Lebaran, biasanya tv swasta memutar film-film Indonesia yang (cukup) bagus. Heran juga sih,kalau memang bagus harusnya bisa ditonton di bioskop bukan di tv yang jaraknya cukup lama,bukan?
Anyway, malam ini tepat malam Idul Fitri Perempuan Berkalung Sorban karya Hanung Bramantyo menyita perhatian saya.
Ceritanya, Anisa gadis pesantren yang berusaha mencari kebebasan di luar pesantren karena sistem pendidikan yang cenderung merugikan perempuan. Anisa kerap mengalami hambatan, mulai dari tuduhan zinah,dianggap perempuan liar, sampai puncaknya ia kehilangan ayah tercinta.
Anisa akhirnya bisa melepaskan belenggu yang mengekangnya selama ini dan mengekspresikan lewat tulisannya dan juga dukungan Khudori,suaminya.
Di tengah kebebasannya mengekspresikan pikirannya, Anisa terpaksa kembali ke pesantren yang setelah 17 tahun ternyata tidak memberikannya pencerahan ataupun jendela bagi imajinasinya untuk melihat dunia.Tujuan Anisa membuat perubahan. Hal itu sulit apalagi pesantren memiliki stereotipe yang konservatif dan cenderung mengikuti norma-norma yang biasanya sudah turun temurun dijalankan.
Ada ketidaksetaraan yang disampaikan dalam film ini melalui pikiran dan perjuangan Anisa dengan murid-muridnya yang ingin belajar lewat membaca dan menulis. Anisa dengan keinginannya bisa berdiri sebagai istri dan wanita yang utuh dan mengesampingkan ketakutannya untuk memenuhi kodrat sebagai ibu. Dan, Anisa dengan keyakinannya bahwa meskipun dalam Islam, Allah menjanjikan surga bagi wanita, tetap saja perjuangan tidak berarti berhenti di situ saja. Wanita pun berhak dan wajib mendidik anak dan lingkungannya untuk bisa menyalurkan kebebasannya dengan tanggung jawab yang sudah semestinya memberikan faedah.
Anisa mungkin sudah banyak ada di antara kita,yang selalu merasa tidak bebas dan tidak sanggup melepaskan apa yang selama ini menyesakkan. Banyak yang berkoar-koar meminta kesetaraan,tetapi pahamkah apa itu kesetaraan? Dalam film ini, penggambaran kesetaraan sebenarnya cukup sederhana mengingat latar yang diambil di desa kecil di Jawa Tengah. Mungkin kita sebenarnya sudah merasakan apa yang Anisa ingin capai. Bisa menjadi apa saja, belajar apa saja, dan tahu tentang apa saja. Tidak lagi ada keharusan wanita kembali ke dapur,karena menurut Khudori dalam film hal tersebut bukanlah hal natural,tetapi kembali ke budaya masing-masing.
Berbicara budaya, wanita kerap dihadapkan pada fase membentuk keluarga yang dianggap sebagai salah satu 'kodrat' wanita. Dalam film ini juga ditekankan, wanita harus berada di kodratnya agar saat menjadi istri atau memiliki keluarga menjadi istri yang patuh dan keluarganya sakinah. Apakah membentuk keluarga dan pernikahan merupakan tujuan dari adanya wanita? Apakah perjuangan memncari kebebasan itu berhenti sampai ia menjadi istri atau ibu? Bagaimana jika ia dapat membentuk lingkungan lain yang sakinah tanpa harus berada dalam situasi itu,berkeluarga? Bila itu menjadi salah satu pilihannya sebagai ekspresi kebebasan,apakah dengan cara yang berbeda itu menjadikannya sebagai alien di antara manusia lainnya?
Apakah berbeda untuk memajukan diri dan masyarakat artinya menyerahkan diri pada kotak hitam yang membelenggunya dan justru menjerumuskan wanita pada kebalikan dari kebebasan?
Sorban, sebagai inisial dari kelelakian yang ada di kepala, letak yang teratas, dalam film ini begitu kental melambangkan bagaimana kuatnya diikatkan pada leher wanita untuk membelenggu dan berada dalam bayang-bayangan maskulinitas. Siap menunggu saatnya terlepas.
Sunday, September 20, 2009
Monday, August 24, 2009
All American Rejects Live in Jakarta!
Terbukti! Musisi asing tidak takut mengunjungi Indonesia dan menampilkan performa terbaiknya di depan khalayak ramai Jakarta. Bersamaan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, The All American Rejects datang menghadirkan pertunjukan special untuk penggemarnya. Band asal Oklahoma ini juga menginap di hotel Ritz Carlton sebagai bentuk peduli dan bukti mereka tidak takut. Konser perdana AAR di Indonesia ini digelar Senin 17 Agustus 2009 di IStora Senayan Jakarta pukul 20.50 WIB. Meskipun diguyur hujan, penggemar fanatik AAR tetap datang ke I Wanna Rock Tour 2009 malam itu. Meskipun terlambat hampir satu jam dari jadwal seharusnya, konser ini dibuka dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia raya oleh penonton dan disambut dengan Tyson Ritter, vokalis AAR yang berlari di atas panggung dengan membawa bendera Republik Indonesia. Penonton yang histeris melihat kemunculan Tyson tidak lebih lama lagi dibuat menunggu. Hits Dirty Little Secret langsung membuat penonton bernyanyi bersama. Setelah itu lagu-lagu hits seperti Swing Swing, My Paper Heart, The Last Song, It Ends Tonight, dan Real World. Penonton yang kebanyakan berusia 17-20 tahun tidak henti-hentinya jejingkrakan mengikuti irama lagu yang menghentak. Tyson yang begitu atraktif menunjukkan kemampuan menyanyinya hanya dibalut celana skinny merah dengan berbagai gaya. Mulai dengan merangkak meliuk-liukkan badannya, sampai memanjat tiang penyangga panggung. Penonton pun ikut histeris melihat kelakuan ajaib sang vokalis yang kontras dengan Nick Wheeler, sang bassis yang tampak rapi dengan setelan kemeja putih dan rompi hitam. Mike Kennerty dan Chris Gaylor pada gitar dan drum tak kalah atraktifnya dengan Tyson. Tyson juga tak henti-hentinya menyuarakan ‘MERDEKA’ di sela-sela lagu malam itu. Setelah encore penonton diajak bernyanyi lagu Move Along bersama dan puncaknya, ketika Tyson membacakan sebuah surat yang ditujukan untuk teroris yang tak hentinya mencoba menakut-nakuti masyarakat Indonesia dan orang asing yang ingin datang ke Indonesia. Dengan lantang ia menyerukan ‘F&%#* Terorist!!’ dan diikuti oleh seruan penonton yang ikut bersorak-sorai. Lagu Gives You Hell seperti ditujukan untuk mereka, teroris yang gagal menakut-nakuti masyarakat Indonesia begitu pula musisi-musisi asing yang malam itu menutup konsernya di lagu keduabelas pukul 22.30.
Thursday, August 06, 2009
A Jihad For Love
Musim festival film di Indonesia sudah dimulai! Dari bulan Juni lalu, Goelali Film Festival yang menampilkan film-film bertemakan anak digelar di Museum Bank Indonesia dan kemudian disusul oleh Kidfest yang acaranya berdekatan dengan Hari Anak Nasional, 23 Juli lalu. Sayangnya saya melewatkan kedua acara yang digelar perdana tahun ini tersebut. Agustus ini akhirnya saya bisa ikut keriaan yang digelar oleh Q-munity dalam Q Film Festival 2009. Acara yang sudah dimulai sejak 26 Juli lalu ini berakhir 5 Agustus lalu. Dua film yang sempat saya tonton, Jihad For Love dan antologi film Love Man Love Woman,Diana,dan Le Turkey.

Film Jihad For Love yang disutradarai oleh Parvez Sharma merupakan film produksi Amerika di tahun 2007. Film documenter ini bercerita tentang kehidupan orang-orang yang tinggal di negara Islam dan mereka sudah mengaku kalau mereka homoseksual. Amir, Muchsin, Maryam, dan Mazen adalah warga dunia. Mereka lahir dan besar di Turki, Mesir dan Iran yang dikenal sebagai negara dengan populasi Islam yang terbesar. Muchsin, laki-laki asal Mesir ini telah menikah dan punya tiga anak. Ia merupakan imam di salah satu mesjid dan ia membuat pengakuan bahwa ia gay di sebuah media cetak. Aksinya itu berdampak panjang dan ia pun kehilangan pekerjaannya. Muchsin pernah berpikir bagaimana kalau ia terkena hukuman mati karena homoseksual dilarang di Mesir. Amir harus menerima siksaan di Iran dan akhirnya pindah ke Turki karena homoseksual dianggap sebagai suatu kejahatan. Ia pun bertemu dengan Payam, Mojtaba, dan Arsham. Akhirnya, secara bertahap mereka mendapat suaka dan pindah ke Kanada untuk hidup yang lebih manusiawi. Mazen belum berani membuka kedoknya setelah ia masuk penjara karena ia seorang homoseksual dan diperlakukan layaknya binatang. Potret kehidupan manusia yang berjuang karena mereka ‘berbeda’ ini disajikan dalam bentuk yang cukup kontradiktif. Seperti yang banyak dipahami umat muslim, pandangan terhadap kaum homoseksual tertulis di kitab suci Al-qur’an dan dianggap sesuatu yang dilarang. Perilaku kaum Sodom dan Gomorrah menggambarkan bagaimana homoseksual adalah sesuatu deviasi seksual.
Keempat tokoh sentral dalam film ini merupakan umat yang takwa pada ajaran agama dan giat melaksanakan kewajiban ibadah. Hal ini menjadi sangat kontradiktif, di tengah ketaatan mereka shalat, mengkaji isi Al-qur’an, puasa, dan menutup auratnya, mereka dihadapkan pada sesuatu yang dianggap haram namun tidak bisa mereka hindari secara naluriah. Pertanyaan-pertanyaan muncul apakah memang Tuhan menciptakan kaum homoseksual di dunia ini? Kalau iya, mengapa seolah mereka diciptakan seolah berbeda dari manusia lainnya? Muchsin pernah meminta dan berdoa untuk ditunjukkan jalan apabila homoseksual itu salah. Pernikahan Muchsin dengan seorang wanita bukanlah jawaban dari pertanyaan yang justru makin menyiksanya. Muchsin akhirnya menerima keadaannya dan begitu pula anak-anaknya yang tetap berada di sisinya.
Simbol deviasi yang dialami tokoh-tokoh ini ditunjukkan dengan jelas dalam film ini. Saat Amir harus pindah dari Iran ke Turki, ia digambarkan sedang mengenakan pakaian dan hijab yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia adalah laki-laki di balik atribut perempuan itu. Sosok yang ditampilkan dengan hijab adalah wanita, namun atribut itu hanyalah topeng yang berusaha ditonjolkan untuk berlindung. Amir seolah merasa aman di balik jubah kewanitaannya padahal atribut wanita itulah yang membuat Amir tersiksa. Ironi. Perbedaan tempat tinggal juga ditunjukkan dengan perbedaan warna tembok warna hijau dan oranye yang bersebelahan. Rumah yang berada dalam satu wilayah itu seolah tidak mau disamakan antara kaum hetero dan homoseksual. Pandangan masyarakat atas penyimpangan itu membuat mereka ingin mengotak-kotakan kaum homoseksual di luar lingkungan mereka. Simbol lain muncul dalam adegan tiga sahabat Payam, Amir, dan Mojtaba. Mereka kerap bercerita bagaimana pernikahan mereka berlangsung sambil bersantai di atas bukit. Ketika ada iring-iringan jenazah, mereka berdiri di atas bukit dan memandang jenazah itu. Sosok ketiga lelaki tersebut tidak digambarkan dengan jelas tetapi hanya lewat siluet bayangan yang ada di atas bukit, berbeda dengan orang-orang yang sedang menggiring jenazah. Bagi orang lain, keberadaan Payam dkk menjadi bayangan yang tidak dapat tersentuh dan berbeda dari mereka yang seolah benar-benar ‘nyata’. Kelompok homoseksual seolah hidup dalam dunia yang tidak nyata dan terbatas. Dunia mereka seakan gelap dan tertutup. Simbol agama yang terasa sangat dalam adalah adegan terakhir ketika mereka semua mencoba menyatakan bahwa Tuhan adalah Maha Pengampun jadi jangan pernah berhenti memohon ampun atas apa yang dilakukan umat-Nya. Tidak ada yang bisa menghakimi umat manusia bahwa ia berdosa atau tidak selain Sang Pencipta. Dialog ini diiringi dengan adegan duduk tahiyat saat shalat.Saat mereka mengeluarkan telunjuknya dan mengucapkan bacaan tahiyat yang bermakna bahwa umat Muslim yang berjanji menyembah Allah dan selanjutnya adalah bentuk pengabdian manusia terhadap Tuhannya. Begitu pula dengan janji Allah yang berjanji mengampuni hamba-Nya. Tanpa perlu orang lain menghakimi dan berusaha membuat perhitungan dosa umatnya, urusan religi selalu menjadi hubungan yang pribadi bagi manusia dan Tuhan yang menciptakannya. Sesuai dengan judulnya, mereka sedang berjuang, berjihad. Berjuang atas cintanya terhadap Tuhan dan sesamanya. Mereka tidak mau kehilangan cinta Allah karena perbedaan yang dimilikinya karena bagi mereka cinta Allah lah yang terbesar dan bentuk pengabdian manusia pada Sang Pencipta.
source www.ajihadforlove.com

Film Jihad For Love yang disutradarai oleh Parvez Sharma merupakan film produksi Amerika di tahun 2007. Film documenter ini bercerita tentang kehidupan orang-orang yang tinggal di negara Islam dan mereka sudah mengaku kalau mereka homoseksual. Amir, Muchsin, Maryam, dan Mazen adalah warga dunia. Mereka lahir dan besar di Turki, Mesir dan Iran yang dikenal sebagai negara dengan populasi Islam yang terbesar. Muchsin, laki-laki asal Mesir ini telah menikah dan punya tiga anak. Ia merupakan imam di salah satu mesjid dan ia membuat pengakuan bahwa ia gay di sebuah media cetak. Aksinya itu berdampak panjang dan ia pun kehilangan pekerjaannya. Muchsin pernah berpikir bagaimana kalau ia terkena hukuman mati karena homoseksual dilarang di Mesir. Amir harus menerima siksaan di Iran dan akhirnya pindah ke Turki karena homoseksual dianggap sebagai suatu kejahatan. Ia pun bertemu dengan Payam, Mojtaba, dan Arsham. Akhirnya, secara bertahap mereka mendapat suaka dan pindah ke Kanada untuk hidup yang lebih manusiawi. Mazen belum berani membuka kedoknya setelah ia masuk penjara karena ia seorang homoseksual dan diperlakukan layaknya binatang. Potret kehidupan manusia yang berjuang karena mereka ‘berbeda’ ini disajikan dalam bentuk yang cukup kontradiktif. Seperti yang banyak dipahami umat muslim, pandangan terhadap kaum homoseksual tertulis di kitab suci Al-qur’an dan dianggap sesuatu yang dilarang. Perilaku kaum Sodom dan Gomorrah menggambarkan bagaimana homoseksual adalah sesuatu deviasi seksual.
Keempat tokoh sentral dalam film ini merupakan umat yang takwa pada ajaran agama dan giat melaksanakan kewajiban ibadah. Hal ini menjadi sangat kontradiktif, di tengah ketaatan mereka shalat, mengkaji isi Al-qur’an, puasa, dan menutup auratnya, mereka dihadapkan pada sesuatu yang dianggap haram namun tidak bisa mereka hindari secara naluriah. Pertanyaan-pertanyaan muncul apakah memang Tuhan menciptakan kaum homoseksual di dunia ini? Kalau iya, mengapa seolah mereka diciptakan seolah berbeda dari manusia lainnya? Muchsin pernah meminta dan berdoa untuk ditunjukkan jalan apabila homoseksual itu salah. Pernikahan Muchsin dengan seorang wanita bukanlah jawaban dari pertanyaan yang justru makin menyiksanya. Muchsin akhirnya menerima keadaannya dan begitu pula anak-anaknya yang tetap berada di sisinya.
Simbol deviasi yang dialami tokoh-tokoh ini ditunjukkan dengan jelas dalam film ini. Saat Amir harus pindah dari Iran ke Turki, ia digambarkan sedang mengenakan pakaian dan hijab yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia adalah laki-laki di balik atribut perempuan itu. Sosok yang ditampilkan dengan hijab adalah wanita, namun atribut itu hanyalah topeng yang berusaha ditonjolkan untuk berlindung. Amir seolah merasa aman di balik jubah kewanitaannya padahal atribut wanita itulah yang membuat Amir tersiksa. Ironi. Perbedaan tempat tinggal juga ditunjukkan dengan perbedaan warna tembok warna hijau dan oranye yang bersebelahan. Rumah yang berada dalam satu wilayah itu seolah tidak mau disamakan antara kaum hetero dan homoseksual. Pandangan masyarakat atas penyimpangan itu membuat mereka ingin mengotak-kotakan kaum homoseksual di luar lingkungan mereka. Simbol lain muncul dalam adegan tiga sahabat Payam, Amir, dan Mojtaba. Mereka kerap bercerita bagaimana pernikahan mereka berlangsung sambil bersantai di atas bukit. Ketika ada iring-iringan jenazah, mereka berdiri di atas bukit dan memandang jenazah itu. Sosok ketiga lelaki tersebut tidak digambarkan dengan jelas tetapi hanya lewat siluet bayangan yang ada di atas bukit, berbeda dengan orang-orang yang sedang menggiring jenazah. Bagi orang lain, keberadaan Payam dkk menjadi bayangan yang tidak dapat tersentuh dan berbeda dari mereka yang seolah benar-benar ‘nyata’. Kelompok homoseksual seolah hidup dalam dunia yang tidak nyata dan terbatas. Dunia mereka seakan gelap dan tertutup. Simbol agama yang terasa sangat dalam adalah adegan terakhir ketika mereka semua mencoba menyatakan bahwa Tuhan adalah Maha Pengampun jadi jangan pernah berhenti memohon ampun atas apa yang dilakukan umat-Nya. Tidak ada yang bisa menghakimi umat manusia bahwa ia berdosa atau tidak selain Sang Pencipta. Dialog ini diiringi dengan adegan duduk tahiyat saat shalat.Saat mereka mengeluarkan telunjuknya dan mengucapkan bacaan tahiyat yang bermakna bahwa umat Muslim yang berjanji menyembah Allah dan selanjutnya adalah bentuk pengabdian manusia terhadap Tuhannya. Begitu pula dengan janji Allah yang berjanji mengampuni hamba-Nya. Tanpa perlu orang lain menghakimi dan berusaha membuat perhitungan dosa umatnya, urusan religi selalu menjadi hubungan yang pribadi bagi manusia dan Tuhan yang menciptakannya. Sesuai dengan judulnya, mereka sedang berjuang, berjihad. Berjuang atas cintanya terhadap Tuhan dan sesamanya. Mereka tidak mau kehilangan cinta Allah karena perbedaan yang dimilikinya karena bagi mereka cinta Allah lah yang terbesar dan bentuk pengabdian manusia pada Sang Pencipta.
source www.ajihadforlove.com
Monday, August 03, 2009
Lets Have Phoenix, On Your Favorite Weekend Ending*
Sabtu 1 Agustus 2009, puluhan muda-mudi memenuhi kawasan SCBD Jakarta tepatnya Bengkel Night Park. Mereka yang sudah berdandan begitu fashionable ini berkumpul sejak pukul 6 sore, padahal pintu arena konser Beatfest ini baru akan dibuka pukul 7 malam. Pukul 7 lewat, antrian mulai bergerak dan calon penonton sudah mulai bergerak masuk. Lorong menuju panggung berupa lorong penuh kaca dan disoroti black light yang menimbulkan warna-warna elektrik dan menyala dalam gelap. Sebelumnya, setelah pengecekan tiket di pintu masuk, penonton ditawari dengan untuk memasang tattoo temporary berbentuk stiker yang dapat menyala dalam gelap terutama saat disorot black light. Semuanya gratis! Voice over di dalam Bengkel Night Park mulai menyapa penonton yang berkerumun di stan merchandise dan bar lalu mengumumkan kalau Naif akan muncul sebagai artis pembuka pertama.Acara yang bekerja sama dengan toko buku Aksara dan A Mild ini mengusung nama Soundshine yang kerap menampilkan artis-artis indie dari dalam dan luar negeri. Membawakan lagu-lagu hits seperti Air dan Api dan Ajojing, Naif mengajak pemuda-pemudi untuk ‘pemanasan’ sebelum bintang utama konser itu tampil. Setelah Naif, band asal Bandung,The Sigit langsung menghentak dengan lagu-lagu Money Making, Black Amplifier, dan The Party. Dalam balutan kostum hitam-hitam, The Sigit makin memanaskan suasana dan penonton ikut menyanyi bersama. The Sigit sudah, saatnya Rock and Roll Mafia mengantar penonton ke 45 menit menuju band utama asal Perancis itu. Dengan musik yang khas dengan sentuhan synthesizer, RNRM berhasil membuat penonton berada di puncak kenikmatan musik dance electronica yang dibawakannya. Akhirnya, sekitar pukul 22.30 Phoenix bintang utama dengan empat personilnya membuka konser perdananya di Jakarta dengan hits Lisztomania dari album terbarunya, Wolfgang Amadeus Phoenix. Penonton yang hafal dengan lagu teranyar mereka langsung serentak koor mengikuti sang vokalis, Thomas Mars. Phoenix yang terdiri dari Thomas Mars (vokal), Deck D’Arcy (bass), Laurent Brancowitz dan Christian Mazzalai (gitar) pun memainkan hits-hits dari album terdahulu United, Alphabetical, It’s Never Been Like That dan pastinya lagu terbaru dari album Wolfgang Amedeus Phoenix yang rilis tahun 2009 ini. Sambil sesekali menyapa penonton, Mars mengungkapkan ia sangat excited menggelar konser pertama Phoenix di Jakarta. Ia pun sempat berterimakasih dengan Bahasa Indonesia logat Perancisnya. Konser dilanjutkan dengan Run,Run,Run, Everything is Everything, Long Distance Call, Lasso dan Love Like a Sunset yang merupakan lagu terminim lirik di album keempat mereka. Layaknya trik konser pada umumnya, mereka pamit meninggalkan panggung dan penonton yang berteriak-teriak “We Want More, We Want More!” yang haus encore. Kurang dari lima belas menit rehat, Thomas dan sang gitaris muncul menyambut histeria penonton dan melantunkan hits milik Air, duo asal Perancis, Playground Love dengan versi akustik. Mars menyebut ini sebagai kejutan untuk Jakarta. Kejutan belum selesai, tiga lagu berturut-turut If I Ever Feel Better, Too Young, dan akhirnya 1901 menjadi encore penutup konser malam itu. Selain ‘panas’ karena aksi panggung yang atraktif dan komunikatif, penggemar Phoenix pun terpuaskan karena sorotan lampu artistik ikut menyemarakkan dan menambah panasnya suasana Bengkel Night Park malam itu, literally.
So, Jakarta is totally safe and Phoenix already prove it they’re also not afraid!
We Love You Phoenix!!
*from Lisztomania lyrics
Thursday, July 23, 2009
Pagi Hari dalam Bahasa Sunda
Thank God It’s Friday!
Saatnya bersenang-senang di akhir minggu ini.
Sebelum keriaan di mulai malam ini, gue melewati pagi yang cukup aneh saat gue lagi jalan menuju kantor.
Gue biasanya jalan dari gedung Telkom menuju kantor gue di Menara Jamsostek. Jalanan menuju kantor itu jarang banget ada orang yang jalan apalagi yang melawan arah. Gue yang masih ngantuk (seperti biasa) jalan dengan gak peduli sama sekitar gue. Di depan gue ada bapak-bapak pakai baju setelan kemeja lengan pendek, celana jeans, dan sandal jepit. Gue gak ngeh darimana muculnya bapak ini. Tiba-tiba dia udah ngobrol sama abang-abang yang jualan sol sepatu pake gerobak yang jalan berlawanan arah sama gue. Mereka berdua berhenti dan ngobrol entah apa. Awalnya gue gak meratiin, tapi gue jadi agak penasaran juga karena gue lihat abang tukang sol ini tiba-tiba mengeluarkan uang selembar lima ribuan, dilihat dari warna uang dari jauh. Gue piker si bapak ini beli sol sepatu ke abangnya. Tapi gue lihat lagi, bapak itu gak megang apa-apa dan abang sol itu pun berlalu. Gue meneruskan jalan gue dan bapak itu jalan di belakang gue.
Tiba-tiba gue ngerasa ada orang ngomong di belakang gue tapi gue gak bisa memahami apa yang dia omongin. Gue akhirnya sedikit memutar kepala gue, ternyata bapak itu sudah ada di samping gue but still I can barely understanding what he’s babbling about.
Dia nanya,
Bapak : “Ke kampung rambutan gimana yah?”
Gue : (setengah masih kaget, ngantuk, dan beneran gak tau) “……..”
Bapak: “^@*&@&*!1+\ Kampung rambutan, neng!”
Gue : (masih diem, gak paham kata-kata dia selain kampong itu.)
Bapak : “Saya jalan kaki dari Blok M, tadi dikasih uang sama tukang sol 5000”
Terus bapak itu ngasi lihat uang 5000-annya dan dia jalan di depan gue.
Gue pengen ngedahuluin dia, tapi susah juga karena dia jalannya lumayan cepet.
Tiba-tiba bapak itu balik badan lagi, again dia bergumam sesuatu yang gak gue ngerti.
Dia terus mengeluarkan dompetnya, dikeluarin juga uang recehan seratus perak dari dompetnya.
Barulah gue mengerti apa yang sedang terjadi jam 08.25 pagi hari itu.
Gue agak serem sebenernya, cuma gue kasian juga sama dia apalagi kata-kata (yang kayanya bahasa Sunda) yang gue pahami dari dia cuma jalan kaki dari Blok M. Lumayan juga ke Gatot Subroto. Walaupun gue gak tau juga dia bohong atau gak.
Gue akhirnya mengelurkan sejumlah uang dan bapak itu berlalu dengan jalannya yang terburu-buru. Dia gak melihat ke belakang lagi sampai pas gue masuk ke kantor gue, dia nengok ke arah belakang tapi gue udah keburu masuk.
Well,
Kalau kejadian ini terjadi diatas jam 6 sore mungkin gue akan lebih parno dan ignore dia.
Gue gak tau apa tujuan dia dan apa yang dia bilang itu bener atau gak. At least I tried to help,is it? Or I just made a short cut to escape from weirdness of him?
Jakarta,makin aneh aja deh orang-orangnya!!
Saatnya bersenang-senang di akhir minggu ini.
Sebelum keriaan di mulai malam ini, gue melewati pagi yang cukup aneh saat gue lagi jalan menuju kantor.
Gue biasanya jalan dari gedung Telkom menuju kantor gue di Menara Jamsostek. Jalanan menuju kantor itu jarang banget ada orang yang jalan apalagi yang melawan arah. Gue yang masih ngantuk (seperti biasa) jalan dengan gak peduli sama sekitar gue. Di depan gue ada bapak-bapak pakai baju setelan kemeja lengan pendek, celana jeans, dan sandal jepit. Gue gak ngeh darimana muculnya bapak ini. Tiba-tiba dia udah ngobrol sama abang-abang yang jualan sol sepatu pake gerobak yang jalan berlawanan arah sama gue. Mereka berdua berhenti dan ngobrol entah apa. Awalnya gue gak meratiin, tapi gue jadi agak penasaran juga karena gue lihat abang tukang sol ini tiba-tiba mengeluarkan uang selembar lima ribuan, dilihat dari warna uang dari jauh. Gue piker si bapak ini beli sol sepatu ke abangnya. Tapi gue lihat lagi, bapak itu gak megang apa-apa dan abang sol itu pun berlalu. Gue meneruskan jalan gue dan bapak itu jalan di belakang gue.
Tiba-tiba gue ngerasa ada orang ngomong di belakang gue tapi gue gak bisa memahami apa yang dia omongin. Gue akhirnya sedikit memutar kepala gue, ternyata bapak itu sudah ada di samping gue but still I can barely understanding what he’s babbling about.
Dia nanya,
Bapak : “Ke kampung rambutan gimana yah?”
Gue : (setengah masih kaget, ngantuk, dan beneran gak tau) “……..”
Bapak: “^@*&@&*!1+\ Kampung rambutan, neng!”
Gue : (masih diem, gak paham kata-kata dia selain kampong itu.)
Bapak : “Saya jalan kaki dari Blok M, tadi dikasih uang sama tukang sol 5000”
Terus bapak itu ngasi lihat uang 5000-annya dan dia jalan di depan gue.
Gue pengen ngedahuluin dia, tapi susah juga karena dia jalannya lumayan cepet.
Tiba-tiba bapak itu balik badan lagi, again dia bergumam sesuatu yang gak gue ngerti.
Dia terus mengeluarkan dompetnya, dikeluarin juga uang recehan seratus perak dari dompetnya.
Barulah gue mengerti apa yang sedang terjadi jam 08.25 pagi hari itu.
Gue agak serem sebenernya, cuma gue kasian juga sama dia apalagi kata-kata (yang kayanya bahasa Sunda) yang gue pahami dari dia cuma jalan kaki dari Blok M. Lumayan juga ke Gatot Subroto. Walaupun gue gak tau juga dia bohong atau gak.
Gue akhirnya mengelurkan sejumlah uang dan bapak itu berlalu dengan jalannya yang terburu-buru. Dia gak melihat ke belakang lagi sampai pas gue masuk ke kantor gue, dia nengok ke arah belakang tapi gue udah keburu masuk.
Well,
Kalau kejadian ini terjadi diatas jam 6 sore mungkin gue akan lebih parno dan ignore dia.
Gue gak tau apa tujuan dia dan apa yang dia bilang itu bener atau gak. At least I tried to help,is it? Or I just made a short cut to escape from weirdness of him?
Jakarta,makin aneh aja deh orang-orangnya!!
Tuesday, July 21, 2009
Lalu...?
Pertanyaan-pertanyaan ini muncul dari dosen-dosen penguji dan senior-senior yang sudah mendengar kabar kalau saya sudah lulus,
Setelah ini, rencananya mau ngapain?
Kalau pertanyaan itu bukan hanya pertanyaan fatis,jawabannya akan seperti ini,
1. Pengen leha-leha jadi pengangguran buat beberapa bulan
2. Jadi volunteer-volunteer acara film atau budaya :)
3. Nyari NGO yang berhubungan sama anak-anak trus volunteering(cita-cita sejak setahun lalu dan masih belom terealisasikan)
4. Bisa haha-hihi sama temen gue yang bakal pergi jauh
5. Apply-apply short course atau beasiswa for year or two programs
6. EXCHANGE AIESEC!!!!!!!!
7. short course film di NYFA
8. BERLIBUR!
9. .....kalo udah bosen,baru cari-cari kerjaan beneran
10. yang berhubungan sama media
11. dan pastinya sama promosi
12. atau marketing
13. dan..FILM!!
Jadi, jawabannya pak,bu,kak,bang,mas,neng,jeung,mbak..
Aku ingin begini,aku ingin begitu
ingin ini ingin itu
BANYAK SEKALI..!!
Setelah ini, rencananya mau ngapain?
Kalau pertanyaan itu bukan hanya pertanyaan fatis,jawabannya akan seperti ini,
1. Pengen leha-leha jadi pengangguran buat beberapa bulan
2. Jadi volunteer-volunteer acara film atau budaya :)
3. Nyari NGO yang berhubungan sama anak-anak trus volunteering(cita-cita sejak setahun lalu dan masih belom terealisasikan)
4. Bisa haha-hihi sama temen gue yang bakal pergi jauh
5. Apply-apply short course atau beasiswa for year or two programs
6. EXCHANGE AIESEC!!!!!!!!
7. short course film di NYFA
8. BERLIBUR!
9. .....kalo udah bosen,baru cari-cari kerjaan beneran
10. yang berhubungan sama media
11. dan pastinya sama promosi
12. atau marketing
13. dan..FILM!!
Jadi, jawabannya pak,bu,kak,bang,mas,neng,jeung,mbak..
Aku ingin begini,aku ingin begitu
ingin ini ingin itu
BANYAK SEKALI..!!
Friday, July 17, 2009
Thank You List
Alhamdulillah! Satu kata yang keluar dari mulut saya ketika akhirnya skripsi yang menjadi penentu hidup saya di kampus ini selesai sudah. Bukan hanya satu semester waktu yang dibutuhkan, tetapi sepanjang empat tahun masa studi saya memberi inspirasi pada tulisan yang saya buat ini. Kembali saya ucapkan puji syukur dan terima kasih sebesar-besarnya pada semua pihak yang terkait dalam penyelesaian skripsi ini dan akhirnya mengakhiri masa studi saya di Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
1. Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa, Maha Adil pada hambaNya. Selalu melimpahkan berkahnya dan menunjukkan jalan bagi hambaNya yang tersesat dan menjadi Pengawas di kala lelah dan lengah. Terima kasih atas kekuatan selama menjalani semua ini dan tanpa kekuatanMu, saya mungkin akan menyerah di tengah jalan.
2. Orangtua terkasih, Harijadi dan Sri Wahjuni. Insya Allah, ini menjadi persembahan yang membanggakan bagi kalian dan terima kasih atas doa dan dukungan yang mungkin tidak bisa terucap.
3. Kathena Hanindita dan Ario Seno, adik-adik tercinta. Terima kasih, terima kasih, dan sayang kalian!
4. Ibu Dien Rovita, M.Hum selaku pembimbing skripsi selama hampir satu semester ini. Terima kasih atas kesabarannya membimbing mahasiswanya yang sering menghilang dan bahasa Indonesianya kacau. Terima kasih atas ilmu yang sudah dibagi dan semua usahanya membantu saya dan maaf jika selama masa bimbingan banyak hal yang kurang berkenan.
5. Bapak Untung Yuwono, penguji skripsi yang sangat inspiratif. Terima kasih atas bimbingannya dan ilmu-ilmu yang luar biasa tinggi dan membuat saya ingin terus belajar.
6. Bapak Tommy Christomy, Ph.D , penguji skripsi yang makin menyadarkan saya bahwa memang seharusnya saya mengkaji sastra lebih dalam dan sastralah yang menjadi ketertarikan saya bahkan sebelum menjadi mahasiswa program studi Indonesia. Terima kasih atas ilmu dan bimbingannya.
7. Ibu Nitrasattri Handayani,M.Hum selaku pembimbing akademis selama hampir empat tahun. Terima kasih selalu memberi kebebasan untuk saya memilih kuliah selama empat tahun dan selalu sabar menghadapi pertanyaan dan keinginan saya yang sangat banyak.
8. Dosen-dosen Program Studi Indonesia, Ibu Fina, Ibu Pamela, Ibu Sri, Ibu Pris, Ibu Niken, Ibu Kiki, Pak Harimurti, Pak Syahrial, Mas Iben, Ibu Ninin, Pak Umar, Ibu Mamlah, Pak Sunu, Mbak Ratna, Mas Asep, dan pengajar Program Studi Indonesia lainnya yang tidak bisa disebutkan satu perasatu. Terima kasih.
9. Teman-teman IKSI seperjuangan angkatan 2005. Terima kasih semuanya tak terkira! Seneng banget bisa punya angkatan kaya kalian yang gak berhenti buat saling ingetin biar kita bisa lulus bareng yah! Mulai dari HHK, PK, Falasido,ITP dan segala kegilaan dan keriaan yang udah kita lalui bersama gak bisa dilupain dan pasti bakal kangen kalian banget! Otriana alias Otong, teman dari bayi sampe ‘sebesar’ ini,makasih atas dukungannya dan cerita-ceritanya. Cipy alias Igaj kesayangan yang selalu nyemangatin Agajnya yang super males ini, makasih ‘besar’! Geng-gongan, Ariny, semoga kali ini benar kudanya yah! Vidya, masih panjang drama hidup ini,bukan? Yuki, bakal kangen teri medan super lezat itu! Ine, ngelawak terus yah! Ipeh, kangen lo banget deh! Mila Jamile, tetep jaga asetmu itu nak! Sekar, jangan lupakan gebetan-gebetan seluruh kansas yah! Nisa, gak nyangka di SMA gak deket sekarang kita bisa lulus bareng. Saras, ayo cepat ‘berlayar’ masih luas ‘lautnya’, Geng LoLa Wita, Anin, Dwi, Eky, Ridwan, Adi ,Meta, Ana, Maul, Donna, Evlin. Aryo, Samsu, Astri, Rina, Nunik, Ela, Puri, Yos, Dian, Sakti, Inggar, Miu, Chira, Santri, dan kakak-kakak serta adik-adik IKSI lainnya.
10. Kolega, sahabat, dan guru, kolega RTC UI FM. You guys totally CHANGE my life! Become part of RTC is one of my life-changing experiences. Tiar, pikiran-pikiran lo membuat gue selalu yakin sama diri gue, Idha butuh waktu lebih dari 2 tahun dan 2 semester Spanyol buat bisa kita jadi kaya gini, hope this will last more than that cariƱo. Fauzan, kakak dari my so-called-nerdy-fella, so proud to have friend like you who can change my mind then jump into ‘that’ field, thank you! Ano Banano aka Panda, terima kasih atas komentar-komentar ajaibnya, jangan nyushi terus yah panda, Ucy si polos dan baik hati, makasi yah semangat dan komentar lucu kamu, Alex si pasif tapi tetep kreatif, teruskan ‘pendakianmu’ ;) Andwi, my dearest sista makasi buat selama ini bukan cuma jadi HRD abadi aja tapi tong sampah gue, girls rule! Adis, my brother you can be tough girl and welcome to the ‘jungle’, Ucan, Ryan, Fajri, Devhy, Echo, Alyn, Ojan, semua kolega 2006, Marcomm Division, Managerial 2007 & 2008, semua penghuni lantai 2 gedung pusgiwa teknik UI. Semangat terus yah semua! Gue bangga pernah dan akan terus menjadi bagian dari 107.9 RTC UI FM!!!
11. Sahabat terbaik Nuria Inaya, walaupun kamu pikun kayak Dori, terima kasih atas semangatnya dan kue-kue enaknya! Rara Dithasywari, terima kasih doa dari jauhnya tetap terasa kok dari sini ;) Chibolita si teman 12 tahun, Metha, Udinda, Atta. Teman-teman Abang None Jakarta Pusat, terutama 2007, Icha, Wilma, Ina, Nadia, Rian dan Ikatan Abang None Jakarta Pusat.
12. Inspirasi dan semangat dari teman-teman di acara festival film. JIFFest, Europe on Screen, Konfiden, V Film Festival, dan teman-teman yang selalu membuahkan inspirasi tentang film. Alex Sihar, Lulu Ratna, Lintang Gitomartoyo, Putri Tjondronegoro, Chinta Permata, dan semua yang pernah membuka wawasan dan bermain walau hanya satu ‘adegan’ saja dalam rangkaian ‘film’ saya.
13. Djoko Anwar dan Joni, inspirasi saya bahkan sejak Joni belum bisa dijanjikan sampai akhirnya saya bisa masuk dalam Pintu Terlarang.
14. Eu Meus Amigos em Cantar Caravelas, especially Maria Emilia Irmler & Jo, hope we can meet again!
15. Kolega di tempat kerja, Spice! Magazine dan Interact Carlson, terima kasih selalu diizinkan mengurus ini-itu untuk skripsi dan ilmu-ilmunya. International Volunteer Chinese Childrenhome Shelter Association 2008 and AIESEC Taiwan, what a great moment to share with you guys! One of my best life changing experiences and we never say goodbye! Hope we can gather again and watch those kids smile and laugh again ;)
16. Part time lover and full time best friend, Vicky Ardian Amir Harahap, semangatnya, dukungan, doanya, waktunya, komentar-komentar ajaib yang justru membangun, dan semuanya! It’s common to have weird thoughts like we had, thanks for being here ;)
1. Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa, Maha Adil pada hambaNya. Selalu melimpahkan berkahnya dan menunjukkan jalan bagi hambaNya yang tersesat dan menjadi Pengawas di kala lelah dan lengah. Terima kasih atas kekuatan selama menjalani semua ini dan tanpa kekuatanMu, saya mungkin akan menyerah di tengah jalan.
2. Orangtua terkasih, Harijadi dan Sri Wahjuni. Insya Allah, ini menjadi persembahan yang membanggakan bagi kalian dan terima kasih atas doa dan dukungan yang mungkin tidak bisa terucap.
3. Kathena Hanindita dan Ario Seno, adik-adik tercinta. Terima kasih, terima kasih, dan sayang kalian!
4. Ibu Dien Rovita, M.Hum selaku pembimbing skripsi selama hampir satu semester ini. Terima kasih atas kesabarannya membimbing mahasiswanya yang sering menghilang dan bahasa Indonesianya kacau. Terima kasih atas ilmu yang sudah dibagi dan semua usahanya membantu saya dan maaf jika selama masa bimbingan banyak hal yang kurang berkenan.
5. Bapak Untung Yuwono, penguji skripsi yang sangat inspiratif. Terima kasih atas bimbingannya dan ilmu-ilmu yang luar biasa tinggi dan membuat saya ingin terus belajar.
6. Bapak Tommy Christomy, Ph.D , penguji skripsi yang makin menyadarkan saya bahwa memang seharusnya saya mengkaji sastra lebih dalam dan sastralah yang menjadi ketertarikan saya bahkan sebelum menjadi mahasiswa program studi Indonesia. Terima kasih atas ilmu dan bimbingannya.
7. Ibu Nitrasattri Handayani,M.Hum selaku pembimbing akademis selama hampir empat tahun. Terima kasih selalu memberi kebebasan untuk saya memilih kuliah selama empat tahun dan selalu sabar menghadapi pertanyaan dan keinginan saya yang sangat banyak.
8. Dosen-dosen Program Studi Indonesia, Ibu Fina, Ibu Pamela, Ibu Sri, Ibu Pris, Ibu Niken, Ibu Kiki, Pak Harimurti, Pak Syahrial, Mas Iben, Ibu Ninin, Pak Umar, Ibu Mamlah, Pak Sunu, Mbak Ratna, Mas Asep, dan pengajar Program Studi Indonesia lainnya yang tidak bisa disebutkan satu perasatu. Terima kasih.
9. Teman-teman IKSI seperjuangan angkatan 2005. Terima kasih semuanya tak terkira! Seneng banget bisa punya angkatan kaya kalian yang gak berhenti buat saling ingetin biar kita bisa lulus bareng yah! Mulai dari HHK, PK, Falasido,ITP dan segala kegilaan dan keriaan yang udah kita lalui bersama gak bisa dilupain dan pasti bakal kangen kalian banget! Otriana alias Otong, teman dari bayi sampe ‘sebesar’ ini,makasih atas dukungannya dan cerita-ceritanya. Cipy alias Igaj kesayangan yang selalu nyemangatin Agajnya yang super males ini, makasih ‘besar’! Geng-gongan, Ariny, semoga kali ini benar kudanya yah! Vidya, masih panjang drama hidup ini,bukan? Yuki, bakal kangen teri medan super lezat itu! Ine, ngelawak terus yah! Ipeh, kangen lo banget deh! Mila Jamile, tetep jaga asetmu itu nak! Sekar, jangan lupakan gebetan-gebetan seluruh kansas yah! Nisa, gak nyangka di SMA gak deket sekarang kita bisa lulus bareng. Saras, ayo cepat ‘berlayar’ masih luas ‘lautnya’, Geng LoLa Wita, Anin, Dwi, Eky, Ridwan, Adi ,Meta, Ana, Maul, Donna, Evlin. Aryo, Samsu, Astri, Rina, Nunik, Ela, Puri, Yos, Dian, Sakti, Inggar, Miu, Chira, Santri, dan kakak-kakak serta adik-adik IKSI lainnya.
10. Kolega, sahabat, dan guru, kolega RTC UI FM. You guys totally CHANGE my life! Become part of RTC is one of my life-changing experiences. Tiar, pikiran-pikiran lo membuat gue selalu yakin sama diri gue, Idha butuh waktu lebih dari 2 tahun dan 2 semester Spanyol buat bisa kita jadi kaya gini, hope this will last more than that cariƱo. Fauzan, kakak dari my so-called-nerdy-fella, so proud to have friend like you who can change my mind then jump into ‘that’ field, thank you! Ano Banano aka Panda, terima kasih atas komentar-komentar ajaibnya, jangan nyushi terus yah panda, Ucy si polos dan baik hati, makasi yah semangat dan komentar lucu kamu, Alex si pasif tapi tetep kreatif, teruskan ‘pendakianmu’ ;) Andwi, my dearest sista makasi buat selama ini bukan cuma jadi HRD abadi aja tapi tong sampah gue, girls rule! Adis, my brother you can be tough girl and welcome to the ‘jungle’, Ucan, Ryan, Fajri, Devhy, Echo, Alyn, Ojan, semua kolega 2006, Marcomm Division, Managerial 2007 & 2008, semua penghuni lantai 2 gedung pusgiwa teknik UI. Semangat terus yah semua! Gue bangga pernah dan akan terus menjadi bagian dari 107.9 RTC UI FM!!!
11. Sahabat terbaik Nuria Inaya, walaupun kamu pikun kayak Dori, terima kasih atas semangatnya dan kue-kue enaknya! Rara Dithasywari, terima kasih doa dari jauhnya tetap terasa kok dari sini ;) Chibolita si teman 12 tahun, Metha, Udinda, Atta. Teman-teman Abang None Jakarta Pusat, terutama 2007, Icha, Wilma, Ina, Nadia, Rian dan Ikatan Abang None Jakarta Pusat.
12. Inspirasi dan semangat dari teman-teman di acara festival film. JIFFest, Europe on Screen, Konfiden, V Film Festival, dan teman-teman yang selalu membuahkan inspirasi tentang film. Alex Sihar, Lulu Ratna, Lintang Gitomartoyo, Putri Tjondronegoro, Chinta Permata, dan semua yang pernah membuka wawasan dan bermain walau hanya satu ‘adegan’ saja dalam rangkaian ‘film’ saya.
13. Djoko Anwar dan Joni, inspirasi saya bahkan sejak Joni belum bisa dijanjikan sampai akhirnya saya bisa masuk dalam Pintu Terlarang.
14. Eu Meus Amigos em Cantar Caravelas, especially Maria Emilia Irmler & Jo, hope we can meet again!
15. Kolega di tempat kerja, Spice! Magazine dan Interact Carlson, terima kasih selalu diizinkan mengurus ini-itu untuk skripsi dan ilmu-ilmunya. International Volunteer Chinese Childrenhome Shelter Association 2008 and AIESEC Taiwan, what a great moment to share with you guys! One of my best life changing experiences and we never say goodbye! Hope we can gather again and watch those kids smile and laugh again ;)
16. Part time lover and full time best friend, Vicky Ardian Amir Harahap, semangatnya, dukungan, doanya, waktunya, komentar-komentar ajaib yang justru membangun, dan semuanya! It’s common to have weird thoughts like we had, thanks for being here ;)
Pagi Paling Pagi
Lepas sudah!
Kamis 16 Juli 2009 pukul 09.15
Gayatri Nadya dinyatakan LULUS dalam sidang skripsinya!!
YIAY!!
Finally i’m done after four years studied and four months struggling with my thesis!
Feel so Grateful with all i got and thankful for everyone who helps me through this
:)
Kamis 16 Juli 2009 pukul 09.15
Gayatri Nadya dinyatakan LULUS dalam sidang skripsinya!!
YIAY!!
Finally i’m done after four years studied and four months struggling with my thesis!
Feel so Grateful with all i got and thankful for everyone who helps me through this
:)
Sunday, July 12, 2009
Waiting For The Execution Day
Untuk ketiga kalinya, gue gak bisa dateng (lagi) ke Malam Final Abnon DKI Rabu 15 Juli nanti. Kalau dua tahun lalu, gue harus bed rest karena terkena typhus dan tahun lalu karena gue lagi volunteer di Taiwan, kali ini karena besoknya (tanggal 16) Insya Allah gue akan mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan skripsi yang udah bikin gue skip selama 3 bulanan ini.
Yah!
Tough choice memang tapi gue masih tau mana prioritas gue saat ini.
Ibaratnya, sekarang udah tinggal satu langkah lagi then, I’m done, like a chicken!
Bisa dibilang sebulanan terakhir ini masa yang bikin gue ketar-ketir. Semua anak-anak di jurusan terutama angkatan 2005 tahu betapa males dan underdognya gue. Mereka suka bikin becandaan,”udah Na, semester depan aja!”. Kalo udah digituin, biasanya gue udah gak peduli dan bodo amat. Sempet sih kepikiran buat, ya udahlah yah semester depan sounds not too bad. Apalagi pas gue lagi sibuk-sibuknya (dan menikmati) internship gue di Spice! Kayanya saat itu yang gue pikirin kerjaan mulu. Tapi, mengingat keunderdog-an gue di antara angkatan yang bakal pada lulus semester ini hamper 90% membuat gue berpikir lagi, ntar kalo gak ada mereka, gue bakal males-malesan dan makin gak ada yang yang menyemangati gue lagi dong!
Akhirnya gue mentrigger diri gue sendiri biar bisa lulus semester ini.
Skripsi setebal (Cuma) 80-an halaman itu udah ada di tangan pembaca gue yang notabene orang hebat di jurusan. Dengan berbagai revisi akibat bahasa Indonesia gue yang dinilai amburadul akhirnya gue mesti bolak-balik benerin.
Kehectican ini makin menjadi, apalagi pas gue tiba-tiba dapet telfon dari Bang Nurman, bos tempat magang gue dulu, The Maker Online. Dia nanya apa gue udah lulus belom, gue jawab belom. Tapi dia nawarin buat jadi copywriter di kantor temennya. Well, since I got nothing to lose, I sent them my curriculum vitae. Not so long, they called me back!
And goes the interview followed by contract signing, I become copywriter at Interact Carlson Marketing.
Sebenernya kantor ini sejenis agency marketing (as I googled) tapi mereka juga punya advertising agency.
Anyway, I’m not gonna talk about my work here.
Dengan kehebohan kerjaan dan kampus yang masih harus bikin gue ribet, gue ngerasa butuh suntikan energi haha-hihi dari temen-temen gue. Karena kita semua lagi heboh ngurus hidup masing-masing, Idha, Ano ,Ucy juga mau siding (and theirs went well,Congrats fellas!) Tiar ribet ngurus keperluan buat ke Swedia, Fauzan menikmati siaran-siaran terakhirnya, Alex dengan blog barunya, dan Vicky ..apa yah kesibukan kamu? Hehe Intinya sih, gue selalu pengen ketemu mereka-mereka ini, meskipun kesibukan di tengah-tengah gak bisa dihindari.
Ajaibnya, di tengah kehectican masing-masing, kita malah ketemu cukup sering selama 2 minggu ini. Mulai nememin sidang Idha sama Ano, terus farewell Fauzan di Hard Rock, ke kawinan anak Abnon 2008, sampe ke RTC dengerin siaran Movie Trax ditutup dengan mie Aceh plus ketawa-ketiwi sampe jam 2 pagi!
Well, it helps me a lot! That haha-hihi thingy boost up my energy and my mood, at least lessen my nerve to face that day.
I still need it though for the next four days, fellas!
Yah!
Tough choice memang tapi gue masih tau mana prioritas gue saat ini.
Ibaratnya, sekarang udah tinggal satu langkah lagi then, I’m done, like a chicken!
Bisa dibilang sebulanan terakhir ini masa yang bikin gue ketar-ketir. Semua anak-anak di jurusan terutama angkatan 2005 tahu betapa males dan underdognya gue. Mereka suka bikin becandaan,”udah Na, semester depan aja!”. Kalo udah digituin, biasanya gue udah gak peduli dan bodo amat. Sempet sih kepikiran buat, ya udahlah yah semester depan sounds not too bad. Apalagi pas gue lagi sibuk-sibuknya (dan menikmati) internship gue di Spice! Kayanya saat itu yang gue pikirin kerjaan mulu. Tapi, mengingat keunderdog-an gue di antara angkatan yang bakal pada lulus semester ini hamper 90% membuat gue berpikir lagi, ntar kalo gak ada mereka, gue bakal males-malesan dan makin gak ada yang yang menyemangati gue lagi dong!
Akhirnya gue mentrigger diri gue sendiri biar bisa lulus semester ini.
Skripsi setebal (Cuma) 80-an halaman itu udah ada di tangan pembaca gue yang notabene orang hebat di jurusan. Dengan berbagai revisi akibat bahasa Indonesia gue yang dinilai amburadul akhirnya gue mesti bolak-balik benerin.
Kehectican ini makin menjadi, apalagi pas gue tiba-tiba dapet telfon dari Bang Nurman, bos tempat magang gue dulu, The Maker Online. Dia nanya apa gue udah lulus belom, gue jawab belom. Tapi dia nawarin buat jadi copywriter di kantor temennya. Well, since I got nothing to lose, I sent them my curriculum vitae. Not so long, they called me back!
And goes the interview followed by contract signing, I become copywriter at Interact Carlson Marketing.
Sebenernya kantor ini sejenis agency marketing (as I googled) tapi mereka juga punya advertising agency.
Anyway, I’m not gonna talk about my work here.
Dengan kehebohan kerjaan dan kampus yang masih harus bikin gue ribet, gue ngerasa butuh suntikan energi haha-hihi dari temen-temen gue. Karena kita semua lagi heboh ngurus hidup masing-masing, Idha, Ano ,Ucy juga mau siding (and theirs went well,Congrats fellas!) Tiar ribet ngurus keperluan buat ke Swedia, Fauzan menikmati siaran-siaran terakhirnya, Alex dengan blog barunya, dan Vicky ..apa yah kesibukan kamu? Hehe Intinya sih, gue selalu pengen ketemu mereka-mereka ini, meskipun kesibukan di tengah-tengah gak bisa dihindari.
Ajaibnya, di tengah kehectican masing-masing, kita malah ketemu cukup sering selama 2 minggu ini. Mulai nememin sidang Idha sama Ano, terus farewell Fauzan di Hard Rock, ke kawinan anak Abnon 2008, sampe ke RTC dengerin siaran Movie Trax ditutup dengan mie Aceh plus ketawa-ketiwi sampe jam 2 pagi!
Well, it helps me a lot! That haha-hihi thingy boost up my energy and my mood, at least lessen my nerve to face that day.
I still need it though for the next four days, fellas!
Saturday, June 27, 2009
Ketika Cinta Romeo & Juliet Bertasbih Di Dadaku



Akhirnya, saya menonton juga film Garuda di Dadaku, Sabtu 27 Juni 09 ini. Untuk ketiga kalinya antri dan gagal mendapatkan tiket, malam ini terpuaskan sudah hasrat untuk menonton film yang (katanya) sangat direkomendasikan ini.
Sebelumnya, saya sudah menonton Ketika Cinta Bertasbih (KCB) yang sempat heboh dengan tagline 'ASLI MESIR' itu. Sebenarnya saya tidak begitu ingin menonton film ini, apalagi dua teman saya, Ucan & Dian cerita panjang lebar sepanjang Jakarta-Anyer betapa 'sinetron'-nya film ini. Saya pribadi mencoba selalu menonton semua film Indonesia (yang cukup bermutu pastinya) dan juga karena ada teman saya yang main di KCB.
Secara keseluruhan saya memberikan nilai 4 dari 10 buat KCB
Kekuatan film ini memang ada di pemainnya. Aktingnya oke dan terkesan natural, malah cenderung lucu terutama pemain yang menjadi teman-temannya Azzam.
Sayangnya, alur cerita membuat saya bingung apalagi saya memang bukan pembaca bukunya.
Ada bagian yang seolah-olah terasa melompat. Pertanyaan saya, sebenarnya Sarah yang meneror Furqon itu siapa dan mengapa Furqon diteror (at the first place)?
Sinematografi yang paling disayangkan dari film Asli Mesir ini, blue screen yang terlihat sangat film tahun 70-an (since it looks so vintage in technology). Ketika Adegan ketika Azzam sedang masak di pinggir laut. Entah apakah akan terjawab di KCB 2, we'll see. Satu lagi, begitu banyak hard-sell yang ditampilkan dalam film ini menjadi kesinetronan film ini makin menjadi.
To KCB producers and (especially) writer please remember this is movie not soap opera,but i do remember this is business as well!
Saya jadi ingat kata-kata Kang Abik,sang penulis, ketika film Ayat-Ayat Cinta (AAC) meledak tahun lalu. Ia ingin film berikutnya (KCB) lebih mendekati dengan bukunya, termasuk pemainnya. Oke, pemain KCB sudah cukup baik tetapi unsur lainnya jadi sangat berbanding terbalik, Sorry..
I prefer AAC than KCB.
Film berikutnya ternyata juga masih menjual beberapa produk sponsor di dalamnya, untung saja mereka tidak 'sekuat' itu menjualnya.
Mengomentari Garuda Di Dadaku (GDD), Sepertinya semua orang bisa menilai isi cerita dan pesan moral yang sangat universal dalam film ini. Simple,touchy and it belongs to everybody!
Film Indonesia yang berusaha memperhatikan realitas anak-anak di negara ini sejauh ini baru film ini dan Laskar Pelangi. Lagi-lagi kita disuguhkan kenyataan ketika seseorang yang punya mimpi tinggi harus terhalang oleh orang lain atau uang.
Saya cukup tersentuh melihat persahabatan Bayu dan Heri yang sangat tulus apalagi latar belakang Heri yang anak orang kaya sedangkan Bayu sebaliknya.
Sayangnya, karakter Heri kurang diperdalam dengan konflik dirinya sendiri atau dengan Bayu. Satu lagi, saya sedikit bertanya-tanya, apakaha benar anak seusia itu bisa berbicara banyak tentang mimpi dan hidup sampai setinggi itu? Kalau iya, saya acungi empat jempol!
Klimaks bagi saya, jelas di adegan ketika pengumuman Bayu lolos seleksi timnas.
Tanpa ada dialog panjang lebar, akhir film tersebut benar-benar seperti apa yang saya bayangkan.
Baju merah dengan garuda di dada kiri sudah dipakai Bayu dan ia siap berlaga di bawah sorotan lampu stadion. I can imagine how does it feel to be there!
GDD mendapat 8.5 dari 10
Lalu, kenapa ada Romeo&Juliet (R&J) di tengah-tengah itu semua?
Beberapa waktu lalu, saya dan dua teman nekat nonton R&J di bioskop terpencil dekat rumah. Sudah tidak ada lagi yang memutar R&J kala itu.
Setelah menonton, teman saya yang memang bukan penggemar bola Indonesia tapi fans Bayer Munchen, berkomentar film ini terlalu 'berani' mengangkat isu sensitif ke dalam film.
Saya,yang sama sekali tidak paham bola, berpendapat mungkin memang tujuannya memberikan gambaran kehidupan yang paling nyata dari penggemar bola.
Bedanya dengan GDD, yah memang beda.
Kalau GDD mengusung bola sebagai 'mimpi' yang ingin dicapai dengan cara apapun, R&J justru menjadikannya sebagai 'sekte' yang membuat penggemarnya mau melakukan apapun demi bola.
Bayu bisa berkata 'tidak' bahkan pada Heri dan impian menjadi pemain nasional dengan bakat terpendamnya itu demi cintanya pada sang Kakek, tetapi ternyata cinta Rangga pada Desi masih terkalahkan dengan cintanya pada Persija.
Sunday, June 07, 2009
Reminiscing Good-Old Times
Gue baru saja membuka facebook pagi ini dan melihat postingan foto terbaru dari Adis, my beloved bradda' yang masuk finalis Abang None Pusat '09. Pasti dia lagi euphoria karantina dan lagi senang-senangnya!
It's brought up my memories of 2007, rindu sekali!
Jadi pengen intip-intip foto jaman dulu sampe sekarang dua tahun berlalu..




It's brought up my memories of 2007, rindu sekali!
Jadi pengen intip-intip foto jaman dulu sampe sekarang dua tahun berlalu..




Awful Face on My First Morning of Twenty-Two
Okay, after my long speech about me no likey surprises, the next morning i got one from my beloved Gank Bandung.
actually i already read the hint from days before,
#1 i went to Vicky's room, and accidentally i saw his calendar marked on May said,planning Nana's birthday!! Okay,i was thrilled to read it, but it's better not knowing yet. I didn't take it seriously thou
#2 on my birthday-morning, Ucy sent me text and post something on Plurk which gave hint about surprises, well not really hint because she really did tell me, that she can't join the surprise 'coz she has to work. And by that time they haven't arrived yet!
It was still surprising since they broke in to my messy room and i haven't showered yet,darn photograph!
These are pictures from my room and i wanna tell them how much i love them, truly ;)


actually i already read the hint from days before,
#1 i went to Vicky's room, and accidentally i saw his calendar marked on May said,planning Nana's birthday!! Okay,i was thrilled to read it, but it's better not knowing yet. I didn't take it seriously thou
#2 on my birthday-morning, Ucy sent me text and post something on Plurk which gave hint about surprises, well not really hint because she really did tell me, that she can't join the surprise 'coz she has to work. And by that time they haven't arrived yet!
It was still surprising since they broke in to my messy room and i haven't showered yet,darn photograph!
These are pictures from my room and i wanna tell them how much i love them, truly ;)

Just Forget The Past
Hari ini gue bermalas-malasan saja sambil menunggu mood booster buat ngerjain revisi analisis skripsi gue. Sendiri saja semua orang pergi.
Seperti biasa gue jalan-jalan di dunia maya, plurk, twitter, facebook, youtube etcetera menjadi distraction saat itu.
Gue lagi liat-liat followers di beberapa account temen-temen gue, sekalian biar nambahin orang buat difollow, and all the sudden i saw new post from my high-school friend ngomongin tentang pemenang arisan yang diposting 2 hari lalu which means arisan Juni. Well, i wasn't invited even thou i know some news about it,damn! Gue juga jadi inget kejadian beberapa hari lalu, gue inget salah satu temen sma yang lumayan akrab lagi di Jakarta. Biasanya kalo dia lagi di pulang dia selalu ngajak ketemu, and she did. Waktu dia ngucapin ulangtahun ke gue,dia juga inform kalo dia di Jakarta minggu ini and she wanted to meet up. I said okay but make it on weekdays.
Gak ada kabar dari dia trus tiba-tiba gue baca wall to wall dia sama salah satu temen gue juga, kalo mereka janjian mau ketemu sore itu di salah satu mall di Jakarta Selatan. Gue pun nanya via wall (ini dia kesalahan seorang yang gak pake mobile device,meaning very mobile) dan dibales pas udah malem.
Akhirnya gue gagal pergi ketemu mereka padahal hari itu gue cukup nyampah.
These recents news make me think about how i left them over my current friends or they did left me?
Emang gue akuin, sering banget acara-acara kumpul temen sma sering gue lewatin. Alesannya kalo gak emang bentrok sama acara yang udah gue bikin, selalu diadain di hari yang gue gak pernah bisa, Jumat which i have to stay at RTC produced Movie Trax. Apa karena gue yang selalu gak bisa ikutan jadi membuat mereka gak mau ajak gue lagi? Atau memang gue udah left-out di society yang gue posisikan mereka sebagai temen hura-hura gue semasa sma?
I don't know
But it makes me think do we have to left our past away and just stay with the current now?
It happens if we talk about our past love life,we did leave it all behind but this relationship supposed to be last forever(if friendship that we're talking about).
And i admit it, i am more comfortable with whom i spend most of my days, my college fellas. By comfortable means it's like daily routine and they are my comfort zone so far.
Kadang-kadang gue kangen masa-masa sma dan teman hura-hura itu,tapi kalo kejadiannya gini, am i missing something that i'm not even count on?
Seperti biasa gue jalan-jalan di dunia maya, plurk, twitter, facebook, youtube etcetera menjadi distraction saat itu.
Gue lagi liat-liat followers di beberapa account temen-temen gue, sekalian biar nambahin orang buat difollow, and all the sudden i saw new post from my high-school friend ngomongin tentang pemenang arisan yang diposting 2 hari lalu which means arisan Juni. Well, i wasn't invited even thou i know some news about it,damn! Gue juga jadi inget kejadian beberapa hari lalu, gue inget salah satu temen sma yang lumayan akrab lagi di Jakarta. Biasanya kalo dia lagi di pulang dia selalu ngajak ketemu, and she did. Waktu dia ngucapin ulangtahun ke gue,dia juga inform kalo dia di Jakarta minggu ini and she wanted to meet up. I said okay but make it on weekdays.
Gak ada kabar dari dia trus tiba-tiba gue baca wall to wall dia sama salah satu temen gue juga, kalo mereka janjian mau ketemu sore itu di salah satu mall di Jakarta Selatan. Gue pun nanya via wall (ini dia kesalahan seorang yang gak pake mobile device,meaning very mobile) dan dibales pas udah malem.
Akhirnya gue gagal pergi ketemu mereka padahal hari itu gue cukup nyampah.
These recents news make me think about how i left them over my current friends or they did left me?
Emang gue akuin, sering banget acara-acara kumpul temen sma sering gue lewatin. Alesannya kalo gak emang bentrok sama acara yang udah gue bikin, selalu diadain di hari yang gue gak pernah bisa, Jumat which i have to stay at RTC produced Movie Trax. Apa karena gue yang selalu gak bisa ikutan jadi membuat mereka gak mau ajak gue lagi? Atau memang gue udah left-out di society yang gue posisikan mereka sebagai temen hura-hura gue semasa sma?
I don't know
But it makes me think do we have to left our past away and just stay with the current now?
It happens if we talk about our past love life,we did leave it all behind but this relationship supposed to be last forever(if friendship that we're talking about).
And i admit it, i am more comfortable with whom i spend most of my days, my college fellas. By comfortable means it's like daily routine and they are my comfort zone so far.
Kadang-kadang gue kangen masa-masa sma dan teman hura-hura itu,tapi kalo kejadiannya gini, am i missing something that i'm not even count on?
Thursday, June 04, 2009
More Surprises to Come
Year 2009,another birthday celebration
i only celebrate it with my dearly thesis-draft which i just get it from my lecture. I don't expect anything from anyone. People may thought i expect some surprise from my closest-friends but i think all the blessing they gave and support are enough.
I don't like surprise recently.
Last year when i celebrated my twenty one birthday,i didn't do it alone. My significant other gave me surprise that i never expect before,ever!
Since he was only my friend, who can shared his weird thoughts, keep on mocking me, and to be honest blown my mind.
I was too afraid thinking he might had something for me since we were close but not that much. After he popped the question -no, he wasn't asking me to marry him,i was so shocked! It was one of surprised that i never expected before but i like it.
After while, another surprises made from my fellow Abang None,and then he didn't show up to say 'Happy Birthday'. It was surprising,because i thought he wanted to make it special that day.But he did and year goes by it's still surprising.
he's not kind of guy who'd like to say those three magic words
also not the one who'd worship you and keep telling you that you are beautiful or something like that.
he may telling the truth about what he doesn't like about you and you may do the same thing without hard feeling after all.
Unsurprisingly, i could stand with all the cynical thingy and criticism that he made over me.
Surprisingly for me after year goes by all those butterflies keep on flying on my stomach and i can't lost it everytime i think about what we've been through and giggling, remember those silly stuff about us.
I want more surprises from this for the next next time and surprisingly it won't take so long to count it ;)
i only celebrate it with my dearly thesis-draft which i just get it from my lecture. I don't expect anything from anyone. People may thought i expect some surprise from my closest-friends but i think all the blessing they gave and support are enough.
I don't like surprise recently.
Last year when i celebrated my twenty one birthday,i didn't do it alone. My significant other gave me surprise that i never expect before,ever!
Since he was only my friend, who can shared his weird thoughts, keep on mocking me, and to be honest blown my mind.
I was too afraid thinking he might had something for me since we were close but not that much. After he popped the question -no, he wasn't asking me to marry him,i was so shocked! It was one of surprised that i never expected before but i like it.
After while, another surprises made from my fellow Abang None,and then he didn't show up to say 'Happy Birthday'. It was surprising,because i thought he wanted to make it special that day.But he did and year goes by it's still surprising.
he's not kind of guy who'd like to say those three magic words
also not the one who'd worship you and keep telling you that you are beautiful or something like that.
he may telling the truth about what he doesn't like about you and you may do the same thing without hard feeling after all.
Unsurprisingly, i could stand with all the cynical thingy and criticism that he made over me.
Surprisingly for me after year goes by all those butterflies keep on flying on my stomach and i can't lost it everytime i think about what we've been through and giggling, remember those silly stuff about us.
I want more surprises from this for the next next time and surprisingly it won't take so long to count it ;)
Monday, July 14, 2008
And The Boy That Im Going to Miss..
.jpg)
Siang ini di kamar volunteer #2, saya sedang berkumpul dengan semua volunteer. Setelah review dan recap apa saja yang akan dilakukan esok hari, kami bercanda-tawa sambil makan-makan kecil. Tiba-tiba saja, Jean, salah satu volunteer asal Taiwan teringat sesuatu dan ia memberikan kertas kecil putih sambil membacakannya.
Kira-kira Artinya :
Brothers Sisters, I love you and please don’t forget me. Im not gonna forget you.I come back again soon. Bye-bye.
Ah, saya jadi teringat pada Yu-Chun, si kecil dari tiga bersaudara yang menulis itu karena hari ini ia dan kedua kakaknya meninggalkan Taiwan Christian Faith Hope Love Children’s Home, tempat saya magang sebagai volunteer atau social worker liburan ini. Dia salah satu anak favorit saya dan saya sudah cukup terbiasa dengan tingkah lakunya yang menggemaskan meskipun terkadang sangat hiperaktif.
Tempat ini sekilas terlihat seperti panti asuhan (dengan versi yang lebih canggih dan terawat pastinya) yang kalo di Jakarta mungkin menampung anak-anak yatim piatu dan kurang mampu. Bedanya tempat ini diprovide sama pemerintah dan dibantu sama NGO dan juga social workernya. Background anak-anaknya juga beda-beda, dari yang memang dari kecil sudah tinggal di sini karena mereka ditemukan di tempat yang tidak appropriate atau ada juga yang tinggal di sini sebagai ‘pelarian’ dari rumah mereka. Dari mulai anak-anak yang orangtuanya nggak mampu ngebiayain mereka sampai anak-anak yang jadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Nggak heran mentally mereka needy banget sama orang-orang di sekitarnya terutama sama volunteer yang datangnya belum tentu satu tahun sekali. Mereka bisa dibilang, physically, in a very good condition. Artinya perawakannya bersih, sehat, dan capable buat melakukan aktivitas-aktivitas yang kita buat. Kalau kita lihat lebih dalam, mereka rata-rata terlihat lebih muda dari umurnya. Ada satu anak perempuan yang mengaku umurnya 12 tahun tapi fisiknya terlihat seperti anak usia 6 tahun. Lain lagi dengan anak laki-laki yang perawakannya tinggi besar dan cenderung gemuk, bicaranya agak tersendat dan sulit menangkap apa yang kita ungkapkan. Hal ini terjadi pas Saya assist dia ngerjain summer homework. Saya ngebacain vocabulary dalam bahasa Inggris. Waktu Saya minta dia ulang kata-kata itu, sulit sekali untuk mengulang kata-kata itu. Memang buat beberapa orang yang terbiasa pakai bahasa Cina, bahasa Inggris menjadi sangat sulit karena beberapa abjadnya tidak mereka dapat dalam bahasa Ibu mereka. Tapi saat itu Saya hanya memberikan 4 kata dan dia tidak bisa mengingat bahkan mengulangnya sama sekali. Di akhir sesi itu, turns out gurunya memberi tahu saya bahwa dia memiliki sedikit keterbelakangan mental. Saya pun mengerti dan makin jelas ketika Saya baca tulisannya (dan Saya kroscek sama volunteer asal Taiwan), dia nggak menulis the exact words of Chinese.
Hari ini libur namun kami semua bangun pagi untuk melepas kepergian 3 anak yang akan pulang ke rumah. Salah satunya, Yu-Chun. Agak terlambat memang, namun kejadian pagi ini saya rasa menjadi awal dari rasa keterikatan yang ada pada diri saya sampai tanggal 18 nanti saat service di Children’s Home ini berakhir.
Sejak dua hari yang lalu, Saya sudah diberi tahu kalau ada sekitar 9 anak yang akan pulang ke rumahnya. Seperti biasanya kami bangun jam 6-an dan siap-siap sarapan jam 6.20. Setelah itu biasanya kami tidur lagi, dan karena kami tahu anak-anak itu akan pergi jam 10-an, kami sudah siapkan alarm supaya bangun jam 9-an. Nah, ketika Saya sama Jean mau ambil barang di kantor, kami melihat tiga anak itu udah siapin barang-barangnya di hall. Jelas aja kita heboh karena volunteer lainnya masih pada tidur. Langsung Saya dan Jean bangunin mereka dan akhirnya kita sempet main-main dan foto-foto. Nggak lama, kita dikasih tau kalau bapak anak-anak itu udah sampe dan mereka siap buat berangkat. Terkaget-kaget lah Saya, ternyata mereka masih punya orangtua. Penasaran dengan bentuk rupa bapak yang membiarkan mereka tinggal di children’s home sedangkan mereka masih ‘ada’.
Children’s home ini terletak di daerah semi pedalaman buat Saya. Perlu 4 sampai 5 jam naik mobil dan perlu kendaraan lagi untuk masuk ke lokasi Children’s Home ini. Keluar dari jalan kecil ini kita masih bisa menemukan 7 Eleven dan beberapa restoran kecil. Tapi untuk mencapainya, mustahil tanpa kendaraan. Apalagi sekeliling Children’s Home banyak perkebunan. Konon lokasi ini dibuat dengan sengaja karena (konon juga) anak-anak itu bukan dengan ‘restu’ orangtuanya tinggal di children’s Home. Ada peraturan juga mengenai pelarangan publikasi foto wajah anak-anak itu. Khawatirnya bagi mereka yang orangtuanya tidak mengetahui keberadaan anak-anak mereka, bisa saja mencari dan mengambil kembali anak-anak yang sudah tidak mereka urus itu. Masih meninggalkan banyak tanya, bagaimana mungkin jika satu orangtua yang masih sanggup memiliki kendaraan (atau menyewanya) justru menelantarkan anak-anaknya di Children’s Home. Yah, memang di sini semua kebutuhan mulai makan 3 kali sehari, tempat tidur, bahkan kegiatan wisata seperti outing bisa didapat dan dilakukan bersama guru-guru yang juga tinggal di sini. Mereka butuh lebih dari itu. Saya rasa kasih sayang orangtua itu priceless. Masa sih karena ketidaksanggupan mereka membiayai hidup anak-anak mereka lalu mereka menyerah dan membiarkan anak-anak itu kehilangan masa kecilnya dengan orangtua mereka berlalu begitu saja.
Atau mungkin kasih sayang mereka sebatas itu saja, mereka belum mau berkorban atau berusaha lebih keras demi hidup berdampingan dengan anak-anak yang (seharusnya) mereka sayangi.
Entahlah.
Untuk mereka yang terbuang atau teraniaya Saya nggak bakal berkomentar banyak.
Laki-laki itu berperawakan sedang dengan kulit yang coklat terbakar dan nggak kayak orang-orang Taiwan yang selama ini Saya lihat. Dia datang dengan mobil sejenis kijang ditemani oleh satu orang laki-laki juga tapi nggak terlalu jelas. Nggak lama, tiga saudara ini masuk ke kantor setelah sebelumnya dadah-dadah sama kita yang ada di lobby. Selang beberapa menit, mereka keluar lagi dengan mobil itu sudah siap meluncur di depan kantor dan bagasi mereka juga sudah masuk ke dalam mobil. Satu persatu mereka masuk ke mobil. Kaca jendela mobil terbuka dan dari dalam mobil, dan dengan suara kecil mereka,
Bye bye, Jiejie.
That’s the final goodbye. And it breaks my heart.
Monday, June 30, 2008
10 Things We (Might) Do To Look a Like Taipei Citizen
Hey Its my 3rd day on Taipei, Taiwan. So far all good beside all the taifun and humidity thingy. First night i arrived at Taipemex, the guesthouse i stayed in, i kinda shocked. Gue pikir gue bakal tinggal di hotel melati-melati gitu at least bintang dua lah. Turns out it’s a backpacker gusthouse yang terdiri dari lima kamar dengan dua shared toilets and bathrooms. Lucunya ada ruang keluarga, dapur, tempat cuci baju, balkon, dan yang paling penting dua komputer with internet connection! Yiay! It’s kinda my lifesaver since i want to post everything i do here from Facebook and this blog, i really need internet to get connected with my friends over there. So, my first day is not that bad. Alhamdulilah banget, buat gue kamar mandi penting apalagi toiletnya. Meskipun sebelum diwarning kalo orang sini pada nggak suka istinja pake air, ternyata they provide it. Oia, gue juga mau memperkenalkan orang-orang yang di sini. My room mate, Yeon Jeong Kim alias Kelly, backpacker asal Korea yang udah backpacking sejak satu setengah tahun lalu. Dia udah muter-muter dari Australia, Singapore, Malaysia, Macau, Thailand, Brunei, Hongkong, and Taiwan as a last stop. Pertama gue kira anaknya jutek, eh ternyata baik banget and we spent our day together visited Taipei 101 Building, The Tallest Building in Asia. Dari atas gedung ini kita bisa liat hampir keseluruhan kota Taipei dari bagian yang paling tinggi. Kalo malem, God, citylighstnya parah! Bagiann kotanya bener-bener keliatan sampe ke pegununannya. Fyi, bangunan ini ada di lantai keenam setelah lima lantai sebelumnya adalah shopping center yang full of branded stuff. Ada Vivianne Westwood, Michael Kors, Tommy Hilfigher, dan juga restoran bergaya Inggris yang katanya butuh NTW$6000 (sekitar 1,8 juta Rupiah) perorangnya! GILA! That’s why, tiket buat naik ke observatoriumnya it’s cost NTW$ 400 atau sekitar Rp 120.000 dan harga tiket ini lebih mahal NTW$ 100 dari pada sewa kamar semalemnya di Taiwanmex yang cuma NTW $ 300/malam. Bayangin aja lo nginep di sini nggak sampai seratus ribu permalam pakai AC! Nah kan jiwa promosi gue keluar lagi. Aniway, ada juga nih Kimpo, orang Amerika keturunan China yang jadi temen jalan dan makan gue selama di sini dan finally, temen gue nonton Sex and The City! Hayo siapa yang bilang di sini di dubbing :P Gue seharian muter-muter dari mulai Longshan Temple, klenteng yang lumayan famous terus gue dan Kimpo ke nightmarket di daerah Shilin. Nightmarket di Taipei ada banyak dan salah satu tempat yang happening di sini. Yah, tempat hangout anak muda gitu deeh!
(dengan gaya ngomong ala Alexander Kusuma Praja) di sana juga jual banyak makanan yang biasanya masuk bizzare foodnya Travel and Living. Misalnya stinky tofu, tahu yang difertmentasiin jadi punya bau yang menyengat, terus ada chicken and duck neck alias leher ayam atau bebek yang pada digadoin dan antriannya naudzubilah minzalik, hampir nyamain panjangnya antrian J.Co zaman baru dibuka! Ada juga foodstall yang kecil-kecil jual kaya rebus-rebusan bakso, daging, sayap ayam, xiao long bao versi besar, sampai darah babi yang dijadiin kotak-kotak terus ditusuk pake tusukan sate! Sayangnya, gue dan Kimpo sama-sama cupu buat nyobain semua itu. Gue memilih makan takoyaki versi Taipei dan Kimpo milih makan bakpao isi daging yang segede-gede gaban dan minuman sejenis ice blended rasa mangga dengan jeli dan mangga asli dan ice blended red papaya with coconut milk puding buat Kimpo. Enak banget!
Selanjutnya teman sesama intern yang baru aja dateng Jumat(27/6) kemaren, Kasia Daniliszyn orang Polandia yang udah jadi warganegara Amerika. Gara-gara dia invasi mendadak ke tempat gue bareng Alex (My Host), gue jadi ikutan nemenin mereka pergi hari ini. Niatnya mau pada ke Taipei 101 tapi karena gue udah ke sana, jadinya kita ke Chang Kai Sek Memorial Hall. Gue emang udah lama pengen ke sini, tempatnya sejenis benteng yang terdiri dari dua bagian, yang pertama sejenis benteng selamat datang satunya tempat gold statue si Chang Kai Sek ini plus exhibition hall sebagai ruang pamer lukisan sama guci-guci antik khas China gitu. Chang Kai Sek adalah presiden pertama Taiwan yang tadinya berada di bawah kekuasaan negara Cina lainnya dan akhirnya dianggap berjasa karena bisa menjadikan Taiwan negara yang berdiri sendiri.Nah, makanya ada patung dia segede itu yang terbuat dari emas. Di sini juga ada National Theatre dan National Concert Hall yang biasa dipake buat art performances baik artis lokal maupun Internasional. Tangga menuju statue Chang Kai Sek itu panjang banget padahal ada lift! Haha gak apa-apa deh itung-itung olahraga :P di sinilah tragedi terjadi, pas gue udah setengah jalan balik ke MRT Station, Kasia ngerasa kameranya gak ada di tas, terus berhentilah kita dan mengaduk-aduk tasnya. Gue ngeliat ada kamera di bagian bawah tasnya, ternyata dia bawa dua kamera! Oh Damn! Gue bilang mungkin ketinggalan di toko jadestone tempat dia beli gelang gioknya. Balik lah kita ke sana, nanya-nanya si mbak-mbaknya katanya suruh lapor ke bagian security. Yah, nggak beda jauh sama keamanan Indonesia, mereka bilang nggak ada yang ngelapor dan disuruh ninggalin nama dan nomer telepon. Dalam hati sih gue bilang, yaelah kapan-kapan deh beneran dihubungi. Kasia nggak patah arang, dia coba balik lagi ke lantai atas, karena dia bilang terakhir di sana dia masih foto-foto. Kali ini kita naik lift :P
Hasilnya nol! Lebih parah karena securitynya nggak bisa bahasa Inggris sama sekali, pas gue peragain ‘foto’ dia malah nunjuk dan bilang ‘Lai’ yang artinya silakan! Lah, dikata gue mau moto kali yah? Yaudah pupus harapan deh.
Abis itu kita minum di coffee shop seberang CKS sekalian duduk-duduk. Seperti yang udah gue bilang, di Taipei lagi banyak taifun jadi sering hujan dan berangin. Kebodohan dimulai, minuman udah abis tapi kita masih ngobrol-ngobrol dan karena berniat mau ke Danshui sejenis pelabuhan yang lumayan jauh kita agak buru-buru mau ke stasiun. Even though gue tau di luar masih ujan, kita tetep keluar dan jalan menuju stasiun yang jalannya sekitar 15 menit dari CKS. Tiba-tiba baru 3 menit jalan, ujannya tambah deres dan gue sempet menyarankan jalan lewat dalem CKS aja biar nggak keujanan, entah karena bolot atau gue nggak jelas ngomongnya, Kasia tetep jalan menuju stasiun yang masih jauh banget. Gue akhirnya jadi setengah berlari jalan dan hujannya nggak ngerti kalo kita nggak mau keujanan makin deres plus petir geladak-geluduk. Akhirnya kita mempercepat langkah, dengan agak panik ternyata Kasia takur sama petir. Setiap dia ngeliat kilatan petir dia setengah teriak ngejauhin payungnya. Awalnya gue kaget jadi ikutan teriak juga deh. Nah, makin deket tenda di tengah-tengah monumen selamat datangnya, petirnya makin gede dan perempuan bule ini makin ekstrim, dia teriak sambil setengah ngelempar payungnya jadinya dia basah-basahan gitu! Oh my God! Gue biasanya nyantai jadi ikutan panic at Chang Kai Sek juga deh gara-gara nih bule.
Finally gue berteduh di tenda kecil dan dikasih sejenis dispossable raincoat yang menurut gue agak mirip trash bag dan gue merasa seperti trash :P and we look like mess there basah kuyup from head-to-toe yang paling parah kehehohan pake teriak-teriak itu loh yang menurut gue nggak banget! Huhu
Well, moral of the story you have to stay somewhere dry and safe when its raining J
Hehe
Malam ini gue putuskan buat stay at home (yeah, i tend to call it home now) dan keluar Cuma cari makan di deket-deket sini. Gue juga berusaha buat tidur lebih cepet dari biasanya, yah biasanya berarti dari habit gue di Jakarta yang biasa tidur minimal jam 2 kalo nggak online dan posting yang aneh-aneh di Facebook atau telpon-teleponan sampe Subuh. Dan setelah semalem diajak ngobrol berat banget sama salah satu penghuni lainnya, Graham yang ngakunya dokter dan kerja sama pemerintah Cina buat ngembangin health services di Taiwan. Di saat gue lagi chatting-chatting sama pacar gue yang jarang online itu ;) tiba-tiba dia dateng, awalnya Cuma minjem komputer bentar karena komputer satunya lagi down terus dia nanya-nanya tentang kerjaan bokap dan tiba-tiba ngomongin dollar Amerika yang katanya (sebenarnya) dipegang sama orang-orang Cina dan mereka berusaha buang-buang uang di negara-negara ketiga kaya Indonesia juga. Dia bilang, kalo gue bisa menghubungkan ke salah satu orang penting di Indonesia, dia bisa bantu proyek itu misalnya proyek-proyek di Indonesia yang nggak selesai karena kurang dana kayak subway atau monorail. Dia ngasih contoh, di Calcutta India, akhirnya mereka bisa punya subway karena dapet bantuan dari Cina yang costnya hampir 2 triliun USD! HA! Gue setengah percaya setengah nggak sih, secara kalo lo liat orangnya agak nggak meyakinkan. Pertama kali gue ketemu dia, gue ketakutan gara-gara gue kayaknya cewek sendiri di antara cowok-cowok itu. Dan perawakan dia yang tinggi besar dan botak, yah tipikal cowok Eropa gitu bikin gue makin serem. Apalagi percakapan berlangsung di ruang tengah yang sepi karena udah pada tidur plus it was 2 AM in the morning. Well, gue akhirnya berhasil mempercepat percakapan dan balik chatting sama si pacar yang sempet gue cuekin beberapa menit *Maaf yah Vick ;)
Yaah, beginilah kehidupan gue selama tiga hari ini cukup banyak kejutan. Gue akan menunggu kejutan-kejutan lain di hari-hari berikutnya apalagi Senin besok Kelly balik ke Seoul dan Kimpo balike ke California sedangkan gue bareng Kasia dan dua orang Belgia bakal mulai internship ini.
Well, just wait for another shocking story and next destination : Kaohsiung, Southern Taiwan.
Zai Jian!
10 Things We (Might) Do To Look a Like Taipei Citizen
10. Little bit close our eyes, then we pretty similar to them
9. Eating lot of noddle or anything with beef
8. drink their style tea with or without pearl
7. Hang out on Night market and also eat their such a weird food
6. Kungfu Panda Rocks! And Ano Noir would be glad to hear that ;)
5. Watching talent show sejenis Mama-mia sambil makan di warung-warung mie
4. Going Back home before 11PM because the city sleeps early x(
3. Taking out you pet around the city and don’t forget to get’em to pet saloon before it.
2. Walk along the city. Heels shorts and miniskirt? That’s okay baby!
1. Bawa payung kemana-mana mau panas ujan bechek gak ada ojhek, yaiyalah gak ada ojek payung ato ojek motor di sini !
(dengan gaya ngomong ala Alexander Kusuma Praja) di sana juga jual banyak makanan yang biasanya masuk bizzare foodnya Travel and Living. Misalnya stinky tofu, tahu yang difertmentasiin jadi punya bau yang menyengat, terus ada chicken and duck neck alias leher ayam atau bebek yang pada digadoin dan antriannya naudzubilah minzalik, hampir nyamain panjangnya antrian J.Co zaman baru dibuka! Ada juga foodstall yang kecil-kecil jual kaya rebus-rebusan bakso, daging, sayap ayam, xiao long bao versi besar, sampai darah babi yang dijadiin kotak-kotak terus ditusuk pake tusukan sate! Sayangnya, gue dan Kimpo sama-sama cupu buat nyobain semua itu. Gue memilih makan takoyaki versi Taipei dan Kimpo milih makan bakpao isi daging yang segede-gede gaban dan minuman sejenis ice blended rasa mangga dengan jeli dan mangga asli dan ice blended red papaya with coconut milk puding buat Kimpo. Enak banget!
Selanjutnya teman sesama intern yang baru aja dateng Jumat(27/6) kemaren, Kasia Daniliszyn orang Polandia yang udah jadi warganegara Amerika. Gara-gara dia invasi mendadak ke tempat gue bareng Alex (My Host), gue jadi ikutan nemenin mereka pergi hari ini. Niatnya mau pada ke Taipei 101 tapi karena gue udah ke sana, jadinya kita ke Chang Kai Sek Memorial Hall. Gue emang udah lama pengen ke sini, tempatnya sejenis benteng yang terdiri dari dua bagian, yang pertama sejenis benteng selamat datang satunya tempat gold statue si Chang Kai Sek ini plus exhibition hall sebagai ruang pamer lukisan sama guci-guci antik khas China gitu. Chang Kai Sek adalah presiden pertama Taiwan yang tadinya berada di bawah kekuasaan negara Cina lainnya dan akhirnya dianggap berjasa karena bisa menjadikan Taiwan negara yang berdiri sendiri.Nah, makanya ada patung dia segede itu yang terbuat dari emas. Di sini juga ada National Theatre dan National Concert Hall yang biasa dipake buat art performances baik artis lokal maupun Internasional. Tangga menuju statue Chang Kai Sek itu panjang banget padahal ada lift! Haha gak apa-apa deh itung-itung olahraga :P di sinilah tragedi terjadi, pas gue udah setengah jalan balik ke MRT Station, Kasia ngerasa kameranya gak ada di tas, terus berhentilah kita dan mengaduk-aduk tasnya. Gue ngeliat ada kamera di bagian bawah tasnya, ternyata dia bawa dua kamera! Oh Damn! Gue bilang mungkin ketinggalan di toko jadestone tempat dia beli gelang gioknya. Balik lah kita ke sana, nanya-nanya si mbak-mbaknya katanya suruh lapor ke bagian security. Yah, nggak beda jauh sama keamanan Indonesia, mereka bilang nggak ada yang ngelapor dan disuruh ninggalin nama dan nomer telepon. Dalam hati sih gue bilang, yaelah kapan-kapan deh beneran dihubungi. Kasia nggak patah arang, dia coba balik lagi ke lantai atas, karena dia bilang terakhir di sana dia masih foto-foto. Kali ini kita naik lift :P
Hasilnya nol! Lebih parah karena securitynya nggak bisa bahasa Inggris sama sekali, pas gue peragain ‘foto’ dia malah nunjuk dan bilang ‘Lai’ yang artinya silakan! Lah, dikata gue mau moto kali yah? Yaudah pupus harapan deh.
Abis itu kita minum di coffee shop seberang CKS sekalian duduk-duduk. Seperti yang udah gue bilang, di Taipei lagi banyak taifun jadi sering hujan dan berangin. Kebodohan dimulai, minuman udah abis tapi kita masih ngobrol-ngobrol dan karena berniat mau ke Danshui sejenis pelabuhan yang lumayan jauh kita agak buru-buru mau ke stasiun. Even though gue tau di luar masih ujan, kita tetep keluar dan jalan menuju stasiun yang jalannya sekitar 15 menit dari CKS. Tiba-tiba baru 3 menit jalan, ujannya tambah deres dan gue sempet menyarankan jalan lewat dalem CKS aja biar nggak keujanan, entah karena bolot atau gue nggak jelas ngomongnya, Kasia tetep jalan menuju stasiun yang masih jauh banget. Gue akhirnya jadi setengah berlari jalan dan hujannya nggak ngerti kalo kita nggak mau keujanan makin deres plus petir geladak-geluduk. Akhirnya kita mempercepat langkah, dengan agak panik ternyata Kasia takur sama petir. Setiap dia ngeliat kilatan petir dia setengah teriak ngejauhin payungnya. Awalnya gue kaget jadi ikutan teriak juga deh. Nah, makin deket tenda di tengah-tengah monumen selamat datangnya, petirnya makin gede dan perempuan bule ini makin ekstrim, dia teriak sambil setengah ngelempar payungnya jadinya dia basah-basahan gitu! Oh my God! Gue biasanya nyantai jadi ikutan panic at Chang Kai Sek juga deh gara-gara nih bule.
Finally gue berteduh di tenda kecil dan dikasih sejenis dispossable raincoat yang menurut gue agak mirip trash bag dan gue merasa seperti trash :P and we look like mess there basah kuyup from head-to-toe yang paling parah kehehohan pake teriak-teriak itu loh yang menurut gue nggak banget! Huhu
Well, moral of the story you have to stay somewhere dry and safe when its raining J
Hehe
Malam ini gue putuskan buat stay at home (yeah, i tend to call it home now) dan keluar Cuma cari makan di deket-deket sini. Gue juga berusaha buat tidur lebih cepet dari biasanya, yah biasanya berarti dari habit gue di Jakarta yang biasa tidur minimal jam 2 kalo nggak online dan posting yang aneh-aneh di Facebook atau telpon-teleponan sampe Subuh. Dan setelah semalem diajak ngobrol berat banget sama salah satu penghuni lainnya, Graham yang ngakunya dokter dan kerja sama pemerintah Cina buat ngembangin health services di Taiwan. Di saat gue lagi chatting-chatting sama pacar gue yang jarang online itu ;) tiba-tiba dia dateng, awalnya Cuma minjem komputer bentar karena komputer satunya lagi down terus dia nanya-nanya tentang kerjaan bokap dan tiba-tiba ngomongin dollar Amerika yang katanya (sebenarnya) dipegang sama orang-orang Cina dan mereka berusaha buang-buang uang di negara-negara ketiga kaya Indonesia juga. Dia bilang, kalo gue bisa menghubungkan ke salah satu orang penting di Indonesia, dia bisa bantu proyek itu misalnya proyek-proyek di Indonesia yang nggak selesai karena kurang dana kayak subway atau monorail. Dia ngasih contoh, di Calcutta India, akhirnya mereka bisa punya subway karena dapet bantuan dari Cina yang costnya hampir 2 triliun USD! HA! Gue setengah percaya setengah nggak sih, secara kalo lo liat orangnya agak nggak meyakinkan. Pertama kali gue ketemu dia, gue ketakutan gara-gara gue kayaknya cewek sendiri di antara cowok-cowok itu. Dan perawakan dia yang tinggi besar dan botak, yah tipikal cowok Eropa gitu bikin gue makin serem. Apalagi percakapan berlangsung di ruang tengah yang sepi karena udah pada tidur plus it was 2 AM in the morning. Well, gue akhirnya berhasil mempercepat percakapan dan balik chatting sama si pacar yang sempet gue cuekin beberapa menit *Maaf yah Vick ;)
Yaah, beginilah kehidupan gue selama tiga hari ini cukup banyak kejutan. Gue akan menunggu kejutan-kejutan lain di hari-hari berikutnya apalagi Senin besok Kelly balik ke Seoul dan Kimpo balike ke California sedangkan gue bareng Kasia dan dua orang Belgia bakal mulai internship ini.
Well, just wait for another shocking story and next destination : Kaohsiung, Southern Taiwan.
Zai Jian!
10 Things We (Might) Do To Look a Like Taipei Citizen
10. Little bit close our eyes, then we pretty similar to them
9. Eating lot of noddle or anything with beef
8. drink their style tea with or without pearl
7. Hang out on Night market and also eat their such a weird food
6. Kungfu Panda Rocks! And Ano Noir would be glad to hear that ;)
5. Watching talent show sejenis Mama-mia sambil makan di warung-warung mie
4. Going Back home before 11PM because the city sleeps early x(
3. Taking out you pet around the city and don’t forget to get’em to pet saloon before it.
2. Walk along the city. Heels shorts and miniskirt? That’s okay baby!
1. Bawa payung kemana-mana mau panas ujan bechek gak ada ojhek, yaiyalah gak ada ojek payung ato ojek motor di sini !
Thursday, March 20, 2008
Alang-Alang, easy dining
Beberapa kali lewatin daerah Kemang, gue dan my so called eating buddy, Rya, selalu penasaran sama satu tempat yang lokasinya berada di bangunan yang sama dengan The Bedroom.
Alang-alang.
Tempatnya di lantai dua, dan di depan kacanya ada signboardyang ada 'alang-alangnya'. So, I'm expecting about Indonesian food. Tapiii, setelah melihat menu di lantai satu, ternyata nggak cuma makanan Indonesia aja, kebanyakan malah western dan oriental.
Pas gue masuk, interiornya terkesan pewe banget. Ada sofa-sofa menghadap ke jalan, bagus banget apalgi pas malem banyak citylights trus ada juga versi lesehannya, penuh sama bantal-bantal gede yang empuk. Sayangnya, ada keanehan buat gue, jadi disebrang bagian lesehan, ada kursi-kursi kayu yang ngingetin sama rumah Joglo ala Betawi plus payung-payung jadulnya yang dipajang di dinding. Wew, menurut gue agak nggak matching nih! Yasudalah, akhirnya gue milih duduk di lesehan.
Mari kita jelajahi menunya! Awalnya gue tertarik sama nachos with cheese, atau mozarella cheesenya. Tapi pas lihat-lihat main coursenya, ternyata banyak yang menarik. Menu westernya ada steak, ribs, chicken cordon bleu, pasta carbonara, sampe pizza. Kalo tertarik makanan oriental, ada chicken hainan, kungpao chicken dan makanan tahu-tahuan (maap, lupa namanya!). Jangan lupa juga menu Indonesianya, dari mulai soto ayam, soto tangkar, nasi goreng seafood, tongseng juga ada di Alang-alang.
Akhirnya gue dan Rya pesen spagetti aglio olio (for Rya, as always) spagetti tom yam buat gue, trus side dishesnya fried champignon plus mushroom soup,yang salah order.
Minumnya Ice lemon Tea dan Snowy Ice Lychee. Buat Pizza dan Ribsnya harganya sekitar 30.000-an, kalo nasi-nasinya 15.000-25.000an.
Daan akhirnya pesenan datang juga! Hore!
FYI, hari itu gue dan Rya makan siang dengan menu seafood di tempat yg terpisah. terus pas sebelum ke Alang-Alang, sempet 'nyicip' pizza di Marzano, about 2-3 slices. Jadi sebenernya kita nggak laper-laper amat, tapi kenapa langsung nge-babon pesennya? hehe ;)
Pas liat penataan spagettinya, menarik banget! Spagettinya di tengah piring putih lebar plus garnish daun-daunan keliatan model penataan di hotel gitu. Spagetti tomyamnya pedes banget! Isinya lumayan lengkap ada udang, jamur sama cumi. Cuminya juga nggak pelit. Terus aglio olionya lumayan pedes lada, dan porsinya lebih banyak daripada yang tomyam.
Fried champignonnya berisi sekitar 6-8 balls, sayangnya agak kecil ukuran jamurnya dan kebanyakan tepung panirnya. Saus tar-tarnya pun juga agak nanggung kaya mayonaisse biasa. Mushroom soupnya lumayan. Tadinya gue pikir bakal kaya soup instant yang warnanya putih gitu, ternyata warnanya item pekat which means..real mushroom!Rasanya agak pahit tapi pas, nggak keasinan atau nggak berasa. Sayangnya roti taburannya terlalu kering dan tipis banget.
Buat minumannya, Ice Lemon Tea standart laah, tapi yang bikin shock, dengan gelas seukuran semi gelas bir, cuma dihargai Rp 5.500 aja!!! WOW!
Snowy Ice Lychee-nya standart, malah Rya bilang kaya buavita x) tapi Lycheenya banya dan gede-gede kok!But, basically, gue puas sama Tom Yamnya, pedes, berasa banget Tomyamnya tapi juga seger, kerasa daun jeruknya. Porsinya pas buat yang nggak gitu laper tapi ngebabon ;)
Ini bagian paling penting!
Total kerusakan:
Spagetti aglio Olio 16.500
Spagetti Tom Yam 16.500
Mushroom Soup 13.500
Fried Champignon 9.500
Snowy Ice Lychee 14.500
Ice Lemon Tea 5.500
TOTAL dengan tax 15% = 86.000-an!!!
Menurut gue di daerah Kemang lo makan dengan harga less than 20.000 udah jarang banget! apalagi tempatnya sepi, nggak kaya Food Fest.
Boleh dateng lagi nih besok-besok, cobain duduk di sofa pluss bawa Laptop karena free wi-fI!!
Well, sepulangnya gue ngerasa fuuuuuuuuullllllllll banget karena rencana awal nyari 'dessert' aja akhirnya malah 'fine dining' beginiiii x)
Alang-alang.
Tempatnya di lantai dua, dan di depan kacanya ada signboardyang ada 'alang-alangnya'. So, I'm expecting about Indonesian food. Tapiii, setelah melihat menu di lantai satu, ternyata nggak cuma makanan Indonesia aja, kebanyakan malah western dan oriental.
Pas gue masuk, interiornya terkesan pewe banget. Ada sofa-sofa menghadap ke jalan, bagus banget apalgi pas malem banyak citylights trus ada juga versi lesehannya, penuh sama bantal-bantal gede yang empuk. Sayangnya, ada keanehan buat gue, jadi disebrang bagian lesehan, ada kursi-kursi kayu yang ngingetin sama rumah Joglo ala Betawi plus payung-payung jadulnya yang dipajang di dinding. Wew, menurut gue agak nggak matching nih! Yasudalah, akhirnya gue milih duduk di lesehan.
Mari kita jelajahi menunya! Awalnya gue tertarik sama nachos with cheese, atau mozarella cheesenya. Tapi pas lihat-lihat main coursenya, ternyata banyak yang menarik. Menu westernya ada steak, ribs, chicken cordon bleu, pasta carbonara, sampe pizza. Kalo tertarik makanan oriental, ada chicken hainan, kungpao chicken dan makanan tahu-tahuan (maap, lupa namanya!). Jangan lupa juga menu Indonesianya, dari mulai soto ayam, soto tangkar, nasi goreng seafood, tongseng juga ada di Alang-alang.
Akhirnya gue dan Rya pesen spagetti aglio olio (for Rya, as always) spagetti tom yam buat gue, trus side dishesnya fried champignon plus mushroom soup,yang salah order.
Minumnya Ice lemon Tea dan Snowy Ice Lychee. Buat Pizza dan Ribsnya harganya sekitar 30.000-an, kalo nasi-nasinya 15.000-25.000an.
Daan akhirnya pesenan datang juga! Hore!
FYI, hari itu gue dan Rya makan siang dengan menu seafood di tempat yg terpisah. terus pas sebelum ke Alang-Alang, sempet 'nyicip' pizza di Marzano, about 2-3 slices. Jadi sebenernya kita nggak laper-laper amat, tapi kenapa langsung nge-babon pesennya? hehe ;)
Pas liat penataan spagettinya, menarik banget! Spagettinya di tengah piring putih lebar plus garnish daun-daunan keliatan model penataan di hotel gitu. Spagetti tomyamnya pedes banget! Isinya lumayan lengkap ada udang, jamur sama cumi. Cuminya juga nggak pelit. Terus aglio olionya lumayan pedes lada, dan porsinya lebih banyak daripada yang tomyam.
Fried champignonnya berisi sekitar 6-8 balls, sayangnya agak kecil ukuran jamurnya dan kebanyakan tepung panirnya. Saus tar-tarnya pun juga agak nanggung kaya mayonaisse biasa. Mushroom soupnya lumayan. Tadinya gue pikir bakal kaya soup instant yang warnanya putih gitu, ternyata warnanya item pekat which means..real mushroom!Rasanya agak pahit tapi pas, nggak keasinan atau nggak berasa. Sayangnya roti taburannya terlalu kering dan tipis banget.
Buat minumannya, Ice Lemon Tea standart laah, tapi yang bikin shock, dengan gelas seukuran semi gelas bir, cuma dihargai Rp 5.500 aja!!! WOW!
Snowy Ice Lychee-nya standart, malah Rya bilang kaya buavita x) tapi Lycheenya banya dan gede-gede kok!But, basically, gue puas sama Tom Yamnya, pedes, berasa banget Tomyamnya tapi juga seger, kerasa daun jeruknya. Porsinya pas buat yang nggak gitu laper tapi ngebabon ;)
Ini bagian paling penting!
Total kerusakan:
Spagetti aglio Olio 16.500
Spagetti Tom Yam 16.500
Mushroom Soup 13.500
Fried Champignon 9.500
Snowy Ice Lychee 14.500
Ice Lemon Tea 5.500
TOTAL dengan tax 15% = 86.000-an!!!
Menurut gue di daerah Kemang lo makan dengan harga less than 20.000 udah jarang banget! apalagi tempatnya sepi, nggak kaya Food Fest.
Boleh dateng lagi nih besok-besok, cobain duduk di sofa pluss bawa Laptop karena free wi-fI!!
Well, sepulangnya gue ngerasa fuuuuuuuuullllllllll banget karena rencana awal nyari 'dessert' aja akhirnya malah 'fine dining' beginiiii x)
Saturday, January 05, 2008
life's high lights
Welcoming year of two thousand and eight, i would like to re-cap my past life but still had high light and left me some pleasant and suck memories
First month of 2007
[JAN]
awal taun udah heboh ngurus acaraacara kampus; FIB Buzz trus juga Maker RTC. akhirnya acara perdana yang nggak beda jauh sama bedahkampus itu berhasil juga dan berhasil juga membuat gue tewas di hari terakhir. Bulan yang sama gue menerima banyak kepercayaan dan tanggung jawab yang gede banget, salah satunya jadi Head of PR and Promotion RTC UI FM.
[FEB]
MUSE Concert in Jakarta!! One of my favorite band that i would die for!!! haha
awesome show great crowd!!
[MARCH]
Siapsiap Backstage RTC UI FM!! Kerjakeras bareng kolegakolega biar bisa ngasi pertunjukan yang memuaskan.
[APRIL]
Starting all over again with some blast from the past
[MAY]
BACKSTAGE 2007 presenting Pure Saturday and Soul-Id!
[JUNE]
My twenty birthday is such a month full of blasts. entering the new world of peagent and became one of Abang None Jakarta Pusat's finalist. Setelah nayris satu bulan 'karantina' di walikota, gue mendapat pengalaman yang luarbiasa dan pastinya keluarga baru tercinta ;)
[JULY]
back to RTC yang sempet gue tinggalin garagara cuti nyaris sebulan! Wow loads of duties are waiting for me! Ready to be a tourism ambassador of Central Jakarta.
[AUGUST]
LIBURR! Sayangnya nggak libur buat kehidupan sosial gue. Ngurusin OKK'07 beserta segala intriknya.
akhirnya gue dikasih libur tapi nggak enak banget caranya, bedrest di rumah nyaris dua minggu akibat tyfus dan gejala dbd! hiks!
Selama dua minggu itulah gue mengautis di depan tv dan nggak bisa lamalama duduk apalagi jalanjalan.
[SEPTEMBER]
Holy Month of Ramadhan unfortunately still can't through it happily
[OCTOBER]
Boost up the spirit of dancing! yeeaa!!
SEROEMPOEN hit the ground ;) job menari datang lagi senangnya! makin menggila bersama wanitawanita kesayangan. kita memang cinta nari-foto-makan-gossip!! hehe
[NOVEMBER]
mulai sadar akan kehectican final exam di kampus dan langsung mengebut semua tugastugas gila dan berusaha mengerjakan! hehe thanks for my beloved iksi'05 yang masih mau ngingetin gue yang superduper malass!
[DECEMBER]
closing month gave me the most hectic one ever!!
As an anual event, Cantar Caravelas performed at Gran Melia Hotel infront of Portugal Ambassador. then performed dancing on Mercure Ancol and Festival Budaya UI. getting crazier, when i joined JIFFEST as membership crew. jualan tiket di Citos&PS, ngitung tiket sampe pagi buta di kantor, truss setiap hari gue berkutat dengan cineplex ampe mabok popcorn sama nachos! hehe x)
this experience its sooooo amazing!! give me BIG BIG experiences, returning my BIG passion of movies, and also BIG new family! love you guys sooooooomuchh!!
i owe BIG to the year of 2007
i need refreshment for 2008
'coz when i end up something in 2007 i'll begin the new one
;)
Happy New Year All!
First month of 2007
[JAN]
awal taun udah heboh ngurus acaraacara kampus; FIB Buzz trus juga Maker RTC. akhirnya acara perdana yang nggak beda jauh sama bedahkampus itu berhasil juga dan berhasil juga membuat gue tewas di hari terakhir. Bulan yang sama gue menerima banyak kepercayaan dan tanggung jawab yang gede banget, salah satunya jadi Head of PR and Promotion RTC UI FM.
[FEB]
MUSE Concert in Jakarta!! One of my favorite band that i would die for!!! haha
awesome show great crowd!!
[MARCH]
Siapsiap Backstage RTC UI FM!! Kerjakeras bareng kolegakolega biar bisa ngasi pertunjukan yang memuaskan.
[APRIL]
Starting all over again with some blast from the past
[MAY]
BACKSTAGE 2007 presenting Pure Saturday and Soul-Id!
[JUNE]
My twenty birthday is such a month full of blasts. entering the new world of peagent and became one of Abang None Jakarta Pusat's finalist. Setelah nayris satu bulan 'karantina' di walikota, gue mendapat pengalaman yang luarbiasa dan pastinya keluarga baru tercinta ;)
[JULY]
back to RTC yang sempet gue tinggalin garagara cuti nyaris sebulan! Wow loads of duties are waiting for me! Ready to be a tourism ambassador of Central Jakarta.
[AUGUST]
LIBURR! Sayangnya nggak libur buat kehidupan sosial gue. Ngurusin OKK'07 beserta segala intriknya.
akhirnya gue dikasih libur tapi nggak enak banget caranya, bedrest di rumah nyaris dua minggu akibat tyfus dan gejala dbd! hiks!
Selama dua minggu itulah gue mengautis di depan tv dan nggak bisa lamalama duduk apalagi jalanjalan.
[SEPTEMBER]
Holy Month of Ramadhan unfortunately still can't through it happily
[OCTOBER]
Boost up the spirit of dancing! yeeaa!!
SEROEMPOEN hit the ground ;) job menari datang lagi senangnya! makin menggila bersama wanitawanita kesayangan. kita memang cinta nari-foto-makan-gossip!! hehe
[NOVEMBER]
mulai sadar akan kehectican final exam di kampus dan langsung mengebut semua tugastugas gila dan berusaha mengerjakan! hehe thanks for my beloved iksi'05 yang masih mau ngingetin gue yang superduper malass!
[DECEMBER]
closing month gave me the most hectic one ever!!
As an anual event, Cantar Caravelas performed at Gran Melia Hotel infront of Portugal Ambassador. then performed dancing on Mercure Ancol and Festival Budaya UI. getting crazier, when i joined JIFFEST as membership crew. jualan tiket di Citos&PS, ngitung tiket sampe pagi buta di kantor, truss setiap hari gue berkutat dengan cineplex ampe mabok popcorn sama nachos! hehe x)
this experience its sooooo amazing!! give me BIG BIG experiences, returning my BIG passion of movies, and also BIG new family! love you guys sooooooomuchh!!
i owe BIG to the year of 2007
i need refreshment for 2008
'coz when i end up something in 2007 i'll begin the new one
;)
Happy New Year All!
Friday, December 28, 2007
Happy People
my first week to mingle again i have so many things to do!
walaupun Jiffest sudah berakhir, ternyata kehidupan di Salto Film belum juga berakhir
masih ke kantor nguruisin tiket-tiket ngebantuin supaya balik pajaknya.
Lalu-lalu kembali ke RTC yang gue terlantarin selama ini*sorry!
Ternyata kolega-kolega baru udah pada menanti gitu hehe HORRAYY!!
Welcome abroad,FAMS!!
Karena MARCOMM paling okeee x) kita akhirnya berhasil melakukan PIM-Building di TIM
hehe x)
Biasa lah ngerapatin planplannya Marcomm ke depan pluss persuade Mr,Tiar buat maju jadi GM,gmana mas-nya?
Bayangin aja setelah bangun pagipagi buat nonton "National Treasure" bareng Adia Aquila dan Fauzam Magenta,
pake nunggu setengah jam garagara si Joni telat nganterin filmnya x) gue masih harus berapatrapat ria gt,,
by the way, since im not fan of Hollywood movie, that movie i can give 2 and half stars
Terlalu Amerika
Terlalu Mudah ditebak
Terlalu Gampang!!
It takes more that just simple negotiation to subtitute your life with former enemy
secara preview media yah gue sih maumau aja nontonnya hehe x)
lalulalu, jumat sore itu berlanjut di tempat yang sama dengan orang yang berbeda my bestie, RYA! just chitchat and got some dinner
after spending time with her, i have to meet my other half,RAA
so next destination must be Kemang! Fufuu..
Saturday Night
No Longer Couple,so just spend my quality time with fellas.
Kalo kata Fauzan masih sangat terasa euphorianya,yes it is.
spend the night with JIFFEST Crew!
9.30 AM
Screening Volunteers
ACROSS The UNIVERSE
God that movie made me wanna CRY!!
Saking bagusnya....
Lalulalu, gagal berkaraoke akhirnya mengantarkan saya ke rumah pukul 22.30!!
Sangat cepat mengingat biasanya bisa sampe past midnite juga, ini tibatiba malemminggu malah cepet banget! Oke lah sekalikali jadi anak baik..
Well the bottom line is i can pass my first-weekend-being-single WITH MY HAPPY HAPPY PEOPLE!
Hope this will last, i mean HAPPY HAPPY YEAH YEAH*bukan being single yang kelamaan haha x)
walaupun Jiffest sudah berakhir, ternyata kehidupan di Salto Film belum juga berakhir
masih ke kantor nguruisin tiket-tiket ngebantuin supaya balik pajaknya.
Lalu-lalu kembali ke RTC yang gue terlantarin selama ini*sorry!
Ternyata kolega-kolega baru udah pada menanti gitu hehe HORRAYY!!
Welcome abroad,FAMS!!
Karena MARCOMM paling okeee x) kita akhirnya berhasil melakukan PIM-Building di TIM
hehe x)
Biasa lah ngerapatin planplannya Marcomm ke depan pluss persuade Mr,Tiar buat maju jadi GM,gmana mas-nya?
Bayangin aja setelah bangun pagipagi buat nonton "National Treasure" bareng Adia Aquila dan Fauzam Magenta,
pake nunggu setengah jam garagara si Joni telat nganterin filmnya x) gue masih harus berapatrapat ria gt,,
by the way, since im not fan of Hollywood movie, that movie i can give 2 and half stars
Terlalu Amerika
Terlalu Mudah ditebak
Terlalu Gampang!!
It takes more that just simple negotiation to subtitute your life with former enemy
secara preview media yah gue sih maumau aja nontonnya hehe x)
lalulalu, jumat sore itu berlanjut di tempat yang sama dengan orang yang berbeda my bestie, RYA! just chitchat and got some dinner
after spending time with her, i have to meet my other half,RAA
so next destination must be Kemang! Fufuu..
Saturday Night
No Longer Couple,so just spend my quality time with fellas.
Kalo kata Fauzan masih sangat terasa euphorianya,yes it is.
spend the night with JIFFEST Crew!
9.30 AM
Screening Volunteers
ACROSS The UNIVERSE
God that movie made me wanna CRY!!
Saking bagusnya....
Lalulalu, gagal berkaraoke akhirnya mengantarkan saya ke rumah pukul 22.30!!
Sangat cepat mengingat biasanya bisa sampe past midnite juga, ini tibatiba malemminggu malah cepet banget! Oke lah sekalikali jadi anak baik..
Well the bottom line is i can pass my first-weekend-being-single WITH MY HAPPY HAPPY PEOPLE!
Hope this will last, i mean HAPPY HAPPY YEAH YEAH*bukan being single yang kelamaan haha x)
confession
what comonnly happen when people end up their life alone again?
mostly they shed one tiny tears or left some scar open
how does it feel?
is it bitter
is it harsh
is it harm
or
is it hurt?
they left
some
sweet memories
pleasant moments
curious adventures
plenty questions
some
anxious arguments
idealistic opinions
emotionally distant
room for accusing
maybe if you sad you will shed one
if i don't shed one
am i sad
am i happy
or i'm just relieved?
what did you left me?
mostly they shed one tiny tears or left some scar open
how does it feel?
is it bitter
is it harsh
is it harm
or
is it hurt?
they left
some
sweet memories
pleasant moments
curious adventures
plenty questions
some
anxious arguments
idealistic opinions
emotionally distant
room for accusing
maybe if you sad you will shed one
if i don't shed one
am i sad
am i happy
or i'm just relieved?
what did you left me?
Sunday, December 02, 2007
Happy Ending
This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it's forever.
Then live the rest of our life,
But not together.
Wake up in the morning, stumble on my life
Can't get no love without sacrifice
If anything should happen, I guess I wish you well
A little bit of heaven, but a little bit of hell
This is the hardest story that I've ever told
No hope, or love, or glory
Happy endings gone forever more
I feel as if I feel as if I'm wastin'
And I'm wastin' everyday
This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it's forever.
Then live the rest of our life,
But not together.
2 o'clock in the morning, something's on my mind
Can't get no rest; keep walkin' around
If I pretend that nothin' ever went wrong, I can get to my sleep
I can think that we just carried on
This is the hardest story that I've ever told
No hope, or love, or glory
Happy endings gone forever more
I feel as if I feel as if I'm wastin'
And I'm wastin' everyday
This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it's forever.
Then live the rest of our life,
But not together.
A Little bit of love, little bit of love
Little bit of love, little bit of love [repeat]
I feel as if I feel as if I'm wastin'
And I'm wastin' everyday
This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it's forever.
To live the rest of our life,
But not together.
from Happy Ending by Mika
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it's forever.
Then live the rest of our life,
But not together.
Wake up in the morning, stumble on my life
Can't get no love without sacrifice
If anything should happen, I guess I wish you well
A little bit of heaven, but a little bit of hell
This is the hardest story that I've ever told
No hope, or love, or glory
Happy endings gone forever more
I feel as if I feel as if I'm wastin'
And I'm wastin' everyday
This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it's forever.
Then live the rest of our life,
But not together.
2 o'clock in the morning, something's on my mind
Can't get no rest; keep walkin' around
If I pretend that nothin' ever went wrong, I can get to my sleep
I can think that we just carried on
This is the hardest story that I've ever told
No hope, or love, or glory
Happy endings gone forever more
I feel as if I feel as if I'm wastin'
And I'm wastin' everyday
This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it's forever.
Then live the rest of our life,
But not together.
A Little bit of love, little bit of love
Little bit of love, little bit of love [repeat]
I feel as if I feel as if I'm wastin'
And I'm wastin' everyday
This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it's forever.
To live the rest of our life,
But not together.
from Happy Ending by Mika
Monday, September 24, 2007
because i said so
kangen MONAS
kangen MAKAN MENGGILA
kangen MID-NITE CALL-WITHOUT CAT FIGHT.
kangen BANDUNG
kangen MARATHON FILM
kangen DJAKARTA THEATRE
kangen GIGS
kangen CITYLITES
kangen MUSE
kangen RTC
kangen SUSHI
kangen SIMPLE LIFE
kangen BAHU JALAN TOL
kangen WHITE ROSES
kangen kangen KANGEN,TAUK!
kangen MAKAN MENGGILA
kangen MID-NITE CALL-WITHOUT CAT FIGHT.
kangen BANDUNG
kangen MARATHON FILM
kangen DJAKARTA THEATRE
kangen GIGS
kangen CITYLITES
kangen MUSE
kangen RTC
kangen SUSHI
kangen SIMPLE LIFE
kangen BAHU JALAN TOL
kangen WHITE ROSES
kangen kangen KANGEN,TAUK!
what if
what if i can't breath when your face pop-up on my mind?
what if i can't stop smiling when i remember the 'where' the 'when' and the 'how'?
what if i don't know whether love or loathe when i return on this God's path again?
what if i become someone who wants to be needed everyday every hour every minute?
what if you don't want to.
what if i keep searching for someone who does?
what if i distracted by others who wants me to be needed them?
what if i accidentally drawn and can't help myself to sober again?
what if i still needed you to be my Saviour?
what if you don't want to.
what if i still want to feel our bitter taste lollipop trapped in the mud and shine by million stars while rock and roll music playing by,
rather than His full-topped ice cream and sparkling candy?
what if you were me?
inspired by Boyzone's "If You Were Mine"
what if i can't stop smiling when i remember the 'where' the 'when' and the 'how'?
what if i don't know whether love or loathe when i return on this God's path again?
what if i become someone who wants to be needed everyday every hour every minute?
what if you don't want to.
what if i keep searching for someone who does?
what if i distracted by others who wants me to be needed them?
what if i accidentally drawn and can't help myself to sober again?
what if i still needed you to be my Saviour?
what if you don't want to.
what if i still want to feel our bitter taste lollipop trapped in the mud and shine by million stars while rock and roll music playing by,
rather than His full-topped ice cream and sparkling candy?
what if you were me?
inspired by Boyzone's "If You Were Mine"
Thursday, September 13, 2007
Love Letter
To All the Divas.
Tighten up your tops Spray your perfumes
So we can see IT tights and smell IT rights
Ring the Bells Point into Corner
Heads Up Eyes Straight
Tick Tock Your Heels on Tip Toe
Buzz IT Whipped IT
Then I just freeze with no will to ask why and what
Have no nerve to see the faces of the divas that keeping their world rocks and mine is blur
Its not because of them Not even distracted by them who lingers on somebody else's mind
I've already seen IT and still blur. there is no insight on IT
Dear The Divas,
Take Your Time
Your Time is Ticking
Tighten up your tops Spray your perfumes
So we can see IT tights and smell IT rights
Ring the Bells Point into Corner
Heads Up Eyes Straight
Tick Tock Your Heels on Tip Toe
Buzz IT Whipped IT
Then I just freeze with no will to ask why and what
Have no nerve to see the faces of the divas that keeping their world rocks and mine is blur
Its not because of them Not even distracted by them who lingers on somebody else's mind
I've already seen IT and still blur. there is no insight on IT
Dear The Divas,
Take Your Time
Your Time is Ticking
Wednesday, August 15, 2007
Is it called L.O.V.E?

Pernah ngerasain capek yang berkepanjangan dan akhirnya mengakibatkan sebal berkelanjutan?
Sepertinya itu yang sedang gue alami dan rasakan saat ini.
Hari ini, 15 agustus nggak hanya menguras tenaga buat Maba UI'07 tapi juga gue.
Entah kenapa gue lagi merasa jauh sama semuanya.Mungkin halitu juga yang membuat gue jadi nggak nyaman.
Gue juga sempet down sama beberapa hal yang akhirnya bikin semua jadi saling berkaitan.
Well the show must go on though, sampe sore ini gue akhirnya ngumpul sama kolegakolega kesayangan buat ngeramein stan RTC, which is nggak gitu rame juga.
Mungkin dipacu sama animo MaBa yang nanyananya tentang RTC atau emang situasi manusianya juga membaik, gue merasa nyaman lagi dengan situasi dan suasana hati gue! akhirnya gue jadi semangat lagi deh =)
Mungkin nggak sih suasana hati gue yang dipengaruhi hal eksternal yang buat gue 'ngefek' banget ditambah lagi emang gue udah nggak ada interest sama hal itu?
Mungkin juga 'kecintaan' gue sama radio mahasiswa itu plus kolegakoleganya itu membuat gue bisa ngelupain ke-BT-an gue sama hal atau orang lain apapun alasannya?
Kalo emang bener teori gue itu bener, hebat juga yah the art of loving gue ke something priceless ini bisa jadi 'senjata' kalo gue udah super nggak nyaman dengan yang selain itu?
Setelah sekian lama nggak jalanbareng emang kerasa banget gimana kangennya makanmakan tengah malem, nomat selalu, atau ngerecokin acaraacara yang penuh makanan*HAHA
Kangen banget sama kebersamaan trus ketawaketiwi bareng di blueroom sampe malem,etc etc....
Is It called L.O.V.E ?
Tuesday, August 14, 2007
too much activities will kill you, at least your social life
Juli 2007
15 Juli Jadi Pasumandan Pengantin di Rawamangun
16 Juli Gathering bareng Cantar Caravelas di Embassy of Portugal
Berenang di Apartemen Maria sekalian farewell
Rapat OKK bareng Tim Trengginas...
31 Juli Nonton Final Abang None DKI – Via Trans 7
Agustus 2007
1 Agustus Nongkrongin acara televisi yang makin nggakjelas....
Yah akhirnya gue menyaksikan kemenangan keempat temen gue via televisi sambil tiduran di barchalounger kulit di rumah. Padahal gue sebelumnya udah sangat menantinantikan Final DKI, pengen nyemangatin anakanak Pusat. Kebayang serunya neriakin namanama Nadia,Deasy,Carol trus juga Iwan,Deryl, Fadli. Apalagi mereka menang, dan Pusat berhasil menangin 4 selempang!! That’s was amazing!
Kalo ngeliat judul blog gue, yep, my recent activities made me have to stay in bed. Katanya garagara kecapean dan makan yang bener. Beberapa minggu ini emang gue lagi semangat olahraga berenang apalagi sejak diajak berenang di apartemennya Maria. Langsung aja setelah itu gue bawaannya ngajakin anakanak berenang melulu. Setelah sekali berenang di Cilandak dan sekali di Lebak Bulus, Jumat siang abis bereang, badan gue pegelpegel banget. Tadinya gue udah males banget buat jalan lagi ke kampus, tapi karena ada rapat pleno HHK dan gue juga harus ngedropin bahan siaran Movie Trax. Akhirnya gue jalan juga ke kampus. Dan akhirnya juga hasil tes darah yang menyatakan gue kena tyfus dan harus bed rest for almost 10 days and when i wrote this blog,it was the 6th day.
Apa aja yang udah kerjain selama enam hari ini?
Nothing.
Secara gue Cuma boleh tiduran jadi paling yang bisa gue kerjain yah, nonton acara TV yang makin ngga jelas. Gara-gara seharian-an ngeliatin tv lokal dan dua channel luar *berhubung kabelnya ada di luar*, gue ada kerjaan tambahaan yaitu ‘nyela’ para presenter acara yang kadangkadang malah memepermalukan dirinya sendiri. Yah, makin banyak deh dosa gue di rumah. Udah sakit nyela orang pula xp
Tapi gue juga jadi banyak ngamatin iklaniklan yang luculucu belakangan ini.
IKLAN FAVORIT BULAN INI:
- ATM Bersama yang bapakbapak akhirnya keabisan duit garagara transfer ke semua orang di silsilah keluarganya
- susu Dancow yang Ibunya cerdas tapi anaknya kurangajar ngerjain tukang jajanan keliling
- Indomie-nya Gita Gutawa, aneh deh padahal menurut gue suara dia aneh tapi gue suka pembawaannya trus Indonesia banget dah!
dan....
sejak gue sakit gue jadi tau kalo..
Pak Bondan Winarno suka sama sayuran yang masih kresskress(baca:renyah!)
HAHA

bayangkan kalo gue sakitnya berkepanjangan kalo nggak gue tambah dosa dan nggak sembuhsembuh garagara ngatain orang melulu trus kapasitas otak gue makin mengecil
:(
15 Juli Jadi Pasumandan Pengantin di Rawamangun
16 Juli Gathering bareng Cantar Caravelas di Embassy of Portugal
Berenang di Apartemen Maria sekalian farewell
Rapat OKK bareng Tim Trengginas...
31 Juli Nonton Final Abang None DKI – Via Trans 7
Agustus 2007
1 Agustus Nongkrongin acara televisi yang makin nggakjelas....
Yah akhirnya gue menyaksikan kemenangan keempat temen gue via televisi sambil tiduran di barchalounger kulit di rumah. Padahal gue sebelumnya udah sangat menantinantikan Final DKI, pengen nyemangatin anakanak Pusat. Kebayang serunya neriakin namanama Nadia,Deasy,Carol trus juga Iwan,Deryl, Fadli. Apalagi mereka menang, dan Pusat berhasil menangin 4 selempang!! That’s was amazing!
Kalo ngeliat judul blog gue, yep, my recent activities made me have to stay in bed. Katanya garagara kecapean dan makan yang bener. Beberapa minggu ini emang gue lagi semangat olahraga berenang apalagi sejak diajak berenang di apartemennya Maria. Langsung aja setelah itu gue bawaannya ngajakin anakanak berenang melulu. Setelah sekali berenang di Cilandak dan sekali di Lebak Bulus, Jumat siang abis bereang, badan gue pegelpegel banget. Tadinya gue udah males banget buat jalan lagi ke kampus, tapi karena ada rapat pleno HHK dan gue juga harus ngedropin bahan siaran Movie Trax. Akhirnya gue jalan juga ke kampus. Dan akhirnya juga hasil tes darah yang menyatakan gue kena tyfus dan harus bed rest for almost 10 days and when i wrote this blog,it was the 6th day.
Apa aja yang udah kerjain selama enam hari ini?
Nothing.
Secara gue Cuma boleh tiduran jadi paling yang bisa gue kerjain yah, nonton acara TV yang makin ngga jelas. Gara-gara seharian-an ngeliatin tv lokal dan dua channel luar *berhubung kabelnya ada di luar*, gue ada kerjaan tambahaan yaitu ‘nyela’ para presenter acara yang kadangkadang malah memepermalukan dirinya sendiri. Yah, makin banyak deh dosa gue di rumah. Udah sakit nyela orang pula xp
Tapi gue juga jadi banyak ngamatin iklaniklan yang luculucu belakangan ini.
IKLAN FAVORIT BULAN INI:
- ATM Bersama yang bapakbapak akhirnya keabisan duit garagara transfer ke semua orang di silsilah keluarganya
- susu Dancow yang Ibunya cerdas tapi anaknya kurangajar ngerjain tukang jajanan keliling
- Indomie-nya Gita Gutawa, aneh deh padahal menurut gue suara dia aneh tapi gue suka pembawaannya trus Indonesia banget dah!
dan....
sejak gue sakit gue jadi tau kalo..
Pak Bondan Winarno suka sama sayuran yang masih kresskress(baca:renyah!)
HAHA

bayangkan kalo gue sakitnya berkepanjangan kalo nggak gue tambah dosa dan nggak sembuhsembuh garagara ngatain orang melulu trus kapasitas otak gue makin mengecil
:(
Saturday, July 21, 2007
FCUK Beauty Peageant!
Apa yang pertama kali kebayang kalo denger 'beauty peagent' alias kontes kecantikan? Dulu, gue selalu mikir yang namanya kontes-kontes itu selalu identik dengan persaingan, backstabber, and everyone trying to be as perfect as the jury wants! Apalagi gue kebanyakan dicekoki teen-flick yang kebanyakan ngegambarin gimana eager seseorang yang sebegitu pengen menangnya. And then all the sarcastic opinion came out from my mind.

Gue akhirnya bisa membuktikan kalo hal di atas hanya sekitar 90% benarnya.
Yes.
Gue mengalami sendiri kontes itu sebagai fearfactor gue di tengah tahun 2007 ini.
Yesyes.
Garagara pengen ngebuktiin 'keberanian' diri gue plus pengen tau,apasih yang diliat dari acara beginian, well after long and winding road*alah* gue mengikuti rangkaian karantina Abang None Pusat.
Tapi beneran deh LONG and WINDING, berhubung kantor walikotanya jauh banget yah gue harus rela 3 jam hidup gue dalam sehari kepotong buat perjalanan. hehe
But i feel its worth it enough.
Kalo kata shout out gue;
"JUNE : Turning twenty, Big Experience, New Awesome Peoples, Long Long Holiday, still Hard Work!
In the beginning of June, im no longer -teen'cuz im turning twenty.That's Huge! Trus pengalaman gue dari mulai Tes 1: group discussion,yang harus ngebahas The ITC Permata Hijau Accident dan mengantar gue jadi semifinalis.
trus Psikotes dan ceramahnya Bang Foke yang membuat gue masuk websitenya Berita Jakarta. haha

- Setelan Interview -
Dan, the final interview which terrified me a lot! Back then, i think that if i didn't make it, i assume this kind of peageant really REALLY make a point on physical appereance. Since there's so many pretty ladies which so damn prettier than me. And since im the youngest among others, i had less experience than others.
Ternyata dugaandugaan cynical gue salah besar!
Setelah penantian berjam-jam*hyper*
nama dan foto gue terpampang di walikota as one of the fifteen finalist of Abang None Pusat 2007!

- Wanna Be a Spotlight? Use RED!! -
Yesyesyes.
I was surprised!
Gue bareng 14 none lain yang kalo kata gue'anjinganjingan' pinternya and sure has their own charm, which is NOT an absolut beauty but they had their way to impress peoples.
AKhirnya bulan Juni taun 2007 gue abisin di Jl. Tanah ABang I alias kantor walikota dengan latian ngibing-nya with "The Great",Mr.Isam Surentu*KOMUNIKATA!
trus,kakikaki gue udah pada pegel dan lecetlecet akibat 9cm high-heels kembaran gue-Ima-Icha yang membuat'cantik tapi luka'
Lalu, baksos yang jadi aksi cebarceburan anakanak kecil akibat ulah Kelompok 4 yang bawa kolamrenang plastik..
My favorite occasion, MAKRAB!! Yiay!
kelompok yang sudah menghabiskan waktu dengan ke-TIDAK ATRAKTIVAN-nya :P
tapi akhirnya memenangkan pertandingan berani-malu-yang-penting-all-out dengan tema:DANGDUT!

- Hey ada TRIO Macan yang menyamar jadi M.E -
haha dasar masyarakat Indonesia masih aja doyan dangdut. padahal kalo denger lagunya di tv ato radio bilang jijay,huu kmaren aja doyan lo!
And....
The Phenomenal Moment*ehm
Malam Final di Borobudur,YIAY!

- Abang dan Nonenya -
meskipun nggak menang,gue PUAS BANGET sama performance kita malam itu. Rasanya nggak siasia deh latian menggila pake dimarahin plus dibentakbentak*eh,nggak dibentakbentak sih =9
trus,yang paling penting GUE NGGAK KEPLESET PAS FASHION SHOW!!!
haha
bayangin aja lantai super licin,baju super ngepress, daaan...selendang dadakan yang harus gue kibaskibasin bikin gue tambah nervous!
Lagilagi,biarpun gue nggak menang gue seneng ngeliat supporter gue yang super gila*walopun nggak bawa spanduk bertuliskan nama gue*
sampe gue dibilang sama Abang Iwan,naa supporter lo banyak bangets!
hehe
thanks to my beloved kolegas ;)
Well,most of it im so happy that i can prove to myself i can through this peageant thing-y just being myself. And even though i didn't won any award the victory itself is about how i can improve my personality after i passes this contest. Hell yeah.
it changes my a lot. Thanks to Mba'Naz and Bang Erwin. I Got it! i Know what should i do to prove that i had that self-esteem.
Ke-29 Abang dan None kesayangan.
Guys, You are my new family! Kelompok 3 yang super caur.
Dion pasangan gue yang terBAIK. ina my DANCEmate and NEBENGmate. Wibi = Daddo Parus ngamuk ;). Tisam si NoneArab superCOOL. Koko si 'ABG' yang udah nggak Lonely lagi.Nadia myNONEMATE temen seperjuangan dari awal*you deserve it,sis*.Iwan the REAL Abang of everywhere*eya..eya*.Tari si ibu GURU.and ..ALDY! haha i have no words!
dan semuasemuanya.
YESYESYESYES

- Life After Abnon, BERSENANGSENANG!!! -
this peageant is for you who got the LOOK*still,Looks does matter* but with brainy and eager to compete itself.
None #21

Gue akhirnya bisa membuktikan kalo hal di atas hanya sekitar 90% benarnya.
Yes.
Gue mengalami sendiri kontes itu sebagai fearfactor gue di tengah tahun 2007 ini.
Yesyes.
Garagara pengen ngebuktiin 'keberanian' diri gue plus pengen tau,apasih yang diliat dari acara beginian, well after long and winding road*alah* gue mengikuti rangkaian karantina Abang None Pusat.
Tapi beneran deh LONG and WINDING, berhubung kantor walikotanya jauh banget yah gue harus rela 3 jam hidup gue dalam sehari kepotong buat perjalanan. hehe
But i feel its worth it enough.
Kalo kata shout out gue;
"JUNE : Turning twenty, Big Experience, New Awesome Peoples, Long Long Holiday, still Hard Work!
In the beginning of June, im no longer -teen'cuz im turning twenty.That's Huge! Trus pengalaman gue dari mulai Tes 1: group discussion,yang harus ngebahas The ITC Permata Hijau Accident dan mengantar gue jadi semifinalis.
trus Psikotes dan ceramahnya Bang Foke yang membuat gue masuk websitenya Berita Jakarta. haha

- Setelan Interview -
Dan, the final interview which terrified me a lot! Back then, i think that if i didn't make it, i assume this kind of peageant really REALLY make a point on physical appereance. Since there's so many pretty ladies which so damn prettier than me. And since im the youngest among others, i had less experience than others.
Ternyata dugaandugaan cynical gue salah besar!
Setelah penantian berjam-jam*hyper*
nama dan foto gue terpampang di walikota as one of the fifteen finalist of Abang None Pusat 2007!

- Wanna Be a Spotlight? Use RED!! -
Yesyesyes.
I was surprised!
Gue bareng 14 none lain yang kalo kata gue'anjinganjingan' pinternya and sure has their own charm, which is NOT an absolut beauty but they had their way to impress peoples.
AKhirnya bulan Juni taun 2007 gue abisin di Jl. Tanah ABang I alias kantor walikota dengan latian ngibing-nya with "The Great",Mr.Isam Surentu*KOMUNIKATA!
trus,kakikaki gue udah pada pegel dan lecetlecet akibat 9cm high-heels kembaran gue-Ima-Icha yang membuat'cantik tapi luka'
Lalu, baksos yang jadi aksi cebarceburan anakanak kecil akibat ulah Kelompok 4 yang bawa kolamrenang plastik..
My favorite occasion, MAKRAB!! Yiay!
kelompok yang sudah menghabiskan waktu dengan ke-TIDAK ATRAKTIVAN-nya :P
tapi akhirnya memenangkan pertandingan berani-malu-yang-penting-all-out dengan tema:DANGDUT!
- Hey ada TRIO Macan yang menyamar jadi M.E -
haha dasar masyarakat Indonesia masih aja doyan dangdut. padahal kalo denger lagunya di tv ato radio bilang jijay,huu kmaren aja doyan lo!
And....
The Phenomenal Moment*ehm
Malam Final di Borobudur,YIAY!

- Abang dan Nonenya -
meskipun nggak menang,gue PUAS BANGET sama performance kita malam itu. Rasanya nggak siasia deh latian menggila pake dimarahin plus dibentakbentak*eh,nggak dibentakbentak sih =9
trus,yang paling penting GUE NGGAK KEPLESET PAS FASHION SHOW!!!
haha
bayangin aja lantai super licin,baju super ngepress, daaan...selendang dadakan yang harus gue kibaskibasin bikin gue tambah nervous!
Lagilagi,biarpun gue nggak menang gue seneng ngeliat supporter gue yang super gila*walopun nggak bawa spanduk bertuliskan nama gue*
sampe gue dibilang sama Abang Iwan,naa supporter lo banyak bangets!
hehe
thanks to my beloved kolegas ;)
Well,most of it im so happy that i can prove to myself i can through this peageant thing-y just being myself. And even though i didn't won any award the victory itself is about how i can improve my personality after i passes this contest. Hell yeah.
it changes my a lot. Thanks to Mba'Naz and Bang Erwin. I Got it! i Know what should i do to prove that i had that self-esteem.
Ke-29 Abang dan None kesayangan.
Guys, You are my new family! Kelompok 3 yang super caur.
Dion pasangan gue yang terBAIK. ina my DANCEmate and NEBENGmate. Wibi = Daddo Parus ngamuk ;). Tisam si NoneArab superCOOL. Koko si 'ABG' yang udah nggak Lonely lagi.Nadia myNONEMATE temen seperjuangan dari awal*you deserve it,sis*.Iwan the REAL Abang of everywhere*eya..eya*.Tari si ibu GURU.and ..ALDY! haha i have no words!
dan semuasemuanya.
YESYESYESYES

- Life After Abnon, BERSENANGSENANG!!! -
this peageant is for you who got the LOOK*still,Looks does matter* but with brainy and eager to compete itself.
None #21
Monday, March 12, 2007
n.o.r.o.m
Bagaiman kalo seorang pembalap sekelas Ananda Mikola sedang berlaga di sirkuit tapi dia mengalami overlap? mungkin mobilnya bakal kebalik atau dia keluar dari lintasan..
Humm,meskipun gaya nyetir gue belom seoke Ananda Mikola, gue baru aja ngalamin yang namanya overlap!
No no gue belom pindah profesi jadi pembalap *if i ever wish i could be ;)
tapi kemaren tepatnya bulan Januari-MAret ini gue superduper menggila di kampus!
OHMYGOD!
Gue sejujurnya udah eneg banget sama panitiapanitian yang karena gue sotoyy jadi terjebak! Huhu konsekwensinya sih emang harus gue tanggung meskipun gue capek banget!
Setelah gue harus roadshow BedahKampus'07 yang cuma ber3 slalu, gue terancam di-bleaching daan gue udah mau nyerah aja! males banget! But then i realized that i wont give up something that i've already built in the very last minute for something that i called EGO!
Kebayang juga sih gue udah kaya orang gila roadshow ksana kmari, diktawain anakanak SMA trus gue nyerah di 7 hari sebelum acara,huhu So Not Me!
Akhirnya, setelah perjuangan sama kemalesan gue sendiri i made it, BK'07! haha
Tapi ternyata gue lagi diuji nih, pas hari kedua gue diminta sama Ruri buat nganterin salah satu guest star, Adi Nugroho pulang ke rumahnya gitu, entah karena gue nervous karena ada cowok oke di mobil gue *wink* ato emang gue udah cape berat, i accidentally crashed another car behind me,DAMN! daan sh*ts didn't stop,mobil gue keserempet motor aja gitu yang maksa nyelak antara mobil gue dan angkot, DAMNDAMN!
Gue cuma bisa ketawatawa aja pas kejadian, secara nggak parah juga, tapi gue ngerasa dodol aja gitu, well HELLO twice a day? What Am i such a moron??
Dan kesialan (or should i say my stupidity?) still on till last nite which i watched musical performance at GKJ,i lost my cellphone! Oh My Dear LORD!
My latest Z610i =(
kecerobohan gue akibat terlalu seru motret with my grand's Canon SLR gue yang kebiasaan naro hp on my lap, kayanya jatoh dan gue telat banget sadarnya huhu
Gue sih udah bisa iklas aja but somehow i just cant accept my stupidity
Yah mungkin sekarang gue mau lebih atiati dan biar gue ada rasa sense of belongin lagi aja especially for my favorite things which is not cheap!
Yassuw, gue masih stengah upset but yaudah laah yaa...
smoga diganti sama yang lebih bagus hehe tetep ngarep =P
Humm,meskipun gaya nyetir gue belom seoke Ananda Mikola, gue baru aja ngalamin yang namanya overlap!
No no gue belom pindah profesi jadi pembalap *if i ever wish i could be ;)
tapi kemaren tepatnya bulan Januari-MAret ini gue superduper menggila di kampus!
OHMYGOD!
Gue sejujurnya udah eneg banget sama panitiapanitian yang karena gue sotoyy jadi terjebak! Huhu konsekwensinya sih emang harus gue tanggung meskipun gue capek banget!
Setelah gue harus roadshow BedahKampus'07 yang cuma ber3 slalu, gue terancam di-bleaching daan gue udah mau nyerah aja! males banget! But then i realized that i wont give up something that i've already built in the very last minute for something that i called EGO!
Kebayang juga sih gue udah kaya orang gila roadshow ksana kmari, diktawain anakanak SMA trus gue nyerah di 7 hari sebelum acara,huhu So Not Me!
Akhirnya, setelah perjuangan sama kemalesan gue sendiri i made it, BK'07! haha
Tapi ternyata gue lagi diuji nih, pas hari kedua gue diminta sama Ruri buat nganterin salah satu guest star, Adi Nugroho pulang ke rumahnya gitu, entah karena gue nervous karena ada cowok oke di mobil gue *wink* ato emang gue udah cape berat, i accidentally crashed another car behind me,DAMN! daan sh*ts didn't stop,mobil gue keserempet motor aja gitu yang maksa nyelak antara mobil gue dan angkot, DAMNDAMN!
Gue cuma bisa ketawatawa aja pas kejadian, secara nggak parah juga, tapi gue ngerasa dodol aja gitu, well HELLO twice a day? What Am i such a moron??
Dan kesialan (or should i say my stupidity?) still on till last nite which i watched musical performance at GKJ,i lost my cellphone! Oh My Dear LORD!
My latest Z610i =(
kecerobohan gue akibat terlalu seru motret with my grand's Canon SLR gue yang kebiasaan naro hp on my lap, kayanya jatoh dan gue telat banget sadarnya huhu
Gue sih udah bisa iklas aja but somehow i just cant accept my stupidity
Yah mungkin sekarang gue mau lebih atiati dan biar gue ada rasa sense of belongin lagi aja especially for my favorite things which is not cheap!
Yassuw, gue masih stengah upset but yaudah laah yaa...
smoga diganti sama yang lebih bagus hehe tetep ngarep =P
Subscribe to:
Posts (Atom)