Wednesday, May 25, 2011

Finally, Beijing!

Akhirnya! Mungkin itu kata yang tepat menggambarkan awal perjalanan solo trip kali ini ke Beijing,China. Awal 2011 saya sudah bertekad mau melakukan 3 liburan, pertama Bali di bulan April bersama rekan sejawat Cosmopolitan Fm dan berikutnya saatnya menikmati perjalanan sendiri ke destinasi yang sudah saya idam-idamkan sejak lama. Kenapa China? Sejak kelas 5 SD budaya China begitu akrab bagi saya terutama lewat novel, tontonan dan seni lainnya. Kelas 1 SMP saya jatuh cinta dengan tulisan Qiong Yao, roman klasik kisah Xiao Yanzi, putri dari dinasti Qing era pemerintahan Kaisar Qianlong. Tidak ada yang begitu spesial dari HuanZhu Gege ini, novel fiktif ini mengambil latar belakang kehidupan istana dengan segala atribut tradisi dan berbagai hal yang dianggap tabu. Meskipun semuanya fiktif, saya ingin mengenal lebih jauh bagaimana negara yang berkuasa sebagai macan Asia mempunyai historia klasik
melibatkan kaisar dan mitos-mitos negeri China lainnya.



Selain itu setelah mempelajari bahasa Mandarin hampir 5 tahun, saya ingin benar-benar merasakan pengalaman mengunjungi tempat-temapt yang selama ini hanya saya kenal di buku. Destinasi ini bukan yang populer di antara teman-teman saya, selain jauh, butuh visa dan cukup mahal, China kalah populer dibanding Hongkong atau Thailand yang relatif murah. Jadi saya putuskan untuk melakukan perjalanan ini sendiri.



Forbiden City atau The Palace museum adalah tujuan utama dan pertama saya. Hari kedua setelah mendarat di Beijing Capital Airport, saya langsung melangkah ke Forbiden City yang lokasinya berseberangan dengan Tian'An Men Square. Di depan pintu gerbang, saya disambut oleh foto Mao Tze Dong atau Chairman Mao. Konon, ia adalah bapaknya-China pasca berakhirnya kekuasaan dinasti China. Dengan tiket seharga 60Y perjalanan dimulai.

Mulai dari lapangan yang memisahkan tiap bangunan, fungsinya begitu beragam. Upacara, pesta, sampai untuk pertahanan.

Tepat di belakang Forbiden City, terdapat Jingshan Park dan Beihai Park dengan White Dagobanya. Pemandangan dari puncak taman ini langsung mengarah ke Forbiden City. Kalau kita tarik lebih jauh lagi, agak jauh dari Beihai Park, kita bisa mengunjungi Bell and Drum Tower. Dari puncak bangunan inilah kita bisa melihat secara lurus tiga lokasi sebelumnya.



Houhai Park, Menanti Sunset yang Cantik



Beihai Park dan White Pagoda

Tempat lain yang juga jadi destinasi menarik di Beijing adalah Summer Palace yang menjadi lokasi istirahat musim panas keluarga kerajaan.

Di puncak Summer Palace ini ada Frangrance Budha yang menghadap ke danau Kunming. Sayangnya hari itu cuaca sedikit berkabut jadi pemandangan tidak begitu cerah.

Kalau punya hobi daki gunung sebenarnya destinasi yang juga bisa dilakukan setelah mengunjungi Summer Palace adalah Fragrance Hills yang terletak tidak begitu jauh. Konon, pemandangannya di musim semi luar biasa cantik.





Temple of Heaven



Pretty Spring!

Ke China belum sah rasanya kalau belum ke Great Wall. Ada beberapa pintu yang bisa dilalui di Beijing untuk menyusuri Great Wall ini. Pintu yang paling populer untuk turis, Badaling terletak lebih kurang 30km dari pusat kota. Untuk saya yang bukan pecinta olahraga daki gunung, Badaling cocok karena tidak terlalu curam dan bisa dicapai dengan cable car. Jadi saya tidak perlu khawatir capek mendaki atau takut kepeleset yah?



Well, setelah perjalanan nyaris 6 jam sekaligus mengunjungi Ming Tomb alias makam Kaisar Dinasti Ming saya akhirnya bisa mendapatkan cukup banyak informasi seputar China lewat tour guide yang selama ini saya hindari. Pasca mengunjungi Changcheng, saya bisa dinyatakan SAH sebagai turis China!



No comments: