan,apakah dengan cara yang berbeda itu menjadikannya sebagai alien di antara manusia lainnya? &lt;br /&gt;Apakah berbeda untuk memajukan diri dan masyarakat artinya menyerahkan diri pada kotak hitam yang membelenggunya dan justru menjerumuskan wanita pada kebalikan dari kebebasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorban, sebagai inisial dari kelelakian yang ada di kepala, letak yang teratas, dalam film ini begitu kental melambangkan bagaimana kuatnya diikatkan pada leher wanita untuk membelenggu dan berada dalam bayang-bayangan maskulinitas. Siap menunggu saatnya terlepas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-3716925609901065595?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/3716925609901065595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=3716925609901065595' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3716925609901065595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3716925609901065595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2009/09/untuk-majujadi-alien.html' title='Perempuan Berkalung Sorban : Untuk Maju,Jadi Alien'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-3890142008280999170</id><published>2009-08-24T23:46:00.000-07:00</published><updated>2009-11-15T19:23:23.334-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata dan Telinga Lalu Hati Berbicara'/><title type='text'>All American Rejects Live in Jakarta!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/Svgm0gvUj2I/AAAAAAAAAHU/NJacX1klu5k/s1600-h/AAR+(4).JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/Svgm0gvUj2I/AAAAAAAAAHU/NJacX1klu5k/s320/AAR+(4).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402110436614377314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terbukti! Musisi asing tidak takut mengunjungi Indonesia dan menampilkan performa terbaiknya di depan khalayak ramai Jakarta. Bersamaan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, The All American Rejects datang menghadirkan pertunjukan special untuk penggemarnya. Band asal Oklahoma ini juga menginap di hotel Ritz Carlton sebagai bentuk peduli dan bukti mereka tidak takut. Konser perdana AAR di Indonesia ini digelar Senin 17 Agustus 2009 di IStora Senayan Jakarta pukul 20.50 WIB. Meskipun diguyur hujan, penggemar fanatik AAR tetap datang ke I Wanna Rock Tour 2009 malam itu. Meskipun terlambat hampir satu jam dari jadwal seharusnya, konser ini dibuka dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia raya oleh penonton dan disambut dengan Tyson Ritter, vokalis AAR yang berlari di atas panggung dengan membawa bendera Republik Indonesia. Penonton yang histeris melihat kemunculan Tyson tidak lebih lama lagi dibuat menunggu. Hits Dirty Little Secret langsung membuat penonton bernyanyi bersama. Setelah itu lagu-lagu hits seperti Swing Swing, My Paper Heart, The Last Song, It Ends Tonight, dan Real World. Penonton yang kebanyakan berusia 17-20 tahun tidak henti-hentinya jejingkrakan mengikuti irama lagu yang menghentak. Tyson yang begitu atraktif menunjukkan kemampuan menyanyinya hanya dibalut celana skinny merah dengan berbagai gaya. Mulai dengan merangkak meliuk-liukkan badannya, sampai memanjat tiang penyangga panggung. Penonton pun ikut histeris melihat kelakuan ajaib sang vokalis yang  kontras dengan Nick Wheeler, sang bassis yang tampak rapi dengan setelan kemeja putih dan rompi hitam. Mike Kennerty  dan Chris Gaylor pada gitar dan drum tak kalah atraktifnya dengan Tyson. Tyson juga tak henti-hentinya menyuarakan ‘MERDEKA’ di sela-sela lagu malam itu. Setelah encore penonton diajak bernyanyi lagu Move Along bersama dan puncaknya, ketika Tyson membacakan sebuah surat yang ditujukan untuk teroris yang tak hentinya mencoba menakut-nakuti masyarakat Indonesia dan orang asing yang ingin datang ke Indonesia. Dengan lantang ia menyerukan ‘F&amp;%#* Terorist!!’ dan diikuti oleh seruan penonton yang ikut bersorak-sorai. Lagu Gives You Hell seperti ditujukan untuk mereka, teroris yang gagal menakut-nakuti masyarakat Indonesia begitu pula musisi-musisi asing yang malam itu menutup konsernya di lagu keduabelas pukul 22.30.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30238088-3890142008280999170?l=myhocuspocus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/feeds/3890142008280999170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30238088&amp;postID=3890142008280999170' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3890142008280999170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30238088/posts/default/3890142008280999170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myhocuspocus.blogspot.com/2009/08/all-american-rejects-live-in-jakarta.html' title='All American Rejects Live in Jakarta!'/><author><name>Gayatri Nadya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16282122195198280028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ANlCHt9amHM/TwZyeiyE0GI/AAAAAAAAAs0/lJn3UdeXKGA/s220/MN%2B3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/Svgm0gvUj2I/AAAAAAAAAHU/NJacX1klu5k/s72-c/AAR+(4).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30238088.post-6813387492950098030</id><published>2009-08-06T19:19:00.000-07:00</published><updated>2009-11-15T19:23:23.334-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata dan Telinga Lalu Hati Berbicara'/><title type='text'>A Jihad For Love</title><content type='html'>Musim festival film di Indonesia sudah dimulai! Dari bulan Juni lalu, Goelali Film Festival yang menampilkan film-film bertemakan anak digelar di Museum Bank Indonesia dan kemudian disusul oleh Kidfest yang acaranya berdekatan dengan Hari Anak Nasional, 23 Juli lalu. Sayangnya saya melewatkan kedua acara yang digelar perdana tahun ini tersebut. Agustus ini akhirnya saya bisa ikut keriaan yang digelar oleh Q-munity dalam Q Film Festival 2009. Acara yang sudah dimulai sejak 26 Juli lalu ini berakhir 5 Agustus lalu. Dua film yang sempat saya tonton, Jihad For Love dan antologi film Love Man Love Woman,Diana,dan Le Turkey. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SnuPkgKqwtI/AAAAAAAAAHE/1I4XsRlFzfc/s1600-h/moviejihadforlove_.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y3TjnT4X64Y/SnuPkgKqwtI/AAAAAAAAAHE/1I4XsRlFzfc/s320/moviejihadforlove_.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367041238214820562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Jihad For Love yang disutradarai oleh Parvez Sharma merupakan film produksi Amerika di tahun 2007. Film documenter ini bercerita tentang kehidupan orang-orang yang tinggal di negara Islam dan mereka sudah mengaku kalau mereka homoseksual. Amir, Muchsin, Maryam, dan Mazen adalah warga dunia. Mereka lahir dan besar di Turki, Mesir dan Iran yang dikenal sebagai negara dengan populasi Islam yang terbesar. Muchsin, laki-laki asal Mesir ini telah menikah dan punya tiga anak. Ia merupakan imam di salah satu mesjid dan ia membuat pengakuan bahwa ia gay di sebuah media cetak. Aksinya itu berdampak panjang dan ia pun kehilangan pekerjaannya. Muchsin pernah berpikir bagaimana kalau ia terkena hukuman mati karena homoseksual dilarang di Mesir. Amir harus menerima siksaan di Iran dan akhirnya pindah ke Turki karena homoseksual dianggap sebagai suatu kejahatan. Ia pun bertemu dengan Payam, Mojtaba, dan Arsham. Akhirnya, secara bertahap mereka mendapat suaka dan pindah ke Kanada untuk hidup yang lebih manusiawi. Mazen belum berani membuka kedoknya setelah ia masuk penjara karena ia seorang homoseksual dan diperlakukan layaknya binatang. Potret kehidupan manusia yang berjuang karena mereka ‘berbeda’ ini disajikan dalam bentuk yang cukup kontradiktif. Seperti yang banyak dipahami umat muslim, pandangan terhadap kaum homoseksual tertulis di kitab suci Al-qur’an dan dianggap sesuatu yang dilarang. Perilaku kaum Sodom dan Gomorrah menggambarkan bagaimana homoseksual adalah sesuatu deviasi seksual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat tokoh sentral dalam film ini merupakan umat yang takwa pada ajaran agama dan giat melaksanakan kewajiban ibadah. Hal ini menjadi sangat kontradiktif, di tengah ketaatan mereka shalat, mengkaji isi Al-qur’an, puasa, dan menutup auratnya, mereka dihadapkan pada sesuatu yang dianggap haram namun tidak bisa mereka hindari secara naluriah. Pertanyaan-pertanyaan muncul apakah memang Tuhan menciptakan kaum homoseksual di dunia ini? Kalau iya, mengapa seolah mereka diciptakan seolah berbeda dari manusia lainnya? Muchsin pernah meminta dan berdoa untuk ditunjukkan jalan apabila homoseksual itu salah. Pernikahan Muchsin dengan seorang wanita bukanlah jawaban dari pertanyaan yang justru makin menyiksanya. Muchsin akhirnya menerima keadaannya dan begitu pula anak-anaknya yang tetap berada di sisinya. &lt;b
